tugas paus,pastur(katolik) dan pendeta(Kristen) itu apa?beda dan kesamaanya apa?

tugas paus,pastur(katolik) dan pendeta(Kristen) itu apa?bedanya dan kesamaanya apa?

Hussshh… paus katanya adalah wakil tuhan, jadi gw kagak berani ngomongin tugasnya :ashamed0004:

Kalau pastor ama pendeta biasanya saling sinonim cuma beda penyebutan aja.

GBU

Pendeta? Pendeta dari gereja apa nih? Kalau dari gereja yang benar masih mirip mirip dengan pastur Katolik. Kalau pendeta dari gereja asal-jadi maka tak ubahnya pengumpul cukai dan provokator.

He he he he he

Sama aja untuk pastur :slight_smile:
Wong yang disebut paus yang katanya wakil allah dan diklaim tidak mungkin keliru, juga bisa begitu koq. Coba lihat http://en.wikipedia.org/wiki/Benedict_IX.

Namanya juga manusia… :tongue:

GBU

Bisa kasih contoh nama-nama gereja yang benar yang para pendetanya mirip dengan pastor agama Katolik bro? Terimakasih.

Salam

Patokannya yang diakui oleh PGI sajalah, bro.

Syalom

Yang diakui PGI yah… selain yang terdaftar sebagai anggota PGI tentunya, setidaknya PGI bekerjasama dengan persatuan-persatuan gereja lain dengan pemerintah di Indonesia misalnya dengan PGPI (Persatuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia), PGLII (Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia), PBI (Persatuan Baptis Indonesia) dsb. Jadi saya terimakasih dan bersyukur ada bro seorang Katolik yang berani jujur
menuliskan ada gereja-gereja yang benar dimana para pendeta gereja-gereja tersemaksud mirip dengan pastor agama (gereja) Katolik tentu ada bedanya seperti contoh pastor Katolik hidup selibat sedangkan pendeta Protestan boleh menikah namun ada kesamaan yang mendasar dimana setiap orang yang terpanggil menjadi pastor/pendeta tujuannya untuk melayani Tuhan dengan sepenuh hati.

Salam

pada dasarnya semua memiliki tugas yang sama… hanya perbedaan sebutan… sama2 pemimpin jemaat/penilik jemaat… sesuai alkitab… bila ternyata diluar itu/apa yang dilakukannya bukan untuk TUHAN… siapapun itu… bisa disebut nabi palsu…

Selama sang pendeta lebih mengutamakan gereja Nya dibanding keluarganya, mka walaupun mereka tidak hidup selibat, bisa kita terima, seperti juga ada rasul yang menikah. Tetapi kalau seorang pastur, walau hidup selibat, tetapi lebih mengutamakan orang tua dan adik-adiknya misalnya, tentu itu juga tidak bisa dibenarkan.

Satu hal, para pastur terikat sumpah hidup sederhana, dan setahu saya juga pendeta pendeta dari gereja yang benar tidak hidup mewah.

Syalom

Wah pasti berat yah terikat sumpah demikian tetapi memang banyak teladan yang bisa diambil dari cara hidup para pastor Katolik untuk ditiru dan diterapkan oleh para pendeta Protestan. Kalau di denom saya tidak diterapkan “sumpah” melainkan janji…Berjanji untuk hidup benar dihadapan Tuhan, artinya tidak boleh mengeluh sekalipun hidup ditengah jemaat yang sangat sederhana yang otomatis jaminan hidup sang pendeta juga sesederhana jemaatnya. Demikian tidak boleh bermegah dalam kemewahan sekalipun berada di gereja yang besar dimana jemaatnya kaya-kaya yang otomatis jaminan hidup sang pendeta juga besar dst.

Salam

Wah pasti berat yah terikat sumpah demikian tetapi memang banyak teladan yang bisa diambil dari cara hidup para pastor Katolik untuk ditiru dan diterapkan oleh para pendeta Protestan. Kalau di denom saya tidak diterapkan "sumpah" melainkan janji...Berjanji untuk hidup benar dihadapan Tuhan, artinya tidak boleh mengeluh sekalipun hidup ditengah jemaat yang sangat sederhana yang otomatis jaminan hidup sang pendeta juga sesederhana jemaatnya. Demikian tidak boleh bermegah dalam kemewahan sekalipun berada di gereja yang besar dimana jemaatnya kaya-kaya yang otomatis jaminan hidup sang pendeta juga besar dst.

Berat bro, karena kalau tidak salah justru ada yang berupa ‘kaul kemiskinan’.
Tetapi yang terberat tentunya adalah hidup selibat, karena untuk menjadi pastur harus manusia normal sehat jasmani rohani. Dan untuk manusia normal, hidup tanpa bisa menyalurkan kebutuhan itu tentulah berat.

He he he, itulah mengapa sangat sedikit yang mau atau berminat menjadi pastur. Sekolahya lama, susah, berat, tanpa kemungkinan kaya. Ha ha ha ha ha.

Jangan salah bro…Upah mereka (pastor/pendeta) itu sangat buesar di sorga …: Lukas 6 : 20…

(6:20) Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: "Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.

(6:21) Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.

(6:23) Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.

Salam

saya mau tanya?
1.kenapa di pastur termasuk paus tidak boleh menikah? apa dengan tidak menikah itu dgn maksud melayani Tuhan,itu akan dapat upah lebih besar? lalu apa mungkin godaan2 nafsu biologis ini tidak akan berpengaruh ke pastur?sedangkan iblis sangat senang sekali menggoda manusia termasuk dalam hal sex…

2.lalu kenapa pendeta diperbolehkan menikah,lalu upahnya dengan pendeta yang tidak menikah apa lebih besar pendeta yang tidak menikah?

biasa kebutuhan biologis ini menjadi hal yang berpengaruh didalam hidup bermasyarakat di dunia ini,dimana pasangan saling membutuhkan untuk itu yang intinya tujuan yg benar yaitu meneruskan keturunan bukan kebutuhan biologis saja?

1.kenapa di pastur termasuk paus tidak boleh menikah? apa dengan tidak menikah itu dgn maksud melayani Tuhan,itu akan dapat upah lebih besar? lalu apa mungkin godaan2 nafsu biologis ini tidak akan berpengaruh ke pastur?sedangkan iblis sangat senang sekali menggoda manusia termasuk dalam hal sex..

Upah lebih besar? Tidak ada upah yang lebih besar karena tidak menikah. Para imam hidup selibat semata karena meniru kehidupan para rasul yang meninggalkan keluarganya untuk mengikuti Jesus (melayani umat) secara total.
Godaan biologis? Banyak, karena mereka manusia normal. Karenanya tidak semua bisa lulus, ada yang gagal saat pendidikan, ada yang gagal saat menjadi frater, ada yang gagal setelah menjadi imam, bahkan setelah kardinal.

2.lalu kenapa pendeta diperbolehkan menikah,lalu upahnya dengan pendeta yang tidak menikah apa lebih besar pendeta yang tidak menikah?

Anda bisa bertanya kepada pendeta anda mengenai mengapa pendeta boleh menikah. Karena saat Martin Luther pun , beliau baru menikah setelah tidak menjadi imam Katolik lagi.

Sekedar info, terdapat perbedaan dari beberapa denom :

Untuk Katolik, diaken masih diijinkan menikah, sementara romo/imam, Uskup, Kardinal, hingga Paus, dilarang menikah.
Untuk Orthodox Timur, diaken dan imam masih boleh menikah, sementara Patriarch harus selibat.
Untuk Protestan, diaken, dan pendeta, hingga Uskup (Anglican) masih boleh menikah.

biasa kebutuhan biologis ini menjadi hal yang berpengaruh didalam hidup bermasyarakat di dunia ini,dimana pasangan saling membutuhkan untuk itu yang intinya tujuan yg benar yaitu meneruskan keturunan bukan kebutuhan biologis saja?

Tergantung, apakah kebutuhan biologis ini memang menjadi pemikiran seseorang atau bisa diabaikan. Karena Jesus selama keberadaannya di dunia juga hidup selibat. Begitu juga Paulus, Yohanes dan beberapa rasul. Hidup selibat memiliki hambatan sendiri, begitupun hidup beruah tangga, memiliki persoalan sendiri.

Syalom

thx penjelasannya,cukup konkrit. nah klo banyak yg gagal menjadi pastur apakah orang itu bisa berbalik lagi kemudian hari untuk menjadi pastur kembali setelah kegagalannya dalam hal sex?

thx penjelasannya,cukup konkrit. nah klo banyak yg gagal menjadi pastur apakah orang itu bisa berbalik lagi kemudian hari untuk menjadi pastur kembali setelah kegagalannya dalam hal sex?

Sejauh yang saya tahu tidak bisa, setelah dia melepas jubah, maka ia menjalani hidup sebagai warga Katolik biasa. Ada beberapa pastur yang saya kenal yang melepas jubahnya, satu diantaranya adalah yang dulu membaptis saya.

Syalom

lebih sulit jadi pastur atau jadi pendeta? lebih sulit jadi imam atau rasul? lebih sulit jadi paus atau nabi?
klo pastur dengan pendeta ,sepertinya lebih mudah jadi pendeta ya dibanding pastur.

Wah kalau perbandingan mana yang lebih sulit, tentulah tergantung sejauh mana tekad seseorang, bro.
Tetapi satu hal yang jelas saat ini adalah minat umat Katolik untuk menjadi pastur sangat kecil. Karena memang sulit.

  1. Siapa itu imam Katolik?
    Seorang imam Katolik adalah seorang laki-laki yang dipanggil Tuhan untuk melayani Gereja dalam pribadi Kristus sang Kepala. Ia adalah seorang yang mengasihi Tuhan, Gereja dan Umat yang ia layani. Ia mengamalkan kasihnya ini melalui ikrar setia selibat, ketaatan dan kesahajaan hidup. Ia adalah seorang yang berakar dalam doa, yang dengan sukacita dan semangat rela berkorban memberikan hidupnya bagi sesama.

  2. Siapa itu imam diosesan?
    Seorang Imam Diosesan adalah seorang Imam Paroki. “Diosesan” berasal dari kata Yunani yang berarti “menata rumah,” dan kata Yunani “paroki” yang berarti “tinggal dekat.” Seorang imam diosesan adalah seorang imam yang terlibat dalam kehidupan sehari-hari umat. Ia “tinggal dekat mereka” dalam segala hal, dan membantu uskup setempat untuk “menata rumah” dalam keluarga Allah, entah sebagai seorang pastor pembantu atau sebagai pastor kepala paroki (dan kadang kala dalam pelayanan-pelayanan seperti pengajaran, atau melayani sebagai pastor mahasiswa, atau pastor di rumah sakit, di pangkalan militer, atau di penjara). Seorang pastor paroki bertanggung jawab atas segala pelayanan yang diselenggarakan oleh paroki dan atas administrasi paroki.

Sebagian besar imam di seluruh dunia adalah imam diosesan. Mereka ini ditahbiskan untuk berkarya di suatu diosis (= keuskupan) atau di suatu arki-diosis (= keuskupan agung) tertentu. Seorang imam diosesan merupakan bagian dari satu presbiterium (= dewan imam), yang beranggotakan para imam dari suatu diosis/arki-diosis yang sama, dan karenanya berada di bawah kepemimpinan uskup yang sama.

Pada saat ditahbiskan sebagai diakon (biasanya sekitar satu tahun sebelum ditahbiskan sebagai imam) mereka berikrar setia untuk menghormati dan mentaati uskup diosesan dan para penerusnya. Mereka juga berikrar setia untuk hidup dalam kemurnian, dan sesuai dengan status klerus mereka (termasuk di dalamnya hidup bersahaja). Berbicara secara teknis, para imam diosesan tidak mengucapkan kaul dan tidak berikrar kemiskinan. Mereka menerima gaji sekedarnya dari paroki atau lembaga Katolik lainnya yang mereka layani. Oleh karena tempat tinggal dan kebutuhan-kebutuhan dasar telah dipenuhi oleh paroki di mana mereka berkarya, maka gaji mereka yang sedikit itu lebih dari cukup untuk memenuhi keperluan-keperluan pribadi mereka, misalnya pakaian, biaya berlibur, mobil dan sumbangan amal kasih.
Dalam tahbisan diakonat, uskup menerima ikrar setia para diakon dan para imam, dan dengan demikian menginkardinasi mereka ke dalam keuskupan. Ini mendatangkan hak-hak tertentu bagi diakon calon imam dan imam diosesan - misalnya hak untuk mendapatkan dukungan dari gereja diosesan - dan mengenakan kepada mereka kewajiban untuk berkarya bagi gereja diosesan di bawah kepemimpinan uskup. Ini merupakan komitmen atas tanggung jawab seumur hidup. Karena sebagian besar karya keuskupan dilaksanakan di paroki-paroki, maka pada umumnya seorang imam diosesan berkarya di suatu paroki. Imam diosesan sering juga disebut imam praja atau imam sekulir, sebab karya utama mereka adalah pastoral, yaitu membantu umat yang berada dalam dunia pada masa sekarang ini (Latin saeculum, artinya dunia, masa).

-bersambung-

  1. Apa beda imam religius dan imam diosesan?

Seorang imam religius adalah anggota dari suatu ordo atau lembaga religius. Suatu ordo atau lembaga religius adalah suatu serikat yang dibentuk Gereja guna mempromosikan suatu gaya hidup atau suatu spiritualitas tertentu, atau untuk melaksanakan suatu karya tertentu. Sebagian besar anggota komunitas religius berkarya di lebih dari satu keuskupan, dan banyak lainnya berkarya lintas negara. Setiap komunitas religius memiliki konstitusinya sendiri, dan para anggotanya hidup menurut suatu peraturan hidup yang ditetapkan. Sebagian anggota komunitas religius berkarya di paroki-paroki, sedangkan yang lainnya tidak. Para imam religius berkarya sebagai pastor rumah sakit, memberikan retret, mengajar, pembicara, pastor paroki, misionaris dan di berbagai macam bidang lainnya. Setiap komunitas religius memiliki karisma, atau karunia Roh Kudus. Para imam yang adalah anggota suatu komunitas religius membawa karisma itu ke dalam karya mereka.

Uskup diosesan mengawasi para imam religius apabila para imam ini terlibat dalam pelayanan aktif dalam keuskupannya. Tidak ada suatu komunitas pun yang dapat berkarya di suatu diosis tanpa ijin uskup diosesan. Superior komunitas religius mengawasi karya internal komunitas. Jika suatu komunitas religius melayani kebutuhan umat di suatu paroki tertentu, maka komunitas religius tersebut berkarya berdasarkan suatu kesepakatan dengan uskup diosesan.

Seorang imam religius mengucapkan kaul kemurnian, kaul ketaatan dan kaul kemiskinan; mereka tidak diperkenankan memiliki harta pribadi. Biasanya, imam religius tinggal bersama sejumlah imam atau broeder dari komunitas religiusnya. Pada umumnya, mereka berkarya dalam suatu pelayanan tertentu, misalnya pendidikan, pelayanan sosial, kesehatan atau karya misi. Pelayanannya kepada Gereja dapat menjangkau melintasi batas-batas keuskupan: ia dapat saja diutus ke manapun di suatu pelosok dunia di mana komunitasnya berkarya. Sebaliknya, seorang imam diosesan, pada umumnya melayani sebatas wilayah keuskupan di mana ia ditahbiskan. Ia tunduk pada uskup diosesan. Seorang imam diosesan tidak mengucapkan kaul.

Syalom

Sedikit tambahan saja bro, tidak hanya patriarkh yang harus selibat. Arkhimandrit adalah imam yang tidak menikah yang nantinya bisa menjabat uskup/metropolitan dan patriarkh. Jadi kalo misalnya anda memutuskan menjadi imam yang menikah, anda tidak bisa menjadi arkhimandrit, apalagi uskup. Tugas seorang arkhimandrit, uskup, dan patriarkh, kardinal dan paus itu berat. Tidak mungkin dijalani jika ada istri dan anak disamping mereka.

1Co 7:1 Dan sekarang tentang hal-hal yang kamu tuliskan kepadaku. Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin,
1Co 7:2 tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri.
1Co 7:3 Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya.
1Co 7:4 Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya.
1Co 7:5 Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak.
1Co 7:6 Hal ini kukatakan kepadamu sebagai kelonggaran, bukan sebagai perintah.
1Co 7:7 Namun demikian alangkah baiknya, kalau semua orang seperti aku; tetapi setiap orang menerima dari Allah karunianya yang khas, yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu.

Tambahan, para biarawan dan petapa yang memutuskan untuk hidup membiara tentunya tidak menikah, baik itu biarawan atau biarawati.