Tuhan Yesus mengampuni dosa dan melupakan dosa,tapi dosa ada konsekuensinya

Tuhan Yesus mengampuni dosa dan melupakan dosa,tapi dosa ada konsekuensinya.
melalui pertobatan,dosa merah seperti biji kirmizi akan menjadi putih seperti salju,berarti bersih total(tidak bernoda/bercela).

a.tiap dosa ada konsekuensinya/akibatnya. apakah ayat ini menunjukan ke apa yang kita tabur maka itu yang akan kita tuai???
b.lalu apakah konsekuensi/akibat itu bisa dihapuskan/dihilangkan/tidak bisa sama sekali??
c.contoh konsekuensi/akibat dari dosa???

Setiap pelanggaran ada hukuman dan hajaran.
Hukuman bagi orang yang keras hati dalam dosa.
Hajaran untuk orang yang menyesal dan bertobat.
Tetapi tidak semua pelanggaran orang benar menerima hajaran dari Allah.

1 Korintus 11:32
Tetapi kalau kita menerima hukuman dari Tuhan, kita dididik, supaya kita tidak akan dihukum bersama-sama dengan dunia.

Seorang anak yang menyesal sebelum ditegur, ia tidak perlu lagi dipukul. Tetapi penyesalan anak karena ia ditegur keras, sering kali membutuhkan pukulan untuk mengingatkannya agar jangan berbuat pelanggaran yang sama. Manusia mendidik apa terlihat tetapi Allah melihat sampai dalam hatinya. Karena itu 1 Korintus 11:31 mengajarkan kita “menguji diri kita sendiri” agar kita tahu jika sedang berbuat sesuatu pelanggaran sebelum ditegur-Nya.

Ayat tabur tuai adalah bagi mereka yang hidup dalam dosa, ia akan menuai buah dari dosa tersebut. Tetapi kita memiliki penanggung yang menanggung akibat dosa yang harusnya kita tanggung, yaitu YESUS, Tuhan dan Kristus bagi kita.

Yesaya 53:4
Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.

Hajaran dosa digambarkan dalam Perjanjian Lama berupa sakit penyakit, kesengsaraan. Tetapi hukumannya jika tidak mau bertobat adalah maut. Saat Yesus datang Ia disalibkan untuk menanggung dosa, menjadikan diriNya berdosa karena mengambil dosa kita, oleh sebab itu ia juga menanggung hajaran dan hukuman Allah, bilur-bilurNya adalah hajaran yang harus kita terima dan kematianNya sampai hari ketiga adalah hukuman maut yang seharusnya untuk kita semua ditanggungnya. Karena itu juga banyak orang Kudus bangkit saat ia turun ke dunia maut, sebab Ia datang menggantikan mereka, dan juga kita. Tetapi karena kebenaranNya sendiri sebagai Anak Manusia, yang taat sampai mati, Allah Bapa membangkitkannya dan meninggikanNya, menerima kembali kemuliaanNya yang Ia miliki sebelum dunia dan segalanya ada.

Jadi mari kita jangan kecilkan pengorbananNya.

betapa baikNya Engkau Yesus Tuhanku.
bagi anak2 Tuhan yang lain yang belum sadar,sadarlah kembali ke jalanNya dan hidup untuk menyenangkan hatiNya.
-menari narilah bagiNya.
-bernyanyilah disegala waktu untukNya.
-bersyukurlah dalam semua keadaan.
-hiduplah kudus dihadapanNya.
-ucapkan tobat disaat melakukan pelanggaran dan jangan ulangi lagi.

Perihal pengampunan:
nah skrg sodara krispus klo ada orang yang menyakitimu,sudahkah sodara mengampuni?gimana cara mengampuninya dengan tulus?dan gimana disaat orang kebanyakan sulit mengampuni,karena ini butuh proses,bahkan prosesnya bisa makan waktu bertahun tahun?
sedangkan ada Firman Tuhan berkata:kalau kita mengasihi Tuhan berarti kita harus melaksanakan hukum Kasih.

Apa yg kita tabur, itu juga lah yg kita tuai. akibat dosa yang kita lakukan seringkali tidak terelakkan. kita bisa menghilangkannya. tetapi kita dapat yakin kalau Allah akan mengampuni dosa kita dan membantu dan menguatkan kita utk menghadapi konsekuensi dosa yg kita lakukan. :happy0025: :happy0025:

berarti tetap ada konsekuensinya…
seperti orang narkoba,dia tobat kembali ke yang benar,tapi dia harus menderita oleh karena apa yang dia lakukan,badan serasa mengigil bila gak ada obat candunya,keringat dingin,dan lain2.begitu yah?tapi Tuhankan bisa hapuskan itu klo Tuhan maukan?

Mengampuni itu mudah atau sulit tergantung sebarapa dalam kita dilukai. Pengampunan terlama yang saya jalani adalah sekitar delapan tahun. Lain dari itu biasanya tidak menunggu besok atau jam berganti.

Seberapa dalam kita dapat dilukai tergantung seberapa kita mengerti arti hidup kita. Semakin kita mengerti tujaun dan arti hidup kita, maka semakin jarang kita dapat dilukai sangat dalam dan bahkan mungkin sama sekali tidak dapat dilukai.

Untuk dapat mengerti arti dan tujuan hidup, kita harus berjalan bersama Allah, hidup kita harus benar-benar kita jalani bersama-sama dengan Tuhan setiap hari bukan hanya hari-hari tertentu atau saat-saat tertentu saja.

Untuk dapat berjalan bersama Allah kita harus memiliki iman, pengharapan dan kasih yang kita curahkan sepenuhnya kepada Allah melalui Tuhan Yesus Kristus dalam pimpinan Roh Kudus.

Roma 1:17
Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

Amin,saya setuju dengan bro krispus.Mengampuni sulit dan gampang,gampang dan sulit.aku juga ada pengalaman kepahitan dari kelas 3/4 sd sampe dewasa skrang.hidupku tidak tenang saat tidak mengampuni,penuh dengan kebencian,kedengkian,selalu menantang,selalu marah,emosi,dendam,penuh tatapan yang bermusuhan,tapi saat aku mengampuni,hidupku lebih bebas.
oh ya ,kamu terkadang ingat gak kejahatan seseorang itu yang dulu sepintas terlintas… orang yang menyakiti kita,seolah olah ada memory buruk yang terlintas begitu saja,tapi kita sudah ampuni lupakan kesalahan dia,kita berusha untuk hidup damai dengannya.

Ini menyangkut soal keadilan tuhan saja

GBU