TUHAN

Ya sebenarnya konteks cerita itu untuk ATHEIS,bukan untuk orang yang sudah percaya. Tidak mengalami tapi dituntut percya? Contohnya apa ya?

Contoh sederhana: orang kristen yg lagi mengalami kesusahan.
Dia disuruh berdoa dan percaya tp keadaan gak berubah dan dia tetap kesusahan, malah tambah susah.

Apakah bukti dari imannya bahwa Tuhan memang ada?

Klo dari sudut pandang Kristen banyak kemungkinan. 1. Doanya salah. 2. Orangnya malas. 3. Hukum tabur tuai. 4. Ujian. Jadi IMAN SAJA tidak bisa dipakai ukuran. Saya sendiri malah seperti itu sekarang. Di depan saya ada KEMUSTAHILAN. TIDAK ADA ALASAN UNTUK PERCAYA ADANYA KEAJAIBAN. tapi saya memilih untuk TERUS PERCYA. jadi punya Iman juga percuma klo ga tahan ujian. Bukti dari iman bahwa Tuhan ada adalah jika dalam keadaan terjepit lalu ia berdoa. LALU SEGALA BEBANNYA HILANG. SEHINGGA IA BISA MENGUCAP SYUKUR. Itu bukti Tuhan ada.

@charity
Menjadikan semua kemungkinan sebagai jawaban (multiple choice) dan menyuruh orang untuk pilih salah 1, bukanlah sebuah jawaban.
Selain itu, kemungkinan lain, yg lebih besar, gak diikutsertakan, yaitu mungkin saja Tuhan memang gak mau jawab dan gak mau nolong.

Bukti dari iman bahwa Tuhan ada adalah jika dalam keadaan terjepit lalu ia berdoa. LALU SEGALA BEBANNYA HILANG. SEHINGGA IA BISA MENGUCAP SYUKUR. Itu bukti Tuhan ada.

Dr penjelasan elo di atas, kalo bebannya gak hilang berarti Tuhan gak ada dong ya?

Haiyaa… :char11:

Karena saya sendiri ga tau keadaan orang yang anda ceritakan. Bisa jadi doanya duit melulu,ato dulunya dia suka ngejek orang susah. Kan saya ga tau. Tapi klo opsi TUHAN GA MAU NOLONG,saya pikir itu bukan opsi. TUHAN PASTI MENOLONG. asalkan sesuai kehendakNYA. soal beban, DY juga janji mengangkatnya kok. Ada sesuatu yang saya namakan ISENG ROHANI… Berdoa,nangis,abis doa bebannya tetap… Kenapa?? Karena doa dan nangisnya buat masalanya JAAAUUUH diatas ucapan syukurnya buat TUHAN.

Jadi ada yang berkata “kok aq masih kuatir ya??”… Nah harus dicek gimana doanya. Ini pernah saya alami, karena itu saya tau banyak juga yang seperti itu. Gbu.

YESUS memberi contoh di Alkitab tp kita sering kali gak ngikuti contohnya:

Yoh. 9:2 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?”
Yoh. 9:3 Jawab YESUS: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.

Tinggal rubah dikit pertanyaannya jadi: “Tuhan, kenapa doa orang2 tertentu gak dijawab, apakah dia salah berdoa, apakah dia ada dosa?”

  • sayangnya kita gak pernah puas dgn jawaban Tuhan dan malah bikin jawaban kita sendiri e.g. salah doa, gak sesuai kehendak Tuhan, harapan yg salah dllsb.

Org buta di ayat di atas mungkin udah nyerah berharap utk bisa melihat krn dia buta dr lahir dan mungkin dia cuma pasrah aja ma keadaan tp tanpa tanya ini itu (misalnya: apa dia salah berdoa, salah berharap dll) YESUS menyembuhkan org buta itu tanpa diminta, tanpa meminta imbalan berupa ‘iman’ dan tanpa menetapkan standar ‘doa harus benar’.

Masalahnya kadang kita pun spt org buta itu, hilang harapan, tp apakah YESUS masih nuntut kita utk percaya ataukah kasih-Nya yg kesohor itu mengerti kelelahan kita utk berharap?

Niwei nih trit kurang lebih sama aja kek trit sebelah, ‘Kenapa TUHAN’, jadi gw pindah ke sono aja ah bahasnya biar gak dobel2.

Kalau anda bicara logika secara proposional dengan mengedepankan logika yang memasung (memberikan batasan) pada simbolisasi yang sekuen arahnya

Secara logika itu sudah “merusak” tatanan komposisi dan proposisinya

Karena itu perlu ditentukan kalibrasi apa yang sesuai dengan tatanan komposisi dan proporsi secara logika dan sistematikanya

Dan logika tidak bisa menemukan Tuhan

Karena itu saya simpulkan

inilah kesulitan manusia yang dalam keterbatasannya mencoba mencari “sebab” kenapa Tuhan itu “harus” ada…

GBU