Tuhan Beda Dengan Allah?

Saya jarang main di forum ini jadi agak kurang mengerti dengan pandangan tiap user disini, tadi lihat topik Yesus : Bapa? - NonTrinitarian - ForumKristen.com dan dinyatakan bahwa Tuhan itu beda dengan Allah, ini saya kutip:

Tanya: Dibumi Yesus Tuhan, disorga Yesus Allah, beda ya?

Jawab: beda bro

dalam KJV Tuhan=Lord, bukan God


Juga dinyatakan bahwa:

Di bumi Yesus tidak sepenuhnya Allah. tapi sepenuhnya Tuhan.

Bagaimana pandangan teman-teman yang lain?

Mungkin om Bagus aka SP akan membahas dari bahasa asli Alkitab?

Kalau menurut saya, sampai saat ini yang saya pahami adalah:
Tuhan = Allah

Tuhan itu nama, sedangkan Allah itu jabatan.

Terima kasih.

:slight_smile:

itu tulisan saya toh,
jika ada yang mengganjal boleh di ajukan, tapi kalo soal bahasa asing saya kurang paham :ashamed0004:
kalo tentang ke-Tuhan-an Yesus boleh anda tanyakan.

Salam

Arti kata Tuhan dan Allah itu beda.

Kata TUHAN (huruf besar semua) dalam Perjanjian Lama menterjemahkan kata Ibrani YHWH (dibaca Yahweh atau Yehovah pada masa lampau) yaitu nama diri Allah, sedangkan Tuhan (huruf depan saja yang besar) dalam Perjanjian Baru adalah menterjemahkan kata Yunani Kurios yang artinya Tuan atau Juragan atau Pemilik atau Penguasa, yang mengacu kepada Yahweh dalam teks Ibrani. Kata Tuhan (huruf depan saja besar) dalam Perjanjian Lama menterjemahkan kata bermacam-macam yang mengacu pada jati diri Yahweh, tetapi tidak berupa teks YHWH seperti Adonai.

Kata Allah menterjemahkan kata Ibrani Elohiym sama artinya dengan Thoes dalam bahasa Yunani yaitu sosok ilahi atau dewa.

Perbedaan besar dengan Islam, sebab kata Allah bagi mereka adalah nama diri, sedangkan Tuhan adalah sebutan untuk sesuatu yang ilahi atau dewa. Terbalik dengan Kristen. Hampir semuanya terbalik, bukan hanya kata Tuhan dan Allah saja, bagi saya seperti kitab kebalikan Alkitab.

Tentang Yahweh, demikian Yesus pernah mengatakan, Yohanes 17:6 Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu. Dan kita dapati Yesus mengajarkan kita berdoa demikian, “Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu…” Yahweh adalah nama yang dikenalkan oleh Musa kepada bangsa Israel dan Bapa adalah nama yang dikenalkan Yesus kepada dunia dalam Wasiat Baru (Perjanjian Baru). Dulu kita jauh sekarang kita dekat dengan Allah didalam Yesus Kristus. Maksud saya menuliskan ini agar kita tahu nama diri Allah itu bukan satu, tetapi saat ini namaNya yang dikenalkan Yesus kepada kita adalah Bapa, bukan Kurios atau Lord atau Tuhan (itu sebutan kata ganti sepeti Adonai). Yahweh adalah nama diri Allah dalam Wasiat Lama (Perjanjian Lama).

Semoga paham. Selebihnya adalah tentang Tritunggal Ilahi. Yesus waktu didunia adalah 100% manusia, bukan Allah. Sebelum menjadi manusia, Ia adalah 100% Allah, dan setelah kematian dan kebangkitanNya, barulah kita menyebut Yesus adalah 100% manusia dan 100% Allah.

anda salah…

Tuhan itu bukan nama, melainkan hanyalah translasi yg mencatut bahasa lain

YHWH itu baru nama TUHAN

Ok, jika Tuhan beda dengan Allah dan jika di bumi Yesus tidak sepenuhnya Allah, tapi sepenuhnya Tuhan, bagaimana dengan ayat ini:

Joh 20:28 Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
ingat saat itu Yesus masih di bumi.

apakah anda lupa bahwa saat Thomas mengatakan itu, Tuhan Yesus sudah bangkit?

Salam

Tul :afro:
tuh betul kan kata saya :onion-head53:

jadi yang disebut Tuhan Yesus itu adalah kemanusiaan-Nya, kalo di sorga Yesus adalah Firman yang adalah Allah

Salam

okelah kalau begitu saya bisa tarik kesimpulan, menurut @manweljs dan @Krispus: status sebagai Allah baru Yesus terima setelah Yesus bangkit.

Mungkin ada teman-teman yang lain yang mau menambahkan?

@Krispus
terima kasih atas penjelasannya bro saya sudah baca ngulang-ngulang dan saya tadi sudah reply tapi ga sukses…

saya ingin tau bagaimana kita membedakan Tuhan dengan TUHAN dengan ALLAH. Sang Pencipta itu Tuhan? atau TUHAN? atau ALLAH?

kalau boleh saya minta dibahas tentang ayat ini:

Joh_14:9 Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.

@bejoNpetra
Iya mungkin saya salah. Tapi berhubung saya berdoa dalam bahasa Indonesia jadi saya tidak ingin mempersoalkan masalah translasi bahasa.

Terima kasih.

ini saya tambahkan bro :slight_smile:

Filipi 2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
2:11 dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Nama diatas segala nama itu adalah “Tuhan”, Nama ini dikaruniakan oleh Allah Bapa untuk kemanusiaan Yesus Kristus yang mati di kayu salib. pengakuan yang harus di ucapkan segala lidah adalah “Yesus Kristus adalah Tuhan” ini adalah untuk kemanusiaan Kristus yang mati di kayu salib. juga kemanusiaan Yesus setelah bangkit dalam Tubuh Kemuliaan

bila ada pertanyaan, mengapa Yesus bukan Allah dalam kemanusiaan-Nya ?
jawabannya sederhana : Yohanes 4:24 Allah itu Roh

mengapa Yesus menjadi Allah saat sudah bangkit? bukankah saat itu murid2 dapat menyentuh-Nya?
jawabannya adalah : Saat itulah Yesus adalah sepenuhnya Allah dan sepenuhnya juga manusia (100% Allah dan 100% manusia) dimana Yesus memiliki tubuh yang bisa disentuh namun tubuh-Nya tidak terikat ruang dan waktu seperti sifat roh. ini dibuktikan ketika Tuhan Yesus muncul tiba2 di hadapan para murid.

Salam

@hg.

sebelumnya maaf nih ya bro, apakah anda seorang Trinitarian ?
jika iya, tolong definisikan Trinitas yang anda tahu

apakah seperti ini : Bapa=Anak=Roh Kudus ?

Salam

ok, santai aja bro.

Saya percaya Trinitas, tapi bukan yang seperti rumusan di atas, yang saya percaya adalah yang seperti dalam kisah Yesus dibaptis, dimana ada suara Bapa dan Roh Kudus yang turun ke atas Yesus.

moengkin jang ini bisa membantoe

Alkitab terdiri atas Perjanjian Lama(PL) dan Perjanjian Baru (PB). Bahasa asli PL adalah Ibrani-Aram sedangkan PB Yunani.

Dalam bahasa asli PL, ada kata “ELOHIM” yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris sebagai “God”. Dalam Alkitab Bahasa Indonesia (LAI) kata itu diterjemahkan sebagai “Allah”, mengikuti terjemahan dalam bahasa Arab. Sedikit catatan, pengguna bahasa Arab, baik Yahudi, Kristen, maupun Muslim menggunakan kata “Allah” yang merujuk kepada Pencipta langit dan bumi, yang dalam bahasa Inggris adalah “God”.

Kemudian, disebutkan bahwa ELOHIM itu namanya YHWH (4 huruf bahasa Ibrani, Yod, He, Waw, He). Dalam bahasa aslinya, tidak ada huruf vokal sehingga banyak yang berspekulasi nama itu dilafalkan “Yehowah” atau “Yahweh”. Orang Israel tidak berani menyebut nama itu, karena nama itu kudus, sehingga saat membaca keempat huruf tersebut mereka melafalkannya sebagai “ha-Shem” (artinya: Sang Nama, The Name) atau “Adonai” (artinya: “Tuanku”). Karena adanya pengertian “Tuan”, maka berbagai bahasa menerjemahkannya sebagai Tuan, seperti bahasa Inggris: LORD (huruf besar semua). LAI juga mengikuti pola tersebut dengan menerjemahkannya TUHAN (huruf besar semua). Saya jelaskan belakangan kenapa Tuan menjadi Tuhan.

Dalam PB, kata “theos” dalam bahasa aslinya diterjemahkan sebagai “God” dalam bahasa Inggris, sedangakan LAI menerjemahkannya “Allah”, sama dengan kata “ELOHIM” dalam bahasa Ibrani. Lalu ada kata “Kurios” yang berarti “Tuan”. Bahasa Inggris menerjemahkannya sebagai Lord. LAI menerjemahkannya sebagai “Tuan” (bila kata itu diterapkan kepada manusia selain Yesus) atau “Tuhan” (khusus bila diterapkan pada Yesus). Jadi, sebenarnya penyebutan “Tuhan Yesus” sama artinya menyebut “Tuan Yesus”.

Satu hal lagi, PL terjemahan bahasa Yunani (Septaguinta) menggunakan kata Kurios untuk menerjemahkan YHWH. PB yang bahasa aslinya Yunani bila mengutip PL menggunakan Septaguinta, sehingga dalam PB, kata “Kurios” juga diterapkan untuk YHWH.

Dalam Alkitab LAI, khususnya PB, kata " Tuan" dan “Tuhan” sebenarnya berasal dari kata yang sama dalam bahasa Yunani, yakni Kurios. Dengan demikian sebenarnya kalau membaca PB “Tuhan” = “Tuan”.

Kalau dibandingkan dengan bahasa Jawa atau Sunda, kata Kurios diterjemahkan menjadi “Gusti”, yang diterapkan baik untuk Yesus maupun manusia lain.

:slight_smile:

Keilahian Yesus memang tidak eksis di bumi, karena Yesus sendiri telah mengosongkan diri-Nya dan mengambil rupa hamba dan menjadi sama dengan manusia,
Keilahian Yesus sebagai Firman eksis di sorga, saat Yesus manusia berada dibumi, Yesus Firman berada di sorga,
karena Bapa tidak pernah kehilangan Firman-Nya, Bapa tidak pernah sedetikpun “bisu”

jadi, apakah Yesus ada 2? bukan 2. Yesus tetap 1 sebagai Firman Bapa.

ilustrasinya seperti ini :
Saat saya berfirman (menulis) maka firman saya bisa anda baca, dari firman saya anda dapat mengenal saya. firman saya ini adalah saya sendiri.
nah, ketika firman saya ini beredar di dunia maya ini apakah firman saya yang saya firmankan di FK ini menjadi tidak ada dalam diri saya ?
tentu ada bukan ? hanya saja firman yg saya tulis disini telah menjadi tulisan warna hitam (kalo dikertas tinta)
— Firman menjadi daging —, nah dalam kemanusiaan inilah Yesus bukan Allah, sebab Allah itu Roh bukan daging. dalam kemanusiaan inilah Yesus dikaruniakan nama Tuhan, bagi kemuliaan Allah.

memang rumit memahami Tritunggal :slight_smile:

Salam

Kita mengenal Allah bukan karena teks-teks. Firman Tuhan itu bukan cetakan percetakan yang memuat tulisan dari tinta. Tetapi lewat tulisan tinta itu, lewat teks-teks berbagai bahasa didunia ini, maka ROH KUDUS membangkitkan huruf yang tak berarti itu menjadi hidup. Membuat kita memahami FirmanNya, kehendakNya dan pribadiNya.

Peran ROH KUDUS sangat besar dalam memahami Firman Tuhan. Tidak seperti agama-agama lain, mereka memiliki kitab suci dan membaca serta menafsirkan sesuai dengan akal dan pikiran mereka, yang didekatkan dengan pribadi dan sudut pandang penulisnya (walaupun Alkitab juga dapat ditelaah seperti itu), sedangkan kita, memahami Alkitab karena karya ROH KUDUS.

Mazmur 119:130
Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.

Sedangkan 2 Korintus 3:14 disebutkan bahwa hanya Mesias yang dapat menyingkapkan Firman Tuhan, sebab Mesias itu adalah Firman yang menjadi manusia. Saat murid-muridNya tidak memahami, Yesus membuat mereka mengerti Kitab Suci, Lukas 24:45, “Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.”. Juga dalam banyak ayat lain disebutkan bahwa pengertian itu diberikan sebagai anugrah.

Jika anda ingin mengenal Tuhan, maka mulailah dari berdoa, memohon Tuhan memberikan pengertian kepada anda sehingga ada dapat memahami teks-teks kitab suci, bukan hanya kitab suci, bahkan cerita dan tulisan hamba-hambaNya yang ada beli di toko buku atau kaset atau kotbah-kotbah di gereja dapat anda pahami. ROH KUDUS itu adalah Roh penolong yang menolong kita memahami kebenaran dan memimpin kita kepada seluruh kebenaran.

Tuhan dan TUHAN tidak perlu dibedakan, itu hanya terjemahan saja. Bangsa Israel tidak berani mengucapkan teks YHWH seperti kita orang Kristen dengan menyebut santai Yahweh, karena itu kata YHWH mereka baca Adonai, yang artinya sama dengan Kurios dalam bahasa Yunani dan sama dengan Tuhan dalam bahasa Indonesia. Alkitab membedakan kata Tuhan dan TUHAN dalam Perjanjian Lama agar kita tahu teks itu diterjemahkan dari teks Ibrani apa.

Sedangkan kata Allah (tidak perlu pakai huruf besar semua), adalah sebutan untuk sesembahan. Jika anda berlatar belakang muslim atau banyak menerima didikan dari Islam mungkin dari teman dan sekolah, anda akan kesulitan memahami bahwa kata Allah hanyalah sebuah sebutan untuk ganti kata dewa (el) dan untuk dewa yang terutama ditulis jamak (Elohym). Bahasa inggrisnya god dan God.

Bedanya dengan kata Tuhan atau TUHAN adalah bahwa Tuhan dipakai sebagai kata ganti untuk nama diri Allah. Seperti yang saya sebutkan nama diri Allah yang diganti menjadi Tuhan atau TUHAN, nama yang dikenalkan Musa adalah Yahwah dan Yesus mengenalkan nama diri Allah adalah Bapa. Sama seperti Yakub yang memiliki nama diri juga Israel. Jika kita ingin memanggil namaNya, panggilah Dia Bapa. Karena itulah namaNya. Kita menyebutNya Allah Bapa, bukan Tuhan Bapa, sebab Tuhan itu kata ganti nama diri Allah.

Yohanes 14:9, adalah tentang Bapa didalam Yesus dan Yesus didalam Bapa. Allah Bapa didalam Anak Manusia dan Anak Manusia ada didalam Allah Bapa. Sama seperti saat Yesus ada didalam kita dan kita ada didalam Yesus, maka semua orang yang melihat kita akan melihat Yesus dalam hidup kita. Segala perbuatan, perkataan, pikiran dan keputusan kita ada didalam kehendak Yesus dan kehendak kita selaras didalam kehendak Yesus.

Roma 8:29
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Bapa, iblis dan dunia akan melihat diri Yesus dalam hidup kita, karena kita mencerminkan gambaran dari Yesus. Jika orang berkata, “dimana Yesus, tujukan Yesus padaku?” Anda dapat mengatakan, “barang siapa melihat aku, ia telah melihat Yesus”. Tetapi banyak orang hidupnya menjadi seteru salib…

ayat itu maknanya adalah, barangsiapa yang mendengar Firman Allah, dia telah melihat Allah, sebab Firman Allah yang menyatakan siapa Allah.

seperti tulisan saya ini. anda bisa mengenal saya dari tulisan2 saya.

Yesus yang Ilahi, bukanlah tubuh kemanusiaan Yesus, melainkan perkataan-Nya, sebab yang dikatakan Yesus manusia bukanlah perkataan-Nya sendiri, melainkan perkataan Bapa
Yohanes 12:49 Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.

yang menjadi Hakim bukanlah Yesus manusia, melainkan Firman.
Yohanes 12:48 Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.

ke-ilahi-an Yesus, active saat peristiwa pembaptisan. sebab setelah Yesus di baptis barulah Yesus mulai memberitakan Kerajaan Allah dan mulai berfirman. saat lahir sebagai manusia Yesus bukan Allah. sebab ketika dilahirkan didunia ini, Yesus keluar dari Maria. yang keluar dari Allah adalah perkataan Yesus. bukan tubuh Yesus.

ke-ilahi-an Yesus, adalah pada perkataan-Nya bukan pada manusia Yesus. manusia Yesus bukan Allah. perkataan dan pekerjaan2 Yesus yang adalah Allah.

semoga jelas :slight_smile:

Salam

@semua, tks untuk diskusinya, saya sudah membaca semua postingan dan sudah berusaha untuk mengerti.

tetapi saya tetap pada pemahaman saya, bahwa Tuhan itu sama dengan Allah (Tuhan = Nama dan Allah = Jabatan). Demikian juga mengenai Yesus, saya tetap yakin Yesus adalah Allah, baik di Sorga maupun pada saat datang sebagai manusia. Pemikiran saya sederhana saja, saat melihat film Superman maka saya akan tetap bilang Clark Kent adalah Superman biarpun ia pakai kacamata dan tidak pakai kostum terbangnya.

Saya kira pandangan masing-masing sudah jelas dan saya tidak mengharapkan diskusi ini diperpanjang.

Terima kasih.

kalo anda hanya ingin jawaban yg sesuai dengan pemikiran anda. untuk apa repot-repot bertanya :smiley:

saat menjadi Clark Kent, dia bukan Seperman tetapi reporter, ke-super-an Clark Kent bukan pada diri reporter melainkan pada pekerjaannya. nanti setelah berubah (merobek baju) barulah dia menjadi Superman seutuhnya.

Saat Yesus dibumi, Yesus seutuhnya manusia. keilahian Yesus dibumi adalah pada pekerjaan dan firman-Nya. saat Yesus kembali ke-Sorga, Yesus adalah Tuhan dan Allah. Tuhan pada manusia-Nya, Allah pada hakikat-Nya sebagai Firman.
cocok dengan pengakuan Thomas : Yohanes 20:28 Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!”

yang disebut Tuhan adalah pada kemanusiaan-Nya. jadi Yesus Kristus adalah Allah yang serba KOMPLET :afro:

saya ingin mengajak anda menggunakan Logika anda.

Filipi 2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
2:11 dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

dari ayat 9 diatas dikatakan bahwa “Allah sangat meninggikan Dia (Yesus)”, kalo manusia Yesus adalah 100% Allah, mau ditinggikan bagaimana lagi ? :coolsmiley: wong Allah adalah yang Maha Tinggi. mungkinkah Allah meninggikan ke-ilahi-an Yesus melebihi Allah? kan jadi (maaf) “amburadul” pengertian sodara :smiley:

yang ditinggikan Allah adalah kemanusiaan Yesus Kristus. yang adalah Tuhan itu kemanusiaan Yesus. kalo ke-Allah-an Yesus Kristus adalah pada hakikat-Nya sebagai Firman

semoga yang ini lebih jelas :slight_smile:

Salam