TRAGEDI TEOLOGI SUKSES

Baru-baru ini seorang pangagum Benny Hinn, seorang penginjil lokal yang menekankan ajaran tentang nubuatan, mujizat, dan kekayaan sebagai tanda berkat Allah, mengalami musibah. Sepulang dari rapat membahas KKR besar yang menekankan nubuatan, mujizat dan kekayaan, ia pulang dengan menantunya perempuan melalui jalan TOL. Di situ mobilnya Mercedes seri E yang dikendarainya sendiri menabrak truk yang sedang di dongkrak, mobilnya masuk ke bawah truk dan tertimpa truk itu. Menantunya meninggal dan ia mengalami perdarahan otak. Yang menarik, pada minggu yang sama beberapa majalah melaporkan kasus anaknya yang terlibat penggelapan 100M dana pembangunan rumah tentara. Ini menyebabkan rumah mewah, beberapa sertifikat tanah, rekening bank, mobil mewah, dan lainnya, disita jaminkan oleh penyelidik.

Penginjil itu memang sarat dengan klaim-klaim ‘mendengar suara Allah’ yang sering didengarnya, bahkan pernah dua kali ‘menubuatkan’ bahwa isterinya dipanggil Tuhan yang pada kali kedua sempat bertaruh dengan seorang jemaat sebanyak 100 juta rupiah bahwa nubuatan itu benar (akhirnya taruhan diabaikan dan sampai sekarang masih sehat-sehat saja). Ketika anaknya mendapat proyek pengadaan rumah tentara berkolusi dengan militer, ia membagi-bagi uang termasuk menghadiahi ayahnya si penginjil yang sudah memiliki mobil mewah itu dengan sebuah Mercy seri E baru yang kemudian mengalami kecelakaan itu.

Kasus ini mencuatkan pertanyaan “Benarkah ajaran yang menekankan sukses materi adalah pengajaran Alkitab?” Dan perlukah seseorang mengalami musibah agar menyadari bahwa harta bukan segala-galanya dan bahwa ajaran ‘Teologi Sukses’ yang menganggap ‘harta benda yang berkelimpahan sebagai tanda berkat Tuhan’ sebagai ajaran yang keliru bahkan menyesatkan? Di balik kesaksian-kesaksian yang mengagumkan dari para penginjil sukses kita dapat melihat ‘behind the scene’ adanya arogansi, kebohongan, penipuan, manipulasi keuangan, dan absennya etika kristen dalam praktek para penginjil sukses dengan keluarganya demikian.

Contoh tragis sudah kita ketahui dari penginjil besar yang sukses Jim Bakker. Sebagai pimpinan yayasan ‘Praise The Lord’ rupanya segala kepujian bukan tertuju kepada Tuhan tetapi kepada dirinya sendiri (‘Praise the I’) dimana ia memiliki beberapa mobil mewah, yacht, rumah mewah dan segala harta milik mewah lainnya. Penggelapan pajak dan penyalah gunaan uang yayasan untuk kepentingan dirinya terbongkar setelah ia terjatuh dalam selingkuh dengan sekertarisnya. Alhasil ia dipenjara dan isterinya minta cerai, dan dipenjara, ia baru rajin membaca Alkitab, dan hasilnya adalah pengakuan pertobatan:

“Banyak orang percaya bahwa bukti berkat Allah atas mereka adalah mobil baru, rumah baru, pekerjaan yang baik, dan sebagainya. … Jika itu yang dicari, pemilik casino, gembong obat terlarang dan para bintang film diberkati Allah. … Jika Anda menyimak Firman Tuhan dengan seksama, Anda tidak akan menyamakan materi sebagai tanda berkat Allah.”

Jim Bakker kemudian menulis buku tebal berjudul ‘I Was Wrong.’ Kasus peristiwa yang menimpa kedua penginjil sukses diatas hendaknya menjadi cermin bagi para penginjil sukses lainnya dan juga para pemujanya, agar menyadari bahwa kita perlu belajar membaca firman Tuhan dengan benar, mengertinya dengan terang Roh Kudus, dan juga melakukannya, karena disebutkan bahwa:

“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan.” (Matius 7:21-23).

Salam kasih dari Redaksi YABINA ministry www.yabina.org

http://www.yabina.org/artikel/2006/A'0406_3.htm

ada suatu kisah nyata lain yg juga menimpa “sodara” saya yg juga pendeta teologi sukses yg kaya raya… semoga para penganut teologi keblinger, penjual firman, bisnis berkat ini bisa segera bertobat… Tuhan memberkati…

INI MAH AJARAN OPRAH WINPRY…KAN…?? YYAHH…INI MAH AJARAN NEW AGE MOVEMENT LAH…SESAT…!!!

hahahaha si repento cari sekutu… ;D
apakah berita ini sudah anda cek kebenarannya bro repento ?

GBU

TS nya diem…kaga berani jawab ya ?
saya tanya lagi : Sudah di cek belum berita yang diberitakan oleh YABINA ? apakah sudah valid kebenarannya ?

GBU

karena saya percaya dengan Yabina, oleh karena itulah saya tidak mengeceknya

bro PI, bagaimana dengan anda sendiri ,
kalau memang anda merasa berita yg ditulis Yabina adalah berita palsu
apakah anda sudah mengecek ?


Anda Bertanya - secapramana menjawab

Kontroversial
http://secapramana.com/artikel-andabertanya/kontroversialbennyhinn.htm

@repento
kebetulan saya punya link hamba Tuhan yang Yabina maksud sebagai pengagum “Benny Hinn” dan saya mengikuti kronologis kejadiannya, banyak pelintiran2 berita Yabina ini, bahkan gelar “pengagum Benny hinn” inipun sarat dengan kepentingan duit/ yang lain di dalamnya.
bro jangan memandang orang / manusia, karena ada faktor like dan dislike, ada faktor numpang kepentingan dan faktor lain, walaupun Yabina sekalipun.
sama seperti aliran manapun sekaliber Israel pun ada yang namanya “oknum”

GBU

Shalom,

Menuruti Allah untuk mendapatkan (mengeruk) berkat (khususnya berkat yang bersifat materi) adalah bentuk lain dari legalisme yakni menuruti (hukum) Allah untuk selamat. Semestinya berbakti kepada Allah merupakan tabiat bukan motif mengeruk berkat atau menghindari kutuk. Apa yang terjadi jika manusia diciptakan pada hari yang pertama? Manusia akan kelaparan beberapa hari menunggu makanannya diciptakan (Kej 1:3 s/d 2:1).

Berkat Allah tidak boleh direduksi hanya pada kekayaan atau materi. Berkat Allah yang tidak dipahami banyak orang (yang bisa terjerat oleh ajaran legalisme berkat) adalah karunia kuasa untuk bisa hidup benar setuju kehendak Allah dalam kesulitan, penderitaan dan kekurangn dan atau kuasa untuk hidup benar dalam kelimpahan berkat badani, sebab banyak orang yang putus asa karena penderitaan dan banyak orang yang hidup menyimpang dalam kelimpahan materi.

Mujizat bukan pekabaran Allah yang utama pada zaman akhir, apalagi para pengajar sesat bisa melakukan mujizat. Pekabaran Allah pada zaman akhir adalah sebagaimana dalam kitab terakhir dalam PB yakni keluar dari babel kemorosotan moral dan berpusat kepada penyembahan kepada Allah Pencipta dan Penebus dan penurutan kepada kebenaran atau hukum Allah (Why 12:17; 14:7, 12, dst).

Mujizat bukan tanda utama kebenaran Allah, sebab pengajar ketidak-benaran pun bisa membuat mujizat.

Nubuatan Alkitab menunjukkan kebenaran Allah pada setiap zaman dan tentunya pada zaman akhir, seperti dalam kitab Daniel yang mencakup rentang wakut yang sangat panjang mulai dari zaman Daniel sampai akhir zaman dan dalam kitab Wahyu yang merupakan paralel dan lanjutan dari nubuatan dalam kitab Daniel, dan juga dalam Mat 24, tetapi bukan tentang tanggal kedatangan Yesus kedua kali, sebab tentang saatnya hanya Bapa yang mengetahui. Jadi nubuatan adalah bagian dari pekabaran Allah pada zaman akhir, tetapi bukan tentang tanggal hari kiamat atau tentang tanggal kedatangan Yesus keduakali, tetapi tentang pekabaran Allah pada zaman akhir, yaitu keluar dari babel, bukan tentang mujizat, kekayaan, penyembuhan.

Demikian, semoga bermanfaat.
Salam, JBU, Jericho, J.

memang ajaran teologi kemakmuran masuk Indonesia sekitar awal tahun 80 an…pada saat itu sebagian orang-orang kristen protestan mulai agak jenuh dengan ibadah model liturgis…sebagaimana dilakukan sampai saat ini ( termasuk saya adalah seorang penganut protestan ) …dan menurut pengamatan saya selama ini saudara-saudara keturunan Tiongwha yang banyak menganut aliran tersebut. Kalau kita dalami secara logika ada beberapa alasan :

  1. saudara-saudara keturunan tiongwha sebagian besar " diajari / di tekankan " bahwa sukses
    hidup adalah kaya / banyak uang.
  2. Mereka lebih bisa menikmati irama barongsai dari pada gamelan tari srimpi misalnya…

Dua hal tersebut terjawab ada pada konsep saudara-saudara yang mengamini teologi kemakmuran : 1. kaya adalah berkat Tuhan, miskin adalah karena orang tersebut dosa.
2. Ibadahnya kebanyakan menggunakan musik yang rancak…mirip irama
barongsai…ibadah dengan iringan organ…katanya tanpa roh kudus…

Kalau konsep hidup saya, adalah menggunakan firman " carilah dahulu kerjaan sorga dan segala kebenarannya, maka semuanya akan digenapkan kepadamu ". Firman ini menekan kepada setiap orang agar tahu sebenarnya apa yang dikehendaki dan ditentukan Tuhan kepada kita…sehingga kita akan tahu benar, hal-hal apa saja yang baik bagi kita dari Tuhan…sehingga kita bisa selalu bersyukur ketika sedang kelimpahan…bersyukur ketika sedang kekurangan…jadi dalam bertuhan kita tidak dipengaruhi " latar belakang " hidup kita, tetapi selalu mencari apa kehendak Tuhan bagi kita
Amin

kalau anda berkenan, silahkan anda floorkan disini
ini juga supaya semua mengerti mana yg kejadian sebenarnya :slight_smile:

silahkan floorkan juga mana kalimat Yabina yg merupakan pemelintiran dengan kepentingan duit didalamnya

ok saya siap floor kan tapi jangan sekarang, waktu saya terbatas saat ini.

GBU

kasihan saudara-saudaraku…banyak yang terjebak kepada tokoh -tokoh…padahal Tuhan yesus sendiri mengaruniakan kita RohKudus dlm hati kita agar kita mandiri dalam iman. Saat ini semakin banyak jaman instant …termasuk dlm keimanan…inginnya hanya instant …tdk mau mencari sendiri sehingga tidak jadi orang yang dewasa dalam iman…

ngga ada tuh namanya teologia sukses, itu cuma istilah yang dikirimkan buat kelompok yang melihat koq pendeta atau anak Tuhan diberkati secara materi berlimpah2, bisa jadi karena iri hati ( mengapa saya tidak kaya? koq dia kaya ) . Pada dasarnya siapapun berhak atas berkat dari Tuhan, dan itu karena kasih karunia Tuhan jika Tuhan memberkati orang tersebut, Abraham, Ayub Ishak ,Yakub, Daud, Salomo semua orang2 kaya raya yang mengasihi Tuhan, tapi coba lihat Elia, nabi2 PL ,Paulus, bahkan Tuhan Yesus sendiri tidak kaya secara materi, jadi tidak semua orang percaya pasti jadi kaya, yang benar adalah semua orang yang mengasihi Tuhan pasti dipelihara kehidupannya,kalaupun ada anakNya yang diberkati secara melimpah itu pasti karena Tuhan ingin dia jadi saluran berkat bukan dihawek sendiri. Dan lagi kekayaan itu buakn hanya materi tapi, kaya dalam sukacita,damai sejahtera, kaya dalam hikmat dan lebijaksanaan, kaya dalam kaSIH BANYAKKKK DEHHHH jadi yang belum kaya secara materi jangan minder…Tuhan tetap mengasihimu dan pasti memelihari kehidupanmu dan yang sudah kaya inget itu bukan karena kehebatanmu tapi karena kasih karunia Tuhan, bukan untuk dimakan sampe 7 turunan tapi jadi saluran berkat … jadi tolonglah buang jauh2 istilah teologia sukses itu istilah yang akan membuat ribut sesama anak Tuhan, lha wong Tuhannya aja ga kenapa2 anak2Nya suka cari2 perkara sendiri

bisa dilihat dari sejarah kekristenan sendiri ketika gereja dan negara di kawinkan…
mulai sejak masa konstantinus…
intinya… Tidak benar2 mencari Kristus

ditunggu ya bro

kadang memang perlu dipertanyakan,
apakah kesuksesan materi adalah berkat dari Tuhan?
atokah itu adalah berkat duniawi dari iblis?

kita bisa percaya,
jika kita sukses secara materi n kesuksesan yg bukan dari hasil ilegal, kesuksesan materi ini adalah berkat dari Tuhan, bukan hasil kemampuan kita sendiri, juga bukan berkat duniawi dari iblis.

  1. Orang tionghoa juga banyak yang Katolik dan Protestan mainstream koq. Saya cuman berhipotesa bahwa kaum tionghoa yang aktif dalam denominasi ini biasanya dari golongan menengah kebawah dan kaum pekerja/pedagang. Yang lebih memilih Katolik/Protestan biasanya golongan menengah keatas, dekat dengan aristokrat/penguasa, dan intelektual. Silakan diadakan riset kalau sempat. :slight_smile:

  2. Masalah musik rancak, itu sudah dari asalnya, yaitu negeri Paman Sam. Pelopornya tentu adalah kaum kulit hitam yang sangat ekspresif dalam melantunkan lagu, dan juga kaum kulit putih yang banyak memiliki tarian rakyat yang dinamis. Dari Irlandia atau Jerman misalnya. Ini beda dari barongsai dimana yang menari hanya pemain barongsainya saja. Kaum tionghoa itu mirip dengan suku Jawa dalam hal performance, dimana performance biasanya hanya ditonton tanpa melibatkan penonton. Padanan barongsai adalah kuda lumping dimana yang menjadi pusat tontonan adalah para pemainnya.

Tentunya yang menarik suku tionghoa kepada teologi kemakmuran ini adalah latar belakang mereka sendiri yang selalu memandang harta dan kesuksesan sebagai tujuan karena sebagian besar adalah perantau. Latar belakang budhisme dan konghucu juga mendapat dukungan dalam teologi ini karena barangsiapa setia menabur, (dalam agama konghucu, berbuat amal) maka Allah (Raja langit) akan mencurahkan berkahnya dengan berkelimpahan.

Silakan dikoreksi jika ada kesalahan…

mungkin perlu pooling :wink:

a. bisnis adalah bisnis, rohani adalah rohani, jangan dicampuradukkan.

b. bisnis dan rohani berjalan bersama, disebut juga Teologi Kemakmuran.

benar^^

Shalom,

Harus diberikan dulu batasan atau pengertian “berjalan bersama” dalam hal ini. Bila hal itu diartikan sebagai seseorang menjalankan kegiatan bisnis tidak lupa hal-hal rohani, menurut saya frasa “bisnis dan rohani berjalan bersama” bukanlah teologia kemakmuran.

Demikian, semoga bermanfaat.
Salam, JBU, Jericho, J.