Tritunggal dalam berbagai kepercayaan !

@hakadosh

Baik, kita ulas :

Mat 3:16 Sesudah dibaptis, YESUS segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,ayat ini sedang menunjukan suatu peristiwa baptisan yg dilakukan Yohanes sesuai dgn permintaan YESUS, yg dikatakan sebagai syarat / kehendak Allah.
jika kita baca ayat sebelumnya 15 Lalu YESUS menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanespun menuruti-Nya.

segera setelah YESUS keluar dari air, Roh Allah dlm bentuk seekor merpati muncul, dan ada suara, seperti di catat di ayat 17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

inilah pertama kali Bapa, Anak dan Roh Kudus muncul secara bersama, YESUS sekali lagi disebut sbg “Anak-Ku yang Kukasihi”.

Apakah ayat ini menjelaskan tritunggal ?. Tidak, kenapa ? karena doktrin tritunggal ilahi menyatakan keilahian Bapa, Anak dan Roh Kudus, sila bandingkan dengan Mat 28:19 yg menyatakan Bapa, Anak dan Roh Kudus dalam kesatuan yg menurut bbrp orang adalah ekhad tidak terpisah satu dgn yg lain (yg sebenarnya tidak dapat dipaksakan sbg ayat utk mendukung tritunggal), kembali ke Mat. 3:16 kesatuan tersebut terurai dgn jelas sebagai bentuk yg berbeda dan terpisah antara satu dengan yg lainnya, yg jika dikaitkan dengan ke-Allah-an, akan melahirkan tritheisme atau tiga Tuhan.

kehadiran Roh Kudus dalam bentuk merpati, sama seperti peristiwa pengurapan murid2 YESUS Acts 2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; 3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. 4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

jelas disini bahwa Roh Kudus tidak digambarkan sebagai seorang pribadi, dlm pengurapan pada hari Pentakosta, terdapat lidah2 api yg melambangkan kehadiran Roh Kudus Allah.

bandingkan dgn Yes 44:Karena Aku akan mencucurkan air kepada orang yang berdahaga dan pancaran air kepada tempat yang kering; bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku kepada benihmu dan berkat-Ku kepada anak cucumu. (BIS)

dari ayat ini Roh Kudus diperbandingkan dgn air, mk dari ketiga peristiwa itu Roh Kudus digambarkan dlm benttuk yg berbeda beda, seperti burung merpati, lidah2 api dan air.

Menurut Expository Dictionary of NTW oleh Vine, kata Roh diterjemahkan sebagai pneu’ma (lihat bhs Yunani dari ayat mat 3:16) umumnya berarti angin…juga nafas; merupakan bentuk nonmateri, jadi jelas bukanlah suatu pribadi.


Mat 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,seperti diuraikan diatas, bagi sebagian orang ayat ini adalah rumus tritunggal, namun benarkah demikian ?, ayat ini secara jelas menyebut tiga entitas yaitu Bapa, Anak dan Roh Kudus, dalam pandangan trinitas ketiga nya dipandang sebagai sudah ada sejak semula, misalnya YESUS dipandang memiliki pra eksistensi seperti yg terdapat dlm kitab Yohanes. Dalam doktrin trinitas Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus (sebutan penganut tritunggal) dipandang sebagai tiga persona (hypostatis) yg berbeda satu dgn yg lain tetapi ketiganya tidak terpisah (ouisa), dgn demikian satu hakikat, tiga persona atau tiga persona, satu hakikat.

Injil Matius tidak pernah mendefinisikan YESUS memilki pra eksistensi, silakan baca seluruh kitab matius (saya sdh, dan tidak menemukan satu ayat pun yg menunjukan pra eksistensi YESUS), dalam kitab ini juga tidak ditemukan ikatan ouisa dan hypostatis utk menggambarkan tritunggal.

“dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” memiliki makna berbeda dlm pandangan Matius, sebab Roh Kudus seolah diberi kedudukan yg lebih tinggi dari entitas yg lain (melanggar Roh Kudus tidak akan diampuni), ini bertentangan dgn kaidah trinitas yg mendudukan ketiganya adalah sejajar, sama kekal, sama esa, sama kuasa.

jika kita perhatikan dlm frase kalimat itu, dalam nama dan tidak disebutkan terpisah dalam nama Bapa, dalam nama Anak dan dalam nama Roh Kudus, mengapa demikian ?, karena Roh Kudus bukan pribadi yang memiliki nama seperti kedua entitas yg lain.

jadi jelas Mat. 28:19 tidak dapat dipaksakan sbg ayat utk mendukung trinitas.


Rom 8:9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh KRISTUS, ia bukan milik KRISTUS.

saya tidak melihat adanya bentuk tritunggal diayat ini, namun jika yg dimaksud adalah Roh Allah yg diperbandingkan dgn Roh KRISTUS, maka kita harus melihat, ketika YESUS dibaptis dan diurapi oleh Roh Kudus, mk frase “tidak memiliki Roh KRISTUS” dapat diartikan sebagai tidak memiliki Roh Allah, karena Roh KRISTUS dalam frase ayat itu menunjuk kepada Roh Allah yg ada pada YESUS, seperti juga pengertian ayat 16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah., (KJV)

Siapakah yg dimaksud dgn roh kita ?
dan Siapakah yg dimaksud dgn Roh itu ?.
hubungan konteks pasal 8, menunjukan adanya Roh Kudus yg berasal dari Allah bekerja dalam diri YESUS dan para murid sebagai satu sinergi, sehingga para murid mendapat predikat yg sama dgn YESUS, yaitu sebagai anak Allah (lihat ayat 15).


1Co 12:3 Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata:

“Terkutuklah YESUS!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “YESUS adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus.
1Co 12:4 Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.
1Co 12:5 Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.
1Co 12:6 Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.
2Co 13:14 (13-13) Kasih karunia Tuhan YESUS KRISTUS, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.
Eph 4:4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,
Eph 4:5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,
Eph 4:6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.
1Pe 1:2 yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada YESUS KRISTUS dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.

ayat2 diatas, terlihat penegasan bentuk kesatuan majemuk, yg melibatkan diri para murid, seperti dinyatakan oleh YESUS sendiri dalam Yoh. 17:11 Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.20 Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; 21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
jelas terlihat bukan suatu bentuk trinitas.


Jud 1:20 Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.
Jud 1:21 Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, YESUS KRISTUS, untuk hidup yang kekal.
Rev 1:4 Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya,
Rev 1:5 dan dari YESUS KRISTUS, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya–

dari konteks ayat khusunya rev.1:4,5 terlihat bahwa YESUS KRISTUS telah menjadi Saksi yang setia dari Bapanya sebagai pribadi yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, yg melalui kasih karunianya rela mengorbankan putra yg paling dikasihinya Yoh. 3:16.

@tonypaulo

maksudnya perbedaan Yesus dengan tritunggal, bro ?.

kalau itu yang dimaksud jelas berbeda Alkitab mengatakan Yesus bukan bagian dari tritunggal, tetapi sebagai pribadi yg ditinggikan oleh Bapa dgn gelar Allah yang perkasa, Raja Damai dan Bapa yang kekal.
tetapi berbeda dgn pribadi Bapa, yang telah mengutus Yesus sebagi pribadi yang lebih besar dari pada Yesus.

kalau demikian persamaan yg bro ajukan…menjadi “tidak sama” atau dengan kata lain…serupa tapi tidak identik?

selanjutnya dalam suatu komposisi bro…ingin memajukan ketiadaan Tritunggal?

karena “Yesus” tsb “hanya” sebagai sebagai pribadi yg ditinggikan oleh Bapa dgn gelar Allah yang perkasa, Raja Damai dan Bapa yang kekal?

GBU

intinya adalah… Anda mempunyai masalah besar di YESUS (ketika IA berinkarnasi menjadi manusia)
yang kedua adalah di Roh Kudus…

Tetang Kristus
Tetang Roh Kudus

nah selesaikan dulu yang dua itu, baru kembali ke sini…

Divine titles applied to the three persons in
Exo_20:2; Joh_20:28; Act_5:3; Act_5:4;

Exo_20:2 Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.
Joh_20:28 Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!”
Act_5:3 Tetapi Petrus berkata: “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? 4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.”

Joh. 20:28 sedang menunjukan bhw Tomas mengakui ke-ilahi-an Yesus, ini juga tidak bertentangan ketika para imam dan orang2 yang berkuasa disebut juga sebagai “allah”, atau musa ketika dia diperintah utk melaksanakan hukuman thd Fira’un duangkat sbg “Allah” (lihat Yoh. 10:34,35; Mz. 82:1 dan Exo. 7:1).
Gelar2 yang diberikan kepada Yesus, memang sudah dicatat sebelum kelahirannya (lihat Yes. 9:6).
Namun predikat ini tidak menjadikan Yesus sama persis (co-equal) Bapa, semua catatan injil selalu mencatat bhw apapun yg Yesus lakukan adalah demi Bapanya (lihat Phil. 2:11).

Act_5:3,4 dari konteks kalimat terlihat bhw Ananias telah dikuasi Roh fasik dari si Iblis, sehingga dia berlaku tidak jujur dan disamakan dgn mendustai Roh Kudus dari Allah, mk frase “engkau mendustai Roh Kudus” dan frase “mendustai Allah” tidak mendudukan Roh Kudus adalah Allah. Bandingkan dgn frase “hatimu dikuasai Iblis” yg mengartikan ada pengaruh suatu kekuatan yg berasal dari si Iblis, mk dlm konteks ayat tsb Roh Kudus adalah suatu bentuk pengaruh didalam diri seseorang yg berasal dari Allah.

EACH PERSON IN, DESCRIBED AS Eternal
Rom_16:26; Rev_22:13; Heb_9:14;

Rom_16: 26 tetapi yang sekarang telah dinyatakan dan yang menurut perintah Allah yang abadi, telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman—

Benar bapa adalah kekal.

Rev_22: 13 Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir."

Mari kita banfingkan dengan ayat berikut :

Rev_1 17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, 18 dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

Saya tidak akan menggunakan istilah inkarnasi, tetapi menjadi manusia seutuhnya (100%) namun berbeda dgn manusia pada umumnya, karena Yesus bukanlah manusia berdosa, tetapi terlahir sebagai manusia sempurna tanpa dosa sehingga kuasa dosa tidak menguasai dirinya.
Kematian Yesus bukanlah suatu upah dosa melainkan penebusan yg sepadan dgn Adam, yg disediakan Allah utk seluruh umat manusia.

Istilah alfa dan omega juga dikaitkan dgn peristiwa kebangkitan Yesus, dlm Col. 1: 18 dan Ialah yang menjadi kepala tubuh, yaitu sidang jemaat; Ialah yang menjadi Awal dan menjadi Sulung dari antara orang mati, supaya di dalam segala sesuatu Ialah yang terutama… (BIS)

Mengapa dikatakan Yesus sebagai yg sulung dari antara orang yg dibangkitkan, padahal kebangkitan pertama terjadi jauh seblum Yesus ada di Bumi ?. ada perbedaaan antara kebangkitan yg telah dicatat oleh alkitab sebelum Yesus, namun kebangkitan itu bukan dalam kebangkitan Roh tetapi kebangkitan jasmani / bumiah, sedangkan Yesus dibangkitan ke dalam bentuk Roh, kebangkitan ke dalam bentuk Roh inilah yg pertama kali terjadi, shg Yesus disebut alfa (yang sulung/ pertama).

Kematian Yesus sebagai manusia, merupakan bukti bahwa Yesus tidak kekal, ingat semua gelar Tuhan atau Allah diberikan oleh muridnya ketika Ia masih sebagai manusia, maka jika pengertian Tomas bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah (yg menurut sebagian orang adl bukti bhw Yesus adalah Allah dalam pengertian yg sama dgn Bapa [YHWH]) akan membuat pengertian bahwa Allah dapat mati.
Bandingkan dengan Musa yg juga diangkat sebagai Allah, namun Musa juga mengalami kematian. Maka kita dapat mengerti bahwa predikat “Allah /Tuhan” tidaklah menunjukan bahwa pribadi yg menyandangnya menjadi sama dengan Bapa (YHWH) yg adalah kekal.

Heb_9: 14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

Ayat ini menegaskan kembali, bhw Yesus adalah manusia sempurna yang sama seperti Adam, sebagai persembahan yang tak bercacat, dgn tujuan agar manusia didamikan dgn Bapa (YHWH).

Frase “yang oleh Roh yang kekal” jika kita maksudkan sebagai Roh Kudus, tentu saja akan mengikuti pemiliknya, karena Roh Kudus bersumber dari Allah, dan Allah (YHWH) adalah kekal, mk Roh Kudus pun menjadi Kekal.

Sama jika Roh (pneu’ma) diartikan sebagai energi, mk energi selalu dikatakan kekal (hukum kekekalan energi), namun energi bukan “seorang” tetapi “suatu”, dalam penglihatan stefanus, seperti dicatat dalam Acts 7: 55 Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. 56 Lalu katanya: “Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.”
Lihat juga Rev. 22: 1 Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu. 3 Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

Dari kedua ayat diatas, hanya disebut takhta Allah dan takhta Anak Domba dan hanya ada dua pribadi dalam penglihatan Stefanus, mungkin kita bertanya, kemana takhta Roh Kudusnya, atau ada disebelah mana Roh Kudusnya ?.
Jika Roh Kudus adalah pribadi maka masuk akal jika Ia pun akan selalu berada disisinya masing2, bersama dgn pribadi2 yang lainnya bukan ?.

4. Lahir dari Ibu Perawan A) YESUS ---> Seorang perawan Maria B) Mithra ---> Seorang perawan Aishev C) Osiris ---> Seorang perawan Naeith D) Baachus ---> Seorang perawan Demeter

A) Yang membedakan dari semua itu, eksistensi YESUS KRISTUS sudah ada/eksis sebelum inkarnasiNya (menjadi suatu bentuk manusia). Sedangkan dewa-dewa lain tidak ada eksistensinya sebelum kelahirannya menjadi suatu bentuk.

C) Osiris adalah dewa Mesir, putra sulung dari dewa bumi Geb dan dewi langit Nut.
Mengenai Naeith mungkin yang dimaksud adalah Nephthys putri dari Geb dan Nut, yang merupakan adik kandung Osiris, yang kemudian melahirkan Anubis (karena Set). Jadi dewa-dewi Mesir tersebut selalu memiliki orangtua dewa, tidak ada yang lahir dari hanya seorang perempuan/dewi tanpa adanya suami/dewa.

Nut memiliki anak:

  1. Osiris
  2. Isis (kemudian menjadi isteri Osiris)
  3. Set
  4. Nephthys (kemudian menjadi isteri Osiris)

D) Baachus salah tulis, seharusnya Bacchus, salah satu dewa Romawi, sedangkan Demeter adalah dewi Yunani, dewi Yunani memperanakkan dewa Romawi?

Demeter memiliki anak:

  1. Persephone (karena Zeus)
  2. Despoina (karena Poseidon)
  3. Arion (karena Poseidon)
  4. Plutus (karena Iasion)
  5. Philomelus (karena Iasion)
  6. Eubolus (karena Carmanor)
  7. Amphitheus I (karena Triptolemus).
    Demeter tidak pernah melahirkan Bacchus, bahkan Dionysius (dewa Yunani) yang memiliki kesamaan tugas kedewaan dengan Bacchus bukan dilahirkan oleh Demeter.

Dionysius sendiri merupakan anak dari (2 versi):

  1. Zeus dan Semele.
  2. Zeus dan Persephone.

Lainnya nanti lain waktu saya tanggapi, datanya banyak yang ngawur, silahkan dicheck di mitos dan legenda yang bersangkutan. Salah satu bentuk pena palsu surat menyurat?

Best Regard,
Daniel FS

@Daniel FS,

very welcome bro. thx

Holy
Rev_4:8; Rev_15:4; Act_3:14; 1Jo_2:20;

kesemua konteks dari ayat2 tsb, menunjuk kepada Bapa yang kudus.

True
Joh_7:28; Rev_3:7;

Joh_7: 28 Waktu YESUS mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal.

Ayat ini meneguhkan bahwa YESUS bukan Allah yg sama dgn YHWH, frase “Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar” menunjukan oleh prakarsa YHWH lah YESUS melaksanakan tugas yg diberikan Bapa. Dan ditegaskan lagi di ayat berikutnya ayat 29 Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku."

Kata “diutus” dan “mengutus” merupakan petunjuk yg jelas dari kualitas masing2 persona.

Rev_3: 7 Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

Lihat ayat 5 Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.

Sekali lagi menunjukan sikap YESUS terhadap Bapa (YHWH), selalu menghormati Bapanya sehingga apapun yg Dia lakukan semua adalah utk Bapa (YHWH).

Omnipresent
Jer_23:24; Eph_1:23; Psa_139:7;

Jer_23: 24 Sekiranya ada seseorang menyembunyikan diri dalam tempat persembunyian, masakan Aku tidak melihat dia? demikianlah Firman Tuhan. Tidakkah Aku memenuhi langit dan bumi? demikianlah Firman Tuhan.

Eph_1: 23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

Psa_139: 7 Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?

Mahahadir, apakah ayat2 ini sedang berbicara tentang pribadi yg berada di-mana2 ?. tidak, ayat ini tidak menunjukan kehadiran pribadi secara langsung, shg ketika Ia berada di jakarta dia juga berada di surabaya, kehadiran Tuhan merupakan bentuk kekuasaan yg luas meliputi langit dan bumi.

Mahahadir juga bisa diterapkan pada pribadi lain yaitu Setan si Iblis. Eph_6: Sebab kita berjuang bukannya melawan manusia, melainkan melawan kekuatan segala setan-setan yang menguasai zaman yang jahat ini. Kita melawan kekuatan roh-roh jahat yang menguasai ruang angkasa.

Kejahatan juga dikatakan ada di-mana2, namun kejahatan bukanlah kata benda, mk mahahadir seharusnya dilihat bukan sebagai bentuk keberadaan bahwa Allah ada dimana mana, sehinga berkesan polytheisme.

Atau dgn analogi lain, cahaya matahari menerangi Bumi, namun cahaya bukanlah mataharinya.

TUHAN sendiri berdiam di Surga bukan di Neraka ataupun tempat2 lain, lihat Yoh.14:2; Mat. 6:9; Mat. 12:50.
Namun Roh Kudus Allah yg dapat hadir dimanapun shg Daud berkata Psa_139: 7 Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?

Sekali lagi ayat ini menunjukan bahwa Roh Kudus bukanlah suatu pribadi.

Omnipotent
Gen_17:1; Rev_1:8; Rom_15:19; Jer_32:17; Heb_1:3; Luk_1:35;

Gen_17:1; Rev_1:8; ; Jer_32:17; ditujukan kepada YHWH sebagai Allah yang mahakuasa.

Heb_1: 3 Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,

Lihat juga ayat2 sebelumnya yaitu 1 Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, 2 maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.

Itu sebabnya YESUS mengatakan siapa yg melihat YESUS telah melihat Bapa, sedangkan Bapa sendiri tidak pernah dapat dilihat oleh manusia, ketika Allah menampakan diri kepada Musa, hendaknya tidak diartikan sebagai bertatapan muka dgn muka, ini bisa dilihat dari reaksi Musa yang menutupi mukanya ketika melihat kahadiran Allah dlm bentuk api yg membakar semak belukar. lihat Exo_33:20 Lagi firman-Nya: “Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup.”

YESUS adl cahaya kemuliaan Allah dan gambar dari wujud Allah, jika kita baca Gen_1: 26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Manusia juga adalah gambar dan rupa Allah, melalui manusia juga dapat terpancar kemuliaan Allah yg menakjubkan., karena nafas manusia adalah pelita bagi Allah Ams_20: 27 Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya.

Luk_1:i] 35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.[/i]

Frase “"Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau” menunjukan Roh Kudus adl suatu bentuk kuasa Allah (YHWH) yang mahatinggi.

Jadi baik YESUS maupun Roh Kudus tidak mendapat gelar / predikat sebagai “yang mahakuasa” (Almighty), gelar ini hanya dilimilki YHWH saja.

sebenarnya dalam alkitab itu apakah ada kitab2 tertentu yg menuliskan bahwa YESUS adalah TUHAN dan kitab2 mana sajakah yg tidak menuliskan YESUS adalah TUHAN…??

syalom…

@young partizan,

silakan ikuti diskusinya, ada banyak ayat yg menjelaskan pertanyaan anda.

Creator
Gen_1:1; Col_1:16; Job_33:4; Psa_148:5; Joh_1:3; Job_26:13;

Gen_1: 1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
Col_1: 16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
Job_33: 4 Roh Allah telah membuat aku, dan nafas Yang Mahakuasa membuat aku hidup.
Psa_148: 5 Baiklah semuanya memuji nama TUHAN, sebab Dia memberi perintah, maka semuanya tercipta.
Joh_1: 3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
Job_26: 13 Oleh nafas-Nya langit menjadi cerah, tangan-Nya menembus ular yang tangkas.

YHWH adalah pribadi yang membuat semua ada, YESUS adalah pribadi yg diberi kuasa Allah utk mencipta, semua hasil ciptaan YESUS adalah oleh YHWH dan utk YHWH (lihat kata2 yg di bold).

Apa buktinya ?, mari kita lihat :
Joh_4: 34 Kata YESUS kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya

1 Co_11: 3 Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah KRISTUS, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari KRISTUS ialah Allah.
Joh_5: 25 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup. 26 Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. 27 Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. 28 Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, 29 dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. 31 Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar; 36 Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku.37 Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat, 38 dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya.
Joh_19: 28 Sesudah itu, karena YESUS tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia–supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci–:“Aku haus!” 29 Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut YESUS. 30 Sesudah YESUS meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

YESUS telah melaksanakan tugas yg diberikan Bapanya.

Sanctifier
Jud_1:1; Heb_2:11; 1Pe_1:2;

Heb_2: 11 Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara,

Ayat 10 Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah–yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan–,yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan YESUS, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan.

Allah (YHWH) adalah Allah yg menyempurnakan YESUS, juga menguduskan mereka yg percaya padanya.

Raising CHRIST from the dead
1Co_6:14; Joh_2:19; 1Pe_3:18;

1Co_6: 14 Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya.

YHWH membangkitkan YESUS.

1Pe_3: 18 Sebab juga KRISTUS telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,

YESUS adalah alfa dlm hal dibangkitkan menurut Roh, jika kita berandai andai bhw YESUS tidak dibangkitkan Allah, apakah dia akan hidup dalam bentuk Roh ?.
Sebagian orang menganggap bhw YESUS adalah inkarnasi dari Allah, pengertian inkarnasi sehubungan dgn Yesus, adalah perubahan bentuk dari makhluk roh ke makhluk daging, mk ketika terjadi inkarnasi makhluk roh itu tidak lagi menjadi ada sebab telah berubah / berinkarnasi menjadi daging, ketika makhluk daging ini mati maka tidak ada proses inkarnasi lagi ke makhluk roh, paling tidak mungkin demikianlah pengertian yang akan ditangkap.
YESUS yg tadinya adalah makhluk roh yg berinkarnasi ke manusia daging kmd mati, tidak serta merta menjadi makhluk roh kembali, karena hrs menunggu proses kebangkitan, nah 3 hr kemudian setelah dia mati, YESUS dibangkitkan Allah (YHWH) menurut Roh atau kembali menjadi makhluk Roh.

Jadi kebangkitan YESUS tidak terjadi dgn sendirinya, tetapi oleh kuasa dari Allah (YHWH), atau dgn kata lain YHWH yg membangkitkan YESUS dari kematian sangat jelas dikatakan di ayat 14.

Inspiring the prophets, &c
Heb_1:1; 2Co_13:3; Mar_13:11;

Lihat penjelasannya di Yesus, seorang Nabi, atau Tuhan ? - Non-Kristen - ForumKristen.com

Holy Spirit Is God As Jehovah
Exo_17:7; Heb_3:7-9; Num_12:6; 2Pe_1:21;

Apakah Roh Kudus adalah Allah Jehovah ?. Bukan, Roh Kudus bukan YHWH, tidak ada satupun yg menyebut bahwa Roh Kudus adalah “TUHAN” atau “Allah” atau “allah”, karena roh kudus ini digunakan utk menunjukan kuasa dari Allah, itu sebabnya roh kudus digunakan oleh Allah, Yesus dan juga murid2nya. Lihat Mat. 3: 11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

Saya sdh ulas bahwa roh kudus diidentikan dgn seekor merpati, lidah api, air dan diayat ini disejajarkan dgn api.

Roh kudus yang betindak seolah dia seorang pribadi, tidak memaksudkan bhw roh kudus itu adl seorang pribadi, jika anda baca amsal 8, disana hikmat pun dapat bertindak seperti seorang pribadi, jadi penggunaan bahasa tsb dipahami sebagai personafikasi yg berari perwujudan, pengorangan, penjelmaan, bersifat abstrak.
Personification is an ontological metaphor in which a thing or abstraction is represented as a person, silakan lihat http://en.wikipedia.org/wiki/Personification.

Maka tidak pernah ada satu ayatpun yg memberikan nama pribadi kpd roh kudus ini, krn roh kudus bukanlah seorang pribadi, walaupun dipersonifikasikan sebagai pribadi seperti juga hikmat.

Identifikasi nama dlm alkitab demikian penting, shg Allah dan putra juga dipanggil dgn namanya, tetapi tidak utk roh kudus.

Nama Bapa adl YWHW
Nama Putra adl Yesus
Nama Roh Kudus adl ???, tidak bernama.

Logikanya jika kedua entitas diberi nama, kenapa roh kudus sbg entitas yg lain tidak diberi nama ?, bahkan bintang dan malaikat pun semua diberi nama, jadi sangat sukar sekali dipahami dan diterima, bila roh kudus ini adl pribadi, atau benda sekalipun.

CHRIST Is God As Jehovah

God, Lord, Allah, Tuhan, Tuan, Nabi, Pangeran, Bapa merupakan gelar2 dr sekian banyak gelar, gelar2 ini diberikan kpd org2 yg layak, seperti misalnya Musa, diangkat sbg Allah, ttp bukan berarti karena diberi gelar Allah atau Tuhan, lantas pengertiannya adalah sama seperti Allah (YHWH) atau Jehovah.

Akan sangat mudah dipahami bila kita mengerti penggunaan atau pemberian gelar2 tsb, sesuai dgn kaidahnya.
Sebenarnya banyak perkataan Yesus adalah bukti bahwa Yesus bukanlah YHWH, demikian juga sebaliknya.

Joh_3: 31 Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya. 32 Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorangpun yang menerima kesaksian-Nya itu. 33 Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Allah adalah benar. 34 Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. 35 Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. 36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."

Joh_17: 3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Kehidupan kekal bergantung pada pengenalan akan Bapa dan Anak, perhatikan ayat tsb tidak melibatkan Roh Kudus.

Nama Roh Kudus adalah Paracletos, kalau diartikan ‘Sang Penghibur’, sebagaimana nama YESUS ada artinya (Allah menyertai), demikian pula Paracletos (sayangnya Nama Beliau malah diterjemahkan dalam bentuk artinya di Alkitab terjemahan)

Jika Roh Allah (Roh Kudus) bukanlah Pribadi Allah maka roh manusia bukanlah pribadi manusia dan hanya tenaga aktif/energi manusia? Jadi dimana letak pribadi manusia yang sesungguhnya?

Best Regard,
Daniel FS

Bagaimana kalau Tuhan YESUS “mengutus” diri-Nya sendiri? Karena Kehendak-Nya Bapa dan Tuhan YESUS adalah satu?

Yoh. 8:18Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku."

Yoh. 10:30Aku dan Bapa adalah satu."

Luk. 3:22dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

SIkap Tuhan YESUS kepada Bapa sama seperti sikap Bapa kepada Tuhan YESUS….karena
Yoh. 10:30Aku dan Bapa adalah satu."

Sikap Tuhan YESUS sebagai Anak Manusia kepada Bapa…adalah Teladan buat manusia bukan teladan buat Diri-Nya….sebagai Anak Allah

Tafsir bro adalah keliru……Setan tidak Omnipresent….tidak Maha Hadir….

Dan istilah omnipresent ini pun kan pengertian manusia yg mencoba mendekteksi dinamika Tuhan…

Menjadi tidak maha hadir karena setan….bersama para pengikutnya

Why. 12:4Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

Karena

Ef. 6:12karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Bukankah jelas tertulis roh-roh……banyak….jamak…tidak hanya Iblis……

Apakah yang dimaksudkan dengan pribadi? Mari ajukan definisi bro….

Bagi saya pribadi untuk manusia adalah tubuh, jiwa dan roh….memiliki kehendak…memiliki keinginan

Dari definisi pribadi untuk manusia itu kita “mencoba” mendefinsikan pribadi Tuhan dalam hal ini Roh Kudus…

Tidak akan sepenuhnya bisa terurai karena keterbatasan definitif kita sebagai manusia…memaknai eksistensi pribadi Tuhan….

Namun karena kita mahluk relasional….saya percaya walau tak sepenuh, ada subtansi eksistensi yang bisa kita cerna….(jika kita percaya)….kita “boleh” mendefinsikan subtansi eksistensi pribadi Roh Kudus

Roh Kudus punya keinginan ;
Kis. 13:2Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.”

Roh Kudus punya kehendak
Kis. 20:28Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.

Roh Kudus punya otoritas
2Kor. 13:14(13-13) Kasih karunia Tuhan YESUS KRISTUS, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.

Roh Kudus punya otonomi
1Yoh. 5:7Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.

Roh Kudus punya intensitas
Rm. 14:17Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Bro anda sudah menyimpulkan dalam kalimat anda sendiri ;

----Itu sebabnya YESUS mengatakan siapa yg melihat YESUS telah melihat Bapa, sedangkan Bapa sendiri tidak pernah dapat dilihat oleh manusia-----

------Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita-----

Dengan kata lain “YESUS” tidak berdusta…… atau bermetafora……dan YESUS adalah Bapa itu sendiri

Siapakah Kita itu?

Yes. 9:6(9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Baik Tuhan YESUS dan Roh Kudus bukan sekedar digelayuti “gelar” Maha Kuasa……karena dengan mempreteli Tuhan Allah dengan “mengedit” Tuhan YESUS dan Roh Kudus bukan Tuhan….sama sekali bukan Tuhan Allah nama-Nya….

Mat. 28:19Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

Bukan baptislah mereka dengan nama YHWH

JLU

παρακλητον noun - accusative singular masculine
parakletos par-ak’-lay-tos: an intercessor, consoler – advocate, comforter.

Ini adalah kata benda, jadi bukan nama pribadi.

Mungkin perlu dibedakan antara Roh, Roh Kudus, Roh Manusia, Roh Sebagai makhluk yg bertubuh Roh dan Roh sebagai pengaruh (daya hidup).

Jon_4: 24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

Allah itu Roh = makhluk bertubuh Roh
dalam roh dan kebenaran = roh pada frase ini, tidak menunjukan roh sebagai makhluk, tetapi semangat spirittual.

Maka perlu dibedakan antara Roh Allah dan Roh sebagai makhluk, seperti halnya malaikat memakai tubuh roh. Seperti dijelaskan di 1Co_15: 44 Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.

Gen_2: 7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
Gen_7: 22 Matilah segala yang ada nafas hidup dalam hidungnya, segala yang ada di darat.

Nafas hidup (nish•mat- ru•ach / נִשְׁמַת־ ר֨וּחַ ) = salah satu arti dari kata ru’akh atau pneu’ma, menunjukan suatu tenaga yg menghidupkan, suatu energi, yang apabila roh (daya hidup) itu diambil, maka manusia itu menjadi tidak aktif lagi atau dgn kata lain mati.

Mz_104: 29 Apabila Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka terkejut; apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu.

Roh (daya hidup) adalah abadi, krn daya hidup ini milik Allah, sebagai sumber kehidupan, Ecc_12: 7Tubuh kita akan kembali, menjadi debu di bumi. Nafas kehidupan kita akan kembali kepada Allah. Dialah yang memberikannya sebagai anugerah.

Nafas hidup (roh) ini sama dgn yg diberikan kepada makhluk lain, Ecc_3: 19 Karena nasib manusia adalah sama dengan nasib binatang, nasib yang sama menimpa mereka; sebagaimana yang satu mati, demikian juga yang lain. Kedua-duanya mempunyai nafas yang sama, dan manusia tak mempunyai kelebihan atas binatang, karena segala sesuatu adalah sia-sia. 20 Kedua-duanya menuju satu tempat; kedua-duanya terjadi dari debu dan kedua-duanya kembali kepada debu. 21 Siapakah yang mengetahui, apakah nafas manusia naik ke atas dan nafas binatang turun ke bawah bumi.

ve•ru•ach e•chad / וְר֥וּחַ אֶחָ֖ד = roh yang sama atau nafas yang sama, baik yg ada pada binatang maupun manusia.

Terlihat dengan jelas bahwa roh dalam arti energi hidup bukanlah seorg pribadi, tetapi energi yg menghidupkan, analogi sederhana, mungkin bisa diibaratkan seperti sebuah lampu yg diberi aliran listrik yg berasal dari sumber listrik (bisa generator/PLN/baterai dll), pada saat energi dialirkan maka lampu akan menyala. Energi ini bisa digunakan bukan hanya pada lampu tapi juga radio, tv atau jika dialirkan pada suatu logam tertentu bisa berubah menjadi magnet dsb.
Pengaruh dari energi ini bisa dimanifestasikan kedalam berbagai bentuk aktifitas, mk tidak mengherankan jika Roh (energi) dari Allah yg Kudus yg disebut dgn Roh Kudus mampu membuat org bernubuat, melakukan mukjizat, sebagai penolong, pemberi semangat dll.

Jadi dimana letak pribadi manusia yang sesungguhnya?.

Ayat 7 dari Gen_2 menjelaskan bahwa perpaduan antara debu tanah dan nafas hidup (roh) menjadi makhluk yg hidup (dalam hal ini manusia), tetapi dapat juga diterapkan pada binatang sebagaimana dicatat di ayat 20 dr Ecc_3.
Maka itu berarti jika terpisah, tidak lagi menjadi makhluk, tetapi terurai kembali menjadi debu tanah dan roh (nafas hidup) dimana roh itu kembali kesumber asalnya.

kata2 Yesus yg selalu menyirakan bhw Ia mengutamakan kehendak Bapa, walaupun demikian tidak mengartikan bahwa Yesus tidak mempunyai kehendak sendiri, sebagai pribadi yg terpisah, Yesus punya hasrat dan keinginan pribadi yg berbeda dgn Bapa, ini terlihat saat kita membaca di Mat.26: 39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Ketaatan dan Kasih Yesus yg demikian kuat kpd Bapanya, membuat Yesus mampu menaklukan dirinya sendiri (walaupun ada kemungkinan utk tidak taat).

Aku dan Bapa adalah satu.

Yohanes dlm frase ayat tsb tidak mengartikan / memahaminya sebagai satu dlm arti satu (one) bilangan, atau satu tubuh / satu pribadi, jika kita perhatikan di ayat atau pasal lainnya maka kita akan dapat mengerti bhw kata satu yg dimaksud disana, sama artinya dgn frase “satu daging” dlm Mat_19: 5 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. 6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." atau juga di Joh_17: 21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Kata Ibrani utk satu adalah εσμεν verb - present indicative - first person
esmen es-men’: we are – are, be, have our being, have hope, + (the gospel) was (preached unto) us.

Esmen dlm frase tsb mewakili Aku dan Bapa, shg menjadi kita adalah satu.
Mk ayat tsb mengartikan satu dalam bentuk ideologi.
Dgn demikan sikap Bapa thd Anak atau sikap murid2nya begitu juga sebaliknya, disatukan dalam bentuk ideologi yg sama, kasih yang sama dan tujuan yang sama, yg membentuk sinergi pemerintahan yg kekal.

Benar, karena sebenarnya konsep maha hadir tidak ada dlm Alkitab, konsep ini adalah konsep yg dicoba manusia utk mendeteksi eksistensi Allah.
Apakah istilah ini tepat ?, dlm Alkitab Allah dinyatakan secara eksplisit disebut maha kuasa, maha kuat, maha kudus, maha esa tidak terdapat istilah maha hadir.
Yes_40:26 Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya? Satupun tiada yang tak hadir, oleh sebab Ia maha kuasa dan maha kuat. (TB)

Istilah hadir, sebenar dapat dimengerti dlm konteks beserta, bukan semata berada di suatu tempat, atau meninggal suatu tempat semula utk berada ditempat yg lain, dari ayat di atas Allah memanggil bintang2 dgn namanya dan satupun tiada yang tak hadir, itu bukan berarti bintang2 tsb meninggalkan tempatnya, sebab jika demikian maka semua bintang dimengerti akan berada bersisian dgn Allah, mk makna hadir atau maha hadir mungkin hendaknya dimengerti sebagai arti tidak terhindarkan, tidak tersembunyikan.
Satu cth 1Co_5: 3 Sebab aku, sekalipun secara badani tidak hadir, tetapi secara rohani hadir, aku–sama seperti aku hadir–telah menjatuhkan hukuman atas dia, yang telah melakukan hal yang semacam itu.
Jadi kehadiran Allah bersifat rohani bukan dalam bentuk badaniah atau jasmaniah.

ya, krn istilah maha hadir sebenarnya kurang tepat utk menyatakan kehadiran seseorang dibanyak tempat sekaligus dlm arti badaniah.

Ep_2: 2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. lihat juga Mat.4:8,9.

Roh yg menjadi penguasa kerajaan angkasa, tidak lain adalah Setan si Iblis, bekerja dlm diri orang2 durhaka dapat dimengerti bahwa kehadiran si Iblis berada dlm diri orang-orang durhaka tsb.

Apakah Roh Kudus adalah suatu pribadi ? silakan lihat Tritunggal dalam berbagai kepercayaan ! - Terjawab - ForumKristen.com
Mungkin dapat ditambahkan, bahwa benar Roh Kudus dapat bertindak seperti pribadi, tetapi Roh Kudus sendiri digerakan oleh Allah, jadi jika dikatakan bhw Roh Kudus punya kehendak sendiri atau dgn kata lain punya hal otoritas sendiri, mk dia mampu melakukan hal2 diluar kehendak Bapa. akan tetapi Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa Roh Kudus berkehendak atau memiliki otonomi (daerah kekuasaan sendiri).

Mengenai 1Yoh. 5:7,8 (comma johanneum) sdh pernah kita bahas, dan dibanyak diskusi ayat ini tidak dipakai sbg ayat yg sahih, namun sekalipun seandainya itu ada, mk istilah satu di ayat tsb, tidak akan mengurangi arti / makna satu dlm arti satu ideologi, tidak dimengerti sbg satu dalam zat, ataupun satu esensi (cat. Esensi sendiri tidak dimengerti secara pasti sbg arti dalam hal apa ?).

melihat Yesus berarti melihat Bapa, tidak memiliki arti harfiah, sebab ini akan bertentangan dgn pernyataan Allah sendiri,spt dicatat di Exo_33:20 Lagi firman-Nya: “Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup.”

Pengertian itu hendaknya dimengerti, bahwa manifestasi dari sifat2 dan kepribadian Bapa terimajinasi dalam diri Yesus, shg ketika dikatakan bahwa melihat Yesus berarti melihat Bapa, mk sisi dari kepribadian Bapa lah yg sedang mrk lihat dlm diri Yesus.
Ia sendiri selalu mengatakan apa yg dikatakan, apa yang dilakukan adl kehendak Bapa, mk dgn melihat Yesus, para murid menjadi tahu apa yang Allah inginkan dari mrk.

Manusia adl gambar dan rupa Allah (dlm ayat itu digunakan kata ganti bentuk jamak “kita”), jika ini dimengerti secara harfiah, seperti itulah Allah ketika kita melihat manusia, tentunya ini tidak akan sesuai dgn kriteria dari pribadi yang maha tinggi, yang adalah makhluk Roh yang suci.

YESUS dan Roh Kudus bukan hanya sekedar digelayuti “gelar” Maha Kuasa, tetapi memang tidak memilki gelar “Maha Kuasa”, Allah (YHWH) tidak pernah memberikan gelarnya ini kepada siapapun termasuk kpd Anaknya, Yes_42: 8 Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.
Demikian juga Yes_48: 11 Aku akan melakukannya oleh karena Aku, ya oleh karena Aku sendiri, sebab masakan nama-Ku akan dinajiskan? Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain!"

Tidak ada ayat yang mennyatakan bhw Yesus adl Allah yang maha kuasa, ataupun maha esa, terlebih Roh Kudus tidak pernah diberikan gelar2 tsb sekalipun.
Yang ada adalah Yesus diberi gelar (akan disebut orang) Allah yang perkasa, tentunya berbeda konteks dgn Allah yg mahakuasa.

Mat_28: 19Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

Kata dalam nama (onoma), adl bentuk kata utk mewakili, misalnya atas/dalam nama hukum, dalam nama Tuhan, dalam nama bangsa, atas nama keluarga dsb, kata ini tidak menunjukan kepada masing2 pribadi, tetapi lebih mewakili kpd kekuasan, kekuatan, lembaga ataupun kebangsaan yg bukan dalam bentuk pribadi.

Ep_6: 3 Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu,

Satu ayat lain yg menunjukan bahwa Roh bukan lah pribadi, kita lihat ungkapan “yang penuh dgn Roh dan Hikmat”, jadi bagaimana pribadi dpt menjadi penuh dgn pribadi, jika Roh yg disejajarkan dgn hikmat diartikan sbg pribadi.
Pengertian ayat tsb yg jika diartikan secara harfiah, mk akan ada tujuh pribadi dgn tujuh pribadi roh yg memenuhi tujuh pribadi yg dipilih, tentunya ini keluar dari konteks ayat tsb, bukan ?.

Dalam argument anda….bila ditelusuri….

Ada ambiguitas posisi KRISTUS, disini…yang mungkin tidak anda sandingkan pada “YESUS”…

“YESUS” sebagai Anak Manusia sekaligus “YESUS” sebagai Anak Allah……

Buat anda Yoh. 10:30Aku dan Bapa adalah satu." Adalah bentuk ideologi…menurut penafsiran anda tentunya….

Bagaimana anda menjelaskan pribadi dalam arti “satu” itu?

Dalam artian Anak Manusia atau Anak Allah ?

Kata Ibrani utk satu adalah εσμεν verb - present indicative - first person …anda kurang teliti bro…bukan esmen melainkan heis….
Esmen adalah “are” bukan “one”

heis
hice
(Including the neuter [etc.] ἕν hen); a primary numeral; one: - a (-n, -ny, certain), + abundantly, man, one (another), only, other, some.

Dan telaah anda mengenai Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging…adalah tidak tepat…

Satu disini dalam bahasa aslinya

‘echâd
ekh-awd’
A numeral from H258; properly united, that is, one; or (as an ordinal) first: - a, alike, alone, altogether, and, any (-thing), apiece, a certain [dai-] ly, each (one), + eleven, every, few, first, + highway, a man, once, one, only, other, some, together.

Sedang pada

supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku

satu disini dalam bahasa aslinya

heis
hice
(Including the neuter [etc.] ἕν hen); a primary numeral; one: - a (-n, -ny, certain), + abundantly, man, one (another), only,

Anda salah dalam mengasosiasikan “satu” tersebut dalam bahasa aslinya…

Maka demikian argument yg anda bangun gugur dengan sendirinya…

Dengan kata lain bro mengkoreksi pernyataan bro bahwa setan omnipresent? Walaupun Iblis roh adanya?

Bro inilah yang bisa dinamakan arguing in the cycle…karena bro tidak menyentuh sedikitpun argumen saya…
Apakah yang dimaksudkan dengan pribadi? Mari ajukan definisi bro….

Bagi saya pribadi untuk manusia adalah tubuh, jiwa dan roh….memiliki kehendak…memiliki keinginan

Dari definisi pribadi untuk manusia itu kita “mencoba” mendefinsikan pribadi Tuhan dalam hal ini Roh Kudus…

Tidak akan sepenuhnya bisa terurai karena keterbatasan definitif kita sebagai manusia…memaknai eksistensi pribadi Tuhan….

Namun karena kita mahluk relasional….saya percaya walau tak sepenuh, ada subtansi eksistensi yang bisa kita cerna….(jika kita percaya)….kita “boleh” mendefinsikan subtansi eksistensi pribadi Roh Kudus

Roh Kudus punya keinginan ;
Kis. 13:2Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.”

Roh Kudus punya kehendak
Kis. 20:28Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.

Roh Kudus punya otoritas
2Kor. 13:14(13-13) Kasih karunia Tuhan “YESUS” KRISTUS, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.

Roh Kudus punya otonomi
1Yoh. 5:7Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.

Roh Kudus punya intensitas
Rm. 14:17Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
Jika bro tidak ingin arguing in the cycle….mohon argumen saya ini diberikan respon bro…
Dan istilah bro mengenai personafikasi…dapat menguraikan eksistensi Allah impersonal….Allah yang tidak dikenali….(namun saya berhenti disini….sebelum argumen saya diatas dibahas bro)

Saya coba uraikan argument bro….

melihat “YESUS” berarti melihat Bapa, tidak memiliki arti harfiah, sebab ini akan bertentangan dgn pernyataan Allah sendiri,spt dicatat di

Exo_33:20 Lagi firman-Nya: “Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup.”

Perlahan-lahan saya kupas makna dari argument bro yah…

berarti melihat Bapa, mk sisi dari kepribadian Bapa lah yg sedang mrk lihat dlm diri “YESUS”.

melalui argument bro….sisi dari kepribadian Bapa yang manakah yang tampak dalam diri “YESUS”…bila melihat “YESUS” sama dengan Melihat Bapa…berarti seluruh sisi kepribadian Bapa kah terdapat pada “YESUS”? dengan katai lain pribadi “YESUS” adalah pribadi Bapa….

Kemudian mengenai “Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup.”
Apakah bro kurang mengetahui bahwa “YESUS” ….telah mengosongkan diri-Nya,…

jika IA datang sama persis indentik dengan kedatangan-Nya kepada Musa….tujuan-Nya terbelengkalai…
Bagaimana IA bisa “naik” ke SALIB…melihat “wajah-Nya” saya manusia tidak bisa….

Inilah pondasi awal yang selalu ambigu anda selalu memposisikan “YESUS” sebagai Anak Manusia saja…itupun belum sepenuhnya….anda hanya bicara mengenai MORAL “YESUS”….tidak sebagai Anak Manusia yg memegang Kunci pada Kitab Kehidupan…

Namun memang demikianlah naturenya……karena dengan “akal” tidaklah terjangkau…hanya lewat respon Kasih Karunia…melalui percaya dulu…baru selubung itu dapat dilepaskan dan dapat melihat dengan jelas…

Sebenarnya seluruh ayat dalam Alkitab menyatakan bahwa YESUS adalah ALLAH MAHA KUASA…hanya bagi yang belum percaya…tidak terlihat…karena belum percaya

Namun untuk memuaskan anda bro…saya berikan “sedikit” saja “

Rev 22:16 “Aku, YESUS, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang.”

2Pe 1:2 Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan YESUS, Tuhan kita.

Col 2:6 Kamu telah menerima KRISTUS YESUS, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.

Rev 19:13 Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: “Firman Allah.”

Segitu aja dulu…soalnya kan tidak mungkin saya copas isi ayat Alkitab disini

Yang jadi pertanyaannya bro mengapa tidak…dan baptislah mereka dalam nama YHWH?

mengapa sepertinya anda tidak mementingkan nama “TUHAN” itu sendiri…apakah ini menjadi “UNKNOWN GOD”?

Kemudian mewakili kpd kekuasan, kekuatan, lembaga ataupun kebangsaan “siapa” (WHO)?

Atau bro mau nyatakan kekuasan, kekuatan, lembaga ataupun kebangsaan adalah “apa” (WHAT)

Jadi Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam “apa” (WHAT)?

Mengapa “apa” (WHAT) bisa mempunyai kekuasan, kekuatan, lembaga ataupun kebangsaan?

Dan kembali bro kan belum menjawab…apa definisi bro terhadap “pribadi” ?

Keluar konteks ayat tersebut karena bro sendiri menafsirkannya keliru…

Dalam terminologi anda yang menyamakan Roh menjadi “wujud” satu pun sebenarnya sudah keluar konteks

(KJV) Wherefore, brethren, look ye out among you seven men of honest report, full of the Holy Ghost and wisdom, whom we may appoint over this business.

Anda mengartikan tujuh pribadi tsb memiliki tujuh pribadi roh ?

Padahal sangat jelas ayat itu berkata yang penuh Roh…

Anda berpikir bahwa kalau dalam 1 orang ada Roh…maka kemudian dalam 7 orang ada 7 roh?

Anda sendiri sudah dapat membedakan antara Roh dan roh?

Jadi mengapa anda mengunakan analogi tersebut?

Kemudian Roh dan Hikmat anda sendirikan yang mensejajarkannya….saya tidak,

Dan mengapa kata “dan” buat anda menjadi “sejajar”?

Lantas bagaimana kalau saya menyatakan Allah dan saya?..apa itu artinya “sejajar”?

Atau motor dan saya? Apa itu sejajar ?

JLU

saya kira tidak ada ambiguitas disini, jika kita telaah pada saat Yesus mengatakan “Aku dan Bapa adalah satu.” Yesus masih manusia daging yg juga disebut sbg “Anak Allah”
ambiguitas akan terjadi, jika yang diutus adalah pengutusnya sendiri, atau dgn kata lain Aku mengutus Aku kepadamu, sebab arti utusan bisa disamakan dgn istilah duta / duta besar, jadi kalau dikatakan presiden mengutus duta besar, kemudian jika diartikan bhw duta besar itu adalah presiden sendiri secara persona, pastilah terjadi ambiguitas dan terdengar janggal, sebab negara penerima pasti tidak akan menganggapnya duta melainkan presiden itu sendiri.

Saya sdh jelaskan bhw frase “Aku dan Bapa adalah satu” bukanlah dlm arti pribadi tp dlm arti ideologi, kata esmen yg saya maksud bukan satu, melainkan “we are’ (kita adalah), maka frase “Aku dan Bapa adalah satu” bisa juga menggunakan kata ganti we are (Aku dan Bapa) adalah satu (heis) / en esmen.
Dalam bhs asli ἐγὼ καὶ ὁ πατὴρ ἕν ἐσμεν. (egō kai o patēr en esmen)
Menurut lexicon εν (en) adjective - nominative singular neuter
heis hice: one – a(-n, -ny, certain), + abundantly, man, one (another), only, other, some.
Heis sendiri memiliki bbrp makna, seperti one, another one, some (beberapa), juga unity (kesatuan)
Dalam arti morfologi (bentuk) bila dikenakan pada persona bisa berarti 1 : first person 2 : second person 3 : third person.
Bila itu dijabarkan kedalam bentuk pribadi, maka di ayat tsb, terdapat dua pribadi (some), yaitu Bapa (YHWH) dan Aku (YESUS).

bahasa asli ayat tsb :” καὶ εἶπεν• ἕνεκα τούτου καταλείψει ἄνθρωπος τὸν πατέρα καὶ τὴν μητέρα καὶ κολληθήσεται τῇ γυναικὶ αὐτοῦ, καὶ ἔσονται οἱ δύο εἰς σάρκα μίαν.”
Translate : kai eipen eneka toutou kataleipsei anthrōpos ton patera kai tēn mētera kai kollēthēsetai tē gunaiki autou kai esontai oi duo eis sarka mian

μίαν. (mian) –strong’s 1520 sama dgn heis, demikian juga secara morfologi sama persis dgn εν (en)

bahasa asli : “ἵνα πάντες ἓν ὦσιν καθὼς σύ, πατὴρ / πάτερ ἐν ἐμοὶ κἀγὼ ἐν σοί, ἵνα καὶ αὐτοὶ ἐν ἡμῖν ὦσιν, ἵνα ὁ κόσμος πιστεύῃ ὅτι σύ με ἀπέστειλας.”
Translte : ina pantes en ōsin kathōs su patēr en emoi kagō en soi ina kai autoi en ēmin ōsin ina o kosmos pisteuē oti su me apesteilas

Kata satu di ayat2 tsb mengartikan hal yg sama, jadi argumen saya sebenarnya cocok dgn ayat tsb.

bukan demikian, yg saya koreksi adl kata “maha hadir” yg anda sendiri katakan sbg upaya manusia utk menjelaskan eksistensi Allah, dimana omnipresent bukan merupakan istilah Alkitabiah.
Ini penjelasan saya, Ep_2: 2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. lihat juga Mat.4:8,9.
Roh yg menjadi penguasa kerajaan angkasa, tidak lain adalah Setan si Iblis, bekerja dlm diri orang2 durhaka dapat dimengerti bahwa kehadiran si Iblis berada dlm diri orang-orang durhaka tsb.

Frase “yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.” Menunjukan suatu kondisi dimana roh (tidak dikatakan roh roh) mempengaruhi orang banyak (jamak) yg jika boleh saya pinjam adalah omnipresent.

definisi anda ttg pribadi manusia adalah tubuh, jiwa dan roh, penjelasan saya ada di sini Tritunggal dalam berbagai kepercayaan ! - Terjawab - ForumKristen.com, maaf saya tidak mereply langsung pertanyaan anda krn penjelasannya sama persis dgn yg saya berikan utk bro Daniel.
Silakan telaah bagian ini :
Maka perlu dibedakan antara Roh Allah dan Roh sebagai makhluk, seperti halnya malaikat memakai tubuh roh. Seperti dijelaskan di 1Co_15: 44 Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.
Gen_2: 7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Jadi menurut ayat tersebut makhluk adalah perpaduan antara roh dan debu tanah yang mungkin anda sebut sebagai pribadi.
Bagi saya pribadi adalah persona yg bisa dikenali, bisa diidentifikasi tentunya termasuk nama pribadi yg tidak dimiliki oleh Roh Kudus.

penjelasan saya mengenai eksistensi Allah sbg makhluk Roh dan juga Roh Kudus dapat anda baca dilink yg saya berikan diatas (maaf isinya sama persis, jadi saya refer ke link tsb).
Anda juga bisa lihat penjelasan tetang personifikasi hikmat di amsal pasal 1: 20 Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya,21 di atas tembok-tembok ia berseru-seru, di depan pintu-pintu gerbang kota ia mengucapkan kata-katanya. Dan juga amsal 8.

sebenarnya tidak ada arguing in the cycle disini, mungkin penjelasan saya kurang lengkap, baiklah saya akan telaah ayat anda satu per satu.

di ayat 4 dikatakan mereka “disuruh”, terlihat seolah Roh Kudus memiliki wewenang utk mengutus, mari kita bandingkan dgn hikmat, Prov_9: 1 Hikmat telah mendirikan rumahnya, menegakkan ketujuh tiangnya,2 memotong ternak sembelihannya, mencampur anggurnya, dan menyediakan hidangannya.3 Pelayan-pelayan perempuan telah disuruhnya berseru-seru di atas tempat-tempat yang tinggi di kota:

mari kita bandingkan dgn Prov_8: 15 Karena aku para raja memerintah, dan para pembesar menetapkan keadilan. 16 Karena aku para pembesar berkuasa juga para bangsawan dan semua hakim di bumi.
hikmat mampu menetapkan keadilan melalui para raja, dan membuat para raja berkuasa utk menjalankan roda pemerintahan.

mari kita bandingkan, Prov_8: 36 Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang yang membenci aku, mencintai maut."

Hikmat memilki wewenang utk menghakimi bahkan memvonis mati semua orang yang membencinya.

maaf saya tidak akan menggunakan ayat ini, karena ada keraguan pada ayat tsb.

mari bandingkan dgn Prov_8: 14 Padaku ada nasihat dan pertimbangan, akulah pengertian, padakulah kekuatan. 21 supaya kuwariskan harta kepada yang mengasihi aku, dan kuisi penuh perbendaharaan mereka. 32 Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, karena berbahagialah mereka yang memelihara jalan-jalanku. 35 Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia.

mudah2an ini dapat memberikan pengeertian lebih jauh tentang Roh Kudus.

semua yang bisa dilihat dalam diri Yesus, merupakan manifestasi Bapa, tetapi tidak berarti Yesus adalah Bapa, ada sisi lain dimana Bapa adalah pribadi yg jauh lebih besar daripada Yesus, bahkan ketika Yesus duduk disebelah kanan yg Maha Agung, yaitu ketundukan dan ketaatannya.
Yesus tetap tunduk kepada Bapa, baik ketika menjadi malaikat (pra manusia), ketika menjadi manusia dan juga ketika ditinggikan kembali dan duduk disebelah kanan Allah (YHWH).
1Co_11: 3 Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.
1Co_15: 24 Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. 25 Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. 26 Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut…27 Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa “segala sesuatu telah ditaklukkan”, maka teranglah, bahwa Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya. 28 Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.

sangat terang dan jelas sekali, dalam hal wewenang kerajaan Allah, Yesus tidak dapat disamakan dgn Bapa (YHWH), sebelum musuh terakhir ditaklukan mk selama itu pulalaj Yesus diberi takhta kerajaan, namun jika semua telah selesai maka Takhta kerajaan tsb akan dikembalikan kepada Bapa (YHWH).

Sebaliknya Bapa tidak pernah tunduk atau menundukan diri pada Yesus, itulah sebabnya mengapa Bapa jauh lebih besar daripada Yesus, seperti yg diakui oleh Yesus sendiri bahwa “Bapa lebih besar dari pada Aku”
Joh_14: 28Kamu telah mendengar bahwa Aku ini mengatakan kepadamu: Aku pergi dan Aku kembali kepadamu kelak. Jikalau kamu mengasihi Aku, niscaya kamu bersukacita bahwa Aku pergi kepada Bapa, karena Bapa-Ku itu lebih mulia daripada Aku. (BIS)
28 Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. (KJV)

itu sebabnya Allah tidak dapat dilihat (dan ini konsistensi dari firman itu sendiri), jadi maksud Yesus ketika mengatakan barangsiapa melihat aku telah melihat Bapa, pastinya memiliki pengertian yang bersifat rohani dan merupakan bentuk pengajaran tentang Bapa yg diberikan kpd murid2nya.

itulah sebabnya, jangan dimengerti secara harfiah, Allah sendiri tidak secara langsung datang kepada Musa, bisa jadi IA mengutus malaikatnya, seperti yg banyak dilakukan sebelum dan sesudahnya, dan secara pasti setiap utusan Allah akan membawa atau mencerminkan kemuliaan Allah.

Atau anda punya pengertian tersendiri mengenai kalimat anda diatas ?, boleh dijelaskan ?.

ketika Yesus menjelma sebagai manusia, Ia adalah manusia seutuhnya, hanya saja tidak berdosa, tidak ada yg ambigu jika kita mengerti bahwa Bapa adalah pribadi Allah yg berbeda dgn Yesus, keambiguan terjadi justru ketika kita mencoba menyamakan Yesus sbg pribadi yang sama dgn Bapa.

Saya blm tahu, pemahaman anda mengenai apakah Yesus, apakah 100% manusia dan pada saat yg sama 100% Tuhan ?, jika ya maka disinilah letak keambiguan itu sendiri terjadi.

Akan menimbulkan kesan bahwa Yesus yg 100% manusia merupakan kloning dari Yesus yg 100% Tuhan dan berperan dalam saat yg sama.

Ketika Yesus dibuat sedikit lebih rendah dari malaikat, apakah yg 100% manusia atau 100% Tuhan ?.
Kemudian ketika Yesus mengosongkan dirinya ?, apa nya yang dikosongkan ?
Mungkin anda bisa jelaskan ?.

maaf bro, penjelasan anda tidak bisa saya tangkap, saya tdk melihat hubungan ayat2 tsb dgn ke MAHA KUASA an Yesus, karena bagaimanapun ketundukan dari Yesus kpd Bapa, memperlihatkan secara jelas dan terang bhw Yesus masih berada dibawah kekepalaan Allah.

Masalahnya terlepas dari percaya atau tidak, konteks Alkitab mengatakan lain, Jika kita baca PB juga PL,
terlihat jelas sekali dari yg tercatat dan tersirat bahwa Yesus tidaklah MAHA KUASA spt Bapanya YHWH.

karena Alkitab tidak mengatakan demikian.

baptisan dikenal pada zaman Yesus, dan dilakukan oleh Yohanes pembatis, tujuan dari pembaptisan itu sendiri adalah sebagai bentuk pernyataan iman kepada umum.
Yesus sendiri dibaptis, mk pertanyaan yg timbul adl dalam nama siapa Yesus dibaptis ketika itu ?.
Apakah Yesus dibaptis dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus ?

justru kebalikananya, nama sangatlah penting utk mengidentifikasi seorang pribadi, Roh Kudus tidak memiliki nama pribadi, mk jika Roh Kudus dianggap sbg pribadi berarti menjadi “UNKNOWN GOD”?

mungkin jika anda dapat memahami istilah dalam nama Hukum, dalam nama keluarga, maka anda akan mengerti apa yg saya maksud.

sila anda periksa lagi jawaban saya.
Saya gunakan analogi tsb, karena Roh seringkali dimaksudkan sbg pribadi, padahal tidak selalu demikian.
Bagi saya bentuk penulisan Roh dan roh tidak berbeda, secara phonetik sama.
Dan saya mensejajarkan Roh dan Hikmat sbg bentuk yg sama keduanya bukan sebagai pribadi, jadi silakan lihat konteks ayatnya.

Ya itu kan kalau diterjemahkan, kalau tidak diterjemahkan bisa jadi itu adalah nama pribadi, mengingat bahwa semua nama di budaya Ibrani dan Yunani memiliki arti bila diterjemahkan.

Contoh konkritnya, misalnya di Indonesia, ada seorang yang namanya Budi, masakan Anda akan menerjemahkan bahwa kata “Budi” itu pasti bukan nama pribadi, melainkan kata sifat? Seperti itu maksud saya.

Mungkin perlu dibedakan antara Roh, Roh Kudus, Roh Manusia, Roh Sebagai makhluk yg bertubuh Roh dan Roh sebagai pengaruh (daya hidup).

Jon_4: 24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

Allah itu Roh = makhluk bertubuh Roh
dalam roh dan kebenaran = roh pada frase ini, tidak menunjukan roh sebagai makhluk, tetapi semangat spirittual.

Nah, jadi semakin rumit ketika kita harus memisahkan kapan kita menggunakan frase sebagai roh sebagai makhluk atau kapan frase semangat spiritual digunakan. Atas dasar apa? kalau dalam ayat diatas, saya lebih setuju pengartian roh sebagai pribadi. Maksudnya, umat seharusnya menyembah dalam hubungan antara 2 pribadi yang dalam (antara manusia dan Allah) seperti bercakap-cakap (dialog/2 arah), bukan monolog.

Maka perlu dibedakan antara Roh Allah dan Roh sebagai makhluk, seperti halnya malaikat memakai tubuh roh. Seperti dijelaskan di 1Co_15:[i] 44 Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.[/i]

Gen_2: 7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
Gen_7: 22 Matilah segala yang ada nafas hidup dalam hidungnya, segala yang ada di darat.

Nafas hidup (nish•mat- ru•ach / נִשְׁמַת־ ר֨וּחַ ) = salah satu arti dari kata ru’akh atau pneu’ma, menunjukan suatu tenaga yg menghidupkan, suatu energi, yang apabila roh (daya hidup) itu diambil, maka manusia itu menjadi tidak aktif lagi atau dgn kata lain mati.

Saya sudah check di Lexicon dan BHS Strong, kata Ibrani yang digunakan dalam ayat (Kej 2:7) itu adalah “nefesy” dan bukan “ruakh/rukh”, nefesy cenderung diasosiasikan dengan jiwa ketimbang dengan roh (ruakh). Menurut saya nefesy itulah pengikat antara roh dan tubuh (sehingga bolehlah dikatakan sebagai energi).

Dalam analisa pribadi saya mengenai tubuh, jiwa, dan roh, nefesy sendiri terdiri atas 2 bagian, secara rohani (kognitif, afektif, dan konatif) dan materi/jasmani (darah), nefesy secara rohani mengikat roh (ruakh/pneuma) dan secara materi mengikat tubuh. Ketika manusia meninggal maka nefesy rohani ikut terbawa dengan roh dan nefesy materi tetap bersama tubuh. Jadi nefesy bukanlah hakekat pribadi manusia yang sesungguhnya, hakekat pribadi manusia yang sesungguhnya terdapat pada ruakh (roh).

Jika nefesy (jiwa) adalah hakekat pribadi manusia, bagaimana bila manusia tersebut mengalami gangguan jiwa? apakah hakekat pribadinya benar-benar mengalami gangguan? menurut saya tidak demikian, melainkan hanya energi/kekuatan mental manusia itu yang terganggu sehingga demikian ia menjadi tidak stabil.

Mz_104:[i] 29 Apabila Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka terkejut; apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu.[/i]

Roh (daya hidup) adalah abadi, krn daya hidup ini milik Allah, sebagai sumber kehidupan, Ecc_12: 7Tubuh kita akan kembali, menjadi debu di bumi. Nafas kehidupan kita akan kembali kepada Allah. Dialah yang memberikannya sebagai anugerah.

Karena Anda menyebut roh itu daya hidup/energi, berarti bukan pribadi itu sendiri kan? berarti roh manusia ya bukan pribadi manusia itu sendiri? demikian pula malaikat (yang adalah roh) bukanlah pribadi melainkan hanya sebentuk energi? Jika demikian patutkah energi tersebut bernama Mikhael atau Gabriel?

Nafas hidup (roh) ini sama dgn yg diberikan kepada makhluk lain, Ecc_3:[i] 19 Karena nasib manusia adalah sama dengan nasib binatang, nasib yang sama menimpa mereka; sebagaimana yang satu mati, demikian juga yang lain. Kedua-duanya mempunyai nafas yang sama, dan manusia tak mempunyai kelebihan atas binatang, karena segala sesuatu adalah sia-sia. 20 Kedua-duanya menuju satu tempat; kedua-duanya terjadi dari debu dan kedua-duanya kembali kepada debu. 21 Siapakah yang mengetahui, apakah nafas manusia naik ke atas dan nafas binatang turun ke bawah bumi.[/i]

ve•ru•ach e•chad / וְר֥וּחַ אֶחָ֖ד = roh yang sama atau nafas yang sama, baik yg ada pada binatang maupun manusia.

Terlihat dengan jelas bahwa roh dalam arti energi hidup bukanlah seorg pribadi, tetapi energi yg menghidupkan, analogi sederhana, mungkin bisa diibaratkan seperti sebuah lampu yg diberi aliran listrik yg berasal dari sumber listrik (bisa generator/PLN/baterai dll), pada saat energi dialirkan maka lampu akan menyala. Energi ini bisa digunakan bukan hanya pada lampu tapi juga radio, tv atau jika dialirkan pada suatu logam tertentu bisa berubah menjadi magnet dsb.
Pengaruh dari energi ini bisa dimanifestasikan kedalam berbagai bentuk aktifitas, mk tidak mengherankan jika Roh (energi) dari Allah yg Kudus yg disebut dgn Roh Kudus mampu membuat org bernubuat, melakukan mukjizat, sebagai penolong, pemberi semangat dll.

Jadi dimana letak pribadi manusia yang sesungguhnya?.

Ayat 7 dari Gen_2 menjelaskan bahwa perpaduan antara debu tanah dan nafas hidup (roh) menjadi makhluk yg hidup (dalam hal ini manusia), tetapi dapat juga diterapkan pada binatang sebagaimana dicatat di ayat 20 dr Ecc_3.
Maka itu berarti jika terpisah, tidak lagi menjadi makhluk, tetapi terurai kembali menjadi debu tanah dan roh (nafas hidup) dimana roh itu kembali kesumber asalnya.

Anda menyatakan pribadi manusia yang sesungguhnya terletak pada saat tubuh (debu) dan roh bersatu.
Berarti ketika manusia terpisah dari tubuhnya, ia bukanlah pribadi, melainkan hanya sebuah energi?
Demikian pula malaikat bukanlah suatu pribadi melainkan energi? (karena malaikat tidak memiliki tubuh jasmani)

Best Regard,
Daniel FS

1. Dianggap Tuhan atau Dewa -YESUS ---> Tuhan Kristen -Mithra ---> Dewa Persia Kuno -Osiris ---> Dewa Mesir Kuno -[b]Baachus ---> Tuhan Yunani Kuno[/b]

Kata Baachus salah tulis, mungkin yang dimaksud adalah Bacchus.
Bacchus bukanlah Tuhan, melainkan dewa.
Bacchus bukanlah dewa Yunani, melainkan dewa Romawi.
Mungkin yang dimaksudkan adalah Dionysius, dewa Yunani, yang memiliki kemiripan dengan Bacchus.

2. Tanggal Kelahiran A) YESUS ---> Tanggal 25 Desember B) Mithra ---> Tanggal 25 Desember C) Osiris ---> Tanggal 25 Desember D) Baachus ---> Tanggal 25 Desember

A) Q: Apakah hari Natal perlu diperingati? Apakah hari Natal jatuh tanggal 25 Desember?

A: Hari Natal (kelahiran) YESUS KRISTUS memang perlu untuk diperingati, sebagaimana tertulis dalam Alkitab,

2Tim 2:8
8. Ingatlah ini: YESUS KRISTUS, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku

Tanggal pasti perayaan Natal memang tidak tercantum dalam Alkitab. Namun pada abad ke-2, Astronom Gereja Orthodox Coptic, Batlimous, atas perintah Uskup Demetrius (Patriarkh Iskandariyah dari tahun 199 - 232 AD) melakukan perhitungan secara cermat berdasarkan standar kalender Kawakibiah (penanggalan berdasarkan pergerakan bintang Sirius, penanggalan ini telah diakui oleh UNESCO lebih akurat dari penanggalan yang lain) sehingga tanggal perayaan Natal sudah dapat dijumpai pada dokumen awal Gereja Orthodox Coptic, yaitu pada dokumen The Coptic Disdacalia Apostolorum (Arab: al-Dustur ar-Rasuliyah) yang berbunyi: “Saudara-saudara, peliharalah perayaan untuk kelahiranNya (Natal) pada tanggal 25 bulan ke-9 Ibrani, yaitu tanggal 29 bulan ke-4 Mesir”. Jadi penetapan perayaan Natal oleh Gereja mula-mula jatuh pada tanggal 29 bulan Khiahk.

Kemudian peringatan hari Natal tersebut diikuti, diteruskan, dan ditetapkan oleh Paus Gereja Katholik Julius I pada tahun 350 AD dengan mengacu pada standar kalender Gregorian (penanggalan berdasarkan pergerakan matahari) yang jatuh pada tanggal 25 Desember. Sedangkan beberapa Gereja tetap berpedoman pada kalender Julian (penanggalan berdasarkan pergerakan matahari) sehingga memperingati hari Natal pada tanggal 7 Januari ataupun tanggal 19 Januari (Gereja Orthodox Armenia). Jadi kesimpulanya, penetapan mula-mula berdasarkan kalendar bintang di Mesir tersebut (tanggal 29 bulan Khiahk) kemudian dikonversikan pada kalendar Julian sehingga perayaan Natal jatuh pada tanggal 7 Januari atau 19 Januari, lalu pada perkembangan selanjutnya dikonversikan lagi dengan kalendar Gregorian sehingga perayaan Natal jatuh pada tanggal 25 Desember.

Karena peringatan Natal tanggal 25 Desember sudah ditetapkan paling lambat tahun 232 AD (saat masa Uskup Demetrius, Patriarkh Iskandariyah) maka justru keyakinan Pagan lah yang meniru tanggal 25 Desember sebagai perayaan dewa matahari (Dies Natalis Solis Invicti) karena perayaan itu sendiri dipindah tanggalkan oleh Kaisar Aurelian pada tahun 274 AD (termasuk memindah tanggalkan hari raya Saturnia).

B) Tanggal perayaan untuk Mithra bertepatan dengan hari raya Saturnia (perayaan dewa Romawi, Saturn) yaitu tanggal 17 s/d 23 Desember, bukan pada tanggal 25 Desember.

C) Tanggal perayaan untuk memperingati dewa Osiris jatuh pada tanggal 28 Oktober s/d 26 November (tgl.17 Athyrs, bulan Mesir), bukan pada tanggal 25 Desember.

D) Tanggal perayaan untuk memperingati dewa Bacchus jatuh pada tanggal 16-17 Maret yang disebut sebagai hari raya Bacchanalia, dan hanya boleh dihadiri oleh perempuan, bukan pada tanggal 25 Desember.

3. Pengharapan orang A) YESUS ---> Mesias yg ditunggu B) Mithra ---> Perantara yg ditunggu C) Osiris ---> Pembebas yg ditunggu D) Baachus ---> Pembebas yg ditunggu
  1. Tujuan Kematian
    A) YESUS → Menebus dosa manusia
    B) Mithra → Menebus dosa manusia
    C) Osiris → Menebus dosa manusia
    D) Baachus → Menebus dosa manusia

A) YESUS adalah Mesias, Juruselamat manusia, kematianNya menyelamatkan umat yang beriman kepadaNya dari hukuman dosa (menebus dosa).

B) Mithra bukan perantara, Mithra hanya dianggap sebagai pencipta hal-hal baik karena telah mengalahkan lembu Taurobolium sebagai wujud hal-hal jahat (Ahirman). Tidak ada hubungannya dengan penebusan dosa.

C) Osiris juga bukan pembebas yang ditunggu dan tidak menebus dosa manusia, karena kebangkitannya dari kematian bukan ditujukan untuk keselamatan orang lain (apalagi menebus dosa), melainkan menyelamatkan dirinya sendiri dari ancaman dewa Set yang hendak merebut takhtanya.

D) Bacchus & Dionysius adalah dewa kemabukan anggur/pesta pora, kegilaan dan kebebasan, namun kebebasan yang dirujuk Bacchus adalah kebebasan yang tidak terbatas (bahkan melampaui moral), seperti kebebasan seksual, kegilaan/pesta pora dan kemabukan. Hal ini jelas berbeda dengan konsep kebebasan yang dibawa oleh YESUS KRISTUS.

4. Lahir dari Ibu Perawan A) YESUS ---> Seorang perawan Maria B) Mithra ---> Seorang perawan Aishev C) Osiris ---> Seorang perawan Naeith D) Baachus ---> Seorang perawan Demeter

A) Yang membedakan dari semua itu, eksistensi YESUS KRISTUS sudah ada/eksis sebelum inkarnasiNya (menjadi suatu bentuk manusia). Sedangkan dewa-dewa lain tidak ada eksistensinya sebelum kelahirannya menjadi suatu bentuk.

B) Mithra tidak lahir dari seorang perawan Aishev, melainkan lahir dari sebuah batu di dalam gua oleh energi kosmos Ahura Mazda.

C) Osiris adalah dewa Mesir, putra sulung dari dewa bumi Geb dan dewi langit Nut.
Mengenai Naeith mungkin yang dimaksud adalah Nephthys putri dari Geb dan Nut, yang merupakan adik kandung Osiris, yang kemudian melahirkan Anubis (karena Set). Jadi dewa-dewi Mesir tersebut selalu memiliki orangtua dewa (kecuali dewa teratas, Geb dan Nut, yang tidak diketahui asalnya dari mana), tidak ada yang lahir dari hanya seorang perempuan/dewi tanpa adanya suami/dewa.

Nut memiliki anak:

  1. Osiris
  2. Isis (kemudian menjadi isteri Osiris)
  3. Set
  4. Nephthys (kemudian menjadi isteri Osiris)

D) Bacchus, adalah salah satu dewa Romawi, sedangkan Demeter adalah dewi Yunani, dewi Yunani memperanakkan dewa Romawi?

Demeter memiliki anak:

  1. Persephone (karena Zeus)
  2. Despoina (karena Poseidon)
  3. Arion (karena Poseidon)
  4. Plutus (karena Iasion)
  5. Philomelus (karena Iasion)
  6. Eubolus (karena Carmanor)
  7. Amphitheus I (karena Triptolemus).
    Demeter tidak pernah melahirkan Bacchus, bahkan Dionysius (dewa Yunani) yang memiliki kesamaan tugas kedewaan dengan Bacchus bukan dilahirkan oleh Demeter.

Dionysius sendiri merupakan anak dari (2 versi):

  1. Zeus dan Semele.
  2. Zeus dan Persephone.
5. Kematian A) YESUS ---> Mati Disalib B) Mithra ---> Mati Dibunuh C) Osiris ---> Mati Dibunuh D) Baachus ---> Mati Dibunuh
  1. Kebangkitan
    A) YESUS → 3 hari dr penyaliban
    B) Mithra → 3 hari dr pembunuhan
    C) Osiris → 2 hari 3 malam dari pembunuhan
    D) Baachus → 3 hari dari pembunuhan

A) Mengenai YESUS KRISTUS telah dijelaskan pada Thread yang lain.

B) Mithra tidak pernah mati, karena diungkapkan bahwa Mithra memiliki keabadian.

C) Jadi Osiris tidak genap menjalani 3 hari, meskipun dihitung menurut perhitungan waktu Mesir.

D) Bacchus belum saya dapati data legenda kematiannya, Dionysius tidak pernah bangkit dari kematian karena tubuhnya hancur dimakan Titan, melainkan dilahirkan kembali (dilahirkan 2 kali) oleh Semelee.

8. Triteisme A) YESUS -> Oknum dr Trinitas (Anak,Bapa,Roh Kudus) B) Mithra -> Oknum dr Tridewa (Mitra,Ahirman,Ohrzmad) C) Osiris -> Oknum dr Tridewa (Osiris,Isis,Horus) D) Baachus -> Oknum dr Tridewa (Baachus,Apolos,Yupiter)

A) Sudah jelas, bahwa Trinitas Bapa, Putra, dan Roh Kudus eksis dan Alkitabiah. (Silahkan lihat pada pembahasan Trinitas pada Thread yang lain)

B) Ohrzmad salah tulis, seharusnya Ohrmazd atau lebih dikenal sebagai Ahura Mazda (penguasa alam), yang merupakan orangtua dari Mithra. Ahirman bukanlah pribadi, melainkan bentuk energi kehancuran, musuh dari Ohrmazd (Ahura Mazda). Tidak ada Trinitas dalam hal ini, hanya ada 2 dewa baik (Ohrmazd/Ahura Mazda & Mithra) melawan 1 kekuatan jahat (Ahirman).

C) Osiris, Isis, dan Horus memang banyak/sering disebut karena ketiganya satu keluarga (dan kisahnya paling terkenal berkenaan dengan Seth), Namun pada hakekatnya Dewa Agung Mesir ada 9 dewa (bukan 3 dewa) antara lain: Atum, Geb, Isis, Nut, Osiris, Nephthys, Seth, Shu, dan Tefnut. Horus bahkan tidak termasuk diantaranya (Horus hanyalah dewa minor/dewa kecil).

D) Dewa Agung Romawi ada 12 dewa (bukan 3 dewa), antara lain:Jupiter (Jove), Juno, Neptune, Minerva, Mars, Venus, Apollo, Diana, Vulcan, Vesta, Mercury dan Ceres. Bacchus bahkan tidak termasuk diantaranya (Bacchus hanyalah dewa minor/dewa kecil).

9. Kedatangan kedua kali ke dunia A)YESUS -> Menjelang kiamat B) Mithra -> Menjelang kiamat C) Osiris -> Menjelang kiamat D) Baachus -> Menjelang kiamat

A s/d D) Saya kira semua dewa/dewi/Tuhan pastilah dikisahkan datang saat kiamat, namanya saja kiamat…

Best Regard,
Daniel FS