TUHAN YESUS ADALAH SUNGGUH TUHAN KETIKA IA MENCINTAI BUNDANYA

Jika Allah adalah Allah, maka Ia lebih dari segalanya, tidak ada yg lebih daripada Allah. Jika masih ada sesuatu yg lebih dari Allah maka dia bukanlah Allah. Demikianlah logika tentang ke-Allahan Yesus. Jika kita manusia yang berdosa dapat begitu mencintai dan menghormati Bunda kita maka Terlebih lagi Allah dalam mencintai dan menghormati Bunda-Nya yaitu Maria. Jika Yesus yg kita imani digambarkan sebagai Yesus yang tidak menghormati Bunda-Nya maka Yesus model itu bukanlah TUHAN yang saya imani. Masakan dalam hal Cinta kepada Bunda-Nya Yesus masih kalah dengan saya? Bukankah Allah lebih dari segalanya? Namun saya percaya Yesus yang saya imani adalah YESUS ALLAH PUTRA yang menjelma menjadi manusia melalui manusia yaitu Maria, maka ditinggikannyalah manusia itu diantara segala makhluk di dunia ini. Sebab seperti kata Yohanes Paulus II: " Sungguh suatu keajaiban Alam bahwa seorang manusia mengandung Allah Penciptanya"

“For to the wonderment of nature, she bore her Creator.”

Dan Maria dapat berkata: “TUHAN telah menciptakan Aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya.”
(Amsal 8:22)

[b][i]Tritunggal Mahakudus turun dengan kesempurnaan-kesempurnaan-Nya, tinggal dengan Ketiga PribadiNya, memasukkan ketakterbatasan-Nya ke dalam sebuah ruang sempit. Akan tetapi Ia tidak menghinakan DiriNya dengan berbuat demikian, sebab kasih sang Perawan dan kehendak Allah memperlebar ruang ini hingga menjadikannya sebuah Surga. Dan Tritunggal Mahakudus menyatakan Diri dengan karakteristik-Nya:

Bapa, yang sekali lagi menjadi sang Pencipta mahkluk, sebagaimana pada hari keenam penciptaan, memiliki seorang puteri sejati yang layak, yang diciptakan seturut citra sempurna-Nya. Tanda Allah ditanamkan secara begitu utuh dan tepat pada Maria, hingga hanya pada yang Sulung-dilahirkan didapati yang terlebih besar. Maria dapat disebut yang Kedua-dilahirkan dari Bapa sebab, karena kesempurnaan yang dianugerahkan kepada-Nya dan yang dipelihara-Nya, dan karena martabat-Nya sebagai Mempelai dan Bunda Allah dan Ratu Surga…

Putra, yang juga menjadi “PutraNya”, mengajarkan kepada-Nya, melalui misteri Rahmat, kebenaran dan kebijaksanaan-Nya, semasa Ia masih Embrio, yang tumbuh dalam rahim-Nya.

ROH KUDUS muncul di tengah manusia, bagi suatu Pentakosta yang lama dinantikan: Kasih bagi “Dia [= Maria] yang Ia kasihi”, Penghiburan bagi manusia karena Buah Rahim-Nya, Pengudusan karena Keibuan dari Yang Kudus.

Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaikat sebagai alas kaki-Nya. Ia menghendaki sebuah rahim yang tanpa noda.

Juga Hawa telah diciptakan tak bernoda. Akan tetapi ia ingin menjadi rusak dari kehendak bebasnya sendiri. Maria, yang hidup dalam dunia yang rusak - Hawa ada dalam dunia yang murni - tak hendak merusakkan kemurnian-Nya, bahkan tidak dengan satu pikiran yang masih jauh hubungannya dengan dosa. Ia tahu bahwa dosa itu ada. Ia melihat bentuk-bentuk dan implikasi-implikasinya yang berbagai rupa serta mengerikan. Ia melihat semuanya, termasuk yang paling mengerikan: pembunuhan Allah. Namun Ia mengetahuinya semata-mata untuk menyilihnya dan untuk menjadi, selamanya, Perempuan yang memiliki kerahiman atas para pendosa dan berdoa bagi penebusan mereka.
[/i][/b]

YESUS BERKATA TENTANG BUNDA-NYA:

[b][i][i]Mari dan bacalah kemuliaan Maria dalam Kitab Leluhur. “TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala. Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada. Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir, sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air. Sebelum gunung-gunung tertanam dan lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir; sebelum Ia membuat bumi dengan padang-padangnya atau debu dataran yang pertama. Ketika Ia mempersiapkan langit, aku di sana, ketika Ia menggaris kaki langit pada permukaan air samudera raya, ketika Ia menetapkan awan-awan di atas, dan mata air samudera raya meluap dengan deras, ketika Ia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi, aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya; aku bermain-main di atas muka bumi-Nya …” Kalian mengenakan kata-kata ini pada Kebijaksanaan, namun demikian mereka berbicara mengenai Dia: Bunda yang cantik, Bunda yang kudus, Bunda Perawan dari Kebijaksanaan, yaitu Aku Sendiri, Yang sekarang berbicara kepadamu.

Aku menghendakimu menuliskan baris pertama dari madah itu di bagian atas buku yang berbicara mengenai Dia, agar Ia dikontemplasikan dan penghiburan serta sukacita Allah dapat dikenal; alasan bagi kesukaan tetap, sempurna dan intim dari Allah yang Satu dan Tritunggal ini, yang memerintah dan mengasihi kalian dan Yang menerima dari manusia begitu banyak alasan untuk bersedih; alasan mengapa Allah melestarikan umat manusia, bahkan meski, pada ujian pertama, manusia layak dibinasakan; alasan bagi pengampunan yang telah kalian terima.

Memiliki Maria yang mengasihi-Nya! Oh! Adalah sepadan menciptakan Manusia dan membiarkannya tetap hidup dan memutuskan untuk mengampuninya, demi memiliki Perawan Cantik, Perawan Kudus, Perawan Immaculata, Perawan Penuh Kasih, Putri Terkasih, Bunda Termurni, Mempelai Penuh Kasih! Allah telah memberi kalian begitu banyak dan akan memberi kalian bahkan terlebih banyak lagi demi memiliki Makhluk kesayangan-Nya, Matahari dari matahari-Nya, Bunga dari taman-Nya. Dan Allah terus memberi kalian begitu banyak karena Maria, atas permintaan-Nya, demi sukacita-Nya, sebab sukacita-Nya mengalir ke dalam sukacita Allah dan menambahinya dengan cahaya yang memenuhi terang, terang agung Firdaus dengan kilauan-kilauan cemerlang dan setiap kilauan adalah rahmat bagi alam semesta, bagi umat manusia, bagi jiwa-jiwa terberkati yang menanggapi dengan sorak kegirangan alleluia pada setiap pengadaan mukjizat ilahi, yang diciptakan oleh kehendak Tritunggal Terberkati demi melihat senyum cemerlang sukacita Sang Perawan.

Allah menghendaki menempatkan seorang raja di alam semesta yang telah Ia ciptakan dari ketiadaan. Seorang raja, yang menurut hakikat materia harus menjadi yang pertama di antara semua makhluk yang diciptakan dengan materia dan secara alamiah adalah materia. Seorang raja, yang menurut hakikat roh harus menjadi sedikit lebih rendah dari yang ilahi, dipersatukan dengan Rahmat seperti ia pada hari tak berdosanya yang pertama. Akan tetapi, Benak yang Mahamulia, Yang mengenal segala peristiwa yang paling jauh dalam abad-abad, secara berkesinambungan melihat apa yang dulu, sekarang dan akan datang; dan sementara Benak itu mengkontemplasikan masa lalu, dan mengamati masa sekarang, Ia menembus dalam dengan tinjauan-Nya ke masa depan yang paling jauh dan mengetahui dengan setiap detilnya bagaimana manusia terakhir akan mati. Tanpa ragu ataupun terputus Benak Yang Mahamulia selalu tahu bahwa raja yang diciptakan untuk menjadi setengah dewa di sisi-Nya di Surga, pewaris Bapa, akan tiba dalam keadaan dewasa dalam Kerajaan-Nya, setelah hidup dalam rumah ibunya - bumi [= tanah], dengan mana Ia dijadikan - semasa kanak-kanaknya, sebagai anak dari Bapa yang Kekal selama hari-harinya di dunia. Benak yang Mahamulia selalu tahu bahwa manusia itu akan harus berkomitment melawan kejahatan membunuh Rahmat yang ada dalam dirinya dan merampas dirinya sendiri dari Surga.

Jadi mengapakah Ia menciptakannya? Tentu saja banyak orang bertanya pada dirinya sendiri mengapa. Adakah kalian lebih memilih untuk tidak ada? Apakah hari ini tidak layak, dari dirinya sendiri, untuk dijalani, meski begitu menyedihkan dan hampa, dan menjadi keras oleh kejahatan-kejahatan kalian, agar kalian dapat mengenal dan mengagumi Keindahan tak terhingga yang telah ditaburkan tangan Allah di alam semesta?

[/i][/i][/b]

[i][b]Allah, Bapa Pencipta, telah menciptakan laki-laki dan perempuan dengan sebuah hukum kasih yang begitu sempurna hingga kalian bahkan tak akan dapat lagi memahami kesempurnaannya. Dan kalian menjadi sesat dalam ketakjuban bagaimana jadinya species manusia, andai manusia tidak diajari oleh Setan bagaimana memperolehnya.

Perhatikanlah tanam-tanaman buah dan benih. Apakah mereka menghasilkan benih dan buah melalui perzinahan, melalui satu pembuahan dari seratus perkawinan? Tidak. Serbuk sari muncul dari bunga jantan dan digerakkan oleh suatu hukum meteorik dan magnetik yang komplex ia menuju ke ovarium bunga betina. Ovarium membuka, menerimanya dan menghasilkan buah. Ia tidak mencemari dirinya sendiri dan kemudian menolaknya, seperti yang kalian lakukan, guna menikmati sensasi yang sama keesokan harinya. Ia menghasilkan buah dan hingga tibanya musim baru, ia tidak dibuahi lagi dan apabila itu terjadi, itu hanya demi menghasilkan buah.

Perhatikanlah binatang-binatang. Semuanya. Pernahkah kalian melihat seekor binatang jantan dan betina saling menghampiri satu sama lain untuk sekedar berpelukan dan mengumbar hawa nafsu? Tidak. Dari dekat maupun jauh, mereka terbang, merayap, melompat ataupun berlari, mereka pergi, apabila saatnya tiba, untuk melakukan ritus perkawinan. Pun tidak pernah mereka menghindar dengan berhenti pada kenikmatan, akan tetapi mereka bertindak lebih jauh, ke konsekwensi serius dan suci akan adanya keturunan, satu-satunya alasan yang menjadikan manusia ada, setengah dewa menurut asalnya yang dari Rahmat yang telah Aku perlengkapi, untuk menerima sifat binatang dari tindakan itu, yang perlu sebab kalian telah turun satu tingkat ke binatang.

Kalian tidak bertindak seperti tanaman dan binatang. Kalian punya Setan sebagai guru kalian. Kalian menginginkannya sebagai guru kalian dan kalian masih menginginkannya. Dan perbuatan-perbuatan yang kalian lakukan adalah apa yang diharapkan dari guru yang kalian kehendaki itu. Andai kalian setia kepada Allah, kalian akan menikmati sukacita memiliki anak-anak, dengan suatu cara yang suci, tanpa sakit, tanpa melelahkan diri kalian dalam persetubuhan yang cabul dan memalukan, yang bahkan tak dikenal binatang, meski binatang tak memiliki akal budi dan jiwa rohani.

Bagi laki-laki dan perempuan, yang dirusakkan oleh Setan, Allah memutuskan untuk menentang Manusia yang dilahirkan dari seorang Perempuan, Yang telah begitu dimuliakan secara luar biasa oleh Allah ke tingkat yang begitu rupa hingga Perempuan itu menghasilkan keturunan tanpa mengenal laki-laki: sekuntum Bunga yang menghasilkan sekuntum Bunga, tanpa membutuhkan benih, melainkan melalui sebuah kecupan unik dari Matahari kepada piala tak bercela Lily-Maria.
[/b][/i]

[b][i]Pembalasan Allah!

Desiskanlah, O Setan, kedengkianmu sementara Ia [= Maria] datang ke dunia! Kanak-kanak ini telah menderamu! Sebelum menjadi Pemberontak, Pembelot, Perusak, kau telah didera dan Ia [= Maria] adalah Penakluk-mu. Seribu tentara yang berkumpul tak berdaya melawan kuasamu, tangan-tangan manusia lumpuh di hadapan sisik-sisikmu, hai Yang Abadi, dan tak ada angin yang mampu menyingkirkan bau busuk napasmu. Dan meski demikian, tumit Kanak-kanak ini, yang begitu kemerahan hingga laksana bagian dalam sekuntum camellia merah, dan yang begitu halus dan lembut hingga sutera nampak kasar dibandingkannya, dan yang begitu kecil hingga dapat masuk ke dalam piala sekuntum tulip dan membuat bagi dirinya sebuah sepatu mungil dengan satin sayuran itu, tumit itu akan meremukkan kepalamu tanpa takut dan menurunkanmu ke liangmu. Dan seruan-Nya memaksamu untuk melarikan diri, meski kau tidak takut pada tentara. Dan napas-Nya memurnikan dunia dari bau busukmu. Kau ditaklukkan. Nama-Nya, tatapan mata-Nya, kemurnian-Nya adalah sebilah tombak, seberkas halilintar yang menembusimu dan melumpuhkanmu dan membelenggumu dalam liangmu di Neraka, hai Yang Terkutuk, yang merampas dari Allah sukacita menjadi Bapa dari semua manusia yang diciptakan!

Sia-sia kau merusak mereka, yang telah diciptakan tanpa dosa, menghantar mereka pada pengetahuan dan gagasan melalui kenikmatan nafsu birahi, mengenyahkan Allah, dalam diri makhluk terkasih-Nya, dari menjadi penolong bagi anak-anak seturut hukum, yang, andai mereka hormati, akan memelihara keseimbangan di bumi antara jenis kelamin dan suku, keseimbangan yang bisa mencegah peperangan-peperangan antar manusia serta bencana di antara keluarga-keluarga.

Dengan taat, mereka juga akan mengenal kasih. Tidak, hanya dengan taat mereka akan mengenal kasih dan memilikinya. Suatu kepemilikan yang lengkap dan damai atas karunia dari Allah ini, Yang dari adikodrati turun kepada yang lebih rendah, supaya daging juga dapat bersukacita dengan tulus, sebab ia dipersatukan dengan roh dan diciptakan oleh Dia Yang menciptakan roh.

Sekarang, manusia, apakah kasih kalian, apakah yang kalian kasihi? Entah percabulan yang tersamar sebagai cinta atau ketakutan tanpa akhir akan kehilangan cinta dari pasangan kalian melalui percabulannya atau percabulan orang lain. Kalian tidak pernah yakin memiliki hati suami atau isterimu, sejak nafsu birahi masuk ke dalam dunia. Dan kalian gemetar dan menangis dan menjadi terlalu tegang akibat cemburu, terkadang kalian membunuh demi membalaskan dendam suatu pengkhianatan, terkadang kalian putus asa, dan terkadang kalian tak bergairah atau bahkan menjadi gila.

Inilah apa yang telah kau lakukan, Setan, terhadap anak-anak Allah. Mereka yang telah kau rusak, sebenarnya akan dapat menikmati sukacita mempunyai anak-anak tanpa menderita sakit apapun dan akan mengalami sukacita dilahirkan tanpa takut mati. Tetapi sekarang kau dikalahkan dalam diri seorang Perempuan dan oleh seorang Perempuan. Mulai dari sekarang, barangsiapa mengasihi-Nya [= Maria] akan sekali lagi menjadi milik Allah, mengatasi pencobaan-pencobaannya, mampu melihat kemurnian-Nya yang immaculata. Mulai dari sekarang para ibu, meski tak dapat mengandung tanpa sakit, akan menemukan penghiburan dalam diri-Nya. Mulai dari sekarang Ia akan menjadi pembimbing para perempuan yang menikah dan Bunda dari mereka yang di ambang ajal, sehingga akan terasa manis meninggal dengan beristirahat pada dada itu yang merupakan perisai melawanmu, kau Yang Terkutuk, dan menghadapi murka Allah.

Maria [Valtorta], suara kecil, kau telah menyaksikan kelahiran Putra sang Perawan dan kenaikan sang Perawan ke Surga. Oleh karenanya engkau telah melihat bahwa mereka yang tanpa salah tak mengenal sakit melahirkan pula sakit sakaratulmaut. Akan tetapi jika Bunda Allah yang Paling Tak Berdosa dianugerahi kesempurnaan karunia-karunia surgawi, maka mereka semua yang dalam Orangtua Pertama tet
[/i][/b]

[b][i]Keperawanan sang Perawan!..

Marilah! Renungkanlah keperawanan penuh makna ini yang menimbulkan kebingungan ekstatik dalam permenungannya! Apakah makna keperawanan malang dari seorang perempuan yang tak dinikahi laki-laki? Tak ada artinya. Apakah makna keperawanan dari seorang perempuan yang rindu menjadi seorang perawan demi menjadi milik Allah, tetapi perawan dalam tubuhnya saja dan tidak dalam rohnya, di mana dia membiarkan pikiran-pikiran asing masuk dan menghibur pikiran-pikiran birahi manusia? Itu adalah keperawanan munafik! Sangat sedikit maknanya. Apakah makna keperawanan dari seorang biarawati di balik dinding biara yang hidup hanya bagi Allah? Banyak sekali. Akan tetapi itu tidak pernah bisa disebut keperawanan sempurna apabila dibandingkan dengan keperawanan BundaKu.

Selalu ada suatu persatuan, juga dalam diri orang yang paling kudus sekalipun. Persatuan asal antara roh dan kesalahan. Persatuan yang hanya dapat dipisahkan oleh Baptis. Baptis memisahkannya, namun seperti halnya seorang perempuan dipisahkan dari suaminya karena kematian sang suami, hal itu tidak membuat keperawanan utuh seperti pada Orangtua Pertama sebelum Dosa. Sebuah bekas luka tinggal dan terasa sakit membuat orang mengingatnya, dan luka itu selalu siap untuk menjadi sebuah borok seperti penyakit tertentu yang secara periodik semakin memburuk karena virus. Dalam sang Perawan tak ada tanda persatuan yang dipisahkan dengan Kesalahan ini. Jiwa-Nya tampak indah dan utuh seperti ketika Bapa menciptakan-Nya, dengan menghimpun segala rahmat dalam diri-Nya.

Ia adalah sang Perawan. Ia Yang Satu. Ia Yang Sempurna. Yang Utuh. Diciptakan begitu rupa. Dilahirkan begitu rupa. Tetap begitu rupa. Dimahkotai begitu rupa. Kekal begitu rupa. Ia adalah sang Perawan. Ia adalah puncak dari yang tak terpahami, dari kemurnian, dari rahmat yang hilang dalam Jurang dari mana ia muncul: dalam Allah: Yang Tak Terpahami, Kemurnian, Rahmat yang paling sempurna.

Itulah pembalasan Allah yang Tritunggal dan yang Satu. Melawan makhluk-makhluk yang dicemarkan Ia meninggikan Bintang ini ke kesempurnaan. Melawan keingintahuan yang merusak Ia meninggikan Perawan Bersahaja ini, yang hanya puas dengan mengasihi Allah. Melawan pengetahuan si jahat, Perawan Tak Berdosa yang agung ini. Dalam Dia bukan hanya tak ada pengenalan akan kasih yang menyedihkan: bukan hanya tak ada tidak-mengenal kasih yang telah Allah berikan kepada orang-orang yang menikah. Jauh terlebih lagi. Dalam Dia ada ketiadaan pemicu, warisan Dosa. Dalam Dia hanya ada kebijaksanaan kasih ilahi yang sedingin es dan yang panas membara. Suatu api yang menguatkan daging dengan es, agar ia menjadi sebuah cermin transparan di altar di mana Allah menikahi seorang Perawan dan tidak merendahkan DiriNya sebab kesempurnaan-Nya memeluk kesempurnaan sang Perawan, yang, sebab menjadi seorang mempelai perempuan, lebih rendah hanya satu tingkat dari-Nya, tunduk kepada-Nya sebagai seorang Perempuan, namun tanpa salah seperti Ia adanya."[/i][/b]

Sumber: “The Poem of The Man-God” - “L’EVANGELO COME ME E STATO RIVELATO”.

[email protected]

Mohon maaf harus saya katakan, bahwa pandangan anda diatas itu bukanlah Pandangan dan Ajaran Alkitab ( tidak Alkitabiah ) . Namun itu semua SEMATA-MATA adalah pandangan manusia anda saja yang kebetulan seoran Jemaat Gereja Katolik…dan merasa sudah demikian kerasukan kerohanian yang versi anda sendiri.
Sekalai lagi bagi saya, orientasi pandangan kerohanian seperti itu adalah bukan berbasiskan pada Yesus Kristus. namun kepada Bunda Maria.
Dengan demikian ada dualisme mengenai segi keimannan anda [email protected]…??? Ko anda malah lebih beriman kepada Bunda Maria seh…?? Bagi yng benar-benar mengaku Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya…?? Maka orang itu dikatak Orang Kristen sejati / tulen…!!

Lhaa…kalau melihat dan menyimak Sikap dualisme anda itu…?? saya menjadi prihatin juga loh…[email protected]…??
Anda ini lama-kelamaan bisa mengajarkan kesesatan pada umta percaya loh…!! Karena anda lebih menomorsataukan Bunda Maria dari Pada Yesus Kristus sebagai Tuhan…?? Aneh nehh…!! hehehe

Jadi gak jelas juga neh Iman Katolik anda ini…apakah anda mendapat pengajaran langsung dari Vatikan apakah anda menafsirkan sendiri tanpa bimbingan ROMO=ROMO anda…??? Karena semakin ngawor…dan mengklhawatirkan.

Salam GBU…

@SHIPIROZ PURBA
Apa yang dibahas @CLAY bukan ajarannya sendiri.

@CLAY
Kalau boleh saya sarankan pakailah fasilitas quote kalau mengutip supaya orang lain bisa lebih mengerti dan bisa membedakan mana yang tulisan mas bro dan mana yang kutipan. Semoga berkenan ya.

Firman Tuhan tidak bisa dibatasi hanya oleh sebuah kitab. Gereja Katolik mengajarkan bahwa Wahyu Ilahi tidak saja disampaikan kepada kita hanya dengan cara tertulis sebagai pembicaraan Allah (speech of God) dalam Kitab Suci, tetapi juga dalam bentuk Sabda Allah yang disampaikan secara lisan dari Kristus dan ROH KUDUS kepada para rasul.Pengajaran yang bersumber dari ajaran lisan ini disebut sebagai Tradisi Suci, kemudian juga dituliskan dan diturunkan kepada para penerus Rasul. Maka karena sumbernya sama, maka keduanya berhubungan erat sekali, terpadu, tidak mungkin bertentangan, karena mengalir dari sumber yang sama dan mengarah ke tujuan yang sama yaitu Tuhan sendiri.

Jika anda mendengarkan khotbah mingguan pendeta anda, anda akan mengatakan itu adalah pandangan TUHAN. Sebaliknya kalau anda membaca tulisan2 dan pengajaran Katolik anda akan menuding itu semua SEMATA-MATA adalah pandangan manusia

Jika anda menggugat penghormatan saya berlebih kepada Maria2 yang lain selain daripada Maria Bunda TUHAN kita YESUS KRISTUS, maka gugatan anda bisa diterima secara logika. Tapi karena ini adalah Maria Bunda TUHAN YESUS maka gugatan anda bagi saya salah alamat.

Sebab Kita tidak bisa mempertentangkan antara Yesus dan Maria. Yesus adalah penebus dan Maria adalah Bunda-Nya. Dengan mengasihi Maria maka akan menghantarkan kita ke dalam penghayatan lebih lagi kepada Yesus bukan malahan menjauhkannya, hal itu sangat tidak mungkin. Karena penghormatan kepada Maria justru terjadi karena peran uniknya didalam sejarah keselamatan bersama putra-Nya. Maria memiliki CINTA yang lebih dalam dibanding cinta semua manusia terhadap YESUS, sebab Maria mencintai YESUS bukan saja sebagai TUHAN, tetapi juga Maria mencintai YESUS sebagai anak nya. Oleh karena itu saya juga mau belajar mencintai YESUS seperti Maria mencintai YESUS. “Ad Jesum per Mariam” (Menuju YESUS melalui Bunda Maria) dengan mengenal Maria dan mencintai Maria semakin menghantarkan saya kepada CINTA akan TUHAN yang begitu mendalam bukan malah sebaliknya.

Saya justru prihatin kepada anda yang tergoda untuk mengusik iman saya akan TUHAN. Anda punya cara mencintai Yesus dengan cara anda. Saya juga mempunyai cara mencintai Yesus dengan cara saya. Jika anda merasa bisa mendekati Yesus tanpa harus menghayati kehidupan duniawinya bersama Bunda-nya, yah silahkan… Saya tidak melarang. Tetapi kalau ada orang lain yang imannya akan YESUS semakin bertumbuh melalui penghayatan akan teladan dan keistimewaan Maria bunda-nya, adalah layak untuk dihargai.

Apa yg saya imani juga diimani oleh gereja Katolik sejak awal, jadi bukan hal baru, dan juga bukan ngawur seperti yang anda tuduhkan kepada saya.

Setelah anda mengata-ngatai saya: Aneh nehh…!! hehehe … semakin ngawor…dan mengklhawatirkan. kemudian anda memberi salam dan ucapan GBU… Sungguh sebuah contoh keteladan Kristen ala PURBA. Dari mulut yang sama bisa keluar kutuk dan sumpah serapah, dari mulut yg sama juga keluar berkat. Bagaimana bisa kutuk dan sekaligus berkat berasal dari tempat yg sama?

Saya memang sengaja… jika saya menggunakan fasilitas quote dengan mengatakan bahwa itu adalah ajaran yang saya kutip dari santa atau santo tertentu maka yg terjadi tulisan itu kemungkinan besar tidak dibaca. Karena banyaknya sikap antipati dan apriori terhadap pengajaran2 dari para kudus GK. Biar saja tulisan itu dibaca terlebih dahulu setelah ada yg mempertanyakan barulah saya sebutkan bahwa itu adalah kutipan bukan tulisan saya.

oh sengaja…

hati2 lho bro, kalau menyalin dari buku/makalah mungkin tidak terlalu masalah, tetapi kalau copy paste dari situs web bisa-bisa nanti dituduh pelanggaran hak cipta. kita tau konten di internet memang ada perlindungan DMCA.

saya kasih contoh:

artikel Maria Valtorta dan Puisi Manusia-Allah di situs indocell.net ada keterangan

* Glenn Dallaire adalah webmaster dari Miracles of the Church, Mystics of the Church, Miracles of the Saints, St Paul of the Cross, St Gemma Galgani.

sumber : “Maria Valtorta and the Poem of the Man-God”; Mystics of the Church; www.mysticsofthechurch.com

dan peringatan:

Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net atas ijin Glenn Dallaire.”

Di baca ulang bro…

Ada banyak yg alergi terhadap segala hal yg berbau Katolik. Mereka terlebih dahulu lebih suka dikuasai oleh apriori ketimbang bersikap terbuka. Sementara saya melihat ada hal baik yg ingin saya bagikan, misalkan sebuah bacaan yang bisa menumbuhkan iman. Saya ingin membagikan hal ini. Namun oleh karena kenyataan bahwa banyak orang yg tertutup dan bahkan utk menengok situs katolik saja enggan maka inilah yang saya lakukan.

Salah satu contoh bisa anda lihat pada threat saya berjudul: DOSA MENYEBABKAN KETELANJANGAN PERLU DITUTUPI link nya: DOSA MENYEBABKAN KETELANJANGAN PERLU DITUTUPI - Diskusi Umum Kristen - ForumKristen.com

Threat itu adalah kumpulan ceramah dari Yohanes Paulus II tentang Teologi Tubuh. Namun akan berbeda Jika judul yg saya pakai adalah KUMPULAN CERAMAH YOHANES PAULUS II, sudah pasti tidak ada yg minat utk membacanya padahal isi dari ceramah itu sangatlah membantu pertumbuhan iman. Dan strategi saya ini berhasil ketika ada tanggapan:

Dan inilah tanggapan saya:

Jadi ini adalah strategi saya agar umat non-Katolik jg mau terbuka utk membaca sumber2 katolik daripada mereka tetap tinggal dalam sikap Apriori. Dan seperti yg saya nyatakan sebelumnya:

@CLAY
ok bro, terima kasih untuk responnya

[email protected]

Terimakasih atsa responya…
Menurut saya pandangan anda untuk mengcounter argument/pandangan saya juga baik dan semakin mempertajam kekontrasan segi pengetahuan teologi Gereja Katolik anda…dan saya senang dng adanya sifat fundamental/ militansi ke-Katolik-kan anda tsb. Sehingga apapun juga tidak mungkin menggoyahkan Iman Gereja Katolik anda…Bravoo.!

Kemudian karena alasan mendasar diatas sudah milik anda, maka saya hanya mau mengoreksi saja segi keimannan anda berdasarkan pernyataan anda yng seperti ini ( saya copas ya ) :
…"“dengan mengenal Maria dan mencintai Maria semakin menghantarkan saya kepada CINTA akan TUHAN yang begitu mendalam bukan malah sebaliknya. “””"

Karena malahan ayat Firman Tuhan Yesus malah mengajarkan seperti ini 9 suatau prioritas ), berarti priorita utama penghormatan itu kepada Tuhan Yesus, terlebih dahulu bukan kepada yang lainnya dulu ( misalnya ke Bunda Maria yng lebih prioritas ), kemudian baru Ke Tuhan…:
*Yohanes 5:23 supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.

*Yohanes 14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."
*Yohanes 14:23 Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.
Yohanes 14:24 Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.

Jadi Alkitab itu mengajarkan suatu PRIORITAS…( itu Alkitabiah namanya ) .Bukannya prioritas yang di ajarkan oleh si manusia, sehingga beranggapan jika menghormati dan mengasihi Bunda Maria terlebih dahulu ( sbg prioritas utama )…ehh menurut anggapan pikiran manusia [email protected]…itulah kebenarannya…padahal itulah kebenaran manusia menurut teologi manusai seperti [email protected] …maaf…saya harus berkata seperti itu.

Dan prioritas seperti itu menurut [email protected] adalah ajaran suci turun temurun yang diajarkan tanpa tertulis di Alkitab…?? itu sebagai argumenttnya. Ajaran para Rasul…?? Saya rasa itu hanya oponi saja…bukan fakta aktual di dalam Alkitab.

Kira-kira seeperti itu korekasi saya [email protected]…jadi bukann salah alamat ya…?? dan bukan tanpa alasan.
Tapi ada alasan Akitabiahnya…dng pemahaman konteks " PRIORITAS "

Kemudian jangan menjadi heran Jika Tuhan menggunakan pecut untuk mengusir yang jahat di BAIIT ALLAH, dan kemudian DIA memberkatinya apa yang sudah DIA lakukan di Bait ALLAH tsb.
Jadi saya pun mengikuti Teladan Tuhan,DALAM ARGUMENT SAYA yang mungkin keras / tidak sopan ( menyinggungg perasaan ), namun tujuannya adalah untuk saling belajar mana yang pantas diimani dan mana yang tidak pantas untuk diimani. Karena standart ukuran kebenarannya adalah berdasarkan ALKITAB. Bukan yang lainnya.
Sehingga sayapun masih berhak memberi salam GBU kepada anda. karena anda sodara seiman saya.

Salam GBU…

Inilah kesalahan anda dalam melihat iman Gereja Katolik. Karena Gereja Katolik tidak pernah mengecilkan YESUS sama sekali dalam penghormatan kepada Maria. Anda keliru, baca ulang kalimat saya diatas:semakin menghantarkan saya kepada CINTA akan TUHAN. Itulah alasan mengapa saya begitu mencintai Maria, sebab dalam cinta kepada Maria justru menghantarkan saya kepada cinta yang berlebih kepada Yesus. Kalau bisa mencintai Yesus secara berlebihan dengan mencintai Bunda-Nya mengapa anda harus terganggu? Mengapa anda cemburu kepada Maria? :coolsmiley:

Yesus ketika dalam sakrat maut memberikan perintah jelas kepada kita untuk menerima Maria sebagai Bunda kita. Firman hidup mengatakan “INILAH IBUMU”. dan itu adalah perintah nya, dan saya telah melakukan perintah Yesus dengan menerima Maria sebagai Ibu saya. Mengapa anda mesti iri?Mengapa anda cemburu kepada Maria? :coolsmiley:

Alkitabiah sendiri juga sangat tidak Alkitabiah? Dimana Alkitab pernah menyatakan bahwa KITAB SUCI adalah satu-satunya sumber iman? Tolong ayatnya disertakan.

Itu bukan anggapan, memang demikian adanya. Iman saya justru bertumbuh dalam devosi kepada Maria. Sebab jika kita merenungkan Maria maka didalamnya terkandung renungan akan Yesus secara lengkap dan utuh , mulai dari ia di kandung hingga kenaikan-Nya ke Surga. Dan Maria adalah pelayan utama dan paling setia dari TUHAN YESUS sejak semula. Ia sudah melayani TUHAN sedari kecil hingga akhir hayat-Nya. Siapakah diantara semua mahkluk di dunia yg lebih melayani YESUS dibanding Maria? Tida ada! Maria yg terutama dalam segala hal tentang Yesus. Misteri penebusan menjadi lengkap dengan merenungkan kehidupan Maria sebagai bunda sekaligus pelayan utama TUHAN. Saya ingin juga menjadi pelayan TUHAN seperti Maria, bagaimana Maria begitu setia melayani putra-Nya sedari awal hingga akhir. Jadi jika saya merenungkan hidup Maria, yang tergambar tidak lain adalah PELAYANAN TERHADAP YESUS, sepanjang Hidup Yesus di dunia. Maria sebagai Ibu melayani TUHAN sejak kehamilan, kelahiran, kematian hingga kenaikan. Sekarang, adakah renungan tentang hidup Maria membawa saya keluar dari YESUS? TIDAK!!! Justru menghantarkan saya LEBIH dalam mencintai TUHAN. Lantas mengapa anda selalu dan selalu tak pernah bosan diliputi kedengkian melihat penghormatan saya kepada Maria? Mengapa anda cemburu kepada Maria? :coolsmiley: Sudah saya jelaskan berkali2 dalam setiap threat saya bahwa di dalam Maria terkandung segala aspek kehidupan YESUS dari lahir, wafat hingga kenaikan.

Semoga anda paham

[email protected]

HAHAHAHA…Mohon maaf…saya tidak cemburu seperti yang anda sangkakan.itu…Tidak Broo…Ampun…tidak…!!

Tapi yang saya perhatikan adalah cara anda mengekspresikan aspek Iman ANDA ITU LOH…!! Bagi saya bukan karena anda Jemaat Gereja Katolik…Namun Cara anda berlogika di sisi kepribadian kemanusiaan anda itu…menurut saya seperti orang mengkultuskan Se-seOrang ( Tarohlah dalam hal ini Bunda MARIA )…dan itu anda korelasikan dng
konteks devosi ( menurut teologi manusia anda loh )…Tapi bukan devosi dalam konteks teologi Alkitab.

Akhirnya anda dng pandangan pribadi anda tsb ( mungkin Gereja Katolik anda JUGA ), BAHWA Tata Cara ber- ekspresi berperasaan seperti itu nantinya diharapkan akan menghasilkan nilai kerohanian yang paling tinggi untuk kemudian lebih dapat mencapai kemudahan/kemulusan /kelancaran dalam hal mencintai Tuhan YESUS kRSTUS…???
Nahh…jika memang demikian menurut pandangan [email protected]…?? Lantas dikemanakan Roh Kudus mu itu…??

Padahal Alkitab memberi suatu pengajaran Tuhan Yesus Kristus…mellalui ayat dibawah ini, yng artinya ada suatu PRIORIAS yng harus di kedepankan untuk senantiasa di Jalankan dan dipatuhi…tanpa harus ditawar-tawar lagi.
Ini Ayat Firman Tuhan TSB :
**Matius 10:37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.

Nah…apakah ada ayat yang menegaskan untuk mengasihi Bunda Maria TERLEBIH DAHULU…Baru kemudian lebih kepada Tuhan Yesus…??? Tidak ada sama sekali…bukan perintah seperti itu.
Jika demikian maka janganlah manusia menambah-nambah kan apa yang sudah tertulis dalam Alkitab…Karena jika itu dilakukan…Maka Allah akan mendatangkan Murka-Nya kepada orang tsb…

Salam GBU…

Karena anda seorang Protestan, apakah anda pernah membaca apa yang ditulis oleh Martin Luther, John Calvin dan Zwingli tentang Bunda Maria Minimal, kalau anda tidak mau mendengar penjelasan dari Gereja Katolik, cobalah meresapkan apa yang ditulis oleh para pendiri gereja Protestan. Dalam salah satu tulisannya, Martin Luther menuliskan “Bunda Maria adalah Bunda Yesus dan bunda kita semua. Kalau Kristus adalah milik kita, kita harus berada di mana Ia berada; dan semua yang menjadi milik-Nya pasti menjadi milik kita, dan oleh karena itu ibu-Nya juga adalah ibu kita.” (Luther Works, (Weimar), 29:655:26-656:7) Jadi, kalau anda juga menghormati pendiri Protestan, maka sudah seharusnya anda juga dapat mempertimbangkan apa yang telah ditulisnya. Mari, kita bersama-sama menempatkan Maria sebagaimana mestinya, yaitu sebagai Bunda Allah dan sebagai bunda kita, yang patut kita hormati, karena Allahpun menghormati Bunda Maria.

Kalau kita sungguh-sungguh mau mengikuti dan mengasihi Kristus, maka kita mengikuti teladan Kristus, yaitu dengan menghormati ibu-Nya. Kalau Bunda Maria dipilih oleh Allah secara sadar dan bijaksana sebagai Bunda Allah dan dipandang baik oleh Allah sebagai Bunda Allah, maka siapakah kita yang tidak mau menghormati Bunda Maria? Dan kalau Bunda Maria telah diberikan kepada murid yang dikasihi-Nya (lih. Yoh 19:27) – yang mewakili seluruh umat beriman – maka mengapa kita yang ingin menjadi murid kesayangan Yesus, menolak apa yang diberikan Yesus? Kalau Yesus telah memberikan Bunda Maria kepada kita, maka pemberian tersebut bukanlah sesuatu yang tidak berharga, bahkan sungguh sangat berharga, karena diberikan pada saat-saat nafas terakhirnya.

Yesus tahu, bahwa kita membutuhkan figur ibu – yang juga mewakili figur Gereja – yang perawan dan juga sekaligus ibu. Jadi, kalau seseorang tidak mempercayai dan menghormati Maria padahal Kristus telah memberikannya kepada kita, maka apakah dapat dikatakan bahwa kita sungguh-sungguh mengasihi Yesus? Kalau kita mau belajar dari Maria, maka anda dapat melihat hasilnya, yaitu santa-santo dalam sejarah Gereja. Coba anda lihat kehidupan Bunda Teresa dari Kalkuta. Itulah hasil dari seseorang yang mengasihi Yesus dan Maria.

Umat Katolik tahu bahwa Bunda Maria adalah makhluk ciptaan dan Gereja Katolik tidak menempatkan Maria sebagai saingan Yesus. Walaupun Maria adalah manusia, namun sesungguhnya dia telah dipilih oleh Tuhan menjadi manusia yang luar biasa dan terberkati, karena di seluruh kehidupan manusia hanya ada satu yang dapat menjadi Bunda Allah dan Allah telah memilih Bunda Maria. Gereja Katolik melihat bahwa Bunda Allah bukanlah saingan dari Yesus, santa-santo bukanlah saingan dari Yesus, namun Bunda Allah dan santa-santo adalah ibu dan teman-teman Yesus. Karena kita mengasihi Kristus secara menyeluruh, maka ibu Yesus adalah ibu kita dan teman-teman Yesus adalah teman-teman kita.

[email protected]

Saya sebagai Seorang kristen Protestan, sangat memhami apa yang ada dalam Pandangan anda diatas sebagai Seorang JEMAAT GEREJA KATOLIK, dalam memandang Bunda MARIA.

Hanya saya memberi suatu pandangan saja berdasarkan Ayat Firman Tuhan yang saya pahami, untuk sebagai pengkoreksian saja mengenai JANGAN SAMPAI KITA UMAT PERCAYA membuat tindakan yang tidak Alkitabiah yaitu
MENGKULTUSKAN TOKOH YANG ADA DIDALAM ALKITAB, untuk melebihi kita mengasihi Yang paling prioritas untuk kita KASIHI Yaitu TUHAN YESUS KRISTUS.

Salam GBU…

Sebagai umat Katolik saya menyampaikankami TIDAK TAKUT untuk menerima MARIA sebagai IBU sebagaimana yang di WASIAT kan TUHAN YESUS sendiri menjelang wafatNya dikayu salib. Umat katolik juga TIDAK TAKUT menghormati Maria karena yakin tidak mungkin YESUS CEMBURU sebab Maria bukanlah sosok lain bagi YESUS, Maria adalah bunda Allah Putra.

Meskipun peran Maria dalam rencana keselamatan Allah adalah sangat istimewa, namun ini bukan pengkultusan dalam arti negatif bahwa seseorang dihormati karena dirinya sendiri. Umat Katolik menghormati Maria, pertama-tama karena apa yang telah diperbuat Tuhan kepadanya, dan baru kemudian melihat teladan hidupnya

Tidak ada yang jauh dari kebenaran. Orang-orang Katolik hanya menyembah Allah, dan tidak takut menghormati Maria atau menyebabkan YESUS KRISTUS cemburu kepada ibunda-Nya.Kalau umat Katolik menghormati Bunda Maria maka umat Katolik meniru apa yang dilakukan oleh KRISTUS sendiri, yaitu menghormati ibu-Nya. Katolik melihat teladan mereka yang mengasihi KRISTUS secara luar biasa dan mereka adalah kawan sekerja Allah (1Kor 3:9), yang berarti adalah kawan sekerja kita. Dengan demikian, penghormatan ini akan senantiasa berpusat pada KRISTUS.

Kemuliaan memang untuk Allah dan milik Allah, tetapi kemuliaan juga akan diterima oleh para pengikut Kristus. Maria memang patut dimuliakan namun kemuliaan Maria itu tidak akan menyebabkan Allah cemburu sebab kemuliuaan bagi Maria justru semakin menunjukkan kemuliaan TUHAN. Sebab dalam diri Maria kita melihat begitu besarnya kemuliaan TUHAN akan karya penyelamatan. Jadi semakin dimuliakannya Maria semakin dimuliakannya TUHAN sebab Maria bukanlah figur lain bagi Allah, Maria adalah BUNDA ALLAH PUTRA. Sekali lagi saya tekankan: Jika Katolik menghormati Maria, maka penghormatan itu tidak lebih dari buah pemenuhan nubuat injil Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,. (Lukas 1:48) [b]Dan dari semua penghormatan yang diberikan oleh Gereja Katolik kepada Maria tidak ada yang bisa menandingi penghormatan yang TUHAN berikan kepada Maria dengan memilih Ia sebagai BundaNya.

Saya bru memperhatikan, ternayata anda Protestan. Awalnya saya pikir anda Katolik sama seperti saya. Maaf kalau ada kata2 yg salah. Tetapi inti yg ingin saya sampaikan adalah… saya merasa menemukan harta karun Iman di dalam Gereja Katolik. Ibarat kata org yg menemukan Harta karun dan ingin membagikan ini kepada semua org yg ia kasihi, tidak ingin menyimpan itu bagi dirinya sendiri. Dalam doktrin, devosi dan pengajaran GK saya menemukan banyak sekali harta karun iman yg saya rasa sungguh sangat disayangkan jika hanya saya atau umat Katolik saja yg dapat mengetahui ini. Jika bisa membangun iman sesama pengikut Kristus lainnya di luar Gereja katolik kenapa tidak dibagikan?

Tetapi semuanya kembali kepada diri kita masing2, ada yg tetap bersikukuh menolak segala hal yg berbau Katolik itu adalah hak dia, setidaknya saya sudah melakukan bagian saya sebagai sesama saudara dalam TUHAN.

Ayat dibawah inilah yang menjadi pegangan saya:

Jangan menahan perkataan apabila dapat menyelamatkan, kebijaksanaanmu jangan kau sembunyikan (Jesus Bin Sirakh 4:23)