untuk yang beragama katolik? apa kalian merasa kalo kalian itu Kristen?

karena biasanya istilah ‘Kristen’ itu refer-nya ke Kristen Protestan…

kalo saya sendiri sih nggak pernah bisa merasa Kristen… walaupun saya tau nama agama yang sebenarnya itu ‘kristen katolik’ …

dari kecil taunya ‘Katolik’ jadinya kalo Kristen ya Kristen, kalo katolik ya katolik…

Yg salah adalah dari kecil udeh SALAH !
Apa arti dari Kristen ?
Sono belajar dulu , baru setelah TAHU silahkan JAWAB questionare nya ya nak ! :mad0261:

yang tepat itu begini:

Katolik itu pasti Kristen (jadi cukup disebut “katolik” saja sudah jelas)
tapi kalau Kristen itu belum tentu Katolik…

ada Kristen yang katolik dan ada Kristen yang protes…

silahkan pilih…

hanya saja, kalau disebut Kristen protestan umumnya orang yang bersangkutan kurang nyaman, gimana gitu,… jadi mereka sukanya menyebut diri Kristen saja…

tidaklah penting anda kristen atau katolik. itu hanya sebutan yang diberikan manusia untuk urusan kependudukan dan sensus. oh, dan mungkin beberapa keanggotaan klub-klub religius alias gereja saat anda ingin menikah atau mengurus kematian/kelahiran, dan memang terkadang penting saat ingin mencari koneksi bisnis dan relasi karena begitulah cara manusia bekerja. intinya, katolik dan kristen hanya berpengaruh saat berurusan dengan manusia. bila anda hanya ingin fokus dengan Yesus, Dia juga tidak peduli kepercayaan anda diberi nama apa oleh manusia.

kristen dan katolik itu sebuah agama, agama mengajarkan tentang hal ihkwal iman… tidak bijak juga bila diremehkan… karena ajran agama itulah yang mengajarkan bagaimana kita berelasi dengan Tuhan Yesus. beda agama, beda ajaran, yesus yang dikenalinya pun akan berbeda, sehingga menimbulkan konsekwensi logis terhadap model relasi dengan yesus yang berbeda pula… penting sekali anda kenali dan pilih agama itu…

Sejarahnya gini :

Yesus datang 2000 tahun yang lalu tak pernah mengajarkan tentang agama atau denominasi tertentu

awal mula Kristen disebut dalam alkitab adalah di dalam Kisah Para Rasul dimana artinya itu adalah “pengikut Kristus” jadi sebenarnya itu hanya sebutan / ejekan saja, bukan merupakan agama.

Dalam perjalanannya walau mengalami banyak aniaya orang Kristen berkembang sangat pesat dan pada akhirnya Kristen Katolik menjadi agama negara Romawi yang pada saat itu menguasai hampir seluruh Eropa. Sejak saat itu orang Kristen disebut katolik roma dan menjadi sebuah agama.

Sekitar tahun 1500an Martin Luther mereformasi agama katolik melalui dalil2nya yang menurutnya sudah menyimpang dari ajaran Alkitab, salah satunya yang paling terkenal adalah dia menentang penjualan surat penghapusan dosa oleh gereja katolik dan menjadi satu2nya pendeta katolik yang berani menikah saat itu. Dari reformasi ini terbentuklah agama baru yaitu Kristen protestan.

Dan dalam perjalanannya terbentuk lagi cabang2 dari Kristen protestan ini dikarenakan adat dan tata cara beribadah dari yang konvensional sampai modern seperi Anglikan, Kharismatik, dll. Kebanyakan juga karena sifat orang yang nyaman atau tidak melakukan tata cara ibadah tersebut.

Jadi mari lihat dari awalnya adalah Yesus, sekarang banyak jenisnya itu hanya manusia yang membuat saja, tapi ujung2nya semua itu harusnya sama adalah untuk memuliakan Tuhan Yesus, Dia ga pernah mengajarkan tentang agama, jadi ngapain juga kita debat tentang agama. Yang lebih penting adalah melakukan kehendak Dia dan bergaul karib denganNya lewat cara yang sesuai untukmu masing2.

yang pertama: bahwa istilah katolik sudah digunakan sejak abad 1

Istilah ‘katolik‘ merupakan istilah yang sudah ada sejak abad awal, yaitu sejak zaman Santo Polycarpus (murid Rasul Yohanes) untuk menggambarkan iman Kristiani,[1] bahkan pada jaman para rasul, sebagaimana dicatat dalam Kitab Suci. Kis 9:31 menuliskan asal mula kata Gereja Katolik (katholikos) yang berasal dari kata “Ekklesia Katha Holos“. Ayatnya berbunyi, “Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.” (Kis 9:31). Di sini kata “Katha holos atau katholikos; dalam bahasa Indonesia adalah jemaat/ umat Seluruh/ Universal atau Gereja Katolik, sehingga kalau ingin diterjemahkan secara konsisten, maka Kis 9:31, bunyinya adalah, “Selama beberapa waktu Gereja Katolik di Yudea, Galilea, dan Samaria berada dalam keadaan damai. Gereja itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.”

secara resmi sudah digunakan sejak awal abad 2
Ignatius dari Antiokhia

Sepucuk surat yang ditulis oleh Ignatius kepada umat Kristiani di Smyrna[4] sekitar tahun 106 adalah bukti tertua yang masih ada mengenai penggunaan istilah Gereja Katolik (Surat kepada jemaat di Smyrna, 8). Gereja Katolik digunakan Ignatius untuk menyebut Gereja universal dalam persekutuan dengan Uskup Roma (Sri Paus). Kaum bidaah tertentu pada masa itu, yang menyangkal bahwa Yesus adalah insan jasmaniah yang benar-benar menderita sengsara dan wafat, dan justru berkata bahwa “dia hanya tampak seolah-olah menderita sengsara” (Surat kepada jemaat di Smyrna, 2), bukanlah umat Kristiani sejati dalam pandangan Ignatius.[5] Istilah Gereja Katolik juga digunakan dalam Kemartiran Polikarpus pada 155, dan dalam Canon Muratorianus, sekitar 177.

baca sejarah lengkapnya di http://id.wikipedia.org/wiki/Katolik

bener, sesama pengikut yesus itu sebenernya harusnya saling bekerja sama dan sinergis, lebih baik lagi kalau bisa bersatu dalam iman. karena adakah yesus terbagi-bagi?

karena ada banyaknya model pengimanan yesus yang berbeda-beda, ada banyaknya versi sabda Allah yang disampaikan dengan berbeda-beda bahkan bertentangan. maka disini kita dihadapkan pada sebuah pilihan.

dipihak saya, saya percaya bahwa ajaran yesus yang diturunkan melalui para rasul itu bersifat tetap dan absolut, maka dari itu saya memilih gereja yang berani mnyatakan diri sebagai gereja yang apostolik, sebab gereja apostoliklah penenrus ajaran para rasul. para rasul itu mengajar menggunakan kitabsuci, tapi dengan kitab suci saja belum tentu mempunyai ajaran yang sama dengan para rasul. jadi, menurut saya, carilah ajaran yang mempunyai akar dari para rasul. mestinya perlu di koreksi juga ajaran yang keluar di abad 15 itu, apakah mempunyai akar dari para rasul atau tidak, apakah apostolik atau bukan.

sekali lagi saya tekankan, agama itu tidak penting bagi Yesus. itu hanya sederetan huruf dalam KTP anda yang hanya berguna saat berurusan dengan manusia. yang penting adalah anda memang merespon terhadap alkitab. itu saja. yang memusingkan gereja mana atau denominasi apa, itu orang yang terlalu fokus terhadap pengaturan manusia. sama seperti martha yang sibuk mengatur-ngatur makanan dan maria yg memilih mendengarkan Yesus.

oh tidak, jangan menafikan itu…

agama itu mengajarkan kita tentang iman, tentang Tuhan… dari agamalah jenis iman kita.

maka agama yang salah akan menghasilkan iman yang salah pula…

mencintai Tuhan itu juga harus melibatkan akal budi.

tidak juga. agama tidak penting. saat gereja mula-mula, apakah sudah ada agama? kitab suci saja ada ratusan tahun setelah itu. yang penting itu adalah orangnya sendiri. bila memang dia punya hati “tanah subur”, dia akan merespon terhadap Yesus meskipun dia tidak pernah ke gereja ataupun baca alkitab. Tuhan akan mengirim malaikatNya atau datang sendiri ke orang tersebut bila memang diperlukan. bila orang memang hatinya “berbatu”, ke gereja tiap hari dan baca alkitab tiap hari pun dia tetap akan dilempar ke neraka. saat Henokh diangkat ke surga, sudah pasti tidak ada agama. agama saja tidak ada, apalagi alkitab, hukum taurat saja belum turun. jadi alkitab pun sudah mendemostrasikan bila agama itu tidak penting.

gereja mula-mula… itulah yang disebut agama. dulu agama kristen itu satu…
Alkitab adalah bagian dari agama…

apakah anda bisa tau alkitab dari agama lain?

semua itu dari agama… konsep ketuhanan kita itu berasal dari agama. iman kita pun dibentuk oleh agama. jadi mari berfikir realistis.

bisa, manusia bisa tahu alkitab dari agama lain. manusia sejak dahulu memang sudah memiliki pengetahuan bahwa ada kekuatan yang lebih besar darinya, itu sebabnya mereka mulai menyembahi berhala. Dari ilah yang mereka sembah, bisa diketahui karakter orang tersebut. Henokh mengenal konsep ketuhanan tanpa agama, tanpa pendeta ataupun manusia lain untuk membimbing dia tentang Tuhan. bila memang seseorang memiliki karakter yang tepat, dia akan mengerti tentang Tuhan meski tanpa alkitab sekalipun. Abraham mengikut Tuhan tanpa alkitab, Yakub mengenali Tuhan saat dia berkelahi denganNya, padahal dia tidak pernah baca alkitab atau ke gereja atau konsultasi dengan pendeta.
janganlah terlalu realistis, ini yang menyebabkan semua yang terjadi dalam hidup seseorang realistis dan tidak mengalami kejadian ajaib yang supranatural dan di luar logika dan nalar manusia. Tuhan bisa ikut campur kapan saja dalam hidup manusia, termasuk memberikan pengajaran tentang diriNya. jadi salah besar bila mengandalkan agama untuk mengetahui konsep ketuhanan.
sudah banyak sekali koq orang kudus yang mengenal Tuhan sebelum alkitab ada, bahkan sebelum bangsa Israel terbentuk yang mana kita tahu bangsa Israel lah yang pertama menciptakan sistem ibadah “nasrani” dalam perjalanan mereka keluar dari Mesir.

Sebelum ada perjanjian baru, orang mengenal Tuhan tapi tidak mengenal yesus. itulah yang disebut agama YAHUDI.

alkitab kita yang ada PL dan PB itu merupakan bagian dari agama.

Musa membawa ajaran, dan ajarannya itu disebut agama.

YEsus itu membawa ajaran, dan pengikut ajaran itu kini disebut AGAMA.

campur tangan itu selalu dalam konteks kemanusiaan, Tuhan memproses dan mengajari manusia melalui serangkaian sistem yang manusiawi, karena Tuhan memang mengajar manusia.

jaman Henokh, perjanjian lama pun tidak ada. jaman Nuh, Abraham, Ishak, Yakub, Yusuf sampai beberapa ratus tahun kemudian, tetap agama masih belum ada. Jaman Musa pun agama belum ada sampai 2 loh batu diturunkan.
Dalam masa ini, sudah jelas Tuhan tidak memakai sistem yang “manusiawi” untuk mengajar manusia.
Bahkan sampai jaman perjanjian baru sekalipun, saat Tuhan “mendidik” Paulus, dimana meski ajaran sudah tersedia, namun Paulus tetap menolak, Tuhan tetap mendidik dia dengan cara “tidak manusiawi”. Jadi saya tekankan bahwa anda tidak perlu agama ataupun orang lain untuk menemukan Tuhan. Tuhan tidak punya masalah menyatakan diriNya bila Ia mau, tanpa perlu campur tangan manusia lain atau organisasi semacam agama atau gereja. orang yang menolak pun tetap “direkrut”.

Saya setuju Tuhan itu tidak bisa dibatasi hanya oleh agama … karena Tuhan Yesus lebih besar dari agama …saya sangat yakin di surga kelakpun tidak ada yang namanya kavling katolik, kavling protestan , dll :smiley:

wah…
mas motorola sering berdoa kepada yesus di mesjid / pura atau di tempat striptease barangkali?

keren banget mas…

kesimpulan yang menarik. anda tidak menghormati orang lain bila anda beribadah kepada Yesus di mesjid/pura. bila anda ke klub striptease, motivasi apa yg membuat anda pergi kesana untuk beribadah? apa anda yakin motivasi anda murni saat Tuhan memeriksa hati anda bila anda beribadah di klub striptease? dan memang di Bandung ada yang melakukan ibadah di gedung yang sama dengan klub malam karena keterbatasan tempat. apakah ada masalah? orang jaman dulu beribadah di terowongan bawah tanah dekat air comberan dan tinja manusia untuk menghindari penangkapan, apakah lantas Tuhan pergi dari mereka?

sudah ada mas, hanya namanya tidak kita kenal, tidak booming, sehingga tidak populer… agama itu tidak harus besar. tapi agama merupakan sebuah kepercayaan… selama manusia punya kepercayaan, itulah agama mereka.

agama merupakan alat untuk si’ar… suatu ajaran…

Ibadah itu untuk menghormati dan menyembah Tuhan, bukan untuk menghormati manusia.

Jelas saya menolak beribadah di klub striptease!

Tuhan tidak terikat pada apapun, tetapi Tuhan mengikatkan keselamatan pada Sakramen Gereja Katolik.

Salam

lho… mas motorola ini kok jadi bingung…

sebenernya menurut anda:
Tempat Ibadah motorola itu di Gereja atau bukan?

karena setahu saya Gereja itu adalah tempat ibadah Aliran Kekristenan…

kalau anda merasa Aliran / Agama itu tidak penting…
ngapain kok harus MAKSA dan HARUS ke Gereja tiap minggu?

Ngapain juga kok harus MAKSA BACA ALKITAB??
Alkitab itu KITAB SUCI agama Krsiten lho…
coba tanya semua orang deh…

jadi kalo emang mas motorola TIDAK MERASA BERAGAMA KRISTEN, maka bisa kan membaca Firman Tuhan dari Stensilan?
kan gak harus Alkitab, wong Alkitab itu KS-nya Agama Kristen, sementara mas motor itu BUKAN KRISTEN kan?