Tradisi suci

Tradisi suci dengan capital T konon adalah ajaran Rasul2. Sebagian tertulis sebagaian lisan.

Surat yang ditulis rasul2 mestinya digolongkan tradisi tertulis, namun ada juga kotbah, misal kotbah Petrus waktu turunnya Roh Kudus, yang waktu itu lisan kemudian ditulis oleh Lukas ringkasannya dalam Kisah rasul rasul, jadi ajaran ini sudah jadi tertulis, bukan lisan lagi.

Lalu ada yang membingungkan, misal Maria jazatnya diangkat kesurga berserta rohnya, Maria dapat karunia kekuasaan tidak terbatas, Maria ratu surga, apa ini ajaran rasul2 juga?

Kenapa tidak pernah tertulis/lisan dan kalau sudah tertulis apa masih dikatakan ajaran lisan?

Kapan ajaran ini ditulis pertama kali ?

Dalam surat Korintus, Paulus menjelaskan jenis2 karunia, misal: karunia lidah, kesembuhan, nubuat dll, kenapa tidak pernah disebut karunia kekuasaan tidak terbatas, seperti yang dimiliki Maria?

Apa karena untuk menghemat kertas?
Apa kalau semua ajaran rasul ditulis kertasnya tidak cukup?
Kalau alasannya menghemat kertas, mestinya para penulis ini memakai skala kepentingan, yang lebih penting ditulis yang sekedar penafsiran tidak usah ditulis.

Saya ulangi argument saya yang kesekian kali, Elia diangkat kesurga saja ditulis dan tidak takut kekurangan kertas, Maria yang katanya lebih tinggi dari Elia ketika jazadnya diangkat kesurga tidak ditulis takut kurang kertas?

Padalah untuk menulis Maria diangkat kesurga jazadnya, cukup satu kalimat saja, Maria Ratu surga, dan diberi karunia tidak terbatas cukup lima kalimat. Elia diangkat kesurga ditulis banyak kalimat.

Saya kira masalah ini perlu direnungkan sedalam dalamnya.

kalo masalah di tulis, ya pasti ditulis lahh bro,
di forum beginian aja, udag berapa kali ditulis!!!

mungkin maksud anda , tidak di tulis di alkitab kaleee!!!

Saya ulangi argument saya yang kesekian kali, Elia diangkat kesurga saja ditulis dan tidak takut kekurangan kertas, Maria yang katanya lebih tinggi dari Elia ketika jazadnya diangkat kesurga tidak ditulis takut kurang kertas?
jelas kekurangan kertas, karena waktu itu blum ada kertas, adanya vellum atau papirus

:smiley:

Kalau semuanya sudah tertulis maka niscaya Rasul Paulus tidak akan memerintahkan untuk berpegang teguh pada yang “lisan”.

Lalu ada yang membingungkan, misal Maria jazatnya diangkat kesurga berserta rohnya, Maria dapat karunia kekuasaan tidak terbatas, Maria ratu surga, apa ini ajaran rasul2 juga?

Sebagian ya, sebagian lagi adalah perkembangan dari Tradisi Rasuli (dilakukan oleh Gereja Katolik Roma).

Kenapa tidak pernah tertulis/lisan dan kalau sudah tertulis apa masih dikatakan ajaran lisan?

Dulunya lisan setelah beberapa dekade, murid-murid langsung para rasul dan juga suksesor dibawahnya menuliskannya supaya tidak hilang.

Kapan ajaran ini ditulis pertama kali ?

Macam-macam, ada yang tahun 80 AD-Kitab Didakhe, ada yang tulisan para rasul sendiri, misalnya Liturgy Rasul Yakobus ditulis oleh Rasul Yakobus sendiri.

Dalam surat Korintus, Paulus menjelaskan jenis2 karunia, misal: karunia lidah, kesembuhan, nubuat dll, kenapa tidak pernah disebut karunia kekuasaan tidak terbatas, seperti yang dimiliki Maria?

Karena surat Korintus membahas karunia jemaat yang belum mengalami Theosis (yang masih di bumi).
Namun juga kalau “kuasa tak terbatas” itu dipandang sebagai “Maha Kuasa” maka saya menolaknya, jika hanya dipandang sebagai jargon saja maka bolehlah itu digunakan.

Apa karena untuk menghemat kertas? Apa kalau semua ajaran rasul ditulis kertasnya tidak cukup?

Tentu tidak cukup, buktinya adalah satu perpustakaan (misalnya Biara Gunung Athos) tidak cukup untuk memuat Tradisi Rasuli.

Kalau alasannya menghemat kertas, mestinya para penulis ini memakai skala kepentingan, yang lebih penting ditulis yang sekedar penafsiran tidak usah ditulis.

Penafsiran juga penting, kalau tidak ada penafsirannya kemudian Maria akhirnya disembah bagaimana? Kan salah itu… :slight_smile:

Saya ulangi argument saya yang kesekian kali, Elia diangkat kesurga saja ditulis dan tidak takut kekurangan kertas, Maria yang katanya lebih tinggi dari Elia ketika jazadnya diangkat kesurga tidak ditulis takut kurang kertas?

Pertanyaan yang sama,
Stefanus saja mati martir dimasukkan Alkitab (bukan tidak ditulis), mengapa kematian para rasul secara martir yang lain tidak dimasukkan Alkitab?

Alkitab ditujukan sebagai resume catatan kesaksian mengenai Firman Allah, jadi yang tidak menyangkut kesaksian Firman Allah tidak perlu dimasukan dalam Kanon Alkitab.

Padalah untuk menulis Maria diangkat kesurga jazadnya, cukup satu kalimat saja, Maria Ratu surga, dan diberi karunia tidak terbatas cukup lima kalimat. Elia diangkat kesurga ditulis banyak kalimat.

Lha cerita utuhnya mau diskip? Jadi satu buku itu ceritanya… :slight_smile:
Nanti timbul lagi, cerita 70 murid utusan YESUS (Luk 10:1) koq tidak dimuat (ada lho ceritanya)? cerita martir 12 rasul dan karya penginjilannya koq tidak dimuat? etc etc… Yaaah… jadilah perpustakaan berjalan…

Saya kira masalah ini perlu direnungkan sedalam dalamnya.

Silahkan direnungkan… :slight_smile:

Best Regard,
Daniel FS

Yang mendasari suatu ajaran mestinya diprioritaskan dan dicatat dalam alkitab.

Kenapa kematian Stefanus ditulis dan Paulus tidak? apa Bro Daniel bisa menunjukan sebabnya?

Maria diberi karunia maha kuasa, mendasari suatu ajaran sehingga boleh berdoa pada Maria, kenapa tidak di catat apa tidak dianggap penting?

Cuma perlu sepuluh kalimat cukup. Tidak sampai perpustakaan berjalan.

Ya menurut Anda sendiri bagaimana? kan saya dulu yang nanya… :slight_smile:

Maria diberi karunia [s]maha kuasa[/s], mendasari suatu ajaran sehingga boleh berdoa pada Maria, kenapa tidak di catat apa tidak dianggap penting?

Karena memang bukan Dogma bagi Gereja Perdana, Gereja Katolik Roma lah yang menggubahnya menjadi Dogma (sampai sekarang, kisah Maria bukanlah Dogma bagi Gereja Orthodox yang tetap menjaga ke-statis-an Tradisi Rasuli).
Artinya, tidak meminta syafaat kepada Maria juga tidak apa-apa, dilakukan juga boleh dan baik adanya. Alkitab hanya ditujukan untuk kesaksian tentang Firman Allah dan hubungan antara Allah dan manusia, banyak hal diluar itu yang ada dalam Tradisi Rasuli misalnya tentang kemalaikatan (jenjang malaikat), tata ibadah, etc yang tidak dapat dimuat semuanya dalam Alkitab.

Cuma perlu sepuluh kalimat cukup. Tidak sampai perpustakaan berjalan.

Cukup bagi Anda belum tentu cukup bagi orang lain.
Pasti suatu saat keluar juga orang yang ingin tahu lebih banyak.
Penulisan sepotong-sepotong saja suatu kisah akan membuka banyak penafsiran yang keliru sehingga lebih menyulitkan dibandingkan bila tidak tahu.
Kalau cuma sepotong-sepotong begitu seharusnya Injil cukup ditulis:
“Firman Allah inkarnasi dari perawan Maria, menjadi manusia YESUS KRISTUS, melakukan banyak mujizat dan ajaran, menebus dosa umat manusia di kayu salib, mati, bangkit dan naik ke Sorga.”
Anda setuju bahwa Injil dapat digantikan dengan kalimat singkat diatas? :slight_smile:

Best Regard,
Daniel FS

Atas dasar apa kamu mempertanyakan alasan kertasnya tidak cukup?

Kalau alasannya hanya karena perkiraan kamu, mestinya kamu memakai skala kepentingan, ada banyak hal yang lebih penting yang bisa kamu tulis di forum ini.

Saya kira masalah ini perlu direnungkan sedalam dalamnya.

Maksud saya bahwa sobat2katolik selalu mengatakan kita harus mengikuti ajaran tertulis dan lisan.

Lalu yang lisan yang mana kalau sudah tertulis semua?

Quote from: jackson123 on Yesterday at 09:57:16 PM
Yang mendasari suatu ajaran mestinya diprioritaskan dan dicatat dalam alkitab.

Kenapa kematian Stefanus ditulis dan Paulus tidak? apa Bro Daniel bisa menunjukan sebabnya?

Daniel:
Ya menurut Anda sendiri bagaimana? kan saya dulu yang nanya… :slight_smile:

Jack:
Saya tidak pernah mempelajari kenapa Stefanus mati ditulis cara kematiannya yang bisa ditulis sekitar satu halaman saja, tapi Paulus tidak tapi bro Daniel kan mengatakan yang ditulis itu penjelasan tentang masalah ini sbb

Ini saya copas jawaban bro:

Pertanyaan yang sama,
Stefanus saja mati martir dimasukkan Alkitab (bukan tidak ditulis), mengapa kematian para rasul secara martir yang lain tidak dimasukkan Alkitab?

Alkitab ditujukan sebagai resume catatan kesaksian mengenai Firman Allah, jadi yang tidak menyangkut kesaksian Firman Allah tidak perlu dimasukan dalam Kanon Alkitab

Ini dulu kita bahas, supaya tidak timpang tindih.

Implication dari statement bro Daniel ini adalah:
Kematian stefanus menyangkut kesaksian Firman Allah.

Kematian Paulus tidak menyangkut kesaktian Firman Allah.

Kematian Maria dan diangkatnya jazadnya kesurga tidak menyangkut kesaksian Firman Allah.

Maria diberi karunia maha kuasa, saya tidak jelas apa menyangkut kesaksian FT atau karena waktu diberi karunia rasul2 sudah meninggal sehingga tidak ditulis oleh rasul2 tapi ditulis penerusnya.

Dan kalau yang menulis penerusnya, apa bisa dikatakan Tradisi suci, karena setahu saya Tradisi suci itu ajaran rasul2 baik lisan maupun tertulis.

Kita batasi dulu pembahasan yang ini, Kenapa kematian Paulus tidak menyangkut kesaktian FT dan kembatian Stefanus menyangkut kesaksian FT.

Kenapa kematian dan diangkatnya jazad maria tidak menyangkut kesaksian FT sehingga tidak masuk catatan, atau karena memang terjadi setelah rasul2 mati? apa ada bukti2 bahwa memang terjadi setelah rasul2 mati?

Kertas tidak cukup itu pertanyaan saya, bukan perkiraan karena banyak sobat2 katolik selalu mengatakan adanya ajaran lisan yang tidak tercatat karena kalau semua dicatat bukunya tidak cukup/kertas tidak cukup.

Makanya saya tanya penjelasan yang sejelas2nya apa masalah Maria dikaruniai Maha kuasa itu tidak ditulis takut kertasnya tidak cukup? atau sebab lain?

Ini yang ingin saya klarifikasikan.

nah mari kita kembangkan lebih dalam lagi

hal-hal apa yang termasuk tradisi suci dan hal2 apa yang tidak termasuk tradisi suci?

:slight_smile:

Memang. Kematian Rasul Paulus kurang fundamental dalam kesaksian tentang YESUS KRISTUS (Firman Allah).
Sekarang bagaimana pendapat Protestan? Mengapa tidak ditulis dalam Alkitab namun dipercaya?

Kematian Maria dan diangkatnya jazadnya kesurga tidak menyangkut kesaksian Firman Allah.

Maria diberi karunia maha kuasa, saya tidak jelas apa menyangkut kesaksian FT atau karena waktu diberi karunia rasul2 sudah meninggal sehingga tidak ditulis oleh rasul2 tapi ditulis penerusnya.

Rasul-rasul masih ada saat wafatnya Bunda Maria, dan malah berada disekeliling Bunda Maria, ajaran ini diajarkan secara lisan turun temurun oleh para rasul di daerah penginjilan masing-masing, yang kemudian lambat laun dicatat oleh penerusnya. Terbukti bahwa meskipun di Roma, Yunani, Israel, Turki, Mesir, India, dan daerah lainnya memiliki kesamaan ajaran.

Hati-hati menyatakan frase “Bunda Maria Maha Kuasa”, karena Gereja Katolik Roma dan Gereja Orthodox tidak pernah memaksudkan demikian. Bisa-bisa Anda dituduh Bidat Maryamiyyaa (Bidat XXII lihat Thread Heresiology Heresiology - Ajaran Kristen - ForumKristen.com) yang menyembah Bunda Maria. Selain ini merupakan Sakrilegi (penghinaan terhadap orang kudus) tentunya meskipun di Protestan juga dilarang untuk menghina orang kudus apalagi tokoh Alkitab. :slight_smile:

Dan kalau yang menulis penerusnya, apa bisa dikatakan Tradisi suci, karena setahu saya Tradisi suci itu ajaran rasul2 baik lisan maupun tertulis.

Bisa, karena muatannya sama.
Pertanyaan Anda diatas sama halnya dengan: Manuskrip asli Alkitab adalah Ajaran Rasuli, namun setelah disalin dan diterjemahkan dalam berbagai bahasa bisakah disebut sebagai Ajaran Rasuli?

Kita batasi dulu pembahasan yang ini, Kenapa kematian Paulus tidak menyangkut kesaktian FT dan kembatian Stefanus menyangkut kesaksian FT.

Kematian Proto-Martir Stefanus dicatat untuk memperkuat doktrin bahwa YESUS KRISTUS (Sang Firman) sudah berada disebelah kanan Allah Bapa.
Bagaimana dengan Protestan? Mengapa tidak dicantumkan dalam Alkitab?

Kenapa kematian dan diangkatnya jazad maria tidak menyangkut kesaksian FT sehingga tidak masuk catatan, atau karena memang terjadi setelah rasul2 mati? apa ada bukti2 bahwa memang terjadi setelah rasul2 mati?

Memang tidak menyangkut kesaksian tentang Firman Allah.
Kesaksian tentang Firman Allah telah cukup dijelaskan oleh Alkitab.

Best Regard,
Daniel FS

Tradisi Rasuli melingkupi:
Semua, baik lisan/tulisan yang disampaikan oleh para rasul sendiri secara turun temurun kepada Gereja Universal.

Best Regard,
Daniel FS

Hi Jack, bagi saya ALKITAB merupakan Wahyu Tuhan sendiri, dan kalau Tuhan tidak masukkan, itu merupakan hak prerogatif Roh Kudus.

Hanya kalau kita percaya bahwa Alkitab di tulis oleh Allah Roh Kudus sendiri melalui inspirasi ke orang2 yang telah di tentukan Tuhan untuk menulis kitab2.

Apa yang tidak di masukkan kedalam Alkitab, berarti memang bukan merupakan Firman Tertulis, mereka merupakan tulisan2 biasa yang di tulis oleh penulisnya.

Tuhan pasti mempunyai tujuan dan maksud memberikan ALKITAB, sebagai pedoman bagi hidup orang orang percaya.

Kembali lagi bagi yang tetap mengumpulkan tulisan2 untuk menjadi pedoman hidup, silakan.

Segala sesuatu yang telah di rancang oleh Tuhan untuk kita, demi untuk kebaikan kita sendiri dan untuk di taati.

Para rasul ini maksudnya para Paus ya?

Bagaimana dengan tradisi Kaisar Konstantin, apakah Konstantin juga tergolong rasul atau santo atau orang suci?

Para Rasul ya Rasul sendiri (bukan Patriakh/Paus).
Kita bisa teliti dengan tulisan pada abad kerasulan (tidak perlu jauh-jauh ke zaman Konstantin tahun 300 AD), saya kalau meneliti Tradisi Rasuli lebih cenderung memakai manuskrip yang maksimal 200 AD (atau dibawahnya lebih baik).

Tradisi Konstantin apaan? maksudnya Konsili Nikea? Udah baca belum isi Konsili Nikea? Tunjukkan pada kanon berapa yang Anda anggap menyimpang (dari 20 kanon yang ditetapkan)? Saya sudah baca, jadi tinggal konfirmasi dari Anda saja yang mana yang dimaksud sebagai Tradisi Konstantin? Sekedar pengetahuan saja, tidak ada hasil Konsili Nikea yang membahas tentang Bunda Maria. :slight_smile:

Best Regard,
Daniel FS

Bro Daniel menulis:

Memang. Kematian Rasul Paulus kurang fundamental dalam kesaksian tentang YESUS KRISTUS (Firman Allah).
Sekarang bagaimana pendapat Protestan? Mengapa tidak ditulis dalam Alkitab namun dipercaya?

Jack:
Saya tidak mewakili protestan tapi mencoba menjawab.
saya setuju dengan sis Rita. Roh Kudus membimbing para penulis untuk menulis ini dan itu. Jadi perencana tunggal alkitab sebenarnya Roh Kudus, manusia secara tidak sadar digerakan menulis dan belum tentu mereka tahu bakal dijadikan alkitab seperti sekarang ini. Contoh Lukas menulis kisah rasul2 dengan tujuan bersaksi kepada Theophilos. Dan waktu Lukas menulis itu saya yakin Paulus belum mati. Seandainya waktu itu Paulus sudah mati saya yakin kisahnya juga ditulis oleh Lukas. Karena waktu rasul2 masuk penjara juga kisahnya ditulis oleh Lukas.

Daniel:
Rasul-rasul masih ada saat wafatnya Bunda Maria, dan malah berada disekeliling Bunda Maria, ajaran ini diajarkan secara lisan turun temurun oleh para rasul di daerah penginjilan masing-masing, yang kemudian lambat laun dicatat oleh penerusnya. Terbukti bahwa meskipun di Roma, Yunani, Israel, Turki, Mesir, India, dan daerah lainnya memiliki kesamaan ajaran.

Hati-hati menyatakan frase “Bunda Maria Maha Kuasa”, karena Gereja Katolik Roma dan Gereja Orthodox tidak pernah memaksudkan demikian. Bisa-bisa Anda dituduh Bidat Maryamiyyaa (Bidat XXII lihat Thread Heresiology Heresiology - Ajaran Kristen - ForumKristen.com) yang menyembah Bunda Maria. Selain ini merupakan Sakrilegi (penghinaan terhadap orang kudus) tentunya meskipun di Protestan juga dilarang untuk menghina orang kudus apalagi tokoh Alkitab. :slight_smile:

Jack:
Bahwa Bunda Maria diberi karunia kekuasaan tidak terbatas itu kan tertulis dalam salah satu doa katolik. Sayapun tidak percaya ada karunia kuasa tidak terbatas.

Daniel:
Bisa, karena muatannya sama.
Pertanyaan Anda diatas sama halnya dengan: Manuskrip asli Alkitab adalah Ajaran Rasuli, namun setelah disalin dan diterjemahkan dalam berbagai bahasa bisakah disebut sebagai Ajaran Rasuli?

Jack
Kalau terbukti ajaran lisan Rasul2 ya tentu termasuk Tradisi suci. Namun waktu itu tidak ada catatan bahwa rasul menuliskan ajaran ini. Dan sebagian ajaran lisan rasul, misal kotbah Petrus pada waktu hari penurunan Roh Kudus di tulis oleh Lukas. Yang berarti dijadikan tertulis waktu rasul masih hidup,
kenapa karunia kekuasaan tidak terbatas tidak pernah dijadikan tertulis waktu rasul masih hidup?
Kalau alasannya takut memenuhi buku, kan cuma satu kalimat cukup. Waktu Paulus menjelaskan tentang karunia2 bisa ditambah satu kalimat lagi, ada karunia kekuasaan tidak terbatas tapi khusus untuk orang suci mati atau khusus untuk Maria jadi boleh minta bantuan doa pada beliau yang sudah meninggal. Bukankah masalah ini fundamental untuk ajaran doa pada santa dan santo?

Kenapa Jazad Maria diangkat kesurga tidak tertulis waktu rasul masih hidup? Kan suatu peristiwa istimewa, kalau alasannya kurang fundamental, kenapa Elia diangkat kesurga ditulis dalam alkitab PL yang notabene perencananya sama yaitu Roh Kudus?
Jangan2 cerita itu tidak pernah ada dan rekayasa belaka?

Segini dulu
Best Regard
Jack

Pertanyaan lanjutan adalah, apakah tidak ada rasul lain yang hidup/penulis lain yang hidup saat rasul-rasul itu wafat? Sepengetahuan saya yang terakhir hidup adalah Rasul Yohanes.

Daniel: Rasul-rasul masih ada saat wafatnya Bunda Maria, dan malah berada disekeliling Bunda Maria, ajaran ini diajarkan secara lisan turun temurun oleh para rasul di daerah penginjilan masing-masing, yang kemudian lambat laun dicatat oleh penerusnya. Terbukti bahwa meskipun di Roma, Yunani, Israel, Turki, Mesir, India, dan daerah lainnya memiliki kesamaan ajaran.

Hati-hati menyatakan frase “Bunda Maria Maha Kuasa”, karena Gereja Katolik Roma dan Gereja Orthodox tidak pernah memaksudkan demikian. Bisa-bisa Anda dituduh Bidat Maryamiyyaa (Bidat XXII lihat Thread Heresiology Heresiology - Ajaran Kristen - ForumKristen.com) yang menyembah Bunda Maria. Selain ini merupakan Sakrilegi (penghinaan terhadap orang kudus) tentunya meskipun di Protestan juga dilarang untuk menghina orang kudus apalagi tokoh Alkitab. :slight_smile:

Jack:
Bahwa Bunda Maria diberi karunia kekuasaan tidak terbatas itu kan tertulis dalam salah satu doa katolik. Sayapun tidak percaya ada karunia kuasa tidak terbatas.

Kan sudah saya jelaskan (juga umat Katolik Roma) bahwa arti “kuasa tak terbatas” bukanlah lantas menjadi “Maha”.

Apakah menurut Anda, malaikat yang memiliki kecepatan tak terbatas (dalam sejekap bisa berada didaerah manapun dalam alam semesta) dalam alam fisik kita ini juga bisa dikatakan Maha Cepat?

Daniel: Bisa, karena muatannya sama. Pertanyaan Anda diatas sama halnya dengan: Manuskrip asli Alkitab adalah Ajaran Rasuli, namun setelah disalin dan diterjemahkan dalam berbagai bahasa bisakah disebut sebagai Ajaran Rasuli?

Jack
Kalau terbukti ajaran lisan Rasul2 ya tentu termasuk Tradisi suci. Namun waktu itu tidak ada catatan bahwa rasul menuliskan ajaran ini. Dan sebagian ajaran lisan rasul, misal kotbah Petrus pada waktu hari penurunan ROH KUDUS di tulis oleh Lukas. Yang berarti dijadikan tertulis waktu rasul masih hidup,

kenapa karunia kekuasaan tidak terbatas tidak pernah dijadikan tertulis waktu rasul masih hidup?

Karena itu merupakan Tradisi Suci yang berkembang (bagi Gereja Katolik Roma memang Tradisi berkembang sifatnya), namun bagi Gereja Orthodox Timur maka Tradisi Rasuli bersifat Statis.
Dalam Thread ini, Anda mau membahas yang mana? Yang Rasuli atau Perkembangannya? Kalau yang Rasuli bisa diskusi dengan saya, kalau yang Perkembangan bisa diskusi dengan umat Katolik Roma.

Kalau alasannya takut memenuhi buku, kan cuma satu kalimat cukup. Waktu Paulus menjelaskan tentang karunia2 bisa ditambah satu kalimat lagi, ada karunia kekuasaan tidak terbatas tapi khusus untuk orang suci mati atau khusus untuk Maria jadi boleh minta bantuan doa pada beliau yang sudah meninggal. Bukankah masalah ini fundamental untuk ajaran doa pada santa dan santo?

Sudah saya bahas, bahwa mengutip hanya satu kalimat dari keseluruhan cerita akan menimbulkan masalah bias Theologi. Buktinya Anda juga tidak setuju kan kalau Injil dipersingkat saja?
Bagi Gereja Orthodox dan Katolik Roma, meminta syafaat Saint merupakan Tradisi Rasuli yang sudah tercatat pula dalam Alkitab (sudah pernah kita bahas mengenai Ef 1:10 dan saling mendoakan).

Kenapa Jazad Maria diangkat kesurga tidak tertulis waktu rasul masih hidup? Kan suatu peristiwa istimewa, kalau alasannya kurang fundamental, kenapa Elia diangkat kesurga ditulis dalam alkitab PL yang notabene perencananya sama yaitu ROH KUDUS?

Karena Elia dan Henokh ada sangkut pautnya dengan kesaksian mengenai Firman Allah di akhir zaman.

Itulah dua saksi Firman Allah yang nantinya datang kembali saat akhir zaman (Why 11:3-7).

Jangan2 cerita itu tidak pernah ada dan rekayasa belaka?

Segini dulu
Best Regard
Jack

Kalau rekayasa tidak mungkin tersebar merata disemua daerah keKristenan mengingat mereka memiliki yuridiksi yang saling berbeda (bukan atas 1 pemimpin Paus Roma).
Catatan murid-murid langsung para rasul bersesuaian dengan hal ini.

Justru Protestan lah yang dipertanyakan dari mana tradisi yang mereka adopsi dalam ajaran Gereja mereka sedang hal itu tidak tercantum dalam Alkitab?

Best Regard,
Daniel FS

Tradisi Konstantin dan bapa gereja lainnya yang saya maksudkan seperti tradisi Isis Ratu Sorga, Ratu tetap perawan, patung2 dalam kegiatan berdevosi, barang2 relikwi, doa2 minta perlindungan pada santo santa, tradisi inkuisisi, tradisi tahta paus dan tradisi lainnya yang TIDAK PERNAH DIAJARKAN para rasul, apalagi rasul Petrus sebagai Paus I.

Jadi bagaimana mungkin jika Petrus sebagai Paus I yang TIDAK pernah mengajarkan tradisi sedemikian yang saya sebut diatas TIDAK diteladani oleh penerusnya?

Justru para paus menamakan tradisi2 para paus tersebut sebagai tradisi rasuli yang masih diikuti sampai hari ini?

Jadi benar atau tidak kalau Petrus diakui oleh Khatolik sebagai Paus I kalau tradisi sucinya bukan berasal dari ajaran para rasul?