Tuhan Beda Dengan Allah?

Baca ini dulu.

The kenosis theory states that Jesus gave up some of His divine attributes while He was a man here on earth. These attributes were omniscience, omnipresence, and omnipotence. Christ did this voluntarily so that He could function as a man in order to fulfill the work of redemption. This view was first introduced in the late 1800s in Germany with Gottfried Thomasius (1802-75), a Lutheran theologian.

Phil. 2:5-8 does not teach that Jesus gave up any of His divine attributes since it says nothing of those attributes. Instead, it is speaking of His humility that moved him, according to the will of the Father, to leave His majestic state in heaven and enter into the humble position of human nature.

The Kenosis theory is a dangerous doctrine because if it were true then it would mean that Jesus was not fully divine. If Jesus was not fully divine, then His atoning work would not be sufficient to atone for the sins of the world.

The correct doctrine is the Hypostatic Union, that Jesus is both fully God and fully man (Col. 2:9) and did not give up any divine attributes while as a man on earth.
http://carm.org/kenosis

Dan link ini.

[b]]The danger comes[/b] when it is concluded that in the incarnation, the second person of the Trinity took on human nature and gave up or lost some of the divine attributes -- such that Jesus was not fully divine.

Christianity maintains that Jesus did not “empty” himself of any of his divinity in the incarnation, although it is true that his divine attributes were veiled. When the Kenosis theory concludes that Jesus is or was less than God (as has been the case in the past), it is regarded as heresy.
http://www.theopedia.com/Kenosis

Dan dari situs ini.

Ada banyak orang Kristen punya konsep yang salah tentang hal ini. Mereka menganggap bahwa ketika Allah berinkarnasi, Ia hanya menjadi manusia 100% saja, segala atribut / sifat-sifat keAllahan-Nya ditanggalkan-Nya.

Ajaran seperti ini, sering disebut dengan teori Kenosis. Tetapi, apakah ini adalah ajaran Kitab Suci ?

Tetapi, Teori Kenosis ini salah! Mengapa salah ?
http://sabdaspace.org/siapakah_yesus_kristus_ditinjau_dari_tiga_era_keberadaannya

dan…

Teori ini juga populer dalam kalangan teolog yang tergabung dalam "the historical Jesus" movement, karena dengan teori Kenosis ini mereka dengan mudah dapat menghilangkan sifat ilahi dari manusia Yesus.193 http://alkitab.sabda.org/resource.php?res=jpz&topic=300

Dan dari sahabat saya, bro Sarpag.

Kata-kata 'mengosongkan diriNya' dalam Filipi 2:7 sama sekali bukan berkata bahwa Dia melepaskan sifat-sifat ilahi, [b]dan karena itu teori 'kenosis adalah tafsiran yang keliru tentang istilah-istilah Kitab Suci.[/b] http://www.sarapanpagi.org/kenosis-mengosongkan-diri-vt762.html#p1774

Dan sumber-sumber ini.

http://www.answering-islam.org/Shamoun/q_kenosis.htm

http://kenosis.info/index.shtml

Hati-hati lho sebelum ngomong.

salam kenal,
terlepas dari banyak pendapat diforum ini,
saya kutip langsung dari Alkitab moga2 bermanfaat
Kejadian 1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,… “
Daniel 7:13-14 Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.
Markus 15:34 Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?”, yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
Wahyu 22:1 Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.
Wahyu 22:3 …. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

GBU

beda kali ya…

soalnya…

Tuhan kalo dibalik jadi Hantu…

Allah kalo dibalik enggak jadi Hantu…

hehe…

Reff: http://www.sarapanpagi.org/tuhan-dan-allah-vt6379.html

1. TENTANG KATA “Tuhan”

Dalam kaidah/ pemahaman dalam bahasa Indonesia gelar “Tuhan” itu hanya kita tujukan kepada Sang Khalik (Sang Pencipta langit dan bumi) → Allah.
Gelar “Tuhan” tidak pernah ditujukan kepada manusia.

Maka pengertian dalam bahasa Indonesia: “Tuhan = Allah” adalah benar.


Kata “Tuhan” dalam bahasa Inggris adalah “Lord”
Kata “Tuhan” dalam bahasa Yunani adalah “Kurios”
Kata “Tuhan” dalam bahasa Ibrani adalah “Adonay”

Permasalahannya:

  • Kata Inggris “Lord” dapat ditujukan kepada Allah (dalam pengertian “Tuhan”) dan dapat ditujukan kepada manusia (dalam pengertian “tuan”).
    demikian juga:

  • Kata Yunani “Kurios” dapat ditujukan kepada Allah (dalam pengertian “Tuhan”) dan dapat ditujukan kepada manusia (dalam pengertian “tuan”)
    demikian juga:

  • Kata Ibrani "Adonay"dapat ditujukan kepada Allah (dalam pengertian “Tuhan”) dan dapat ditujukan kepada manusia (dalam pengertian “tuan”).

  • Gusti Yesus → Tuhan Yesus (gelar yang merujuk kepada ke-Tuhanan/ Ke-Allahan)

  • Gusti Prabu → Tuan Raja (gelar kepada manusia/ raja/ gelar kebangsawanan Jawa)

  • Gusti Allah → sama dengan pengertiannya dengan “Tuhan Allah”

Contoh pemakaian kata “ADONAY” (Tuhan/ Tuan):

'ADONAY Ditujukan kepada Sang Khalik:

* Kejadian 18:27,
LAI TB, Abraham menyahut: 'Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan ('ADONAY), walaupun aku debu dan abu.
KJV, And Abraham answered and said, Behold now, I have taken upon me to speak unto the LORD ('ADONAY), which am but dust and ashes:
Hebrew,
וַיַּעַן אַבְרָהָם וַיֹּאמַר הִנֵּה־נָא הֹואַלְתִּי לְדַבֵּר אֶל־אֲדֹנָי וְאָנֹכִי עָפָר וָאֵפֶר׃
Translit, VAYA’AN ‘AVRAHAM VAYO’MAR HINEH-NA’ HO’ALTI LEDABER 'EL-'ADONAY VE’ANOKHI 'AFAR VA’EFER
Septuaginta-Yunani, και αποκριθεις αβρααμ ειπεν νυν ηρξαμην λαλησαι προς τον κυριον εγω δε ειμι γη και σποδος
Translit, KAI APOKRITHEIS ABRAAM EIPEN NUN ÊRXAMÊN LALÊSAI PROS TON KURION EGÔ DE EIMI GÊ KAI SPODOS

* Mazmur 86:9,
LAI TB, Segala bangsa yang Kaujadikan akan datang sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan ('ADONAY), dan akan memuliakan nama-Mu.
KJV, All nations whom thou hast made shall come and worship before thee, O Lord ('ADONAY); and shall glorify thy name.
Hebrew,
כָּל־גֹּויִם אֲשֶׁר עָשִׂיתָ יָבֹואוּ וְיִשְׁתַּחֲווּ לְפָנֶיךָ אֲדֹנָי וִיכַבְּדוּ לִשְׁמֶךָ׃
Translit, KOL-GOYIM 'ASYER 'ASITA YAVO’U VEYISYTAKHAVU LEFANEYKHA 'ADONAY VIKHABEDU LISYMEKHA
Septuaginta-Yunani, παντα τα εθνη οσα εποιησας ηξουσιν και προσκυνησουσιν ενωπιον σου κυριε και δοξασουσιν το ονομα σου
Translit, PANTA TA ETHNÊ HOSA EPOIÊSAS ÊXOUSIN KAI PROSKUNÊSOUSIN ENÔPION SOU KURIE KAI DOXASOUSIN TO ONOMA SOU

Kata Ibrani אֲדֹנָי - 'ADONAY, adalah bentuk empatik (lebih tegas) dari kata אָדוֹן - 'ADON dengan makna yang sama, digunakan baik untuk manusia dengan pengertian “tuan” maupun kepada “Sang Khalik” dengan pengertian “Tuhan”.

Contoh kata אָדוֹן - 'ADON yang ditujukan kepada Allah :

* Yosua 3:11
LAI TB, sesungguhnya, tabut perjanjian Tuhan ('ADON) semesta bumi berjalan menyeberang di depan kamu, masuk ke sungai Yordan.
KJV, Behold, the ark of the covenant of the LORD ('ADON) of all the earth passeth over before you into Jordan.
Hebrew,
הִנֵּה אֲרֹון הַבְּרִית אֲדֹון כָּל־הָאָרֶץ עֹבֵר לִפְנֵיכֶם בַּיַּרְדֵּן׃
Translit, HINEH 'ARON HABERIT 'ADON KOL-HA’ARETS 'OVER LIFNEYKHEM BAYARDEN
Septuaginta-Yunani, ιδου η κιβωτος διαθηκης κυριου πασης της γης διαβαινει τον ιορδανην
Translit, IDOU HÊ KIBÔTOS DIATHÊKÊS KURIOU PASÊS TÊS GÊS DIABAINEI TON IORDANÊN

'ADONAY ('ADON) Ditujukan kepada manusia:

* Kejadian 18:12
LAI TB, Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: 'Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?
KJV, Therefore Sarah laughed within herself, saying, After I am waxed old shall I have pleasure, my lord being old also?
Hebrew,
וַתִּצְחַק שָׂרָה בְּקִרְבָּהּ לֵאמֹר אַחֲרֵי בְלֹתִי הָיְתָה־לִּי עֶדְנָה וַאדֹנִי זָקֵן׃
Translit, VATITSKHAQ SARAH BEQIRBAH LE’MOR 'AKHAREY VELOTI HAYETAH-LI 'EDNAH VA’DONI ZAQEN
Septuaginta-Yunani, εγελασεν δε σαρρα εν εαυτη λεγουσα ουπω μεν μοι γεγονεν εως του νυν ο δε κυριος μου πρεσβυτερος
Translit, EGELASEN DE SARRA EN EAUTÊ LEGOUSA OUPÊ MEN MOI GEGONEN HEÔÊS TOU NUN HO DE KURIOS MOU PRESBUTEROS
Note:
“VA’DONI” adalah kata “'ADON” didahului kata sambung ‘VAV’ plus akhiran pronomina ‘YOD’ yang berarti “-ku”, “tuanku”.

Jadi itulah bukti-bukti bahwa kata Ibrani 'ADONAY atau 'ADON yang terjemahannya dalam bahasa Yunani adalah KURIOS dan terjemahan Inggris-nya adalah “Lord” dapat ditujukan kepada Allah (dalam pengertian Sang Khalik/ Tuhan) juga dapat ditujukan kepada manusia dalam pengertian “tuan.”

Keberatan atas gelar bagi Yesus Kristus: “Tuhan Yesus”

Atas dasar bukti di atas, bahwa gelar “ADONAY/ KURIOS” itu dapat ditujukan kepada Allah dan manusia. Kita menghadapi adanya keberatan-keberatan dari kelompok Kristen tertentu (misal: saksi-saksi Yehuwa (SSY) atau unitarian) mengenai gelar “Adonay” atau “Kurios” bagi Yesus Kristus.
Mereka mengatakan gelar “Adonay” atau “Kurios” itu seharusnya tidak bermakna “Tuhan” tetapi cukup “Tuan” saja.

Contoh ayat sebagai bahan kajian:

* Kisah 7:59
LAI TB, Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.”
KJV, And they stoned Stephen, calling upon God, and saying, Lord Jesus, receive my spirit.
TR, και ελιθοβολουν τον στεφανον επικαλουμενον και λεγοντα κυριε ιησου δεξαι το πνευμα μου
Translit, kai elithoboloun ton stephanon epikaloumenon kai legonta kurie iêsou dexai to pneuma mou
Ha-Berit,
וַיִּסְקְלוּ אֶת־אִסְטְפָנוֹס וְהוּא מְשַׁוֵּעַ וְאֹמֵר אֲדֹנִי יֵשׁוּעַ קַבֵּל אֶת־רוּחִי׃
Translit, VAYISEQLO 'ET 'ISTEFANOS VEHU MSYO’A VE’OMER 'ADONAY YESYUA QABEL 'ET RUKHI

Bandingkan terjemahan Dunia Baru, SSY:
Mereka terus melempari Stefanus dengan batu sementara ia membuat permohonan dan mengatakan, ”Tuan Yesus, terimalah rohku.”

Secara naskah harfiah memang gelar “KURIOS” itu dapat bermakna “Tuan.”
Dan maksud terjemahan SSY: “Tuan Yesus,” dalam artian Yesus itu bukan Allah, sehingga tidak layak disebut “Tuhan Yesus.”

Saya pribadi tidak keberatan dengan “pembonsaian” gelar kepada Yesus Kristus semacam itu. Sebab, bagaimanapun mereka berusaha mengkerdilkan Yesus Kristus. Mereka akan berhadapan dengan ayat ini:

* Matius 7:21-23
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. –
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Note:
Coba ganti saja kata “Tuhan” menjadi “Tuan.” Nggak akan menjadi masalah!

Pertanyaannya adalah :
“Tuan” model bagaimana sih yang bisa mengusir manusia ke neraka pada saat penghakiman nanti?
“Tuan” yang model bagaimana sih yang mempunyai kuasa di Surga?
Tentu Dia bukan sembarang tuan. Dia adalah King of kings, Tuan yang ilahi. Dia adalah Tuhan. Dia adalah Allah!.

Reff: http://www.sarapanpagi.org/perbandingan-antara-terjemahan-lai-dan-terjemahan-dunia-baru-vt6307.html#p27156

Maka, meski gelar “KURIOS” bagi Yesus Kristus itu harus dikerdilkan dalam makna “Tuan”.
Dia itu tetap besar, Dia bukan sembarang “tuan.” Dia adalah Tuan dari segala tuan-tuan!

Amin!

2. TENTANG KATA “Allah”

Kata “Allah” adalah kata dalam bahasa Indonesia yang diserap dari kata Arab. Kata ini sepadan dengan kata dalam bahasa Inggris “God”, Ibrani “ELOHIM” dan Yunani “THEOS.”

Contoh ayat:

* Kejadian 1:1
LAI TB, Pada mulanya Allah ('ELOHIM) menciptakan langit dan bumi.
KJV, In the beginning God ('ELOHIM) created the heaven and the earth.
Hebrew,
בְּרֵאשִׁית בָּרָא אֱלֹהִים אֵת הַשָּׁמַיִם וְאֵת הָאָרֶץ׃
Translit, BERESYIT BARA 'ELOHIM 'ET HASYAMAYIM VE’ET HA’ARETS
Septuaginta-Yunani, εν αρχη εποιησεν ο θεος τον ουρανον και την γην
Translit, EN ARKHÊ EPOIÊSEN HO THEOS TON OURANIN KAI TÊN GÊN

Kita bandingkan bagaimana “ELOHIM” diterjemahkan dalam Alkitab berbahasa Arab:

Arabic transliteration,
"Fee al-badi’ khalaqa Allahu as-Samaawaat wa al-Ard . . . "
"In the beginning God created the Heaven and the Earth . . . "

reff: http://www.sarapanpagi.org/nama-allah-sebelum-masa-muhammad-vt554.html#p1101

Kata “Allah” sudah menjadi kosa-kata dalam bahasa Indonesia, kecuali hal ini dipemasalahkan oleh kalangan Kristen tertentu yang ingin kembali ke akar Yudaik, mengklaim bahwa “Allah” itu dewa/ ilah. Bisa dibaca bahasan-bahasannya di:

http://www.sarapanpagi.org/nama-allah-sebelum-masa-muhammad-vt554.html#p1101

http://www.sarapanpagi.org/la-ilaha-illa-al-lah-diucapkan-umat-kristen-arab-vt6418.html#p27713

http://www.sarapanpagi.org/allah-adalah-berhala-vt698.html

http://www.sarapanpagi.org/pro-dan-kontra-mengenai-kata-allah-vt1915.html

http://www.sarapanpagi.org/satu-allah-tiga-agama-vt13.html

http://www.sarapanpagi.org/tuhan-tuhan-allah-allah-dalam-alkitab-vt5647.html

http://www.sarapanpagi.org/allah-milik-siapa-vt591.html

http://www.sarapanpagi.org/dari-kata-allah-hingga-lam-yalid-wa-lam-yulad-vt740.html

http://www.sarapanpagi.org/siapakah-yang-bernama-allah-itu-vt1843.html

http://www.sarapanpagi.org/nama-allah-nama-tuhan-yang-dipermasalahkan-vt1802.html

http://www.sarapanpagi.org/nama-allah-strategi-pengabaran-injil-vt395.html

Kalau ada orang Kristen masih menganggap bahwa “Allah” adalah “dewa”-nya orang Muslim, dan melarang pemakaian kata “Allah” dengan alasan demikian. Maka, logika orang itu masih terbalik. Kekristenan itu muncul dan berkembang sejak Abad pertama Masehi, dan kita tahu penginjilan para Rasul meliputi tanah Arab. Sedangkan Islam baru muncul pada abad 7 Masehi. Maka jelas bahwa mama “Allah” dalam dialek Arabic itu telah ada sebelum Masa Muhammad, juga dapat dibuktikan telah dipakai oleh orang-orang Kristen Arab. Di dalam Alkitab terjemahan bahasa Arab, kata “Allah” adalah dipakai dalam menerjemahkan kata Ibrani “ELOHIM” dan kata Yunani “THEOS”, lihat bahasannya di: http://www.sarapanpagi.org/allah-dalam-alkitab-vt4395.html#p24137

Maka seharusnya orang Kristen di Indonesia ini tidak mempermasalahkan kata “Allah” yang dipakai dalam Alkitab terjemahan bahasa Indonesia LAI.

3. “Allah” ADALAH NAMA

Tanggapan:

Ya, TUHAN (YHVH) adalah nama, dan ALLAH itu juga nama.

“ALLAH” adalah penyebutan dalam dialek Arab untuk kata אֱלָהּ - 'ELAH (Aramaic) → Bahasa Ibrani, Aram & Arab adalah serumpun: Semitik.

Naskah Perjanjian Lama dalam kitab Daniel berbahasa Aram, menggunakan nama “Allah” dalam dialek Aramaic אֱלָהּ - 'ELAH atau אֱלָהָא - ‘ELAHA’, sbb :

* Daniel 2:20
LAI-TB, Berkatalah Daniel: “Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan!”
KJV, Hear, O Israel: The LORD our God is one LORD:
Hebrew,
עָנֵה דָנִיֵּאל וְאָמַר לֶהֱוֵא שְׁמֵהּ דִּי־אֱלָהָא מְבָרַךְ מִן־עָלְמָא וְעַד־עָלְמָא דִּי חָכְמְתָא וּגְבוּרְתָא דִּי לֵהּ־הִיא׃
Translit, ‘ANEH DANIYE’L VE’AMAR LEHEVE’ SYEMEH DI-‘ELAHA’ MEVARAKH MIN-‘ALMA’ VE’AD-‘ALMA’ DI KHAKHMETA’ UGEVURETA’ DI LEH-HI’

" אֱלֹוהַ - 'ELOAH" (Ibrani), אֱלָהָא - ‘ELAHA’ atau אֱלָהּ - 'ELAH (Aram), dan الله - ALLAH (Arab) memiliki akar kata yang sama.

Ibrani ‘alef - lamed - he’,
Aram: ‘alap - lamad - he’,
dan Arab: 'alif - lam – haa.

Pengucapannya mirip, asal bahasanya tidak jauh beda karena sama-sama rumpun Semitik, akar katanya.

Lihat Artikel “ALEF - LAMED”, di http://www.sarapanpagi.org/alef-lamed-vt1396.html#p4889

Berdasarkan study yang seksama: “ALLAH” (Ibrani: 'ELOHIM) adalah “Nama.” Oleh sebab itu saya sangat tidak setuju ada golongan Kristen yang melecehkan Nama “ALLAH” (yang diserap dari bahasa Arab). Sebab melecehkan Nama ALLAH sama dengan melecehkan ALLAH yang dikenal juga sbg 'ELOHIM Sang Khalik.

Sebagian orang Kristen menganggap “ALLAH” itu adalah gelar/ predikat/ jabatan, namun yang lebih tepat adalah: ALLAH itu merupakan hakekat sekaligus ALLAH itu juga “Nama.”

Bandingkan dengan kata אָדָם - 'ADAM, di samping merujuk kepada sebuah “nama,” juga merujuk “hakekat.” Demikian pula dengan kata Allah (Ibrani: אֱלֹהִים - 'ELOHIM) yang merupakan hakekat, sekaligus sebuah nama.

* Amos 5:27
LAI TB, dan Aku akan membawa kamu ke dalam pembuangan jauh ke seberang Damsyik," Firman Tuhan, yang nama-Nya Allah semesta alam.
KJV, herefore will I cause you to go into captivity beyond Damascus, saith the LORD, whose name is The God of hosts.
Hebrew,
וְהִגְלֵיתִי אֶתְכֶם מֵהָלְאָה לְדַמָּשֶׂק אָמַר יְהוָה אֱלֹהֵי־צְבָאֹות שְׁמֹו׃ ף
Translit, VEHIGLEYTI 'ETKHEM MEHAL’AH LEDAMASEQ 'AMAR YEHOVAH (dibaca: 'Adonay) 'ELOHEY-TSEVA’OT SYEMO

Catatan:
'ELOHEY-TSEVA’OT SYEMO, harfiah: “Allah Pasukan nama-Nya” atau “nama-Nya adalah 'ELOHEY TSEVA’OT”.

Dan perhatikan Study Kata tentang NAMA ALLAH yang disediakan di situs Ssarapanpagi Biblika: Menuliskan bahwa “ELOHIM” adalah salah satu dari nama-nama Sang Khalik:

http://www.sarapanpagi.org/nama-allah-study-kata-1-vt5.html#p10 (lihat bagian “F”)
dan di,
http://www.sarapanpagi.org/nama-allah-study-kata-2-vt6.html#p11 (baca bagian “IX”)

Mengenai Study kata “ADAM”, disana dijelaskan “ADAM” dalam artian “hakekat” dan “ADAM” dalam artian “nama” dari manusia pertama, suami dari HAWA’, silahkan baca di http://www.sarapanpagi.org/adam-study-kata-ibrani-vt1506.html#p5373

Reff: http://www.sarapanpagi.org/allah-bukan-nama-vt928.html#p2586

4. Tentang bentuk penulisan kata “Tuhan” dan “TUHAN” dalam Alkitab LAI

Kata “Tuhan” (dengan huruf “T” kapital di awal kata), seperti yang dijelaskan di atas adalah menerjemahkan kata Ibrani אֲדֹנָי - 'ADONAY, אָדוֹן - 'ADON dan menerjemahkan kata Yunani κύριος - KURIOS.

Sedangkan untuk kata “TUHAN” (seluruhnya dalam huruf kapital), adalah menerjemahkan Nama Suci Allah (Tetragrammaton): “YHVH”, Ibrani : יְהוָֹה - YHVH/ YEHOVAH.

Lihat study kata YHVH di http://www.sarapanpagi.org/yhvh-yehovah-study-kata-vt7.html#p22

Sebagai tambahan, Anda dapat mempelajari cara-cara penulisan untuk nama-nama Allah:

5. Terjemahan YHVH – YAH – ADONAY - ELOHIM’ dan kombinasinya dalam Alkitab LAI

[1] TUHAN (semuanya kapital), diterjemahkan dari kata Ibrani יָהּ - “YAH” ; dan יְהוָֹה - YHVH/ YEHOVAH

[2] Tuhan, diterjemahkan dari kata אֲדֹנָי - 'ADONAY (dan kata Yunani κύριος - KURIOS)

[3] Allah, diterjemahkan dari kata אֵל - 'EL; dan אֱלֹוהַּ - 'ELOAH; dan אֱלֹהִים - 'ELOHIM, (serta kata Yunani θεος – THEOS)

[4] Tuhan Allah, dari kata אֲדֹנָי אֱלֹהִים - “ADONAY ELOHIM”

[5] TUHAN Allah (TUHAN huruf kapital), dari kata יְהוָה אֱלֹהִים - YEHOVAH 'ELOHIM; Kalangan Yahudi Rabinik mengucapkannya “ADONAY ELOHIM”

[6] TUHAN ALLAH (semuanya kapital), dari kata יָהּ יְהוָה - YAH YHVH; Kalangan Yahudi Rabinik mengucapkannya : “YAH ADONAY”

[7] Bentuk khusus : Tuhan ALLAH (ALLAH huruf kapital), dari kata אֲדֹנָי יֱהוִה - 'ADONAY YEHOVIH; Kalangan Yahudi Rabinik mengucapkannya : “ADONAY ELOHIM”

Reff: http://www.sarapanpagi.org/yhvh-yehovah-study-kata-vt7.html#p12804

Blessings,
BP

Artikel terkait:
http://www.sarapanpagi.org/allah-bukan-nama-vt928.html#p2586

@SarapanPagi

lalu apa maksud Paulus berkata begini :
I Korintus 8:6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

Salam

Coba yang Anda tebalkan dan dengan garis bawah itu dipanjangkan sampai akhir ayatnya, sbb:

* 1 Korintus 8:6
LAI TB, namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

KJV, But to us there is but one God, the Father, of whom are all things, and we in him; and one Lord Jesus Christ, by whom are all things, and we by him.

Naskah Bahasa Asli:

TR, αλλ ημιν εις θεος ο πατηρ εξ ου τα παντα και ημεις εις αυτον και εις κυριος ιησους χριστος δι ου τα παντα και ημεις δι αυτου
Translit interlinear, all {tetapi} hêmin {bagi kita} heis {satu} theos {Allah} ho patêr {(yaitu) Bapa} ex hou {dari-Nya} ta panta {segala (sesuatu)} kai {dan} hêmeis {kita} eis {di dalam} auton {Dia} kai {dan} heis {satu} kurios {Tuhan} iêsous {Yesus} khristos {Kristus} di {melalui} hou {-Nya} ta panta {segala (sesuatu)} kai {dan} hêmeis {kita} di {karena} autou {Dia}

Kalangan yang menolak keilahian Kristus mencoba menggunakan ayat ini dan menjelaskan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, tetapi Dia bukan Allah.
Tetapi pertanyaannya sekarang, siapakah Allah? Siapakah Sang Pencipta? yang sama-sama dibicarakan dalam ayat ini. Apakah seseorang yang kurang daripada Allah sanggup mencipta sebagaimana Allah?

Namun demikianlah tulisan Rasul Paulus, dimana dia secara jelas sekali menyatakan bahwa Tuhan Yesus itu menciptakan segala sesuatu, dan oleh karena Dia kita hidup.

Rasul Paulus dengan jelas menyatakan pada ayat tersebut bahwa karena Yesus “segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup”. Apakah pengertiannya bahwa Dia “kurang dari Sang Pencipta”?

Ayat di atas justru merujuk bahwa Dia adalah Sang Pencipta.

Bandingkan :

* Yohanes 1:3
LAI TB, Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
KJV, All things were made by him; and without him was not any thing made that was made.
TR, παντα δι αυτου εγενετο και χωρις αυτου εγενετο ουδε εν ο γεγονεν
Translit interlinear, panta {segala (sesuatu)} di {melalui} autou {Dia} egeneto {dijadikan} kai {dan} khôris {tanpa} autou {Dia} egeneto {dijadikan} oude en {tidak satupun} ho gegonen {(apa) yang telah jadi}

Sang Firman adalah Allah; tanpa Firman tidak ada suatu pun ada;
bandingkan dengan ayat-ayat ini :

* Mazmur 33:6
“Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya.”

* Mazmur 33:9
Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada.

* Kolose 1:16
karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.

Reff: http://www.sarapanpagi.org/yesus-mencipta-vt6391.html#p27514

Thanks :slight_smile:

but… bukan itu pertanyaan saya :ashamed0004:

kenapa Paulus membedakan “Tuhan” dengan “Allah” padahal ayat itu berbicara tentang ke-Allah-an Yesus sebagai pencipta.

Salam

“Tuhan” dan “Allah” dalam penjelasan saya digunakan sebagai kata yang interchangeable. Paulus mengenakan gelar “Tu(h)an” bagi Yesus, namun kapasitas “tuan” yang ditulisnya adalah seorang Tuan yang berkuasa menciptakan segala sesuatu dan berkuasa memberi hidup. Kualitas “Tuan” yang demikian adalah sinonim dengan kualitas “Allah.”

Bandingkan ayat ini:

* Kejadian 1:1
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.

Meski Paulus tidak menggunakan istilah “Trinitas,” namun jelas disini “satu” Allah dan “satu” Tu(h)an, digunakan secara interchangeable. Sebab Sosok/ Pribadi yang digelari “Tu(h)an” itu berkapasitas/ berotoritas Allah!

:slight_smile:

saya pernah mendengar penjelasan B. Noorsena mengenai ayat ini.
beliau mengatakan yang diberi gelar “Tu(h)an” itu adalah manusia Yesus yang bangkit dengan Tubuh Kemuliaan-Nya. sementara Yesus yang adalah Allah ada pada hakekat-Nya sebagai Firman.

berikut tambahan ayat yang diberikan B. Noorsena:
Filipi 2:8-11
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

B. Noorsena mengatakan :
bila yang dianugerahkan gelar “Tuhan” adalah ke-ilahian Yesus, maka Allah mau meninggikan Yesus setinggi apa lagi ? wong Allah adalah yang Maha Tinggi. atau ke-ilahian Yesus kurang tinggi ? kan tidak mungkin.

jadi yang disebut Tuan segala tuan (Tuhan) itu adalah kemanusiaan-Nya.

begitu kata beliau.

Salam

Ya, itu juga benar.

Dan Allah-pun bergelar “Tu(h)an” (Ibrani: 'Adonay)

nah… gimana kalo begini

Allah adalah “status” sebagai pemilik (kepemilikan)
Tuhan adalah “status” sebagai penguasa (kekuasaan)

Salam

Jadi pada mulanya cuma satu yaitu Firman. Sekarang jadi dua, yaitu Firman ( yang adalah Allah), dan tubuh kebangkitan Yesus ( yang adalah Tuhan ) ? Atau gimana ? :slight_smile:

GBU

denger sendiri nih :
BAMBANG NOORSENA-Allah tidak beranak & diperanakkan (bag 1 dari 3)

simak sampe part-3 nya

Salam

satu Allah saja : Bapa = segala sesuatu berasal daripadaNya
satu Tuhan saja : Yesus Kristus = segala sesuatu dijadikan olehNya

Kita hidup kerana satu Tuhan Yesus Kristus saja untuk satu Allah Bapa saja,
Maka inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus
Sebab "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Jadi Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.
Dan “Aku dan Bapa adalah satu”
Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.