Waduh! Kecepatan Kendaraan di Jakarta Rata-rata Hanya 20 Km/jam

Jakarta - Kemacetan di ruas jalan di Jakarta telah menyebar ke hampir seluruh pojok kota. Laju kendaraan saat macet pun, kini hanya mencapai 20 Kilometer perjam.

“Kalau sekarang, rata-rata kendaraan itu kecepatannya 20 Km/jam,” katanya kepada wartawan, Jumat (28/1/2011).

Royke mengatakan, tingkat kemacetan di Jakarta sudah berada pada level mendekati stagnan. Itu artinya, kemacetan di Jakarta hampir tidak bergerak.

Penyebabnya yang utama yakni semakin meningkatnya jumlah kendaraan pribadi baik motor maupun mobil. Kenaikan jumlah kendaraan pribadi di Jakarta setiap tahunnya, mendekati angka satu juta.

“Rata-rata kenaikan setiap tahunnya itu enam ratus ribu sampai sembilan ratus ribu unit,” katanya.

Direktorat Lalu Lintas mencatat, total kendaraan pribadi baik motor dan mobil pada 2006 mencapai 7,9 juta unit. Sementara pada tahun 2007 mencapai 8,7 juta unit.

Pada tahun 2008, angka tersebut mengalami kenaikan hingga 9,6 juta unit. Pada 2009 terus meningkat hingga 10,4 juta.

“Pada 2010 ini naik lagi sampai 11,7 juta unit,” katanya.

Dari angka tersebut, kata dia, 80 persen didominasi oleh motor. Lonjakan jumlah motor setiap tahunnya juga rata-rata mendekati satu juta unit.

Pada tahun 2006, jumlah motor mencapai 5,3 juta, sementara pada 2007 mencapai 5,9 juta. Pada 2008, meningkat menjadi 6,7 juta.

Kemudian pada 2009, jumlah motor terus meningkat menjadi 7,5 juta. Puncaknya, pada 2010 ini mencapai angka 9 juta.

Untuk mobil sendiri, pada 2006 mencapai 2,6 juta, sementara pada 2007 mencapai 2,8 juta. Pada 2008 jumlahnya meningkat lagi menjadi 2,9 juta. Begitu halnya pada 2009 yang mencapai angka 2,9 juta. Dan pada 2010 menurun jadi 2,7 juta.

Royke menambahkan, faktor kemacetan lainnya karena kurang laiknya angkutan umum. Banyaknya kejahatan dalam angkutan umum serta berjubelnya penumpang, membuat pengguna semakin malas.

“Sehingga masyarakat tidak nyaman lagi berada di dalam bus atau kopaja,” katanya.

Dan faktor yang tidak kalah pentingnya yakni hambatan samping. “Seperti keberadaan PKL, parkir sembarangan dan masih banyak lagi,” tutupnya.

(mei/ndr)

sumber: detikNews - Berita hari ini di Indonesia dan Internasional

miris bacanya…
jakarta uda ga layak jadi kota metropolitan…
mendingan galakin pertumbuhan2 kota yg di kalimantan, sumatera, papua, dll deh

tua di jalan dunk.
waktu abis bukan buat mengerjakan sesuatu yang berharga …ttp buat kemacetan…tragis :smiley:

di bintan kecepatan 80km/jam :smiley:

Itu belum termasuk klo jam plg kantorr… Jakarta enaknya cuma pas sabtu or minggu pagi aja. he3.

iya neh… kasian yg harus berjam-jam di jalanan…

subuh jam 2-5 jg masih sepi sih…hehe

Puji Tuhan … masih bisa jalan 100km/jam :smiley:
time is money macet

van… kalo dipikir dalem
orang jkt pengangguran tidak kentara … nunggu berjam2 dimobil :smiley:

berangkat subuh pulang tengah malem (peot di jalan) :cheesy:

Jadi inget semboyan 9P : Pergi pagi pulang petang penghasilan pas-pasan pensiun pun penderitaan… hahahah ;D

naek kereta ya…haha…

mantaps abis…skalian aj tinggal di kereta atau ataxo atau bis…haha