Ucapan Terimakasih (Uang) buat Pelayan yang berakhir periodenya

Hal ini jadi bahan polemik di geraja kami. Tujuan dari Majelis Jemaat adalah baik, sebagai penghargaan buat Pimpinan Jemaat kami yang lama atas jerih payah beliau selama 5 tahun yg lalu. Akan tetapi apa yg terjadi, beliau merasa jumlah yg disetujui rapat itu kurang pantas.
Sementara Aparatur Gereja yg lain (yg lama) tidak ada yg memprotes, dimana besaran jumlahnya 3x lebih kecil dari jumlah yg diberikan pada Pimpinan Jemaat.

Tolong masukan dari kawan2 FK, jika ada pengalaman yg sama atau pengalaman dari orang tua kita tentang hal ini, saling sharinglah. Sebab saya jadi takut hal ini terimbas menjadi polimik Jemaat.

Terimasih dan Salam Kasih.

maaf, “Pimpinan Jemaat” ini jabatan apa ya pak/bu?

Jelasnya pendeta pensiun atau pindah lalu diberi pesangon, lalu pendeta itu merasa pesangonnya kurang. Apa betul demikian bro?

Kalau itu yang menjadi masalah, rupanya pendeta tsb kurang dewasa. Pelayanan kan mestinya bersifat pengabdian yang tidak boleh terlalu mengharapkan imbalan jasmani. Walaupun memang kalau tidak bekerja dan hanya melayani tentu butuh gaji.

Ada banyak cerita pendeta disuatu gereja kecil dengan gaji kecil, dipanggil melayani ke gereja besar dengan gaji lebih baik namun menolak karena merasa disitulah dia ditempatkan oleh Tuhan.

@Catman,
Pimpinan Jemaat; seorang Penatua yg diangkat oleh Majelis Jemaat yg berfungsi membantu Pendeta di gereja tersebut (sistem di gereja kami, seorang Pendeta menangani beberapa gereja). Dalam bahasa Belandanya, Voorhanger.

@Jackson
Itulah yg tidak diduga Majelis Jemaat di gereja kami. Entah beliau memang kurang dewasa (umur sudah hampir 50th), atau memang sangat berharap akan imbalan jasmani tsb.
Kami sangat terbeban dg hal ini, takutnya, ketidakpuasan beliau merembet hingga ke Jemaat.

ada teman kami dr sebuah gereja denom besar, memutuskan dlm bentuk barang/ bukan uang (cincin emas dg tulisan)

namun lagi2 susah jg klo orang lbh suka menilai uangnya – dan inilah repotnya klo menjadi penatua, pendeta (gereja) dijadikan sbg ladang buat makan, bukan buat melayani

imbas kepada jemaat pasti ada, namun apapun itu, jemaat jg hrs belajar bersikap dewasa, bukan hanya penatua saja yg dituntut sikap dewasa

@Catman, Pimpinan Jemaat; seorang Penatua yg diangkat oleh Majelis Jemaat yg berfungsi membantu Pendeta di gereja tersebut (sistem di gereja kami, seorang Pendeta menangani beberapa gereja). Dalam bahasa Belandanya, Voorhanger.
oh i see.

apakah ybs memberikan nominal yg diinginkan?

saya tidak ada pengalaman jadi majelis, orang tua saya dulu pelayanan selama 2 periode (10tahun), dan sudah jelas sejak awal dari aturan gereja bahwa pelayanan itu tanpa imbalan materi.

Kayaknya harus diajak dialog dengan kasih, disadarkan bahwa pelayanan bukanlah ladang untuk cari uang, Uang dalam pelayanan sekedar untuk ongkos hidup saja.

Dan sebagai penatua sebaiknya berharap pada Tuhan dan bukan uang. Alkitab mengatakan iman datang dari pendengaran akan Firman Tuhan.

Walaupun penatua sudah sering mendengar FT namun tidak ada salahnya diperdengarkan kembali. Ini demi kepentingan penatua itu sendiri.

Memang tidak segampang yang kita bayangkan namun di coba tidak ada salahnya sambil didoakan dengan kasih supaya penatua ini dapat tempat lain yang lebih cocok.

gitu deh masalahnya klo 'pesangon’nya dikasih dlm bentuk uang.

bisa juga pimpinan jemaat itu sebenarnya tersinggung karena dia sebenarnya pelayanan dgn tulus tapi seolah2 “dikasih harga” sama majelis jemaat. ada banyak hal yg tidak bisa dinilai dengan uang.

tapi kalau beliau memberikan nominal yg jelas, brarti ya memang minta lebih. ;D

coba didiskusikan baik2 dulu, jgn terlalu jauh menilai.