Umat Kristen Diajak Dialog Dengan Kelompok Radikal

Mencegah meningkatnya intoleransi antar umat beragama yang hingga kini masih terjadi di Indonesia Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengajak umat Kristen baik Protestan dan Katolik untuk mencoba berdialog tidak hanya dengan kelompok Muslim moderat saja namun juga dengan kelompok Muslim radikal.

Hal ini diutarakannya dalam seminar Bulan Oikumene “Toleransi dalam hidup beriman dan berbangsa majemuk sebagai nilai kunci bagi kedamaian dan pembangunan” yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ) dan Pokja PLP PGI dihadiri sekitar 160 peserta Protestan dan Katolik. “Umat Kristiani harus berdialog dengan kelompok radikal, jangan hanya kelompok Muslim moderat, kesatuan tidak hanya di forum ekumenis seperti ini, tapi kita bergabung bersama-sama menjangkau akar rumput dan kelompok-kelompok radikal,”

Din mengakui kelompok-kelompok radikal itu tidak hanya menjadi masalah bagi umat Kristiani tetapi juga bagi komunitas Muslim. Meski minoritas dalam komunitas Muslim, tapi mereka memiliki suara keras terutama kepada dua organisasi besar Muslim yang mengusung pluralisme Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). ”Meskipun dialog yang diadakan terus menerus namun kekerasan masih terjadi. Oleh karena itu kita harus mengubah strategi,” katanya.

Sementara itu Ketua umum PGI Pendeta Andreas Yewangoe, lebih mencermati tentang perkembangan gereja. Dimana dirinya menegaskan bahwa Gereja tidak boleh terkooptasi dengan negara. Karena jika Gereja terkooptasi maka suara profetisnya dianggap akan mati. Karena itu menurutnya Gereja harus menjadi Gereja yang mengabdi.

Kecenderungan akan adanya gesekan akibat dialog dengan kelompok radikal tetap terbuka ketika pendekatan dialogis dan populis termakan oleh pendekatan teologis yang kaku dan lebih mementingkan kelompok masing-masing. Karenanya peran pemerintah dalam dialog ini akan lebih berfungsi dan lebih terlihat kepeduliannya terhadapa kemajemukan bangsa di tengah konflik intoleransi yang kini makin menggejala.

Source : Berbagai Sumber/DPT

Dialog juga percuma kalau sudah bicara akidah