tujuan gereja itu apa ya?

kalau ada orang yang bertanya, “kalau kamu bertemu dengan pelacur yang sekarat, dan pelacur itu minta tolong untuk diselamatkan, akankah kamu menolongnya?” Kemungkinan orang2 akan menjawab seperti ini, “kamu pelacur, kamu berdosa, saya tidak mau menolong kamu, kalau kamu hidup dengan suci, barulah saya akan menolong kamu”… Pertanyaan saya, apakah itu sesuai dengan ajaran Yesus?
Di gereja2pun banyak sekali orang yang suka menghakimi, contohnya, homo ataupun lesbian dilarang mengikuti kebaktian atau dipandang sebelah mata… Lalu, apakah gereja hanya diperuntukan bagi orang2 yang “benar”?? Karena menurut saya, tidak ada satu orangpun yang benar di dunia ini…
Bukankah gereja itu seumpama rumah sakit, Orang yang datang ke rumah sakit adalah orang yang sakit yang perlu disembuhkan… Dan saya kira, itu pula tujuan Yesus datang ke dunia, untuk mencari jiwa2 yang sakit rohani’nya untuk diselamatkan, Yesus tidak datang untuk membangun gereja untuk para Ahli2 taurat yang munafik itu, bukan?

menarik soal rumah sakit,
tentu saja mereka yang diobati BERNIAT DAN BERJUANG UNTUK SEMBUH BERUBAH DARI SAKIT MENJADI SEHAT BUKAN?

jadi boleh juga sebenarnya Gereja itu diibaratkan sebagai RUMAH SEHAT.

salam

firman Yesus: bukan orang yang sehat yang membutuhkan tabib… melainkan orang sakit…

Luk 5:32
Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat."

siapakah yang MERASA PALING BENAR DAN PALING SUCI DARI ORANG2 FARISI YANG MENDAPATI PEREMPUAN PENZINAH?? DAN AKAN DIAPAKAN YESUS DALAM KEBIJAKSANAANNYA??

Sebab peraturan adat istiadat Yahudi, baiklah mereka melempari dengan batu perempuan yang kedapatan berzinah…

Kata Yesus:

Mat 5:20
Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

menunjukkan kalau orang farisi dan ahli2 taurat hidup dalam kegamaannya yang patuh…

kata Yesus:

Yoh 8:7
Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa , hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu. "

tidak ada yang berani karena memang tidak satupun yang merasa tidak berdosa…

demikian juga Yesus mengatakan: Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau . Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

  1. Kata Tuhan Yesus pada Penjahat yg PERCAYA kepada-Nya yg ada disebelah-Nya yg telah berkata :
    Lukas 23 :
    40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
    41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.”
    42 Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.”
    43 Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.

Jadi terlalu GEGABAH bila ada diantara kita yg sok2an berkata :"“kamu pelacur, kamu berdosa, saya tidak mau menolong kamu, kalau kamu hidup dengan suci, barulah saya akan menolong kamu”… karena ia tidak berlaku sebagai layaknya yg disebut GEREJA !!Hidupnya aja sering MELACURKAN DIRI “berzinah dalam roh” percaya pada ILAH2 lain berupa Tahta, Harta dan Wanita ! … Apa kah definisi GEREJA itu ??

2 & 3. Gereja adalah seseorang yg diambil dan dipilih dari suatu kelompok/kumpulan manusia lalu di ISI dengan Roh Kudus dan dibekali Hikmah Alkitabiyah lalu DIKIRIM KEMBALI pada Kelompoknya untuk meyampaikan Berita Keselamatan kepada mereka disana !
Jadi gereja lebih AKTIF dari Rumah sakit karena bukan Orang Sakit yg aktif datang melainkan si Rumah Sakitnya / Gerejanya yg aktif datang dan mencari mereka yg HILANG !

Agree :happy0025:
Care-handling yg “terHILANG” telah menjadi salah 1 Misi-Diakonia Gereja.
Disamping misi / tujuan Gereja lainnya yakni Koinonia & Marturia.

Re: tujuan gereja itu apa ya?
gereja ataw Gereja ?

Mat 16:18
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya

1 Kor 3
11 Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.
12 Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami,
13 sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.
14 Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.
15 Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.
16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?
17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu

Thus, gereja hanyalah wadah-sarana bagi Gereja berkarya melaksanakeun PENCAPAIAN Misi-Nya.
Jika ‘masa itu’ tiba, yg tinggal tetap hanyalah Gereja-Nya :slight_smile:
ImanueL

Cheers JOYfully in Christ Jesus only ^!^

Ah masa spt itu sih?
paling tdk bisa telp ambulance Rumah sakit kan? gak peduli siapa dia, itu yg biasa terjadi pd umumnya.

Hubungan sejenis (Homo & Lesbian) jelas2 dilarang oleh Tuhan,
itu sebabnya Sodom dan Gomora di bumihanguskan oleh Tuhan
Dlm Alkitab ada larangan yg jelas tt hubungan sesama jenis:
Roma 1:26 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.
1:27 Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga
mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.

Memang tujuan gereja adalah spt itu,
cuma pada kenyataannnya tdk spt itu, mengapa?

karena org2 yg datang ke gereja umumnya tdk merasa sakit, malahan merasa paling benar
kalau ada yg sakit (rohani) pun pura2 sehat dan mencoba menyembunyikan penyakitnya
Dgn demikian gereja tdk dpt berfungsi spt tujuan semula.
Apakah ada org datang ke gereja lalu bilang saya org berdosa, kotor, najis, shg perlu disembuhkan?
Bukankah kalaupun mereka yg diluar itu sebenarnya adalah org2 berdosa datang dgn pakaian rapih,
tutur katanaya sopan dan lembut, dan berlagak spt org2 suci?
Jadi dgn masalah yg ada pd anda gak usahlah menyalahkan gereja, cobalah introspeksi diri anda dulu
GBU

gereja tempat orang yang mau bertobat

jika pelacur, homo dan lesbi, penjudi dan pencuri, mereka datang kegereja tetapi tidak mau bertobat dari dosanya, ia akan menjadi kanker dalam gereja, menjadi racun dalam jemaat dan jika ia berduit dan perkekuasaan, lama-lama juga akan menduduki posisi kepemimpinan dalam organisasi gereja dan berikut-berikutnya kebijakan gereja akan berubah demi mereka untuk menerima dosanya sebagai rasa kemanusiaan.

Alkitab memberikan sikap keras terhadap Ahli Taurat dan orang Farisi mengapa??? Mengapa Yesus tidak sabar dan menerima mereka dengan kasih dan mendudukan mereka diantara para rasul-rasulnya??? Sebab orang yang keras hati dengan dosanya ia bukan jemaatNya. Tetapi seorang pelacur yang bertobat, menyesali perbuatannya, pasti akan diterima oleh gereja dan Tuhan, sebab ia meninggalakan dosanya.

Yudas 1:22-23
Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.

Kepada pelacur, lesbi, banci, homo, pencuri, penipu, pemabuk dan sebagainya kita menyatakan kasih kita, tetapi bukan menerima mereka sebagai jemaat Allah sebelum dosa-dosa mereka diselesaikan dihapan Tuhan dengan bertobat dan berbalik dari jalannya yang salah. Bukan malah menerima dirinya beserta dosa-dosanya atas nama humanisme. Humanisme juga adalah “agama” (filsafat) bukan ajaran Kristus (walau kelihatannya mirip).

Bacalah 1 Korintus 5:9-13 dimana kita dihimbau jangan bergaul dengan mereka orang cabul, pemabuk, penipu dan sebagainya yang menyatakan dirinya orang Kristen tetapi hidup dalam dosa. 1 Korintus 6:9-10 mereka tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah jika mereka tidak bertobat.

Apakah kita sedang membangun jemaat yang kudus dihadapan Allah atau jemaat yang paling humanisme menerima semua orang berserta dosa-dosanya? Yesus adalah tabib, orang sakit datang kepadanya, tetapi saat seorang sakit merasa dirinya tidak sakit, walau ia berada didekat Yesus, tetapi saja ia seorang kusta. Kita hanya menerima orang yang merasa sakit dan ingin disembuhkan, kepada meraka yang sakit tetapi tidak merasa sakit, mereka hanya butuh pengakuan bukan butuh tabib.

Bukankah orang2 munafik itu juga perlu instropeksi diri??? Lalu, kalau di dalam gereja itu penuh dengan kepalsuan, balik lagi ke pertanyaan saya sebelumnya, sebenarnya apa tujuan gereja??

IMO yg perlu introspeksi itu termasuk di dlmnya adalah diri anda,
yg cenderung menunjuk kesalahan org lain, tapi tdk pernah merasa salah dgn diri anda?
anda perlu membuka diri siapa & bagaimana anda sebenarnya
GBU

maksud anda, orang yang harus menghindari orang2 “berdosa” tersebut, itu orang yang seperti apa ya? Orang2 suci yang tidak berdosa?? Orang2 yang seperti mereka yang melempari Maria Magdalena dengan batu? bukankah untuk menolong mereka, kita juga harus menunjukan pendekatan terhadap mereka? Ketika mereka berniat untuk bertobat, bukankah mereka memerlukan proses? Bukankah di dalam proses itu mereka memerlukan dukungan dan bimbingan?? Lalu kenapa kita harus menjauhi mereka? karena kita merasa diri kita suci dan takut terkontaminsai dengan mereka?? Ketika saya menjalani pelayanan di bali, banyak para homo dan pelacur yang ingin terlepas dari kehidupan gelap mereka, tapi itu sangat tidak mudah… Dan akhirnya dengan pendekatan yang bersahabat dengan mereka, dengan kerjasama dengan rekan2 lain yang mempunyai misi yang tulus untuk melayani, dan dengan sikap yang tidak menghakimi, akhirnya beberapa jiwa’pun akhirnya betul2 bertobat dan dibaptis… Jadi bayangkan kalau kita menjauhi mereka pada saat mereka datang (walaupun mereka datang hanya dianggap untuk mendapatkan pengakuan), bukankah mereka akan malah merasa bahwa hidup mereka sudah benar2 kotor dan tidak bisa diperbaiki lagi? Bukankah mereka yang menyebut dirinya “pelayan Tuhan” seharusnya mencerminkan pribadi Yesus yang sabar dan bersahabat untuk menyelamatkan banyak jiwa2?? Ketika para homo, lesbian, atau pelacur itu kelihatannya tidak sungguh2 bertobat, bukankah itu merupakan suatu ujian untuk para “pelayan Tuhan” untuk dapat membuat mereka benar2 bertobat, dan bila mereka berhasil membuat orang2 itu benar2 bertobat, itu’lah pelayan Tuhan yang luar biasa… Tapi kalau untuk membuat “orang2 berdosa” tersebut bertobat dengan mudah, sepertinya Tuhan Yesus tidak perlu repot2 datang ke dunia. Membuat orang bertobat tidaklah semudah membalikan telapak tangan, dan pelayan Tuhan haruslah bekerja keras untuk menjangkau “jiwa2” yang terhilang tersebut… Tugas Pelayan Tuhan yang sebenarnya bukanlah cuma bersantai2 bertepuk tangan dan menghakimi, bukan? Seperti tertulis di matius 28:19 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” … ingat juga Yoh 8:7 "Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa , hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”

Itulah yang dilakukan setiap orang yang saya jumpai, ketika saya mengakui kesalahan saya malah dihakimi, dan orang2 itu terus membicarakan dan membeberkan tentang kesalahan saya tanpa instropeksi dirinya sendiri… Semakin saya mengakui keslahan saya, semakin saya dihakimi… Pada saat itu anda tidak ada bersama saya, jadi anda tidak tau kalau saya sudah benar2 instropeksi diri… Oleh sebab itu’lah saya bertanya tentang topik ini…

Gereja memang tdk ada yg sempurna,itu adalah fakta.Jadi kl tdk puas silakan berkeliling mencari yg dirasa cocok.
GBU

Dear sister maria, shalom damai melingkupi hati qta :onion-head80:
Semoga ujian hidup ini bs m’cetak ilmu baru edisi EXTRA sabar tk.dewa/i ya :slight_smile: … karna Tuhan qta khan sudah lebih dulu SUPER SUABAARR menanggung SMUA KESALAHAN qta, yg berkali-kali & ga sebentar, tp trbukti DIA tetap SETIA m’jagai qta yg SALAH&SLLU SWABAARR m’benahi hidup qta yg kacau bala, :happy0062:

Adalah baik bila qta legowo m’hadapi & m’jalani konsekwensi LOGIS dr stiap kesalahan dosa yg dilakukeun_sementara yg sudah mati2an M’BERSIHKEUN, MENANGGUNG & MENEBUSnya smp MATI bukan qta khan ? tp DIA Sang Juruselamat :slight_smile:
Kadang qta masih sering ga sadar bhwa stiap dosa kesalahan yg qta buat BUKAN menyakiti mns, tp menyakiti DIA; yg sedemikian rupa sllu mencintai qta SPENUH Hati-Nya (believe me, it’s Hurt Him deeeeep!) :char12:
Dan karna dosa=pelanggaran trhadap rules-Nya, so it is actually CASE only between qt dg DIA yg Empunya Rules, ini yg semestinya jd FOCUS UTAMA slama periode PASCA PERTOBATAN… ndak perlu kuras energi negatif fokus berurusan dg tingkah-polah sumpah-serapah caci-maki sesama mns siapapun mereka, yg ad bukan PERTOBATAN sejati malahan bisa2 jd pertobatan semu berbuah kepahitan baru :char12:

Adalah sia2 brharap pd mns utk maw INSTANTLY (sim salabim) memahami mengerti lalu nrima kondisi qta kayak ga prnah trjadi ksalahan apa2 sebulumnya_persis sperti yg amat qta dambakeun… nyariiis MUSTAHIL,niscaya SIA2 (kcuali mereka qta suntik amnesia aja :smiley: jj )

To ur question ttg tujuan gereja, menurut saia gereja didirikeun utk mjd TEMPAT/ SARANA jemaat Tuhan berinteraksi dg Tuhan & sesamanya dlm rangka berakar, brtumbuh, berbuah m’jalankeun Misi-Nya,
>> gereja bukan utk jd JAWABAN dosa2, bukan utk jd RESEP kesembuhan, bukan utk jd JLN KELUAR pasca pertobatan… bukan itu tujuannya :slight_smile: >> yg tujuannya utk ITU SMUA ya DIA :wink:

So, if i may suggest dear, what u need THE MOST is not just a PLACE (gereja), karena tak 'kan qta temukeun OBAT yg sedang qta cari2 di sana
what we need THE MOST is a PERSON, yg adlh JALAN KELUAR satu2nya :wink:
gereja yg (sekedar) tempat itu ndak punya tujuan utk hidup qta, tapi that PERSON (Jesus Christ) itulah yg punya Tujuan, yg mencanangkeun TUJUAN di hidup qta, ya hanya DIA. :wink:
#Kristus Yesus Jawaban, itu tujuan-Nya (yg qta cari :wink: )
#gereja & segala isinya, bukan! (ga perlu cari2 di sana, salah TKP :slight_smile: )

Qta coba dg URUTAN FOCUS UTAMA yg benar >> berdamai dg PRIBADI itu, berdamai dg diri sendiri, jgn ‘toss lg’ dg dosa masa lalu >> it’ll automatically m’buka pintu & jendela prdamaian dg sesama mns :slight_smile: then akan nampak TUJUAN-Nya yg hakiki, dan itu gak qta temukeun di gereja, trust me :wink: JBu

Cheers JOYfully in Christ Jesus only

Maaf saya bold, beri warna dan garis bawahi tulisan anda.

Anda terlalu humanis, sehingga anda tidak dapat membedakan mana yang kehendak Allah dan mana yang dari dunia ini. Humanis berasal dari dunia, bukan dari Atas.

Yohanes 16:7-8
Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;

Bertobatnya seseorang adalah karena pekerjaan Roh Kudus, bukan karena usaha manusia. Seberapa besar usaha manusia menolong seorang yang tidak ingin bertobat hanya akan melahirkan orang-orang diantara mereka yang segan dan akhirnya menuruti apa mau penolongnya, bukan benar-benar bertobat. Selama penolongnya itu ada maka ia berbuat baik, tetapi jika sudah tidak ada dia akan kembali kepada dosa-dosanya. Itu bukan pertobatan yang dikehendaki Allah itu semu dan hanya untuk menyenangkan manusia saja.

(sambung dibawahnya)

(lihat posting diatasnya)

Bacalah dalam kitab suci, apakah kita diperintahkan “buatlah tobat seseorang” atau perintah yang kita dengar adalah “bertobatlah”? Murid Yesus diutus berdua-dua dari kota ke kota, desa ke desa, apa perintahNya? “Berjuanglah sampai mereka bertobat”? Bukankah Matius 10:14 menulis " apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu. " Ingat jangan sombong bukan kita, manusia yang membuat mereka bertobat, tetapi ROH KUDUS. Bukan perbuatan baik kita yang membuat mereka bertobat, tetapi pekerjaan Allah.

Seorang teman saya melayani banci atau waria di Jakarta, pelayanannya serius dan telah membuat tempat penampungan, membuatkan tempat usaha dan memberi keterampilan kepada mereka, apa hasilnya? Jika ia ada di Jakarta mereka semua alim dan datang kegereja bahkan sampai menangis-nangis, tetapi jika teman saya ke kota lain beberapa lama, semua kembali ke jalan dengan kehidupan lamanya. Saya katakan itu semu, hanya membuat dirimu kelihatannya baik. Anda tahu dimulai dari mana pelayanannya? Dari seorang waria yang bertobat dan meninggalkan kehidupan lamanya, kembali menjadi laki-laki tulen dan berubah total menjadi manusia baru. Lewat satu orang ini dikiranya semua orang akan dapat bertobat dengan cara yang sama.

Jika seseorang memang ingin bertobat, maka ia akan menemukan jalannya. Tetapi kadang si murah hati, si darmawan akan didatangi banyak orang bukan karena orang-orang itu ingin bertobat, tetapi karena mereka ingin mendapatkan keuntungan dari si murah hati atau si darmawan tersebut.

Anda tahu apa artinya lahir baru? Anda pernah bertobat? Saya bukan anak alim sejak kecil, saya hidup dalam lingkungan yang buruk dengan orang-orang yang berbuat yang buruk. Saat bertobat, saya tidak perlu proses meninggalkan kehidupan lama saya. Hari itu juga saya tinggalkan dan menganggap sampah semuanya untuk mendapatkan Yesus. Ada proses, tetapi proses yang saya alami adalah proses untuk diperbaharui dari hari ke hari sehingga seluruh hidup saya kudus seperti yang dikehendakiNya (sesuai dengan FirmanNya). Bukan proses meninggalkan hidup lama.

Anda pernah melayani gepeng? Mereka pandai bersandiwara, seakan hendak bertobat, seakan sebenarnya mereka terpaksa, seakan mereka butuh pertolongan. Tetapi pelayanan bertahun-tahun, apa yang didapatkan? Ratusan juta dikeluarkan mereka juga masih ingin bertobat juga…

Matius 3:8
Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

Ingat, bahwa dari buahnya kamu mengenali mereka yang anda ingin layani tersebut. Pertobatan tidak butuh proses, tetapi setelahnya baru butuh proses untuk bertumbuh didalam iman. Saat seseroang bertobat, ia tidak tunggu nanti, atau besok, sebab jika ROH KUDUS memang menjamahnya, hari itu juga ia meninggalakan hidup lamanya dan menganggap sampah semuanya untuk mendapatkan Kristus.

Saya pernah kawatir terhadap seorang muslim yang bertobat dari kejahatannya dan memilih Yesus. Saya kawatir ia akan kecewa dengan salib yang harus ditanggungnya, dengan kemunafikan banyak orang Kristen lainnya dan menganggapnya sama saja. Tetapi akhirnya saya menyadari, saya lupa dengan Tuhan, saya lupa bahwa semua itu adalah pekerjaanNya bukan pekerjaan manusia. Saya lupa yang membuatnya bertobat itu adalah ROH KUDUS, bukan manusia dan membuat ia menjadi indah adalah Tuhan sendiri.

Jangan menjadi humanis, jika anda ingin melayanani mereka dengan pelayanan kasih, silahkan. Tetapi jika anda ingin menobatkannya, ingat, anda hanya diutus untuk menyampaikan kabar baik selebihnya adalah pekerjaan Tuhan. Berbuat baiklah kepada semua orang, tetapi jangan sangka perbuatan baik anda akan menobatkan orang.

Kita tidak bergaul dengan mereka yang menyebut diri Kristen tetapi hidupnya didalam dosa yang sangata mencolok dan tidak juga mau bertobat. Sebab nasihat Firman Tuhan, supaya kita menjauhinya agar jangan kita menjadi biasa dengan dosa-dosanya. Jika keterusan, kelak anda akan mengkawinkan pasangan homo karena humanisme…

sebenarnya kesalahan apa yang anda perbuat kepada mereka ??
kenapa sampai anda bisa berbuat salah kepada mereka ??
apakah anda kurang / tidak intropeksi diri anda ketika berkomunikasi dgn mereka sehingga akhirnya perasaan anda menuduh anda berbuat salah ?? dan memang anda berbuat salah ??
atau dalam berkomunikasi dgn setiap orang - sesuai tulisan anda - membuat mereka merasa tidak senang dgn “cara bicara anda” ??

Pertama-tama kita harus tahu apa itu gereja ? :tongue:

Gereja bukan gedung , gereja bukan ada karena adanya pendeta yang melayani di gedung gereja ,

Gereja bukan ( Pendeta berkhobah dan jemaat menjadi pendengar yang baik ) ,
pelayanan mimbar satu arah

tapi gereja adalah sesama orang percaya yang saling memberi hidup ( saling membangun )

Gereja adalah saya pribadi , yang percaya pada Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat saya.

( dan bila kamu percaya Tuhan Yesus sebagai juru selamat , maka kamu pun adalah gereja )

Saya adalah tubuh Kristus , dan Kristus adalah kepala

Tubuh tidak dapat bergerak tanpa perintah kepala ,

Segala sesuatu Tanya Roh Kudus yang berdiam dalam kita , kalau kita merasa ada [i]damai sejahtera dan

sukacita dari Tuhan[/i] , lakukan pelayanan untuk menjangkau mereka yang terhilang.

( karena Roh Kudus yang tahu seseorang yang kita layani itu sungguh-sungguh bertobat atau kumat )

Tapi jika kamu tidak merasa ada damai atau sukacita dari Tuhan , lebih baik berdiam ( berdoa & baca alkitab &

memuji Tuhan ) dan menunggu Tuhan ( sebagai alat / senjata yang siap Tuhan pakai untuk menuai jiwa-jiwa

yang Tuhan siapkan pada waktunya)

Dengan itu kita dikenal Tuhan sebagai Hamba yang baik yang melakukan kehendak Tuhan pada waktunya.

Sebaliknya, orang akan menjawab bahwa pelacur itu harus ditolong, tapi bentuk nyata pertolongannya diserahkan kepada pihak lain. ;D

Harusnya, di Gereja orang-orang berdosa itu merendahkan diri, tapi kenyataannya bagi sebagian orang (yang lupa diri – merasa diri udah pasti masuk sorga karena telah diselamatkan), maka Gereja menjadi tempat orang-orang “benar”, makanya di forum ini juga banyak yang suka menjadi hakim dan guru/pengajar atas nama Firman Tuhan, karena mereka sudah merasa “benar” —> itulah yang FATAL. :smiley:

Karenanya Tuhan sudah mengatakan bahwa : “banyak yang terpanggil namun sedikit yang terpilih”. :angel:

maaf sebagian text anda saya hapus karena tidak muat…
iya saya setuju kalau membuat orang bertobat adalah pekerjaan Roh kudus, tapi bukankah roh kudus juga dapat bekerja melalui pelayan2 Tuhan yang terpilih?? Itulah sebabnya Tuhan Yesus mencari murid2 untuk pemberitaan injil. Pendeta dan pelayan2 Tuhan adalah media yang Tuhan pakai, bukan?? Media yang seharusnya mencerminkan kasih Yesus yang tidak menghakimi.
“Jikalau seorang berkata: ‘Aku mengasihi Alah’, dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya” (1Yoh 4:20-21).
Untuk membaca dan memahami Alkitab, memang sepertinya tidak bisa diartikan secara harafiah, Kadang2 di ayat yang ini, menyatakan harus menjauhi orang berdosa, tapi di ayat lain dikatakan untuk merangkul orang berdosa… Menurut saya, hanya tidak adil bila kita menghakimi sesama dan menjauhi mereka yang kita bilang “berdosa”… Karena belum tentu dosa kita jauh lebih kecil daripada dosa mereka… Bukankah tugas kita hanya untuk mengasihi dan mencerminkan pribadi Yesus?? Kalau anda bilang saya humanisme, ya, memang benar, karena saya tidak mau mengambil alih posisi Tuhan sebagai hakim… kalaupun ada orang yang mau bertobat tapi mereka tidak sungguh2, hanya Tuhanlah yang berhak menghakimi secara adil, kita manusia tidak bisa mengukur kedalaman hati orang2… Para pelayan Tuhan kan dilengkapi dengan Roh Kudus, bukankah Roh Kudus itu sendiri yang akan melindungi para “pelayan Tuhan” dari kontaminasi roh2 jahat?? Oleh sebab itu, orang2 yang dipakai Tuhan untuk pelayanan adalah sebenarnya orang2 hebat yang dipilih dan dipercaya Tuhan untuk menjadi mediaNya dalam menjangkau “jiwa2”, bukan untuk menghakimi… Tugas "pelayan"Nya adalah mengasihi, mencerminkan pribadi Yesus, melayani dengan kasih dengan MANUSIAWI karena kita masih manusia, dan selanjutnya, tentang kesungguhan umat2 yang “berdosa”, apakah mereka sungguh2 atau cuma main2, biarlah hanya Tuhan yang menghakimi…

Salah,
Baca yang bener…
terusin ke ayat selanjutnya:
16:9 akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;
Roh Kudus mengingatkan “mereka” (yaitu yang bukan orang Kristen) akan dosa (singular) mereka. Yaitu dosa tidak percaya kepada Yesus.

16:10 akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;
Ini Yesus berkata langsung kepada murid-muridNya. Kepada orang yang percaya Yesus, Roh Kudus mengingatkan mereka akan kebenaran, yaitu status mereka dianggap benar dihadapan Tuhan karena Kristus. Allah tidak lagi melihat perbuatan.
Bila pelacur dan pendosa itu benar-benar menerima Kristus, tapi kemudian masih jatuh dalam dosa lama, Roh Kudus akan mengingatkan dan menghibur bahwa bagaimanapun juga, status mereka tetap kudus dihadapan Allah. Allah tetap akan selalu memandang mereka sebagai anak-anakNya. Ini akan menjadikan kekuatan bagi mereka untuk lepas dari dosa. Sayangnya, orang yang sok suci di gereja justru memutar balikkan menjadi harus suci perbuatannya dulu baru Tuhan mau menerima. Mereka tidak sadar bahwa perbuatan mereka sama menjijikannya dengan mereka.

16:11 akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.
Roh Kudus juga mengingatkan kita agar tidak usah takut dengan “penguasa dunia” yaitu setan. Karena mereka sudah dikalahkan.