Umat Kristen, Janganlah Engkau Mengkritisi Agama Lain (Tinjauan Alkitabiah)

MOD: Saya tau kalo disini gak boleh mendiskusikan agama lain. Akan tetapi trit ini TIDAKLAH membawa2 mengenai agama lain & hanyalah mengenai berdasarkan pandangan Alkitabiah saja. jd mohon pengertiannya saja

Begini, saya memang bukan seorang Non-Kristen akan tetapi saya merupakan seorang yg tidak kaku terhadap agama alias pluralis. Banyak diantara kalian yang berprasangka buruk terhadap agama lain terutama agama Timur bahkan melecehkannya dengan menganggapnya sebagai penyembah berhala, Tuhannya lebih dari 1, melakukan persembahan makanan, dll bahkan hingga dibuat sebuah topik. Akan tetapi ingatlah bahwa itu BUKANLAH tindakan terpuji karena:

  1. Pada Perjanjian Lama memang terdapat banyak peristiwa tindakan terhadap berhala. Namun INGAT! Kita mempunyai Perjanjian Baru dimana semua dilakukan penggenapan terhadap perintah dan ajaran pada Perjanjian Lama. Adapun tindakan terhadap berhala adalah ketika Paulus berada di Athena dan itu pun tidak dengan pelecehan apapun namun hanya dengan berkotbah ditengah-tengah orang Athena (Kisah Para Rasul 17:16-34)

  2. Pada jaman Yesus sudah terdapat sebuah agama lain yakni agama Yahudi. Akan tetapi INGATLAH bahwa Yesus beserta pengikutNya pada jaman itu TIDAK pernah sedikit pun melecehkan agama mereka bahkan hidup berdampingan meskipun banyak yang memusuhi.

  3. Penyembahan berhala yang dimaksud pada Alkitab sebenarnya telah punah pada awal abad Masehi karena penyebaran agama Kristen yang pesat termasuk diantaranya adalah bangsa Mesir Kuno yang telah tergantikan dengan penganut Kristen Koptik.

  4. Perintah Allah kepada Musa pertama yakni “Jangan Menyembah Berhala” sebetulnya tidak lagi diartikan seperti demikian pada jaman sekarang namun lebih kepada agar tak terlalu mengasihi hal keduniawian seperti bermain video game berlebihan, terlalu menyayangi harta duniawi, dll

  5. Di dalam Alkitab terdapat ayat berbunyi seperti ini: Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!” (Galatia 5:14)

Sekian dan trima kasih :afro:

Kekristenan bukan soal agama

Kekristenan bukan soal perbedaan agama dan politik

Kekristenan tidak pernah meributkan agama orang lain sebab agama tidak berarti apa-apa

Seseorang yang mengaku menjadi pengikut Kristus tetapi beributkan agama, ia bukanlah seorang murid.

Pluralism berdiri ditengah antar agama, seakan hendak mendamaikan dan menyatukan agama. Tetapi fokusnya tetap pada agamanya sedangkan Yesus datang bukan untuk mendirikan agama.

Bro, belajar bahasa Indonesia yang baik dulu. “Mengkritisi” dan “melecehkan” itu dua hal yang berbeda.

Menurut saya mendiskusikan sesuatu pemahaman asal tidak menghina / mengolok wajar aja, dan sama sekali tidak bisa dibilang melecehkan, sama halnya jika kita dikritik untuk suatu kebaikan…IMHO!

Segala hal sah-sah saja utuk dikritisi. Kritisi dalam arti kajian kritis, atau berpikir kritis.
Berpikir kritis lain dengan melecehkan.

GBU

Sebagai informasi, berikut ini ada beberapa ayat Alkitab yang mengkritisi ajaran lain:

1. Yohanes mengkritisi Doketisme
II Yohanes 1:7.
Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.
Penjelasan lengkap: http://www.sarapanpagi.org/54-penyesat-tdk-mengaku-yesus-kristus-tlh-datang-sbg-manusia-vt1460.html

2. Yesus mengkritisi ajaran golongan Saduki
Matius 22:29-30
Yesus menjawab mereka: "Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!
Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.

3. Yesus mengkritisi perilaku Farisi dan Ahli Taurat
Matius 23:13-16
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.
(Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.)
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.
Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat.

dst.

Salam

hehehe… doketisme tuh cmn pemikiran perorangan pasca jaman Yesus, BUKAN ajaran :smiley: : http://id.wikipedia.org/wiki/Doketisme

iki apa maning, golongan Saduki jg bukan ajaran :smiley: mereka tuh cmn kaum aristokrat (bangsawan) :smiley: kaum kok disamain ama ajaran ;D : http://id.wikipedia.org/wiki/Saduki

bisa bedain antara “perilaku” ama “ajaran” gak sih ;D perilaku ya gak sama lah ama ajaran :mad0261:

atw jgn2 prediksi gw bener nieh kl FK sebenernya punya pertalian ama DC ye :char11: Kahyin_Kuntho kok punya kesamaan ya ama Kahlil_Gibson, jgn2… :2funny:

  1. Lho …keknya pak Gibson itu menuliskannya …mengkritisi Ajaran Orang Saduki …keknya anda HARUS belajar Bahasa Indonesia lagi kebangku SD !! :mad0261: :coolsmiley:
    Nenek pikun yg tinggal disebelah rumah aja tahu kok BEDANYA antara Ajaran ama Kaum …dan setiap Kaum pasti punya Ajaran…jadi yg di KRITISI adalah Ajaran dari Kaumnya …bukan Fokus ke Kaumnya…atuh !!! :mad0261: :coolsmiley:

  2. Yg gue’ tahu sih …“Perilaku” itu TIMBUL karena akibat/hasil suatu “ajaran”… jadi ada Hubungan Sebab dan Akibat disitu … Secara sepintas dengan sendirinya terkadang susah membedakan antara Ajaran dan Prilaku seperti halnya dua sisi mata Uang Logam …ke mana2 selalu MELEKAT , gitu !!! :mad0261: :coolsmiley:

  1. tp seperti yg ayat yg dikutip ama Kahlil_Gibson kl mereka tidak mengerti Kitab Suci. :mad0261: berarti yg dikritisi mah BUKAN ajaran mereka TAPI kelalaian mereka :mad0261:

  2. Perilaku mah bisa dilakukan oleh siapapun termasuk para imam karena mereka jg manusia, punya rasa punya hati (malah nyanyi lagi :ashamed0004:) apakah kemudian jika kasus pendeta nikahin hombreng trus bisa dibilang itu ajaran yg ia anut, logikanya donk bro :mad0261:

Ironi seorang munafik…diri sendiri ngga bisa bedain antara “mengkritisi” ama “melecehkan,” diri sendiri minta orang lain ngga “mengkritisi” agamanya, diri sendiri juga yang “melecehkan” pemikiran orang lain. Macam anjing yg menjilat muntahnya sendiri.

Injil bukan sebuah kitab ajaran agama, melainkan sebuah kitab yang memperkenalkan Allah Yang Benar dan bila Tuhan Yesus memerintahkan untuk memberitakan Injil kepada seluruh dunia yang notabene sudah dijejali dengan doktrin2 yang tidak sesuai dengan ajaran Injil, maka sudah seharusnya kita sebagai orang percaya mengkritisi ajaran2 mereka dan menyodorkan suatu ajaran yang benar sementara kita juga berjaga2 bagi diri kita sendiri agar setelah kita memberitakan Injil kita malah ditolak oleh Tuhan.
Dalam kitab Yehezkiel, Firman Tuhan menyatakan bahwa Allah tidak menghendaki kebinasaan orang berdosa melainkan Allah menghendaki pertobatan dari orang berdosa itu, bahkan ditulis juga bahwa bila ada orang yang berdosa tetapi kita membiarkan dia tetap melakukan dosanya maka kita yang akan dituntut atas kebinasaannya.
Saya yakin mengkritisi agama2 lain perlu ASAL KITA TIDAK MASUK KE DALAM SEBUAH PERDEBATAN; kita menghargai pendapat mereka, ajaran mereka, sementara kita juga tetap memberitakan KESELAMATAN YANG DARI ALLAH DALAM KRISTUS YESUS untuk menarik mereka keluar dari api neraka.

Boleh dibagikan tujuan berdirinya pluralisme itu? Terus apa yang Anda dapat dari perkumpulan interfaith itu? Apakah dalam perkumpulan interfaith itu lebih banyak ngomong kesamaan atau perbedaan yg ada? Kalo ada perbedaan yg menyolot, bagaimana Anda menyikapinya? Apakah Anda bersedia berkompromi? Atau pura2 tidak tahu ada isu2 yg tidak mungkin direkonsiliasikan maupun diharmonisasikan itu?

Menurut Anda apa arti dari kata “sembah” dan “menyembah” itu? Kalo ada seorg buddhis bertanya kepada saya, "Kalo saya menyembah patung Buddha, apakah itu bisa dikatakan saya menyembah berhala menurut keyakinan Kristen Anda? Maka saya akan berterus terang padanya, “Benar itu menyembah berhala!”

Apakah itu menyinggung perasaan dia atau melecehkan dia? Tentu saja secara subjektif hal itu menyinggung perasaan dan melecehkan dia. Tapi apakah saya harus berpura2 dgn mengatakan itu bukan penyembahan berhala agar dia bahagia dan menjaga perasaannya?

Orang yg merasa dilecehkan karena “dia belum mengerti atau belum memahami” seperti apa yg orang lain pahami. Jadi perasaan dilecehkan itu bersifat subjektif. Kalo saya berkompromi terhadap suatu kebenaran maka itulah sebenarnya saya telah melecehkan dia! sebab Anda menutupi sebuah kebenaran padanya! itulah arti melecehkan dan dilecehkan yg objektif.

Yang point 1-5 nanti baru saya tanyakan, jika Anda bersedia menjawabnya. Sebab argumentasi Anda bersifat deduktif dgn point 1-5 itu. Thanks :slight_smile:

Salam

Wahh…di Alkitab sudah di perintahkan…bahwa katakan “Ya” jika benar dan katakan "Tidak " jika salah.
semua itu bertitik tolak dalam konteks " SUDAH MELAKUKAN PENILAIAN TERHADAP SEMUA PERSOALLAN YANG ADA DI DUNIA INI " dan ACUAN STANDART UNT PENILAIAN TSB TERHADAP " YA atau TIDADK " ADALAH ALKITAB.

Nahh…untuk mengkritisi pun, pasti hasilnya akan "YA atau TIDAK " juga bukan…?? Ya berdasarkan Alkitab saja…
Karena bicara "KEBENARAN YANG HAKIKI " ya Alkitab itu sendiri…Apakah itu narsis Rohani…?? Tentu Tidak.

Salam

ehm, sebetulnya itu gak saya dapet dr perkumpulan manapun kok bro :coolsmiley:
mengenai pluralis, pluralis itu sebetulnya agar ada rasa saling memahami & pengertian terhadap antar agama tp tentu saja tanpa mengkritisi apapun :coolsmiley: utk lebih jelasnya silahkan baca ini :coolsmiley: : http://id.wikipedia.org/wiki/Pluralisme_agama

ehm, sebetulnya saya sih rada kaget dgn istilah “berhala” pd agama samawi ketika saya mengenal lebih dekat mengenai agama Kristen. tp bukankah yg namanya “belum mengerti dan belum memahami” adlh org yg belum mempelajari mengenai suatu hal. sama halnya dgn saat seorang anak TK yg belum mengerti matematika trus secara tiba2 dikasih pertanyaan “1+1=?” maka tentunya langsung asal mengartikan dgn yg ada dlm pikirannya. bisa saja ia malah jawab angka selain 2 yakni 1, 3, 5, dst.

begitupun saat Anda memandangi mengenai penyembahan agama Timur. Anda kl melihat sekilas tentu seperti penyembahan berhala. namun jika Anda kemudian mempelajarinya lebih mendalam maka Anda akan melihat bahwa sebetulnya mereka jg mengimani keTuhanan pd agama Monotheisme yg disebut Tian. silahkan Anda baca ini utk lebih pahamnya: http://en.wikipedia.org/wiki/Tian

Berikut saya kutip dari sumber yang Anda ajukan:

[b]Doktrin[/b] ini mempertahankan bahwa Yesus Kristus hanya tampaknya saja mempunyai tubuh
Mau disebut doktrin, ajaran, pemikiran, atau apapun, terserah Anda. Saya tidak terlalu berminat berkutat pada masalah semantik.

Yang dikritisi Tuhan YESUS bukan keadaan mereka sebagai bangsawan, melainkan keyakinan mereka bahwa kebangkitan itu tidak ada.
Sekali lagi, silakan mau menyebutnya ajaran, pemikiran, keyakinan, atau apa saja.

Maaf, saya menulis perilaku karena -menurut saya- mereka melakukan itu berlandaskan ajaran.
Mungkin pernyataan saya menimbulkan kebingungan. Karena itu saya kutipkan dua pernyataan YESUS saat mengkritisi ajaran mereka:

Matius 15:4-9
Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.
Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah,
orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.
Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu:
Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."

Tambahan:
Matius 19:7-9
Kata mereka kepada-Nya: “Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?”
Kata Yesus kepada mereka: “Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.
Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.”

Mungkin saya adalah Kahyin_Kuntho di dunia paralel. :smiley:
Yang ini cuma bercanda saja, karena saya tidak kenal orang yang Anda maksud.

Salam

Oh, kalo gitu saya tak perlu menanyakan tujuan dan apa yg Anda dapat dari perkumpulan tsb. :slight_smile:

Tapi mungkin Anda bisa melihat sudut lain mengapa pluralisme itu ada dan apakah tujuan dan paham yg mau disampaikan itu sesuai Alkitab?

Anda belum menjawab saya apa arti dari kata “sembah” atau “menyembah”? Tapi kalo Anda keberatan menjawabnya, ya tak apa2 :slight_smile:

Mengapa Anda rada kaget dengan istilah “berhala” itu, bisa Anda bagikan mengapa Anda kaget?

Kalimat “belum mengerti dan belum memahami” itu bukan berarti org itu sama sekali bloon, bukan itu. Contoh anak tk yg belum tahu 1+1=2 kurang tepat. Kalo Anda tanyakan anak TK itu dia tidak mengerti maka Anda tak menemukan dia merasa dilecehkan, sebab dia tak tahu apa yg Anda katakan! :smiley: =D

Maksud saya org tsb tidak memahami apa yang dia tanyakan atau apa yg saya pahami. Jadi karena dia org yg sudah mengerti diskusi, tapi karena tak mengerti dan memahami isi dari lawan bicaranya dan ditambah jawaban saya tidak sesuai harapannya maka dia merasa kesal dan dilecehkan( perasaan subjektifnya). Itulah sebabnya saya merasa tidak dilecehkan kalo ada orang yg mengatakan misalnya, “Yesus itu bukan Allah!” sebab saya belum memahami mengapa dia berkata begitu?

Jika Anda telah baca dan pahami link yg saya kasih ttg pluralisme. Dan mengerti 3 point tentang pandangan Kristen tentang keselamatan maka kita bisa bicarakan tentang ajaran Timur itu.

Memang peradaban Tiongkok mengenai Allah yg satu, tapi mereka tidak tahu Allah yg satu yg bagaimana? Siapakah Dia yg menciptakan seluruh alam semesta itu? Hal itu sama dengan banyak kebudayaan yg percaya adanya Allah yg satu itu, namun mereka tidak pernah mengenalnya secara dekat.

Coba Anda baca buku, saya tak tahu apakah masih terbit berjudul : Allah dan Peradaban Tiongkok Purbakala karangan Samuel Wang dan Ethel R. Nelson dan buku karangan Andri Wang seorg penganut Taoisme berjudul Dao De Jing, The Wisdom of Lao Zi. :slight_smile:

Salam

mas Kahlil_Gibson ketahuan belum baca lengkap nieh. coba deh lihat reply2 saya yg lain, sebetulnya saya udh jawab lho ;D

coba lihat lagi link yg saya berikan
justru Pluralisme diprakarsai oleh org Kristen itu sendiri yakni John Dick: http://id.wikipedia.org/wiki/Pluralisme_agama#Kristen
ingat juga lingkungan kita ini, kita hidup berdampingan dgn berbagai agama yang berbeda. jd kl rasa sosial kita kaku maka kita tak akan dapat bergaul

yap, karena seperti yg kita ketahui bahwa kita hidup ditengah2 golongan yg menggunakan ikonisasi dlm kehidupannya seperti Kejawen, Hindu, dan termasuk didalamnya adlh Agama Timur. jd wajar aja kaget krn terdapat suatu konfrontasi terhadap itu

& jelas saja jika mereka tidak mengerti & kesal krn mereka tidak merasa demikian seperti halnya org yg dikatakan “Yesus bukan Allah” tersebut.

dewa2 mereka itu sebetulnya tidak mereka sejajarkan dgn Tuhan pd agama Monotheisme (Yg Maha Esa) namun gak lebih kepada dibawahNya krn dewa2 itu sendiri hanya memiliki beberapa kemampuan khusus utk karakteristiknya seperti Dewa Kemakmuran yg hanya mengurusi kemakmuran saja, Dewa Kebahagiaan yg hanya mengurusi kebahagiaan saja, dlsb

pd agama Kristen pun jg sama yg sering kita sebut sebagai malaikat seperti Malaikat Gabriel, Malaikat Mikael, Malaikat Rafael, dll. jd itu sebenernya suatu hal yg wajar

Nope
konsep Ketuhanan beserta sifatNya justru telah diperkenalkan oleh Nabi Kongzi atw yg lebih dikenal sebagai Konfusius pd ribuan abad sebelum Masehi. silahkan baca saja ini: wgaul.com

& itulah sebabnya kenapa agama Konghucu bisa diterima di negara bersila “Ketuhanan Yang Maha Esa” ini

Sudah saya tanggapi di postingan yang Anda kutip barusan:

Dalam contoh yang saya kutip di atas, yang dikritisi YESUS ialah ajaran mereka, bukan kelalaian atau ketidakmengertian terhadap Kitab Suci.

Salam

Benar, pluralisme diprakarsai oleh John Dick, tapi kita kan harus tetap berpikir kritis bukan? :slight_smile: Karena Anda tak pernah ikut join, maka sulit untuk membahas apa yg Anda dapatkan dari misi tsb.
Apakah orang Kristen bisa bergaul dlm masyarakat yg pluralis ini tanpa harus mengkompromikan keyakinannya? :slight_smile:

Hahahahaha, kata Anda itu khan zaman PL, sekarang kan PB, mengapa harus kaget? Saya biasa2 saja kalo ada yg ngajak ke Wihara, kelenteng, pura utk berdharmawisata, melihat beragam bentuk patung yg ada kayak manusia, ada yg setengah manusia dan hewan, ada yg wujudnya bukan manusia dan juga bukan hewan.

Tapi saya tetap ingat pesan spiritual PL yg berbunyi " Jangan ada padamu allah lain,…jangan buatkan patung yg menyerupai apapun,…jangan engkau sujud menyembahnya,…jangan menyembahnya…" dan itu masih berlaku sampai saat ini. :slight_smile:

Apakah saya menghargai apa yg mereka yakini, ya pasti. Tetapi hormat saya tidak berarti saya harus mengkompromikan keyakinan saya atau menyembunyikannya dgn cara memberikan hormat atau salam pada patung tsb. Tidak akan dan tidak pernah.

Justru mereka tidak memahami saya dan mereka merasa OK saja dgn ritual mereka, makanya mereka marah, kesal dan terkesan saya melecehkannya. Tapi kalo mereka tahu akan keyakinan saya dan saya menjelaskannya maka mereka tidak akan kesal, marah atau merasa dilecehkan. :slight_smile:

Dan saya tidak merasa dilecehkan, tak perlu kesal atau marah kalo misalnya al nasir tidak percaya Yesus itu Tuhan karena saya tahu dia itu ateis. Kalo saya tidak tahu, mungkin saya merasa dilecehkan.