Tragedi Norwegia, Paus Benediktus Minta Kita Jauhkan Kebencian

Pada hari Minggu kemarin (31/7) Paus Benediktus XVI berdoa bagi para korban serangan teroris di Norwegia dimana memakan korban hampir sebanyak 100 orang. Uskup agung ini mengatakan, “Sayang sekali, terjadi lagi, datang berita mengenai kematian dan kekerasan,” katanya dengan ekspresi penuh derita, seperti yang dirilis oleh news.va, situs resmi Vatikan.

Beberapa hari sebelumnya, dia kembali menyatakan sangat terpukul dengan memohon kepada semua orang agar meninggalkan segala kebencian dan bebas dari logika setan. Paus merefleksikan pentingnya kesadaran seseorang dalam berbuat baik dan menghindari kejahatan.

Dia berbicara mengenai bacaan Alkitab yang berbicara mengenai Salomo, yang berdoa kepada Tuhan agar memberikannya hati yang sabar, pengertian agar penuh hikmat dalam membedakan yang baik dan yang jahat. Paus mengatakan, “Contoh dari Salomo ini buat semua orang… Kesadaran moral seharusnya mendengarkan kebenaran dan sabar menghadapi indikasi yang ada.”

“Dalam kenyataannya,” kata Paus Benediktus lagi, “Kualitas sejati dari kehidupan kita dan bermasyarakat tergantung dari kebenaran yang dianut seseorang, dan pada setiap kapasitas orang untuk mengenal hal yang baik, memisahkannya dari yang jahat, dan mencoba membawa kontribusi dalam menciptakan keadilan dan perdamaian.” Karena itulah dia menambahkan, “Masyarakat dipanggil dalam bidang politik secara otomatis akan mempunyai tanggung jawab yang lebih, dan itu, seperti ajaran Salomo, membutuhkan bantuan Tuhan lebih lagi.”

Mari kita belajar dari Salomo bagaimana hidup dengan mengandalkan Tuhan. Yang pertama, kita harus meminta hikmat mengenai yang baik dan buruk. Yang kedua, kita harus selalu bersandar pada-Nya sehingga kehidupan yang kita jalani dapat membawa buah yang baik bagi orang-orang di sekeliling kita.

Source : news.va/lh3