Umat Kristen di Inggris Naik Banding Karena Rasakan Ketidakadilan

Hakim di Eropa sudah memerintahkan kementerian untuk membuat pernyataan formal apakah hak Kristen sudah dilanggar dengan keputusan sebelumnya dalam pengadilan British, yang tidak membolehkan mereka berpakaian ataupun bertindak menurut kepercayaan mereka. Langkah ini dilakukan karena umat Kristen menderita diskriminasi karena keyakinan mereka.

Ada empat umat Kristen termasuk Nadia Eweida yang kasusnya disidangkan. Nadia sendiri dilarang untuk menggunakan salib di lehernya. Kasus mereka ini akan diselidiki lebih lanjut dan akan didengarkan oleh pengadilan. Dengan keempat kasus ini, diharapkan dapat menemukan cara yang seimbang antara hukum dengan kepercayaan yang mereka pegang, khususnya yang berkaitan dengan agama minoritas dan kelompok lain seperti homoseksual.

Selain Nadia, ada Lilian Ladele yang ditolak dalam menghadiri acara homoseksual karena imannya. Hal ini membuatnya menerima pendisplinan dari tempatnya bekerja yaitu Islington Council, tempat dimana dia sudah bekerja selama 17 tahun. Ada juga Gary McFarlene, seorang konselor Kristen yang menolak memberikan seks terapi kepada pasangan homoseksual. Dan terakhir adalah Shirley Chaplin, perawat dari Exeter yang dipecat karena memakai salib saat dia bekerja.

Menurut Andrea Minichiello Williams, pendiri dan direktur dari Pusat Legalitas Kristen, yang mendukung dua dari orang-orang itu mengatakan, “Kasus-kasus ini sangat penting untuk ke depannya. Ada ketidaktepatan dalam memperlakukan iman Kristen dan apa yang sudah dilakukan pengadilan di UK sudah tidak adil.” Untuk diketahui, keempat kasus ini semuanya kalah di pengadilan. Merekalah bukti bahwa umat Kristen tidak dihargai sementara penganut agama lain diperlakukan jauh melebihi biasanya. Contohnya saja, polisi memperbolehkan umat Muslim dengan kerudungnya, sedangkan umat Kristen dilarang padahal memakai kalung salib yang hanyalah sebuah aksesoris.

Kebebasan beragama seharusnya dijamin penuh oleh pemerintah di manapun termasuk di Inggris ini. Apalagi negara Inggris terkenal dengan mayoritas Kristennya meskipun bukan negara Kristen. Jika agama lain diperbolehkan, maka seharusnya itu juga berlaku buat Kristen. Semuanya itu mungkin hanya tata pelaksanaan iman kita, tapi jika diperlakukan tidak adil, kita tidak bisa hanya pasrah dan diam saja. Diperlukan hikmat tentu saja untuk mengatasi masalah ini dan yang terpenting tentu saja hubungan kita pribadi dengan Tuhan.

Source : telegraph/lh3