Wah, Biaya Kuliah Akan Turun !

THURSDAY, 14 JULY 2011

Tingginya biaya masuk kuliah yang sangat mahal sudah dikeluhkan lama oleh masyarakat. Seluruh cara pun telah dilakukan oleh pemerintah untuk mencari solusi atas hal ini. Mengingat tahun ajaran baru yang akan datang sebentar lagi, satu langkah yang merupakan titik cerah atas solusi biaya mahal tersebut dilakukan oleh pemerintah.

Dirilis Okezone, Rabu ( 13/7) karena Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) tidak mampu menggratiskan biaya di perguruan tinggi negeri (PTN), jalan tengah diambil yaitu pembiayaan dari masyarakat tetap harus ada, namun terjangkau/dibatasi oleh seluruh lapisan masyarakat terutama kelas menengah dan bawah.

Skema biaya baru yang dibuat Kemendiknas ialah komposisi anggaran dari (Penerimaan Negara Bukan Pajak) atau dana yang berasal dari orang tua mahasiswa akan diturunkan menjadi 20 persen. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendiknas, Djoko Santoso mengatakan saat ini anggaran PNBP mencapai 37,20 persen. Kalau PNBP dikurangi maka, dana mengikat seperti gaji akan dinaikkan menjadi 48 persen dari saat ini 25,62 persen. Sementara yang tidak mengikat, seperti dana pembangunan, turun dari 37,18 persen menjadi 32 persen. “Kita sudah ketahui cara menghitungnya, sehingga bisa dilakukan berbagai perubahan jika diperlukan,” katanya.

Djoko menyebutkan, saat ini kebutuhan anggaran di 83 perguruan tinggi negeri termasuk Universitas Terbuka (UT) setiap tahunnya mencapai Rp38,86 triliun. Sebanyak Rp30,9 triliun dari anggaran ini dibebankan kepada pemerintah, sedangkan sisanya Rp7,9 triliun atau maksimal 30 persen dari biaya operasional ditanggung oleh masyarakat.

Djoko juga mengakui, Kemendiknas belum dapat menetapkan batas atas dari biaya SPP itu. Akan tetapi kedepannya akan dibuat perhitungan yang sempurna agar calon mahasiswa tidak terbebani dengan biaya yang mahal. “Itu memang harus dikendalikan, tetapi yang penting kalau sudah ditetapkan ada usaha memperbesar biaya untuk mereka yang ekonominya lemah. Itu yang harus terus kita kampanyekan, tetapi yang menyumbang jangan dilarang. Akan digunakan untuk memberikan bantuan kepada ekonomi lemah,” ungkapnya.

Jika pendidikan menjadi prioritas utama dalam kehidupan sebuah negara, pastinya seluruh masyarakat harus dijamin dengan kemudahan untuk mengikutinya. Kemudahan ini tentunya akan diikuti oleh tanggung jawab yang besar dari masyarakat untuk membuat sesuatu yang dapat mengangkat nama bangsa kembali berkibar.
Source : Okezone - dpt

asik deh di FK berita2 gak bikin ati miris… ini lebih bagus beritanya bikin ati adem…