Tuhan Yesus Dinyatakan Tetap Dibaptis Di Sungai Yordan Timur

Klaim yang dinyatakan Judith Church sebuah gereja ortodoks Israel bahwa Tuhan Yesus dibaptiskan di Sungai Yordan sebelah barat, langsung ditepis secara resmi oleh otoritas Kristen Yordania yang menyatakan bahwa Sungai Yordan sebelah timur lah tempat dimana Tuhan Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis.

Dirilis kansascity.com Rabu (3/8), pernyataan itu segera dikeluarkan untuk mencegah saling klaim dan banyaknya pertanyaan atas kebenaran letak pembaptisan tersebut. “Tidak ada keraguan bahwa Yesus Kristus telah dibaptis di tepi timur Sungai Yordan dan situs itu dihormati oleh umat Kristen sejak awal Kekristenan dan masih begitu sampai sekarang,” bunyi pernyataan yang dikeluarkan oleh para pemimpin gereja di Yordania.

Pemimpin gereja di Yordania pun secara resmi menunjukkan bahwa keputusan tersebut adalah berdasarkan fakta sejarah valid yang sesuai dengan teks Alkitab, tradisi Kristen, penggalian arkeolog serta kesaksian dan tulisan oleh banyak peziarah yang mengunjungi wilayah itu sejak abad kedua. Pernyataan ini langsung ditanggapi oleh gereja-gereja Ortodoks Timur yang bertemu di lokasi baptisan, sekitar 25 km barat Amman, dalam menanggapi undangan oleh Patriarkh Theophilos III dari Yerusalem.

Pendeta Nabil Haddad, presiden dari Pusat Penelitian Antar Koeksistensi Yordan, mengatakan bahwa pada pertemuan antar pemimpin agama Kristen tersebut, situs baptisan Sungai Yordan sebelah timur tetap dinyatakan sebagai tempat sebenarnya di mana Kristus dibaptiskan, yang menegaskan otentisitas dan membantah tuduhan gereja Israel yang mengklaim sebaliknya.

Menteri Dalam Negeri Yordania Mazen Saket mengatakan awal pekan ini bahwa situs baptisan yang lama tetap diakui oleh beberapa pemimpin Kristen atas dan sejarawan. Dia menunjukkan bahwa situs itu diresmikan oleh mendiang Paus Yohanes Paulus II pada tahun 2000 dan diberkati oleh Paus Benediktus XVI selama ziarah ke Tanah Suci pada tahun 2009. "Kami terkejut ketika pihak gereja Israel itu (Judith Church) mengklaim sekaligus mendirikan situs dan gereja yang baru dilokasi itu sebagai tempat sebenarnya Kristus dibaptis, tanpa adanya data fakta dan sejarah yang mendukung,” kata Saket.

Data fakta mengenai setiap tempat dan lokasi bersejarah Tuhan Yesus memang harus terus dijaga untuk keotentikan sejarah. Namun apapun klaim dan pernyataan mengenai silang pendapat itu tetap tidak menghilangkan sedikitpun karya dan kebenaran Firman Tuhan didalam Tuhan Yesus.

Source : Jawaban.com - dpt