Tuhan Belum Selesai!

Hakim-hakim 13-16 bercerita tentang kisah seorang yang sangat kuat, bernama Simson. Tuhan menghendaki Simson menjadi nasir Allah, yaitu orang yang hidupnya dikhususkan bagi kehendak Tuhan. Visi ini diberikan sejak sebelum ia lahir. Dan demikian juga kita, Tuhan telah menetapkan masa depan yang penuh harapan pada setiap kita. Sejak dalam kandungan, Tuhan telah memiliki rencana besar dalam hidup kita. Untuk itu, kita harus menjaga hidup kita agar rencana Tuhan itu tidak terlewatkan dan digantikan oleh orang lain.

Simson memiliki kelemahan, yaitu pasangan yang tidak dapat ditundukan oleh siapapun juga, Kita punya kelemahan-kelemahan. Tapi akan menjadi masalah ketika kelemahan-kelemahan tersebut tidak dapat ditundukkan. Kita berfokus pada kelemahan tersebut dan tidak berfokus pada rencana Tuhan. Tuhan ijinkan Simson melakukan itu, karena Simson pun tidak mau melakukan kehendak Tuhan. Tuhan tidak merestyi, tetapi Ia ijinkan. Dalam dosa yang dia lakukan, Tuhan masih memegang kendali dalam kehidupannya. Tuhan masih menginginkan hatinya. Tuhan pun demikian dengan kita. Rencana Tuhan adalah membawa kita dalam rencana kebenaran.

Pasangan dapat membelokkan rencana Tuhan dalam hidup kita. Tapi Tuhan masih ingin Simson kembali pada rencanaNya.

Tuhan masih memberi kelegaan untuk Simson ketika ia sangat kelelahan melawan 1000 orang pada pasal 15. Ketika kita lupa dengan Tuhan, Tuhan masih memelihara hidup kita.

Tuhan memiliki keputusan untuk menghabiskan daging kita berhenti menggerutu. Gereja bukan rumah makan, sehingga kita hanya mau yang enak-enak, yang melegakan daging kita. Seolah gereja lain lebih enak karena tidak menusuk daging kita. Kita merasa bertumbuh dan bersukacita, padahal sesungguhnya kita kering! Kita menumbuhkan daging kita, bukan roh kita. Kisah Para Rasul bercerita tentang jemaat biasa yang berkotbah, dan kotbah hanya bercerita tentang itu-itu saja. Tetapi mereka bertumbuh.

Ketika Nehemia terpanggil untuk membangun tembok, ia tidak bertindak gegabah. Ia berdoa bersungguh-sungguh terlebih dahulu untuk rencana yang telah Tuhan nyatakan dalam hidupnya. Sudahkan kita berdoa untuk keputusan-keputusan penting dalam hidup kita? Jika tidak, kita sama seperti Simson. Bertindak gegabah untuk keputusan-keputusannya. Tapi Tuhan masih selalu memberikan kesempatan, tanganNya selalu terbuka untuk orang-orang yang mau datang kepadaNya. Dalam setiap dosa, kasih karuniaNya masih selalu menaungi kita. Tapi kasih karuniaNya tidak cukup untuk membalikkan orang kepadaNya.

Simson bertemu dengan Delila dan iblis berhasil mendapatkan Simson kembali. Cinta Delila adalah cinta bayaran tapi Simson merasa itu adalah cinta yang sesungguhnya.

Hakim-hakim 16:21
Tuhan mengijinkan mata Simson dicungkil. Ketika mata rohani kita tidak dapat melihat rencana Tuhan, mara jasmani kita akan dicungkil untuk melihat apa yang tidak kita lihat. Dari matanya, Simson menyimpang dari rencana Tuhan. Saat Simson sudah tidak dapat lagi melihat, ia merendahkan diri di hadapan Tuhan. Demikian juga kita, ketika kita merasa gelap dan tidak dapat lagi melihat rencana Tuhan, itu adalah saatnya kita merendahkan diri di hadapan Tuhan. Kalau Simson tidak dibutakan, mungkin ia masih akan melihat ke arah yang lain.

“Tuhan tidak pernah menyesali panggilanNya pada anak-anakNya.”

Tuhan tidak pernah menyesal memilih engkau. Sehingga segala rencana si jahat, Tuhan berusaha menghancurkan rencana jahat itu dengan kasih karuniaNya.

Hakim-hakim 16:22
Tuhan membangkitkan Simson kembali perlahan-lahan.

Saat itu perayaan hari raya allah orang Filistin, yaitu dagon. Raja-raja kota dan pembesar-pembesar kota berkumpul bersama-sama di gedung besar di Filistin dan Simson dijadikan badut untuk menghibur. Simson merendahkan diri dan berseru pada Tuhan dan Roh Tuhan yang sudah meninggalkan Simson kembali kepadanya. Ayat 30 menyatakan bahwa Simson telah mengakhiri pertandingannya dengan baik.

Stop bermain-main dengan pikiranmu!
Dalam keletihan kita, tidak perlu kita datang ke rumah Tuhan. Kita berkaraoke dengan lagu rohani pun dapat menghibur hati kita. Kita tidak perlu berkeliling ke gereja-gereja lain. Kita mungkin merasa mendapat sesuatu, tetapi tidak mengubah hidup kita. Jika itu mengubah hidup kita, itu baik. Jika tidak, semua percuma.

Orang-orang yang rendah hati tidak dapat menjadi pemimpin. Ketika ditegur, banyak pemimpin marah dan merasa tidak salah. Salah tidak salah, Tuhanlah yang menentukan. Tapi reaksi kita terhadap teguran, itulah yang membuktikan siapa kita. Belajar untuk mau ditegur, jangan tegar tengkuk! Jangan membimbing orang jika tidak mau dibimbing!

“Jangan membuat dirimu menjadi begitu tinggi sehingga tidak dapat ditegur. Jangan membuat dirimu begitu rendah seperti tidak memiliki Tuhan yang dapat mengangkat dirimu kembali.”

“Jangan lihat kejatuhan orang lain, tetepi lihat bagaimana ia bangkit setelah ia jatuh.”

Ps. Daniel Hadi Shane