True Whorshiper

LUK 10:27
hi semua udah seringkan denger tentang “True Whorshiper” sebenernya sangat penting dan fatal dalam kehidupan Rohani kita karena Alkitab mencatat bahwa “Bapa mencari para penyembah-penyembah yang demikian” yang menyembah dalam “ROH” dan ''KEBENARAN".YOH 4:24 : “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”
.naahh apa maksudnya menyembah dalam “ROH” :
maksudnya adalah bahwa supaya kehidupan kita benar-benar ada dalam pimpinan ROH KUDUS( KIS 4:31 ; KIS 11:24 … )maka tidak mungkin klo kerohanian hanya sebuah kewajiban,seperti orang fasrisi dan saduki… tapi seperti :Petrus,Stefanus,Barnabas,Ataupun Paulus yang berkata Nafasku adalah DoA…" tentunya Mustahil bukan …hidup kita bsa Seperti mereka…Tapi sekali lagi kabar gembira bagi kita yang bener mau hidup dalam tuntunan ( hidup dalam ) Roh Kudus…Karena TUHAN sendiri yang akan memampukan Kita , KIta hanya menyediakan Niat dan hati yang taat. :coolsmiley:
:coolsmiley:
Lalu apa maksud dengan Hidup dalam KEBENARAN :
Sudah menjadi kewajiban bukan…klokita harus hidup benar di hadapan TUHAN ( mentaati firman TUHAN ) dan manusia ( norma yang berlaku/Undang-Undang yang berlaku di masyarakat kita )
waduh berat nih…memang berat tapi seperti hal di atas kita memenag tidak mampu melakukannya tetapi seberapa cinta kita terhadap TUHAN maka kita juga akan mencintai perintahnya, Seperti Daud…maka kita akan di Mampukan … :angel:
SO…finally kita semua mampu hidup dalam roh dan kbenaran bahkan sebenernya hal itu adalah “lifestyle” setiap orang kristen …maka setiap pelayanan kita dalam pekerjaan TUHAN pasti berdampak hebat…
( LUK 10:27; MAT 22:40 )
TUHAN MEMBERKATI…AMIN :coolsmiley:

Thanks semuanya yg memberikan banyak input untuk sebagai pemimpin pujian…
sekarang saya mau curhat tentang keadaan saya sebagai pemimpin pujian di gereja saya…pertama saya hanya bisa menyanyi tapi untuk berinteraksi dengan jemaat rasanya sulit sekali…makanya saya mau belajar sama kalian, bagaimana sih enaknya untuk berinteraksi.

kedua tadi saya melihat ada yg berkata musisi harus mengetahui banyak lagu, tapi disaat saya menjadi pemimpin pujian, saya mendapatkan pemain keyboard yg sama sekali tidak mempunyai passion untuk bermain, dan pengetahuan musiknya sedikit.saya sendiri sudah bertanya sama dia, dan dia sebetulnya ga mau pelayanan dalam bidang ini, dan karna kurang musisi dia terpaksa harus bermain dan hati untuk pelayanan ada di bidang yg lain…dan ini salah satunya yg bisa membuat saya kecapean untuk jadi pemimpin pujian, karna team musik tidak bisa bersatu, dan sepertinya males2an…saya ga papa bila mempunyai musisi yg tidak bagus tapi mempunyai niat, hati untuk bermain, itu lebih bagus…tapi kalau sama sekali tidak ada niat, bagaimana saya bisa harus bertahan di posisi sebagai pemimpin pujian.

tolong yach guys, saya bener2 masih ingin menjadi pemimpin pujian, dan saya harap banyak sekali nasihat2 yg bisa membangun saya dan juga team musik

Setodjo ama TS :happy0062:

ikutan share yah guys…!!

Menurut saya pribadi yah, Doa, pujian, penyembahan, bahkan penyampaian firman hanyalah elemen2 pendukung dalam sebuah ibadah. Elemen utama dari sebuah ibadah adalah kehadiran Tuhan sendiri. Nah, Manifestasi kehadiran Tuhan dalam sebuah ibadah selalu terjadi melalui kehidupan hamba2-Nya yang mengalirkan kehidupan Roh-Nya. Seperti kata bro And!, Tuhan sendiri yang akan memampukan kita, karena kita ini hanya sebagai wadah / sarana. Untuk itu harus ada niat dan ketaatan untuk menyelaraskan hati dan hidup kita dengan agenda Tuhan.

Bagaimana kalo pemusiknya sendiri tidak punya niat…? well, sory to say sebaiknya cari pemusik yang benar2 memiliki kerinduan untuk melayani Tuhan, karena pemusik itu kan imam, yang jadi pengantara dan membawa jemaat masuk dalam hadirat Tuhan, kalo imamnya sendiri ogah - ogahan, gimana mau bawa jemaat…? lama - lama the_york bisa mati muda karena makan ati mulu liat pemusiknya, heheheehehe… Kalo di jaman perjanjian lama, imam (pemusik) seperti ini sudah lama dihukum mati ama Tuhan…! :fighting0028: chek deh di Alkitab, imam-imam yang melayani harus benar2 kudus dan fokus ama Tuhan, untunglah kita hidup di jaman Anugerah. hehehehe…

Buat the_york, mulai sekarang sebaiknya anda berdoa supaya Tuhan membangkitkan seorang pemusik yang punya hati untuk melayani Tuhan di gereja anda. Hati yg tahir/murni membuat kita memiliki akses langsung ke tahta Bapa & memungkinkan kita untuk dapat mengenali/mengetahui kehendak & arahan Bapa secara akurat. Meski dengan banyaknya jenis pelayanan seringkali akan terjadi benturan kepentingan, (pemusik pengen begini, WL pengen begitu, Pengkhotbah pengen lain lagi,) tapi saat masing2 pihak melayani dengan landasan kasih Ilahi, justru akan terbangun sinergi. Karena, saat semua karunia pelayanan mulai memfungsikan dirinya dengan tepat, kita akan melihat Gereja Tuhan bangkit sebagai Gereja yang kuat, matang & stabil, serta siap untuk mewujudkan kehendak Bapa.

FYI : saya sendiri melayani di bidang musik dan Media, meski tidak begitu ahli dalam memainkan alat musik, saya terus mengasah skill dan mengembangkan kapasitas Roh untuk selalu dapat memperkenan hati BAPA. Tuhan tidak melihat seberapa jago kita memainkan alat musik, atau seberapa merdu suara kita menyanyi. Malaikat2 di Sorga jauh lebih merdu dalam menyanyi dan memainkan alat musik untuk menyembah Tuhan dibanding kita - kita, Tuhan melihat hati…!! Saat hati kita tertuju pada Tuhan dan menyembah dia dalam Roh dan kebenaran, wow… Tuhan langsung tergerak untuk segera datang dan memanifestasikan kemuliaanNYA. Walau mungkin kondisi kita sedang tertekan, sedih, banyak masalah, berbeban berat, tetapi dengan sepenuh hati kita menaikkan pujian dan penyembahan dan berkata : HOW GREAT IS OUR GOD…! Tuhan langsung menyuruh malaikat2NYA untuk diam sejenak dan mengarahkan pandangan ke bumi, karena umat yang telah ditebus sedang menaikkan Pujian dan penyembahan dari bumi ke Tahta Bapa…!

God Bless you guys, senang bisa share dengan teman2 semua di forum ini. Salam kenal yah…!! Tuhan Yesus Memberkati. :character0093:

pertama,
lo kudu comfort/enjoy ama diri lo sendiri.
kalo udah, lo kudu nge-blend ama band lo, enjoy ama band lo.
kalo elo enjoy, lo nggak bakal canggung/kesulitan buat berinteraksi ama jemaat.
semangat/antusiasme itu menular bro.

kalo elu dan band lo semangat,
jemaat juga ikutan semangat.

udah ketauan dia sama sekali nggak punya komitment buat pelayanan.
tendang aja bos!
tangannya nggak layak megang alat musik greja.
najis tralala…

lo kudu nyadarin player - player jahanam itu…bahwa mereka adalah musisi!
musisi (baik sekuler atau rohani) wajib nguasain teori & teknik musik dan menguasai berbagai jenis lagu.
ibarat tukang masak kudu nguasain / ngerti berbagai macam bumbu supaya masakannya enak.
ibarat pendeta kudu paham isi alkitab supaya bisa khotbah dengan baik dan benar.
jadi musisi kudu bertanggung jawab dong.

sadarin juga bahwa mereka itu bermusik dalam sebuah band.
nggak cuman sekedar bermain alat musik.
jadi kudu ada kerjasama yang bagus dalam band.
kudu jadi team player yang baik.

males-malesan? buat Tuhan males-malesan?
Tuhan udah kasih mereka bakat musik, tapi masih males-malesan?
dasar nggak tau diri tu orang!
campakkan saja mereka ke dalam kegelapan yang paling gelap
dimana ada ratapan dan kertak gigi…
hua ha ha ha ha . .

terima kasih ya sungguh diberkati dengan album all thing news… GBU

nanggepin pembahasan pemimpin pujian atau Grup TW neh sis… :smiley: :smiley:

Buat saya ga penting ada orang yang main musik ato tidak… karena dalam pemikiran saya dulu tanpa alat musik ibadah tetap jalan…

Saya cuma berpikir bahwa pemain musik dan pemimpin pujian dalam puncak ibadah bukan sedang mengadakan konser musik. so arahan utamanya adalah bukan individu, bukan group, bahkan bukan manusia, hanya Tuhan… kalo bisa musik ga ada relasi dengan tuhan … hhhmmmm… tidak berjiwa…

Salam

Kalo menurut aq musik itu penting dalam ibadah namun bukan segalanya… :happy0025:

Sip dech…

Sekarang musik apa yang murah meriah dan Tuhan sudah kasih buat kita??

salam

Untuk Heavenly_man

Saya kritik sedikit boleh kan?
Jaman sekarang, TUHAN berbicara melalui Firman-Nya yang tertulis=Alkitab. Sewaktu kita datang beribadah, maka dua orang saja berkumpul untuk niat ini, TUHAN sudah hadir. Hadirat TUHAN sama sekali tidak ada kaitannya dengan “performance” musik, tetapi kalau fasilitas itu ada, ya baiklah kita memainkannya dengan baik. Element utama ibadah adalah penyampaian Firman TUHAN, karena Ia ingin orang yang datang beribadah mendengarkan Firman-Nya, dan Roh Kudus akan memberikan pencerahan-Nya untuk memperbaharui akal budi kita. Semuanya itu adalah dalam hadirat-Nya yang yang maha kudus, yang telah terbuka lebar oleh pengorbanan Kristus; jadi tidak memerlukan siapa-siapa lagi untuk membawanya, apalagi merasa bertanggung jawab atas mengalir atau tidaknya Roh Kudus! Baik buruknya elemen-elemen lain dalam ibadah, seharusnya tidak akan mengurangi wibawa Firman yang disampakan hamba-Nya. Tanggung jawab terbesar dalam ibadah itu ada pada penyampaian Firman itu sendiri, yang harus disampaikan sedekat mungkin dengan apa yang ingin disampaikan TUHAN melalui Firman-Nya itu (Alkitab). Hal ini tidaklah tergantung pada naik turunnya “mood” atau “feel” dari pemusik. Hati-hati …, jangan sampai pemusik dan WL mengambil alih porsi yang diperuntukan untuk TUHAN; apalagi bila berpikiran bahwa manifestasi kemuliaan TUHAN akan terjadi apabila musik sehati. Bagi saya bukan musiknya, tetapi pengertian pujian dan penyembahan yang ditanamkan kepada Jemaat itu yang perlu dikaji ulang.

Untuk the_york

Di dalam kelas-kelas musik, saya sering dengar pengarahan-pengarahan yang berkaitan dengan teknik-teknik pengulangan dan mengakhiri sebuah lagu, dengan tujuan agar jemaat mencapai “klimaks” berkali-kali. Lalu pengajar lainnya memperlengkapi WL dengan beberapa gaya (mirip aerobik atau panggung anak-anak), lengkap dengan contoh-contoh kalimat yang menggugah, untuk mempengaruhi baik kekhusyukan maupun antusiaisme jemaat dalam bernyanyi menyembah. Apakah ini yang dimaksudkan dengan membawa jemaat ke dalam penyembahan dalam Roh dan kebenaran?

Masukan saya adalah: sewajarnya sajalah, performance itu baik tetapi jangan sampai jadi obsesi. Tulus saja untuk TUHAN. Lain-lainnya, setujulah dengan yang disampaikan rekan-rekan lainnya, termasuk yang juga disampaikan Heavenly_man, kecuali mengenai pandangannya yang berkaitan dengan kritikan saya di atas. Tambahan dari saya: buanglah jauh-jauh pemahaman bahwa Anda ini adalah imam musik, seperti jaman Perjanjian Lama, jaman itu keberadaan mereka terkait dengan hadirat TUHAN. Tetapi sekarang hadirat TUHAN sudah terbuka bagi siapa saja karena pengorbanan Kristus!, bukan Anda. Jadi kalau Anda ingin disebut sebagai imam musik, dan merasa bahwa Anda ikut andil dalam memanifestasikan kemuliaan TUHAN, atau bertanggung jawab untuk membawa masuk Jemaat ke dalam hadirat TUHAN; maka Anda bukan saja diintai dengan motif yang sama dengan Lucifer, tetapi Anda terang-terangan menyatakan bahwa Anda menggantikan Kristus yang telah menjadi imam bagi setiap orang percaya! Renungkan hal ini dan … BERTOBATLAH! BER … TO … BAT … LAH !!!

Dan ini tips saya buat Anda untuk mengetahui apakah Anda berhasil membangun persepsi Jemaat TUHAN terhadap pujian dan penyembahan: cobalah sekali waktu anda memimpin dengan musik dan yel-yel yang minim, sambil sekali-kali mengarahkan Jemaat untuk memuji kebesaran Tuhan dengan segala ucapan syukur yang dapat terdengar, dengan menggunakan akal budi mereka (kata-kata yang jelas). Bagaimana hasilnya? Disini Anda akan melihat apakah Anda telah menyebabkan pergeseran pujian dan penyembahan dari kesadaran akan hadirat TUHAN yang sesungguh-Nya (yaitu di hati mereka, tetapi mungkin sudah dibutakan), kepada sesuatu yang hanya berupa “mood” atau “feel”. Buktikanlah! Karena ini adalah tanggung jawab Anda di hadapan TUHAN!

Untuk And! Sejauh itu saya sependapat. :afro:

Musik itu membuat jiwa lebih bersemangat memuji Tuhan :smiley:

buat the_york : pertama-tama menurut gw lw harus rubah istilah pemimpin pujian menjadi pemimpin penyembahan (Worship Leader) karena kalo pemimpian pujia itu hanya bisa mejadi membuat mindset lw kalo lw mimpin jemaat supaya nyanyi aja… kalo menyembah itu yang sulit.
perkara pemain musik yang ga punya niat… mendingan bilang langsung ke kordinator musik gereja lw atau langsung ke Gembala sidangnya langsung…

hal itu lebih ok kayanya

maklumin aja… sis Anne kan orang malaysia.

@ Cakka: yang bersemangat memuji bukan musik tapi hati karena musik yang sejati ada dalam hati kita alat musik hanya alat bantu…

:afro:

Ini debat masalah musik gereja atau true worshiper ye…
binun aku… :cheesy:

tepuk tangan, tepuk kaki, tepuk tepuk… :happy0065: :happy0064:

Jangan cuma icon…

Tp memang kita bicara penyembah yang benar itu bukan sekedar bicara ibadah minggu saja… tp dalam keseharian juga…

Pinter… Chrisma dapat nilai 100…
siapa yang nyusul… kalo nyontek dikurangi nilainya ya… ;D