Update Status Yang Riskan

Kita, orang Kristen pengeen banget memberitahukan kebenaran pada yang lain. Eh, mereka malah komentar yang aneh2 bernada sindiran dan sedikit ancaman terhadap apa yang kita share di medsos kita. Misalnya, kita bagiin status ato gambar ato link orang laen ttg suatu masalah. Mungkin, kita hanya sekedar share saja tidak komentar apa yang kita share-kan.
Apa yang teman-teman lakukan saat mendapat tanggapan negatif seputar apa yang telanjur kita share-kan di medsos ?
Apakah teman2 tetap akan share seputar masalah itu, ato langsung hapus share kita yg bermasalah bagi orang lain padahal itu adl berita yang benar dari posisi kita (iman Kristiani) ?
Apakah teman-teman akan unfriend tu orang yg udah kasi tanggapan negatif ato sebatas menghapus komennya aja yang bikin kita kesel ?

(Bukan jalan yg tepat sih).
Aku pernah share info ttg ga boleh arbosi.
Dan menyebalkan nya aku dimarahin sama 1 teman.
Yg aku lakukan ya deleted info arbosi nya.
Padahal cuma kenalan sih tapi rasanya aku ga mau ribut atau apa…

Memang nyatanya kalau kita menyatakan kebenaran, pasti banyak dibenci orang

Karena iman kita bukan berasal dari dunia ini, makanya tidak bisa masuk akal dunia

Yesus pun banyak dibenci orang semasa Dia hidup, sampai sekarang pengajaranNya pun masih dibenci banyak orang

So, itu kenyataan yang harus kita terima, kalau saya prinsipnya beritakan saja kebenaran, soal mereka terima atau tidak itu udah urusan lain lagi

Kayanya sudah nasib org kristen dibenci dunia.

Memberitakan kebenaran dalam bentuk apapun aku rasa bisa dibenci.
Mungkin kaya pak Ahok declare no korupsi.
Beliau dibenci koruptor.

Jadi kalau anda post kebenaran, sadarilah bahwa ada org yg bisa memarahi anda.

Btw, ttg kasus aku. Teman ku beri kesan aku ga sensitif krn post hal anti arbosi.
So, ketika anda diberi kesan ga sensitif apa yg akan anda lakukan?

(Aku rasa anda harus pegang teguh sama kenapa anda post itu. Klo buat beritain kebenaran ya anda biarin aja post itu ada)

Berarti Anda selanjutnya tetap akan posting kebenaran ya ? Bagaimana jika ada yang komentar negatif di wall Anda ? Apakah Anda tetap akan membiarkan postingan komentar itu lalu menanggapi balik atau bagaimana ?

Berarti tujuan akhirnya kita yang feeling peace ya karena enggak ribut lagi ? Bagaimana dengan semacam tuduhan bahwa Anda sudah kalah ? Anda berhasil didesak untuk tidak berkomentar atau sharing seperti itu ?
Aku gabung dengan pertanyaanmu ya…

Ada berbagai reaksi saya. Pertama, saya akan hapus komentar orang itu. Setelah dipikir2 kok enggak adil ya… trus dihapus deh sharing saya… walo kemudian saya munculin lagi ;D Kedua, saya akan komentar balik dengan maksud memberi pencerahan bahwa yang benar itu ya… yang saya posting. Tapi, klo masi keukeuh sama pendapatnya ya… saya simpulkan dia orang bebal plus fasik. Habis itu saya blokir dia dari setiap status saya. Masih macem-macem, ya… unfriend/ unfollow… ;D

Adakah prinsip atau etika yang teman-teman terapkan juga pada orang lain saat berkomentar atau posting sesuatu?
Jika saya:

  1. Dilarang bersifat agresif dengan bahasa yang kasar (termasuk melarang saya posting apapun, mendesak saya hapus komentar atau postingan saya di wall saya sendiri)
  2. Dilarang merendahkan yang lain. Karena apa yang menurut mereka benar, belum tentu benar bagi orang lain.
  3. dll (lupa) ;D

Sesuai Firman Tuhan

Tetap posting kebenaran

Kalau ada komentar negatif ditegur dalam kasih

Kalau tak mau berubah juga kebaskan debu dari kaki (cuekin aje)

Ditanggapi boleh,tetapi gak semua komentar perlu di tanggapi,seperlunya saja.

Kita pasti akan di benci oleh banyak orang.mau kita pengikut Yesus atau tidak.

tetapi jika kita menyebarkan kabar baik,sudah pasti akan ada orang yang membenci kita,tetapi itu adalah hal yang wajar.daripada kita dibenci karena kita memang pantas untuk dibenci(nyebelin,angkuh,sombong dll.)

tetapi ingat,seputar foto sosmed atau apapun,juga tidak mencerminkan perbuatan kita di dunia nyata,jadi jika ingin sharing hal tsb,pastikan real lifenya mendukung.

TS terlalu sensitif

Hahahaha

Hati2 dgn apa yg disharekan di medsos, terkadang maksud yg baik bisa menjadi provokatif bila menyangkut ideologis, keyakinan, sara, dll. Bedakan antara sesuatu yg dishare di “kalangan sendiri” dgn apa yg dishare di wilayah publik

Biasa, karena ada perbedaan POV. Bahkan sekalipun yg dishare adalah fakta yg benar-benar valid dan terbukti 100% benar, tetap masih ada yg komen negatif. Karena sampai kapan pun kebenaran (realita) itu seperti dua sisi mata uang.

Mereka sudah terlalu banyak mengkonsumsi informasi yang salah. Ketika kita memberikan informasi dari sisi yang lain, mereka akan tetap dalam tempurung. Persoalannya, klo udah gak bisa menerima kebenaran ya… bakalan jadi sia-sia sih… Asalkan informasi yang kita berikan bukan hoax, bagi saya tidak masalah untuk diberitakan. Contohnya… apa ya… kita kasih tau kalo Palestina itu bukan cuma Muslim doang. Klo cuma di kalangan sendiri, sebagian besar mungkin sudah tau. Nah, informasi itu akan jauh berguna bagi mereka, membuka mata mereka bahwa di sana bukan Muslim doang yg menderita. Terima kasih atas urun rembugnya… :angel:

:afro: tepat sekali, saya memang orang yang sensitif.

:afro:

Bagaimana dengan rekan-rekan yang lain ? Pernahkah teman-teman memuat status atau informasi yang sensitif bagi orang lain ?
Apakah teman-teman tetap memuatnya atau mengurungkan niat ? Jika memuatnya, apakah utk kalangan sendiri atau publik ? :angel: