Turut Membunuh 800 Muslim, Mulai Diadili

SARAJEVO, KOMPAS.com - Empat bekas tentara militer Serbia Bosnia didakwa turut serta dalam genosida atau pemusnahan etbis terhadap sedikitnya 800 muslim Bosnia dari Srebrenica pada 1995.

Keempat terdakwa yang diadili di pengadilan kejahatan perang Bosnia, Jumat (13/8/2010), itu adalah Franc Kos, Stanko Kojic, Vlastimir Golijan dan Zoran Goronja.

Mereka bertugas bersama dengan unit komando ke-10 militer Serbia Bosnia. Pengadilan menilai, para terdakwa itu “telah terlibat dalam eksekusi lebih dari 800 Bosniak (Muslim Bosnia), yang telah diangkut ke tempat eksekusi di Branjevo Farm”.

Kos yang lahir di Slovenia tapi juga memiliki kewarganegaraan Bosnia, memimpin unit komando ke-10 Peleton Bijeljina Pertama, dan tiga orang lainnya adalah tentara reguler.

“Mereka telah ikut serta dalam pembunuhan pria-pria Bosnia dan menimbulkan pada mereka luka mental dan fisik yang berat, semuanya dengan tujuan untuk menghancurkan kelompok nasional, etnik dan agama Muslim Bosnia,” demikian pernyataan pengadilan tersebut.

Tentara Serbia Bosnia telah membunuh sekitar 8.000 pria dewasa dan pemuda Muslim setelah merebut wilayah kantung Srebrenica yang dilindungi PBB dalam kekejaman paling serius di Eropa sejak Perang Dunia II.

Banyak dari pria-pria Muslim itu yang berusaha melarikan diri melalui hutan tapi tetap dikejar, ditangkap dan dibunuh oleh pasukan Serbia Bosnia di beberapa tempat dekat Srebrenica.

Branjevo Farm adalah salah satu tempat eksekusi. Para penyelidik telah menemukan bahwa jenazah para korban pertama-tama dimakamkan di sebuah kuburan massal dan kemudian digali dengan buldoser dan dipindahkan ke tempat lainnya untuk menutupi kejahatan itu.

Pihak penuntut mengatakan, Kos dan Kojic diduga telah memeriksa apakah para korban masih hidup dan kemudian menghabisi nyawa orang yang masih bernafas.

Genoside di Srebrenica ini melibatkan juga pemimpin Serbia Bosnia zaman itu, Radovan Karadzic yang diadili di pengadilan kejahatan perang PBB di Den Haag, Belanda. Sedangkan komandan militernya, Ratko Mladic, masih buron.

Pengadilan Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY) yang bermarkas di Den Haag telah menghukum 14 orang Serbia Bosnia karena terlibat pembantaian di Srebrenica.

Adapun pengadilan kejahatan perang Bosnia dibentuk pada 2008 untuk meringankan beban pengadilan yang bermarkas di Den Haag itu. Sebelumnya, mereka telah mengadili puluhan orang Serbia, memenjarakan 12 orang, membebaskan tujuh orang dan masih mengadili 11 orang lagi.

Saya sempat nonton filmnya “Welcome to Sarajevo”. Sebuah pelajaran bahwa hidup rukun beragama itu sangat penting. Perang karena RAS adalah suatu kebodohan.

ckckck parah yah…