Umat Kristen Mesir Dipaksa Bayar Pajak 300 Ribu Per Hari

Umat Kristen Mesir Dipaksa Bayar Pajak 300 Ribu Per Hari

WEDNESDAY, 18 SEPTEMBER 2013

Sejak diambil alih, 20.000 umat Kristen Koptik di Dalga mengalami penganiayaan. Sesaat setelah Morsi turun tahta, para penyerang merusak institusi Kristen, mencuri peralatan gereja dan membakar gedung setelah mereka selesai mencuri. “Mereka tidak ingin melihat umat Kristen punya kekuatan apapun, tidak peduli betapa sederhananya itu,” kata Yoannis, pendeta Ortodoks Koptik. Selain gereja, banyak rumah dan tempat bisnis umat Kristen yang diserang.

Sebanyak 40 keluarga sudah pergi dari kota tersebut saat penyerangan terjadi, namun masih banyak yang tersisa. Mereka dipaksa masuk Islam, para wanita seringkali menjadi target serangan verbal, dan mereka juga dipaksa untuk membayar pajak “penundukan” jika tetap berpegang teguh pada iman mereka.

Pajak ini, yang dikenal dengan pajak jizya, punya akar sejarah dalam politik Islam. Jizya dulunya adalah penaklukan non Muslim yang harus membayar tuan tanah Muslim dengan kerelaan ditundukkan agar keamanan mereka tetap terjaga, menurut Raymond Ibrahim, yang punya garis keturunan Koptik. Jika mereka beralih ke Islam, maka pajak ini tidak perlu lagi dibayar.

Para penyerang Dalga, kota yang berpenduduk 120.000 itu memberikan pajak yang berbeda-beda untuk setiap umat Kristen. “Pembayaran pajak dari satu tempat ke tempat lainnya berbeda-beda, beberapa membayar 200 pound Mesir setiap harinya, beberapa lagi 500,” kata Yunis Shawqi, seorang pendeta yang diterjemahkan oleh penerjemah. Sebagai informasi tambahan, 200 pound Mesir sama dengan Rp 300 ribu. Jadi sekitar Rp 9 juta per bulan. Mereka yang menolak membayar pajak akan diserang, menurut beberapa laporan.

Penganiayaan umat Kristen di Mesir makin bertambah. Mereka secara terang-terangan diserang karena iman mereka, padahal dunia menjunjung tinggi hak beribadah.

Sumber: Jawaban

Ini berita dari Mesir, kita doakan saudara-saudara di sana… Jika memungkinkan, yang mengenal lembaga missionari di sana, kita bantu secara dana untuk bermigrasi ke luar…

Ehm… Setahu saya, Morsi diturunkan dan diganti pemerintahan sementara yang pro Amerika. Coba baca di sini http://en.wikipedia.org/wiki/Morsi tentang digulingkannya Morsi.

Selain Jendral El-Sisi (http://en.wikipedia.org/wiki/Abdul_Fatah_al-Sisi) yang keluarganya ada yang berdarah Israel, juga didukung oleh tiga tokoh Mesir, yaitu Elbaradei, lulusan Wina yang pernah kerja di PBB dibagian pelatihan dan Direktur Jendral IAEA (PBB urusan nuklir). Baca disini http://en.wikipedia.org/wiki/Mohamed_ElBaradei dan juga didukung Ahmed el Tayeb (http://en.wikipedia.org/wiki/Ahmed_el-Tayeb) imam Al-Azhar dan terakhir tokoh Kristen Koptik, Paus Tawadros II Alexandria http://en.wikipedia.org/wiki/Pope_Tawadros_II_of_Alexandria

Secara design, Amerika telah sukses menempatkan orang-orangnya, tinggal dilapangannya bagaimana? Sebab yang dipakai sebagai alat didalamnya ada golongan Ikhwanul Muslimin untuk menggulingkan Mubarak. Design yang sama waktu Amerika pernah memakai Taliban.

Jika di Mesir ada pemalakan oleh preman atas nama agama, mungkin seperti di Indonesia waktu kekacauan Mei 1998 dan tidak segara dipulihkan, maka ormas bisa main palak menegakan Syariah Islam di beberapa daerah terpencil dengan opsi bayar upeti, masuk islam atau mati seperti di Mesir.

Doakan agar Mesir segera pulih dan ada kedamaian disana, sehingga hak-hak asasi tiap orang terjamin.

Kalau sejak zaman dahulu kala…MESIR adalah suatu negeri dimana tempat perlindungan bagi yang teraniaya…

Tapi sekarang MESIR malah menjadi tempat umat manusia dianiaya…dengan beribu alasan…??

Apa artinya disitu…??? Artinya Tuhan sudah keluar dari negeri itu…Maka Hendaklah Anak-anak Allah pun saat ini harus keluar dahulu dari negeri Mesir ITU…UNTUK SEMENTARA WAKTU…!! mengungsi…berimigrasi ke negeri tetangga yang lebih aman dan kondusif…!!!

Salam…

Dalam masa perang, apapun bisa terjadi. Lah wong jaman perjanjian lama, tahi merpati aza dihargai tinggi.

Kalo 20 ribu umat kristen yg ada di sana bersatu, lumayan tuh buat jaga-jaga.

di Jakarta contohnya Hotel Alexis, semua orang yang pernah ke Hotel Alexis tau, bahwa di hotel Alexis ada tarian hiburan dewasa… tapi kenapa oleh FPI tidak diserang ? karena mereka bayar ke FPI…

Jadi yang non-muslim, yang bisnis haram boleh jadi halal asalkan bayar !!!

Hotel Alex itu dimana bro ?

mau mampir ya? :knuppel2:

jangan takut dgn mereka yg bisa membunuh tubuh tapi tdk berkuasa thd rohmu.
Vivaldi’s Gloria

@bushman kalahari

benar sekali

Ya emang gitu mereka itu. saat lemah posisinya toleran sekali. Jangan tanya kalau mereka sudah merasa kuat baik secara organisasi maupun lewat politik / pemerintahan.

tambah ngawur ya dunia ini