Untitled

Sebelumnya aku sedikit ragu tuk membagi pengalaman/cerita yang ku alami ini namun akhir nya ku putuskan untuk membagikan nya
dan sekiranya ini tidak layak di posting tidak apa apa Topik ini untuk di tutup.

Cerita ini ku alami di bulan desember 2011.
Seperti biasa sebelum masuk kerja kebetulan saya masuk siang saya selalu singgah di warung makan langganan saya untuk makan siang pemilik warung asal Toraja beragama kristen.
Saat itu suasana warung agak sepi saat ku masuk yang ada hanya seorang bapak dan pemuda seumuran saya yang terlibat dalam pembicaraan, selesai memesan makanan ku mengambil tempat duduk membelakangi bapak tersebut jadi posisi qta saling membelakangi awalnya saya tidak begitu memperhatikan pembicaraan mereka hanya sekilas ku tauh dari cara bapak ini bicara ku simpulkan kalau dia seorang Hamba Tuhan di salah satu gereja,namun karena posisi kita yang hanya berjarak selengan tangan maka dengan sangat jelas isi pembicaraan mereka yang tidak di tutupi ku ikuti, dari pembicaraan mereka…bapak ini menasehati pemuda ini dengan di selingi ayat Firman aku pun awal nya dengan senang mendengarkan…namun secara sadar atau tidak sadar bapak ini mulai membandingkan gereja mereka dengan gereja lain dan condong menjatuhkan dengan kata kata yang tidak sepantas nya…
Aku yang tadi nya asik makan sambil mendengar akhirnya mengambil posisi menyamping dan ternyata ibu pemilik warung ini juga mengikuti pembicaraan mereka sesekali dia melihat ke saya dengan ekspresi wajah tanda tidak setuju.
Sementara saya sudah ingin memotong pembicaraan mereka namun sebelum saya masuk dalam pembicaraan,bapak tersebut mengakhiri pembicaraan nya dan beranjak dari tempat duduk tuk membayar…
Betapa kaget nya saya saat dia membayar posisinya berhadapan dengan saya dan wajah nya ku kenal ya dia hamba Tuhan yang berdiri di panggung untuk doa syafat berantai pada acara campus christmas tggl 1 december 2011
ketika dia pergi ibu pemilik warung bertanya pada pemuda ini yang ternyata bertetangga dengan nya…
*siapa dia…?
dia kenalan ayah ku
Kok bicara nya seperti itu…beruntung kita di sini sama sama Kristen coba kalau ada agama lain…kata ibu ini sambil memandang ku.

Dari pengalaman ini timbul pertanyaan…???

namun satu yang pasti sangat di sayang kan jika Sesama kita saling menjatuh kan
menyatakan yang paling benar…

Salam

aku juga pernah bro mengalami kejadian yang serupa…

kejadiannya waktu aku pergi ke gereja tanteku, dan waktu aku ikut KKR dri gereja tersebut…
aku sangat menyayangkan sikap pendeta tersebut, padahal udah pendeta yang cukup ternama. Bahkan seringkali mengumandangkan bahwa semua harus back to bible…tapi kenapa sikapnya terhadap tubuh Kristus yang lain seperti itu, cenderung menjelek-jelekkan, cenderung menghina, cenderung menyalahkan, cenderung menganggap denominasi gereja nya paling benar…

yah, kita2 sebagai orang yang ngerasa hal itu ga bener, kita belajar untuk tidak melakukan hal yang sama. Aku selalu mengingatkan diriku bahwa apapun yang kita katakan dan lakukan, nanti kita akan pertanggungjawabkan secara pribadi juga di hadapan Tuhan…

so let’s try to be wise :slight_smile:

Yup…bener
aku orang yang terbuka tanpa melihat denominasi walaupun terkadang ada saja jemaat yang sombong iman…merasa lebih Tuhan kan lihat hati gak lihat Gereja…

Yup…bener
aku orang yang terbuka tanpa melihat denominasi walaupun terkadang ada saja jemaat yang sombong iman…merasa lebih Tuhan kan lihat hati gak lihat Gereja…

Hehm, sekedar ikutan ya.

Kisah di atas, dimana seorang hamba Tuhan, justru berkata hal hal yang buruk tentang gereja lain, ataupun denominasi lain, itu sudah terasa bagaikan matahari terbit dari Timur. Sudah biasa ddan terjadi setiap hari.

Kunci penyebabnya adalah, karena rasa percaya diri yang kurang dari seorang hamba Tuhan. Ia menggunakan tangga dan harus menapak sesuatu untuk bisa naik ke atas. Dan tentu saja tempat pijakannya haruslah sesuatu yang dikenal, yang besar atau yang disegani. Makin rendah percaya dirinya, maki sering ia melakukan ‘hujatan’ itu, ibarat orang yang pendek, harus lebih sering naik tangga.

Kebalikannya, denom yang besar dan kuat, tidak pernah gembalanya melontarkan ‘hujatan’ tentang denom atau aliran yang lain. Terlebih lagi kalau hamba Tuhan nya rata rata terdidik dengan baik. Ibaratnya, orang yang sudah cukup tinggi, tidak perlu tangga untuk menjangkau buku di rak yang tinggi.

Nah, seperti juga kata pepatah berkata, pohon yang tinggi selalu diterpa angin paling keras, itu selalu terjadi, pada bidang apapun, termasuk bidag pelayanan dan gereja sekalipun.

Maka, usahakan membangun kepercayaan diri yang kokoh, tidak mudah ‘iri’ melihat gereja lain, besar atau kecil, perbedaan pastilah ada, jalankan saja yang terbaik bai Tuhan dan sesama.

Oiya, kalau saya pribadi, sebagai denom Katolik, sudah kenyang dengan segala ‘hujatan’ yang dilontarkan, seperti juga tentu ada semua bisa melihat di FK ini. Bahkan ada beberapa member yang rela berganti gati id, hanya untuk menunjukan kebenciannya (sesungguhnya iri hati yang parah) pada denom Katolik.

;D

Syalom

1 Korintus 12:5 Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.

wah rupanya anda, orang yg prihatin sekaligus pengamat perilaku orang2 ya, khususnya orang2 yg seiman.

kadang2 saya juga punya perasaan yg sama dgn anda, jadi anda tidak sendirian bro.

saya kira itu tanggung jawab perorangan, sebab tuhan kita nanti yg akan langsung mengadili orang2 yg berperilaku munafik, yg penting kita harus sering2 melihat kedlm diri kita sendiri, jangan sampai seperti orang2 yg kita prihatinkan, jangan sampai kita mengembar gemborkan ajaran kasih YESUS, tetapi kita sendiri tidak pernah / jarang melakukan ajaran itu kepada orang lain, dan akhirnya kita sendiri ditolak tuhan.

Siapapun Dia mau Hamba Tuhan atau lainnya, saat rendah hati g ada pada org itu, dalam arti dia aktif n radikal dalam Tuhan tp g peduli atau memandang rendah orang lain dia itu sama saja pendusta… Mari mengasihi TUhan juga sesama… menegur dalam kasih… bukan suatu dihakimi tp di doakan+dimotivasi, GB…

:slight_smile: Jangankan antar denominasi kita lihat saja dalam gereja sendiri
hal hal saling menjatuhkan tuh terjadi juga kadang antar departemen
ato antar individu .

haha itu sangat manusiawi lah karna kita bersosialisasi
kan " besi menajamkan besi manusia menajamkan sesamanya "

Sekarang tinggal kedewasaan jemaat ato gereja masing masing
maka kadang kadang emang perlunya kedewasaan juga dari pemimpin pemimpin
gereja tersebut

[quote author=campdavid link=topic=43073.msg666625#msg666625 date=1336621474]
wah rupanya anda, orang yg prihatin sekaligus pengamat perilaku orang2 ya, khususnya orang2 yg seiman.

wahhh bukan pengamat…kebetulan saja berada di sikon seperti itu…