Trinity Once More: Model, Evaluation, Deviation

MODEL ONTOLOGIS TRITUNGGAL, EVALUASI DAN DEVIASI

Thread ini dibuat untuk mengevaluasi model Tritunggal untuk mempermudah pengertian kita mengenai hakekat Allah yang memiliki Tiga Pribadi. Sebelum kita melangkah lebih lanjut, satu fakta yang perlu kita ingat adalah bahwa kita tidak dapat memahami eksistensi Level Kehidupan yang lebih tinggi dari kita.

Definisi Tritunggal:
a. Hanya ada satu Allah.
b. Allah memiliki Tiga Pribadi, yaitu Bapa, Logos dan Roh.
c. Bapa berbeda dengan Logos, Logos berbeda dengan Roh, Roh berbeda dengan Bapa.
d. Bapa adalah Allah, Logos adalah Allah, dan Roh adalah Allah

MODEL AIR

Air (H2O) dapat memiliki tiga fase, yaitu cairan, padat, dan gas.

Evaluasi:
Model ini cukup baik dalam menunjukkan bahwa es berbeda dengan air, air berbeda dengan uap, dan uap berbeda dengan es, namun ketiganya adalah H2O. Demikian halnya, Bapa berbeda dengan Logos, Logos berbeda dengan Roh, dan Roh berbeda dengan Bapa, namun ketiganya adalah Allah.

Deviasi:
Jika dilihat dengan lebih teliti, perbedaan antara es, air dan uap hanyalah perbedaan secara fisikal, dan sebenarnya H2O sendiri yang “memainkan peran” sebagai es, air dan uap. Model ini lebih tepat jika dijadikan model penganut Modalis yang mengatakan bahwa Allah “memainkan peran” sebagai Bapa, Logos, dan Roh.
Analogi yang mirip dengan model air adalah model laki laki, dimana ia dapat berperan sebagai ayah, suami dan anak laki laki.

MODEL POHON

Pohon terdiri dari batang, buah dan akar.

Evaluasi:
Model ini menunjukkan bahwa akar berbeda dengan buah, buah berbeda dengan batang, dan batang berbeda dengan akar, namun ketiganya adalah pohon.

Deviasi:
Analogi ini sebenarnya tidak tepat, karena apabila kita konsisten dengan model tersebut, kita akan mengatakan bahwa Bapa, Logos dan Roh adalah bagian dari Allah, sebagaimana akar, batang dan buah adalah bagian dari pohon.
Model yang mirip dengan analogi ini adalah model keluarga, dimana ayah, ibu dan anak merupakan bagian integral dari sebuah keluarga, juga model matahari.

MODEL PERSEGI DAN KUBUS

Ini adalah model favorit saya, model ini mengatakan bahwa apabila dalam realita dua dimensi, satu persegi hanya dapat mewakili satu eksistensi, sebagaimana dalam realita manusia, satu pribadi hanya dapat mewakili satu keberadaan, namun dalam dunia tiga dimensi, enam persegi dengan susunan unik dapat mewakili satu eksistensi, sebagaimana dalam realita Allah, tiga pribadi dengan relasi yang unik dapat mewakili satu eksistensi.

Evaluasi:
Model ini mengisyaratkan bahwa transendensi Allah tidak hanya mencakup aspek aspek spatial, temporal, dan rasional, tetapi juga personal, sehingga kita mengerti bahwa eksistensi yang dimiliki Allah tidak dapat kita bayangkan (mereka yang hidup di realita dua dimensi tidak dapat menjelaskan realita tiga dimensi)

Deviasi:
Model ini tidak menjelaskan Tritunggal, namun hanya menunjukkan mengapa kita tidak mengerti.

MODEL PERSONALITY DISORDER

Sebagaimana seorang dapat memiliki dua pribadi yang berlainan (alter ego) dalam satu eksistensi yang sama, demikian Allah memiliki tiga pribadi dalam eksistensi yang sama (but very ordered rather than disordered).

Evaluasi:
Sejauh ini hanya model inilah yang benar benar menunjukkan adanya dua pribadi dalam satu eksistensi.

Deviasi:
Permasalaan yang timbul dikarenakan oleh model ini adalah masalah kesadaran mental, dimana mental personal A dan alter egonya sebenarnya merupakan eksistensi mental yang saling tumpang tindih (overlap).

MODEL CERBERUS

Model ini diajukan oleh Dr Craig dan JP Moreland, dengan memodelkan Tritunggal seperti Cerberus, anjing penjaga neraka berkepala tiga dalam mitologi Yunani.

Jika tiap tiap kepala dalam Cerberus kita namakan Rover, Bowser dan Spike, maka:
a. Hanya ada satu Cerberus.
b. Cerberus memiliki tiga pribadi, yaitu Rover, Bowser dan Spike.
c. Rover berbeda dengan Bowser, Bowser berbeda dengan Spike, Spike berbeda dengan Rover.
d. Rover adalah Cerberus
e. Spike adalah Cerberus
f. Bowser adalah Cerberus

Model ini menyelesaikan permasalahan kesadaran mental dalam model personality disorder.