Tuhan Perjanjian Lama dan Baru

Bro sis. Saya punya pertanyaan. Kenapa sih Tuhan di perjanjian lama sepertinya berbeda sekali dengan yg di perjanjian baru? Di perjanjian baru Dia itu penyayang dan pengampun. Tapi di perjanjian lama dia seperti seorang monster gila yg tak kenal ampun.
Contoh: Dia (perjanjian lama) memerintahkan orang Yahudi melakukan genosida (pembantaian) terhadap orang Kanaan (sebagai persembahan/tumbal untuk Allah kalau tidak salah). Padahal genosida tetap SALAH apapun alasanya. Tapi orang Yahudi memBENARkannya hanya karena Allah meMERINTAHkannya!
Mohon ditanggapi. Thank you

1 Korintus 12:3
Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan,” selain oleh Roh Kudus.

Tidak ada seorang Kristen didunia ini yang mengkatakan Yahweh adalah MONSTER GILA!

Allah dalam Perjanjian Lama, menyatakan dirinya sebagai Yahweh (YHWH), sosok Allah yang tegas terhadap dosa dan kebenaran. Membalas kebaikan dan kejahatan seketika, menyatakan segalanya dengan kedasyatan. Ia menyatakan kepada dunia; Aku adalah Aku, tidak ada yang lain selain Aku.

Setiap kejahatan, baik diantara orang Israel sendiri maupun diluar orang Israel ditumpasnya. Anda pakai istilah pembantaian. Jika manusia tidak membantainya maka Allah sendiri akan membantainya. Demikian pesan itu disampaikan kepada dunia. Tetapi Ia juga meninggalkan janji tentang kemurahan.

Jaman Perjanjian Baru, Allah mengenalkan diriNya dengan sebutan Bapa, semua teks yang memuat tentang Allah selalu dikaitkan dengan sebutan Bapa bukan lagi YHWH, karena Ia telah diamaikan dengan kita lewat Yesus Kristus, sehingga dulunya kita pantas dimurkai, kini kita menjadi anak-anakNya dan berhak memanggilnya Abba ya Bapa.

Sama seperti Abram yang dulunya adalah bapa untuk bangsanya, namanya diganti Abraham yang artinya bapa bagi banyak bangsa. Maka Allah dalam Perjanjian Lama yang mengenalkan diri sebagai Yahweh, kini kita memanggilnya Abba. Nama mengambarkan apa yang terjadi atas diri seseorang. Allah yang dulu dan Allah yang sekarang memperlakukan manusia berbeda sebab Darah Anak Domba Allah telah dicurahkan dan kita hidup dalam jaman baru. Hubungan antara manusia dengan Allah, dan jaman ini, kejahatan dan dosa tidak segera dibinasakan tetapi ada batas-batas kemurahan sampai tiba hari penghakiman atas dunia.

Sejak kapan genosida atau pembantaian itu dianggap jahat oleh dunia? Renungkan! Sejak Inijl diberitakan keseluruh dunia, bukan sejak purbakala. Percaya atau tidak percaya dunia lama dan sekarang sudah berubah banyak, hanya karena seorang yang bernama Yesus, yang disebut Kristus.

namanya kan literatur mas…

jadi amat tergantung pada gaya bahasa si penulis-nya…
yang pasti amat tergantung pada situasi sosial politik histori kultural pada setting waktu dan geopolitik setempat…
juga profil target audiens nya…

gitu lho mas… imho…

Saya melihat Tuhan yang sama mas, baik di PL maupun di PB.
Tuhan yang penuh kasih, tetapi sekaligus juga Tuhan yang tegas, tidak bisa dipermainkan.

Di PL, Tuhan menyiapkan suatu umat bagi-Nya.
Pola kepercayaan seluruh bangsa-bangsa (termasuk Israel) pada jaman itu adalah politeisme. Monoteisme menjadi sangat aneh pada jaman itu. Tuhan hendak mengubahkan pola yang politeisme menjadi monoteisme. Karena itu Israel dikuduskan (dipisahkan dari bangsa-bangsa lain disekitarnya) untuk mengubah pola kepercayaannya. Terbukti, ketika Israel tidak taat (tidak menghabisi seluruh penduduk Kanaan), Israel kembali jatuh pada penyembahan berhala (politeisme).
Jadi : pembasmian seluruh penduduk Kanaan itu bukan untuk tumbal, tetapi untuk memisahkan Israel dari bangsa-bangsa lainnya.

Jika jaman sekarang, umat bagi Tuhan telah terbentuk, dan monoteisme malah menjadi lebih lazim dari pada politeisme, jadi tidak ada alasan untuk melakukan hal seperti yang dilakukan di PL di atas.

Allah dlm PL memang menjanjikan tanah perjanjian kpd Abraham dan keturunannya,
tanha yg dijanjikan itu dihuni org2 jahat yg tdk takut Allah, shg Allah memusnahkan mereka
Tidak ada tumbal/persembahan kpd Allah berupa manusia yg dibinasakan,
itu anda baca di kitab mana ya? atau hasil indoktrinasi non kristen?