Tujuan Manusia Diciptakan!?

All, saya singkat saja. Saya sempat ditanyain sama seseorang dan saya tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut. Mohon teman-teman bisa memberikan masukan dan jawaban yang masuk akal, tolong jangan ngejunk ya…
Pertanyaannya begini :
Apa sih tujuan Tuhan menciptakan manusia, kalau pada akhirnya manusia akan dimusnahkan dari muka bumi ini pada saat kiamat? :cheesy:

Tujuan Tuhan menciptakan manusia adalah Tuhan ingin berbagi segala rasa dengan manusia, segala yang bisa Tuhan lakukan dan rasakan.

Manusia dimusnahkan pada saat kiamat bukan karna Tuhan, tapi ulah manusia sendiri.
Lagipula jgn memandang kiamat hanya sebagai sesuatu yang buruk saja. Itu hanyalah proses dari kejadian sebelumnya, dan akan mengakibatkan kejadian yg akan mendatang.
Kehidupan berakhir dg kematian, kematian merupakan awal dari kehidupan baru.
Begitulah seterusnya, tidak akan berakhir, kita tidak akan pernah musnah.

imo…

berdasar buku alkitab yg i baca… manusia diciptakan untuk pengisi bumi ciptaannya… dan pada saat itu tuhan gak ada sekalipun rencana buat bikin acara kiamat…

ide, mo bikin acara kiamat itu adanya setelah apa ya? ada yg inget?

btw : i bukan kristen… cuma mo pendapat aje… hehe…

Tuhan menciptakan manusia tentunya karena KasihNYA, makanya DIA memberi kehidupan kepada manusia. Bukankah hidup itu nikmat?

Itulah sebabnya DIA engga merancang hal-hal yang jahat kepada manusia, malah DIA memberi semua yang diperlukan dengan gratis. Jelasnya ada di Kitab Kejadian.

Silakan baca bro… :afro:

setahu saya, manusia itu diciptakan untuk menjadi patner Tuhan… (klo ga salah di kejadian 2 ada tertulis) untuk merawat dan memelihara bumi serta segala ciptaan lainnya…

MENGAPA JAWABANNYA PENTING? Satu di antara banyak hal yang paling meresahkan manusia adalah gagasan bahwa kehidupan ini tidak ada maknanya, tidak ada tujuannya. Di pihak lain, orang yang mempunyai tujuan spesifik yang jelas dalam kehidupan sanggup untuk tetap tegar. Viktor E. Frankl, seorang neurolog dan korban Holocaust, menulis, ”Saya berani mengatakan bahwa tidak ada apa pun di dunia ini yang akan dengan begitu efektif membantu seseorang untuk bertahan hidup bahkan dalam keadaan yang paling buruk, selain kesadaran bahwa ada makna dalam kehidupan seseorang.”
Tetapi, ada banyak pendapat yang saling bertentangan mengenai pokok ini. Banyak orang merasa bahwa setiap orang harus menentukan sendiri tujuan hidupnya. Kontrasnya, orang yang percaya kepada evolusi mengajarkan bahwa tidak ada makna yang paling mendasar dalam kehidupan.
Namun, sebenarnya, cara paling masuk akal untuk menemukan tujuan hidup adalah dengan mencari tahu dari Pemberi Kehidupan, Allah Yehuwa. Perhatikan apa yang dikatakan Firman-Nya tentang pokok ini.

Apa yang Alkitab Katakan

Alkitab mengajarkan bahwa Allah Yehuwa mempunyai maksud-tujuan yang spesifik bagi pria dan wanita ketika Ia menciptakan mereka. Yehuwa memberi perintah berikut kepada orang tua kita yang semula.

Kejadian 1:28. ”Beranakcuculah dan bertambah banyak dan penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, tundukkanlah ikan-ikan di laut dan makhluk-makhluk terbang di langit dan segala makhluk hidup yang merayap di bumi.”

Allah bermaksud bahwa Adam dan Hawa serta anak-anak mereka membuat seluruh bumi menjadi firdaus. Ia tidak ingin manusia menjadi tua dan mati; Ia juga tidak mau manusia merusak lingkungan. Akan tetapi, karena orang tua pertama kita membuat pilihan yang tidak bijaksana, kita mewarisi dosa dan kematian. (Kejadian 3:2-6; Roma 5:12) Meskipun demikian, maksud-tujuan Yehuwa tidak berubah. Segera, bumi akan menjadi firdaus.—Yesaya 55:10, 11.

Yehuwa menciptakan kita dengan kesanggupan fisik dan intelektual untuk memenuhi maksud-tujuan-Nya. Ia tidak menciptakan kita untuk hidup terlepas dari-Nya. Perhatikan bagaimana maksud-tujuan Allah bagi kita diuraikan dalam ayat-ayat Alkitab berikut ini.

Pengkhotbah 12:13. ”Penutup dari perkara itu, setelah segala sesuatu didengar, adalah: Takutlah akan Allah yang benar dan jalankanlah perintah-perintahnya. Sebab inilah seluruh kewajiban manusia.”
Mikha 6:8. ”Apa yang Yehuwa minta sebagai balasan darimu selain menjalankan keadilan dan mengasihi kebaikan hati dan bersahaja dalam berjalan dengan Allahmu?”

Matius 22:37-39. ”’Engkau harus mengasihi Yehuwa, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap pikiranmu.’ Inilah perintah yang terbesar dan yang pertama. Perintah yang kedua, yang seperti itu, adalah ini, ’Engkau harus mengasihi sesamamu seperti dirimu sendiri.’”

Mengapa Jawaban Alkitab Menghasilkan Kedamaian-Pikiran yang Sejati
Agar berfungsi dengan benar, sebuah mesin yang rumit harus digunakan sesuai dengan tujuan dan cara yang sudah ditetapkan oleh pembuatnya. Demikian pula, agar kita tidak sampai merusak diri sendiri—secara rohani, mental, emosi, atau jasmani—kita perlu menggunakan kehidupan kita menurut cara yang ditetapkan Pembuat kita. Perhatikan bagaimana pengetahuan tentang maksud-tujuan Allah dapat mendatangkan kedamaian pikiran kepada kita dalam berbagai bidang kehidupan berikut ini.

Sewaktu menetapkan prioritas, banyak orang dewasa ini mengabdikan kehidupan mereka untuk menimbun harta. Tetapi, ”orang yang bertekad untuk menjadi kaya jatuh dalam godaan dan jerat dan banyak keinginan yang hampa dan menyakitkan”, Alkitab memperingatkan.—1 Timotius 6:9, 10.
Di pihak lain, orang yang belajar mengasihi Allah ketimbang mengasihi uang menemukan rahasianya merasa puas. (1 Timotius 6:7, 8) Mereka menghargai nilai kerja keras dan tahu bahwa mereka mempunyai kewajiban untuk memenuhi kebutuhan jasmani mereka sendiri. (Efesus 4:28) Namun, mereka juga menganggap serius kata-kata peringatan Yesus, ”Tidak seorang pun dapat bekerja bagaikan budak untuk dua majikan; sebab ia akan membenci yang satu dan mengasihi yang lain, atau ia akan berpaut pada yang satu dan memandang rendah yang lain. Kamu tidak dapat bekerja bagaikan budak bagi Allah dan bagi Kekayaan.”—Matius 6:24.

Karena itu, ketimbang menjadikan pekerjaan atau upaya mengejar kekayaan sebagai prioritas utama, orang-orang yang mengasihi Allah mengutamakan melakukan kehendak-Nya dalam kehidupan. Mereka tahu bahwa jika kehidupan mereka berpusat pada melakukan kehendak Allah, Allah Yehuwa akan memelihara mereka. Malah, Yehuwa menganggap diri-Nya berkewajiban untuk melakukan hal itu.—Matius 6:25-33.

Sewaktu berurusan dengan orang-orang, banyak yang mementingkan diri. Dewasa ini, di dunia tidak ada perdamaian terutama karena begitu banyak orang telah menjadi ”pencinta diri sendiri, . . . tidak memiliki kasih sayang alami”. (2 Timotius 3:2, 3) Sewaktu ada yang mengecewakan mereka atau tidak setuju dengan sudut pandangan mereka, mereka melampiaskan ”kemarahan dan murka dan teriakan serta cacian”. (Efesus 4:31) Sebaliknya dari mendatangkan kedamaian pikiran, kurangnya pengendalian diri demikian hanya ”membangkitkan pertengkaran”.—Amsal 15:18.

Sebagai kontras, orang yang menaati perintah Allah untuk mengasihi sesama seperti dirinya sendiri bersikap ”baik hati seorang kepada yang lain, memiliki keibaan hati yang lembut, dengan lapang hati mengampuni satu sama lain”. (Efesus 4:32; Kolose 3:13) Bahkan sewaktu orang lain tidak memperlakukan mereka dengan baik, mereka berupaya meniru Yesus, yang sewaktu dicerca ”tidak membalas dengan mencerca”. (1 Petrus 2:23) Seperti Yesus, mereka menyadari bahwa kepuasan sejati diperoleh karena melayani orang lain, sekalipun apa yang mereka lakukan mungkin tidak dihargai. (Matius 20:25-28; Yohanes 13:14, 15; Kisah 20:35) Allah Yehuwa memberikan roh-Nya kepada orang yang meniru Putra-Nya, dan roh ini menghasilkan perasaan damai yang sejati dalam kehidupan mereka.—Galatia 5:22.

Namun, bagaimana pandangan Anda tentang masa depan mempengaruhi kedamaian pikiran Anda?

orang/suku/bangsa yang sanggup bertahan adalah orang/suku/bangsa yang relijius… itu sudah terbukti…

kalau jawaban klise sih :
UNTUK MEMULIAKAN TUHAN

GBU

tujuan hidup?

jadi emas, jadi dibakar sama api trial dan pencobaan jadi lebih murneee.

kalo jadi rumput, dibakar sama api kemuliaanNya Tuhan, jadi gosong dehhh

untuk berbahagia :slight_smile:

buat ngurusin bumi

GBU

tujuan penciptaan manusia :

  1. untuk memuliakan Allah (Mzm 8:2)
  2. untuk menyatakan kebaikan Allah
  3. rekan Allah untuk memelihara bumi, mengusahakan, dan bertanggung jawab atas bumi dan isinya.

kiamat/hari akhir/akhir zaman/masa penghakiman itu akan benar-benar terjadi. kita dapat mengetahuinya dari alkitab Mat 24:14 Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia† menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." itu berarti bahwa akhir zaman itu akan ada ketika injil sudah di beritakan kepada semuan bangsa, suku-suku yang masih belum mengenal injil. dan menurut penerlitian ada 12.000 suku yang belum terjangkau…

Tujuan Manusia diciptakan :
Kalau kita baca di kitab Kejadian 1: 26 maka sebenarnya Allah menciptakan manusia itu sempurna menurut gambar dan rupa Allah sendiri. Namun, akibat manusia jatuh kedalam dosa, maka manusia menjadi tidak sempurna lagi. Ketidaksempurnaan akibat dosa menyebabkan timbullah kejahatan. Sehingga Allahpun menyesal telah menciptakan manusia dan ingin melenyapkan ciptaan-Nya sendiri. Namun, dari semua yang jahat masih ada 1 orang yang hidup benar (Nuh). Nuh mendapat kasih karunia Allah, sehingga dia diselamatkan. Berkat Nuh yang hanya 1 orang saja, maka Allah membuat perjanjian tentang keselamatan semua makhluk yang ada di bumi (Kej 9:14-17)

Jadi mungkin bisa disimpulkan bahwa Allah menyatakan bahwa hidup di dalam-Nya selalu akan ada keselamatan.

tujuan manusia diciptakan, menurut gue, salah satunya adalah jadi emas.
selalu dimurnikan sampai murni. gue kasitau ye, proses pemurnian emas. emas dipanaskan di atas api, ribuan derajat celcius, sehingga kotoran2 semuanya tenggelam, cairan emasnya yang mengapung di atas, ini yang diciduk untuk dituang di atas cetakan. jadi sampai tujuh kali panasnya, tujuh angka Tuhan, angka sempurna,
lah panas api itu adalah ketika manusia melawan kedagingan, itu dibakar daging kita, kita kepanasan, tapi akhirnya dibakar terus sama api2 pencobaan dan api2 ujian dari Tuhan, sampai akhirnya kita emas murni tulen, iman kita. begitu kira-kira.

nah iya tuh saya juga pernah nanya kaya begitu sama guru guru dan pembina , kesimpulan yang saya dapet sih , manusia pada awalnya diciptakan sangat bahagia tapi karena bapa dosa (lucifer) itu menyimpang dan memberontak jadi dia ingin mengajak manusia untuk berbuat jahat bisa aja tuhan memusnahkan dia tapi tuhan biarkan dia karena kalau nanti tuhan musnahkan ,manusia akan menyrmbah tuhan karena ketakutan bukan karena ketulusan. intinya sih biar kita bahagia . tapi ga sampai situ ada beberapa pertanyaan yang belum selesai tentang mengapa tuhan menciptakan kita , kenapa ga robot aja yang lebih nurut,eh tapi pertanyaan kaya gini tuh sebenernya katanya berasal dari dosa loh … towew. yaudah kita mengikuti maha pencipta aja dan terus melakukan pekerjaan daripada harus bertanya2 . nanti mungkin ada prnjelasan yang lebih dahsyat , bahkan kita tidak dapat menelaah karena tuhan lebih pintar pintar dan pintar daripada kita

Bro Zepth yang terkasih semoga anda menemukan jawaban itu
saya cuma memberi pendapat dan jawaban menurut yang saya telah pahami

Pertama2 untuk menjawab apa tujuan manusia diciptakan saya akan menanyakan beberapa Hal kepada anda?

  1. Apa rencana Allah bagi Kita?
  2. Mengapa kita perlu datang ke bumi?

Dulu Kita bersama2 dengan Allah sebagai anak2 roh yang tinggal bersama Dia. Allah mengadakan Sidang Ilahi utk memberi tahu Rencana2Nya akan Keselamatan dan Kehidupan Kekal ( Maz 82:1-8) Kita semua bersorak sorai karena sukacita ketika mendengarnya ( Ayub 38:7) Maka dari itu kita menantikan Pengalaman2 baru tersebut dengan cara Turun ke Bumi dan Mempunyai Tubuh fana utk bersiap menerima Janji2Nya yaitu Kehidupan Kekal.Kitapun diciptakan Menurut rupa Allah dan supaya nantinya bisa sempurna seperti Dia.( Kej 1:26)(Mat 5:48) inilah Rencananya…

setelah kita turun ke bumi Perintahnya kepada Kita jelas terungkap di Tulisan2 Suci memberitahu kita akan tujuan dan maksud serta makna kita hidup:

  1. Kita Beranak cucu memenuhi Bumi ( Menurunkan Roh2 saudara kita yang belum turun ke bumi utk dilahirkan)
    2.Kita mengorganisir Bumi dan memerintah karena kita diberi kuasa akan hal itu.
    3.Kita memuliakan Allah karena kita Ciptaannya dan akan kembali kepadaNya
  2. Kita hidup adalah Pernyataan akan Kasih Allah kepada kita di bumi ini
    5.Kita hidup utk diuji dan diberi Hak pilihan Bebas apa kita mau kembali lagi kehadiratNya atau menuruti Setan

1-5 kalau kita lakukan dengan benar maka kita sesuai dengan rencana Allah dan akan kembali ke HadiratNya dan memperoleh Janji2 Dia yaitu Hidup Kekal bersama Dia dan berkuasa dengan Dia 1 yoh 2:25 dan why 20:6

Semoga Anda menemukan Jawaban menurut Hikmat anda sendiri.
Tuhan Yesus Berkati

Jawaban saya sih, karena Dia Allah dan Dia Pencipta.

Bayangkan kalau Dia tidak mencipta.
Kelalang-keliling sendiri, tidak ada yang lain, apakah Dia disembah ? tentu saja tidak.
Kalau tidak ada yang menyembah-Nya apakah Dia bertahta dan dimuliakan ? Tidak.
Jika demikian Dia tidak menjadi Allah.

Karena itu Dia mencipta dan seluruh ciptaan-Nya ditujukan untuk memuliakan-Nya sehingga Dia bisa bertahta dan menjadi Allah.

Apakah Dia gila hormat ? (pertanyaan ini pernah saya terima)
Jawabannya, tidak. Dia layak mendapatkannya, Dia layak untuk disembah, karena memang Dia Allah dan Pencipta. Dan kita semua adalah milik-Nya yang harus menyembah dan memuliakan-Nya.
Amin.
GBU.