tugas paus,pastur(katolik) dan pendeta(Kristen) itu apa?beda dan kesamaanya apa?

Dalam beberapa hal tampaknya demikian. Namun ada kasus dimana saya pernah melihat seorang pendeta GPdI yang (sepertinya) diminta merintis jemaat mulai dari nol. Saya melihat perjuangannya dari jualan roti keliling sampai beberapa tahun kemudian saudara saya melihatnya jadi orang yang sakit ingatan, teriak-teriak di perempatan jalan. Kasihan bener kalo saya ingat dia. Saya tidak tahu apa penyebabnya, namun ditengarai dari konflik internal gereja dan kondisi ekonomi, serta tentu saja kondisi psikologis yang bersangkutan.

Tuhan tidak menilai pendeta dari menikah tidaknya, namun dari pelayanan/pengabdiannya kepada Tuhan…Sebagai contoh: Banyak misionaris dan para penginjil/hamba Tuhan yang melayani daerah terpencil yang bukan saja beresiko menderita serba kekurangan bahkan sampai nyawa mereka beserta keluargapun ikut terancam, nah pendeta/hamba Tuhan/penginjil yang berani miskin, harus menangis karena menderita, mungkin ditolak, diusir bahkan dianiaya namun tetap setia melayani Tuhan dengan sepenuh inilah yang dalam Lukas 6:23 diajak Tuhan untuk bersukacita dan bergembira karena upah mereka (para penginjil/pendeta) itu besar di sorga.

Contoh lain yang kebalikannya: Pada jaman ini banyak pula pendata ujug-ujug, asal pinter ngomong, pinter ngancem pake kutuk, belajar teologi 3 bulan ujug-ujug (tiba-tiba) jadi pendeta, ya karena pintar mengarang apalagi ditambahi pengalaman pribadi naik turun sorga dan neraka berhasil membisniskan gereja…Nah oknum pendeta seperti ini benar-benar enak, kemana-mana naek alphard bahkan kalau di undang keluar negri pake jet pribadi, kalau diundang makan semeja bisa abis puluhan juta karena super mewah…Kalau khotbah disambut dengan meriah, ditepokin tangan, dipuja-puji dsb. Sesungguhnya kita harus berhati-hati pada oknum pendeta yang demikian sebab dalam Lukas 6: 26 disebutkan…Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu."

Demikianlah kita sebagai awam dan sebagai jemaat harus waspada pada oknum pendeta palsu dengan ajaran-ajaran sesatnya. Kitapun sebagai anak Tuhan, jangan karena tertulis di alkitab pastor/pendeta saleh mendapat upah yang besar di sorga lantas kita menyia-nyiakan pendeta kita, tidak perduli pendeta bajunya compang-camping, barangkali anaknya sakit keras dlsb ya ndak boleh gitu, karena kalau kita “mencukupkan” pendeta kita sama dengan kita melayani Tuhan…Ada tertulis di Alkitab Matius 10:42… Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."

Salam

@roderick

Sedikit tambahan saja bro, tidak hanya patriarkh yang harus selibat. Arkhimandrit adalah imam yang tidak menikah yang nantinya bisa menjabat uskup/metropolitan dan patriarkh. Jadi kalo misalnya anda memutuskan menjadi imam yang menikah, anda tidak bisa menjadi arkhimandrit, apalagi uskup. Tugas seorang arkhimandrit, uskup, dan patriarkh, kardinal dan paus itu berat. Tidak mungkin dijalani jika ada istri dan anak disamping mereka.

Thankyou bro, menambah wawasan saya yang masih sempit.
Betul tadinya saya juga masih bingung, apakah seorang romo orthodox sebelum diangkat menjadi Uskup harus menceraikan istrinya atau bagaimana. Penjelasan anda membuka wawasan saya. Rupanya memang sejak awal seornag imam harus menentukan, apakah ia ingin membagi waktunya untuk keluarga, atau memang mendedikasikan seluruh waktunya untuk Tuhan, dengan resiko menjalani hidup selibat.

Thankyou bro.

Ya itu disiplin Gereja masing-masing bro. Di Roma, karena Rasul Petrus dan Paulus mati disana, mungkin menentukan bahwa seorang imam itu harusnya ya mengikuti disiplin Rasul Paulus, jadinya sejak jadi imam, ya harus sudah selibat. Di Israel, bahkan imam seperti Zakharia punya anak yang namanya Yohanes, yang dikenal sebagai Yohanes Pembaptis. Ya memang kalo di Israel sana imam itu dasarnya keturunan, bukan pilihan. Dalam kekristenan, semua itu diperbaharui, dan siapa saja bisa memilih menjadi imam, ASALKAN ditahbiskan oleh para Rasul atau para Pengganti Rasul.

ASALKAN ditahbiskan oleh para Rasul atau para Pengganti Rasul.

Sependapat dan setuju

sori ,baru bales lagi. thx atas keterangannya… Gbu all.

Sama sama, GBU too