Trialog Kristen-Yahudi-Islam Jadi Motor Eropa

Traktat Lisbon memberi isyarat dengan pesannya bahwa hubungan antara agama dan negara didelegasikan kepada otoritas negara-negara anggota UE.

Hal itu disampaikan Menteri Negara Urusan Agama, Minoritas, dan Hubungan Non-pemerintahan pada Kementerian Administrasi Publik dan Yustisi Hungaria László Szászfalvi dalam trialog Kristen-Yahudi-Islam pada konferensi tingkat Menteri Negara di Gödöllő, Hungaria, Kamis (2/6).

Szászfalvi menggarisbawahi kebebasan agama adalah sebuah litmus paper (indikator penentu, red) atas tingkat hak-hak asasi manusia, di mana dijamin ada kemungkinan lebih tinggi bahwa unsur-unsur hak asasi manusia juga berlaku. “Pada saat bersamaan (pesan itu) mengakui bahwa komunitas agama memberi kontribusi sosial signifikan terhadap nilai-nilai Eropa,” ujar Szászfalvi dalam siaran pers Uni Eropa (UE) yang diterima detikcom Den Haag.

Menurut Szászfalvi, nilai-nilai Kristen-Yahudi-Islam yang menentukan akar Eropa dapat memberikan kontribusi terhadap pelaksanaan kehidupan Eropa yang damai dan adil. Szászfalvi mendukung trialog tiga agama-agama dunia, Kristen- Yahudi-Islam tersebut. “Tujuan dari konferensi kami adalah untuk memberikan dorongan baru untuk trialog itu, untuk kepentingan Eropa,” demikian Szászfalvi.

Konferensi diselenggarakan oleh Kantor Kepresidenan Hungaria dengan tujuan untuk memperkuat dialog dan kerjasama di antara agama-agama bersejarah. Di samping perwakilan negara-negara anggota UE, delegasi dari Kroasia, Serbia, Bosnia-Herzegovina, Ukraina, Rusia, Israel, AS, dan beberapa negara Timur Tengah juga diundang dalam dialog yang dimulai pada 1/6/2011 dan akan berlangsung selama tiga hari itu.

Para peserta melaporkan pengalaman-pengalaman mereka dalam hal kebebasan menjalankan agama serta hubungan antara agama dan negara di negara mereka masing-masing. Agendanya termasuk situasi agama individu dan agama minoritas.

Source : detik.com/DPT