TUHAN (YHVH) BUKAN ALLAH (BAPA) & ALLAH (BAPA) BUKAN TUHAN (YHVH)

Kalo versi pengertian saya thdp Trinitas - kayaknya nggak ada di A atopun B, rama.

Kira kira kayak yang sbb ini :
Tuhan (uncountable) yg manifestasinya didalam span waktu (pov Israel) secara 3 model dimana setiap model-nya menjadi countable.

  1. Tuhan sebelum inkarnasi secara model X
  2. Tuhan dimasa inkarnasi secara model Y
  3. Tuhan setelah masa inkarnasi lewat secara model Z

Setiap terjadi event manifestasi (baik itu X, Y maupun Z) tidak meniadakan Tuhan.

Maksudnya kayak gini :

  1. sewaktu Musa ngliat semak belukar menyala dan berbicara dengan Tuhan (manifestasi X), di saat yang sama it’s possible Tuhan berbicara dgn individu lain (bukan Musa) di lokasi yg berbeda.

  2. sewaktu Rasul berbicara dengan orang bernama Yesus (manifestasi Y), di saat yang sama it’s possible Tuhan berbicara dgn individu lain (bukan Rasul) di lokasi yg berbeda.

  3. sewaktu Paulus ketemu dan berbicara dengan Tuhan (manifestasi Z) di perjalanan ke Damsyik, di saat yang sama it’s possible Tuhan berbicara dgn individu lain (bukan Paulus) di lokasi yg berbeda.

  4. manifestasi X, bisa dikatakan non_earthly

  5. manifestasi Y, bisa dikatakan earthly

  6. manifestasi Z, bisa dikatakan non_earthly

Pada point-2, pabila terjadi event yang bersamaan di lokasi yang lain (misal di cina dan tentunya bukan Rasul) — maka event di cina tsb sosoknya non_earthly. Sedangkan point-1 dan point-3, semuanya non_earthly wherever it is.

Maksud dari “menjadi countable” —> ini hanya apabila diketahui oleh observer.
Misal observer mengetahui Musa berbicara dgn Tuhan dan observer mengetahui pula bhw pada saat yg bersamaan ada orang lain di cina berbicara dengan Tuhan. Dengan demikian di pov observer ada “dua” Tuhan di saat yg sama tsb.

Kira kira kayak begitu dah versi saya, rama :smiley:

@odading

anda: Misal observer mengetahui Musa berbicara dgn Tuhan dan observer mengetahui pula bhw pada saat yg bersamaan ada orang lain di cina berbicara dengan Tuhan.
saya: menurut anda, apakah pada saat itu:
a. tuhan terbagi jadi 2 (50% dilihat musa dan 50% dilihat orang cina)
atau
b. tuhan jadi 2 (yang dilihat musa adalah tuhan 100% dan yang dilihat orang cina adalah tuhan 100%)

A dan B :char11:.

Ilustrasinya mungkin kira kira kayak gini :
Seloyang kue X, mempunyai rasa yang merata.
Kue X ini dibagi dua (disini tergantung dari pengetahuan yg ada di observer).

  1. Jadi sekarang ada kueX1 dan kueX2 (yg A di quote rama)

Cuplis makan kueX1 - Unyil makan kueX2
2. Baik cuplis maupun Unyil merasakan rasa kue yang sama (yg B di quote rama)

Yang pink untuk mengingatkan bahwa kue X itu sendiri tidaklah menjadi terdiri dari 50% dan 50% (kan uncountable/infinite), melainkan secara dari pov observer - kue yang dimakan cuplis itu = 50% nya kue X, yang dimakan Unyil itu 50% nya kue X, karena pengetahuan si observer itu ada dua mengenai event yang terjadi di saat bersamaan, Musa di Israel - Brusli di Cina.

Nah selanjutnya ke perihal percaya.
Taroh kata ceritanya si observer percaya bahwa Tuhan bisa bermanifestasi sebanyak 7M di 7M lokasi yang berbeda thdp 7M individu yg berbeda at the same time. Ya tinggal di itung aja jadi brapa itu fraksinya dari 100% dibagi 8M :char11:. Disini nge-pin-point balik bahwa Tuhan itu sendiri uncountable/infinite dimana angka 7M - whatever the number is, bisa diganti ke secara persamaan —> ∞. Tetapi orang kan gak bisa ngedefine infinite, jadinya ya itu balik lagi ke secara pov observer (limited) yakni 100%. Setiap Tuhan yg diliat 7M individu tsb adalah fraksinya dari 100% dibagi 7M (yg A - ada 7M kue) namun tetep aja itu 100% Tuhan (yg B - masing2 kue rasanya sama). ;D

khayal.com :cheesy:

NB :
penjelasan saya diatas gak bisa di aplikasikan ke model Y (earthly),
karena model Y sudah duluan terdefinisi - yakni Tuhan sebagai orang, 100% orang.
so, bayi yg baru ngbrojol itu 100% orang.
bukan 100% Tuhan, apalagi 100% orang + 100% Tuhan
:char11:

@odading

mengenai kue, apakah itu berarti:
jika dilihat dari bagiannya maka itu adalah pilihan A (kue terbagi dua 50% 50%)
jika dilihat dari rasanya maka itu adalah pilihan B (tiap bagian kue memiliki rasa yang 100%)

sekarang mari kita terpakan pada konsep ketuhanan yang anda yakini
jika dilihat dari bagiannya maka itu adalah pilihan A (tuhan terbagi dua 50% 50%)
jika dilihat dari sifatnya maka itu adalah pilihan B (tiap bagian tuhan memiliki sifat maha kuasa yang 100%)

Bukan, rama. Melainkan [dilihat dari ada dua-nya]. Sekarang kosakata “dua” yg mewakili angka/jumlah itu kita ganti ke n.

So, pabila observer mengetahui ada sekian n event yg terjadi at the same time, maka Tuhan-nya jadi 1/n at that time.

Terkait kue, observer anggep kuenya cuma satu biji (literally 1, dimana 1 + 1 = 2).
So… pabila semisal observer mengetahui bhw si A makan kue - juga si B dan si C makan kue at the same time (n=3), maka anggepannya jadi kue yang dimakan oleh masing2 itu 1/3.

jika dilihat dari rasanya maka itu adalah pilihan B (tiap bagian kue memiliki rasa yang 100%)
Ya.
sekarang mari kita terpakan pada konsep ketuhanan [b]yang anda yakini[/b]
yang ada di khayalan saya, begitu kira2 pasnya :D
X. jika dilihat dari bagiannya maka itu adalah pilihan A (tuhan terbagi dua 50% 50%)
Ya kira kira begitu. The point is, yg Musa atopun Paulus alami ketemu Tuhan itu... itu ["part" dari Tuhan]. Ilustrasi laennya mungkin kira2 kayak begini... (ilustrasi ini gak bisa digabung dgn Y, karena Y melibatkan makhluk hidup, sementara yg X ini gak perlu melibatkan makhluk hidup) :

Semua bilangan yang ada = tidak terhingga (infinite).
Nah setiap angka yang manusia bisa ketahui, entah itu angka 1 kek, 2 kek, 3 kek, berapapun —> ini adalah [“part” dari semua bilangan yang ada].

Tapi ilustrasi diatas kayaknya kurang pas, karena countable —> dimana Tuhan jadinya ada banyak, tidak terhingga banyaknya :char11:. Dilain sisi, kalo secara “Tuhan ada satu”, maka jadinya fraksi (1/n) —> [“part” dari 1 Tuhan], ilustrasi angka gak bisa dipake, ilustrasi kue yg dipake

Y. jika dilihat dari sifatnya maka itu adalah pilihan B (tiap bagian tuhan memiliki sifat maha kuasa yang 100%)
Ya.

@odading

anda: Dilain sisi, kalo secara “Tuhan ada satu”, maka jadinya fraksi (1/n) —> [“part” dari 1 Tuhan],
saya: apakah itu berarti anda meyakini bahwa:

  1. bapa, anak, dan roh kudus adalah bagian dari tuhan?
  2. anak (yesus) adalah bagian dari tuhan yang pernah mati?

satu kesatuan sama sisi (segi-tiga)
dokter=pak adi, guru=pak adi, pilot=pak adi
dokter bukan guru, guru bukan pilot, pilot bukan dokter
tetapi
dokter=pak adi, guru=pak adi, pilot=pak adi

saat dokter sakit, apakah guru juga sakit? ya…
saat dokter sakit, apakah pilot juga sakit? ya…

jgn lupa…tertulis dgn defisini anda sendiri bahwa : " dokter bukan guru, guru bukan pilot, pilot bukan dokter "… dalam satu pribadi (ini yg blm anda pahami)
keuali anda mengkontradiksikan dan atau menarik pernyataan anda … saya siap menjawab …

pake kacamata kuda, dituntun dgn kacamata kuda … ujung2nya masok jurang
padahal si kuda dituntun oleh yg gk pke kacamata kuda

@cnc

dari contoh yang saya ajukan tentang pak adi, dokter, guru, pilot,
pertanyaan saya sederhana: apakah anda sepakat dengan contoh yang saya berikan?
jika anda tidak sepakat, silahkan anda berikan contoh yang menurut anda lebih tepat untuk menggambarkan konsep ketuhanan yang anda yakini

sedari awal Q setuju dengan catatan/kecuali