Wahyu 22:18

Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. (Wahyu 22:18)

Dalam ayat itu :

  1. Yang dimaksud “perkataan-perkataan ini” apakah hanya perkataan dalam kitab Wahyu atau seluruh isi Alkitab?
  2. Bagaimana jika kita memebri tanda pada ayat Alkitab, misalnya melingkari, memberi garis bawah dll. apakah hal ini juga berarti pelanggaran terhadap ayat tersebut?

Saya pribadi lebih setuju jika ayat itu menuju pada konteks kitab Wahyu.

Tapi ini bukan berarti orang bisa sembarangan menambahkan kanon Kitab Suci. Mungkin kamu bisa cek berkaitan dengan kriteria kanon Kitab Suci.

Mengenai melingkari, menggaris bawahi, memberi catatan kecil, dll → ini kamu becanda ya?

Maksudnya, kadang saat kita membaca Alkitab, ada ayat yang menarik/kita sukai (istilahnya ayat emas) lalu kita memberi tanda, seperti menggaris bawahi atau melingkari. Nah, itu bagaimana?

Masa sih itu jadi masalah?

Secara kamu gak menambahi-nambahi suatu ayat atau memlintir ayat itu?

Itu kan dilakukan sebagai upaya perlu untuk mendaraskan ayat yang kamu sukai itu ke dalam hati

Apa yang dimaksud oleh Johanes dengan “perkataan-perkataan ini” tentulah merujuk pada kitab Wahyu. Pertama, memang hubungannya tentan vision yang dilihat Johanes itu, bukan yang lain. Kedua, kitab kitab yang lain belum di kanon, jadi belum ada.

Memberi garis, stabillo, melingkari, tidak ada salahnya. Yang salah adalah kalau anda menuliskan ulang ayat itu dan memberi tambahan ataupun mengurangi kata kata dalam ayat itu.

Syalom

hahaha pertanyaan kedua betul-betul membuat saya tertawa :smiley: bukan maksud mengejek, tapi memang benar yang dibilang bang velmar sama bang bruce :afro: