wajarkah jika memaafkan tp tak berarti memberi kesempatan lagi?

dibuat kecewa walau sering dan berulang masih tetap sakit ya!!
jika saya memaafkan untuk yg kesekian kali,tp msh saja mengecewakan
wajarkah jika beranjak pergi,walau saya maafkan tp bukan berarti saya menerima kembali
mohon bantu doa dan saran all.GBU

Ikut kasih saran ya,

Hehehe, dalam hubungan pertemanan kah? Kalau kata saya sih wajar saja… Yang penting sudah memaafkan dan kalau “tidak memberi kesempatan” artinya ya kita melanjutkan hidup kita tanpa ada resiko disakiti lagi.

Kalau dalam hubungan pacaran sih, lebih baik memaafkan dan tidak memberi kesempatan alias putus saja, coz kalau dilanjutkan dan tingkah laku pasangan masih seperti itu ya hubungannya menjadi ga sehat… :slight_smile:

Semoga membantu…

memaafkan tp tak berarti memberi kesempatan lagi
kalau hati Bapa spt itu… hancurlah manusia :’(

Berdoa… minta hikmat Tuhan …klo Tuhan orang tersebut ajak jatuh dlm dosa… ya tinggalkan

klo untuk membangun ke arah yg lebih baik… beri kesempatan …

Tanya hati nurani sodara.
Ini dalam case apa dulu. Jika dalam hub berpacaran, jika sodara merasa sudah usai ya sudah tidak usa dilanjutkan. Buka lembaran yang baru. Gbu :slight_smile:

Kalau sudah menikah ya minta bantuan Tuhan supaya diberi kekuatan untuk tetap hidup bersama.

Kayaknya tergantung kasus juga sist, kalo dalam berpacaran mending udahan aja karna kasian juga kalau membangun rumah tangga nantinya dengan pondasi seperti itu.

Mat 18:21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?

Mat 18:22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

Mangampuni adalah keputusan bukan berdasarkan perasaan enak atau tidak enak, tapi suatu sikap tegas untuk mau mengampuni dg segala kelapangan hati :slight_smile:

mengampuni ya artinya memberi lagi kepercayaan alias kesempatan

maaf all lupa nulis,case nya pacaran…
sudah sering nyakitin sih yah lebih jelasnya membagi hati lah biar ga bingung lagi nyakitin nya model gmana?
dan maaf saya karna terlalu emosi dan takut untuk di kecewakan lagi sampai2 menyuruh untuk bersumpah,karna jujur saya sangat takut untuk di sakiti lgi,dengan cara itu saya pikir akan membuat takut atau setidaknya berpikir dua kali… untuk mengulagi ternyata saya salah besar,dan itu juga bukan satu atau dua kali…
knp sampai bisa lebih dari beberapa kali? karna "Mat 18:21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?”

Mat 18:22 Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”

klo saya memaafkan apa harus memberi kesempatan?

Kalau karakternya ga berubah-rubah ya tetaplah memaafkan, tapi ya rasanya kalau ngasih kesempatan terus namanya menyiksa diri juga :slight_smile:

Perlu dipertimbangkan juga, sapa tau memang karakter nya yang ga sepadan…

Yang paling penting adalah menghilangkan kebencian dan sakit hati setelah memaafkan.
Kemudian tentu kita harus menggunakan akal sehat kita, masih layakkah hubungan itu dipertahankan. Masih siapkah anda menerima ‘kesalahn’ yang berulang? Apakah tidak ada kemungkinan mendapatkan pacar yang baru?

Jika kemudian setelah pertimbangan masak, keputusan akhirnya adalah lepaskan dan cari yang baru, maka sampaikan secara baik baik, tanpa rasa marah dan sakit hati. Kalau dalam Kristen kita dilarang bercerai, karenanya tentu harus selektif dalam berpacaran.

Tetapi, kalau keputusannya bahwa anda masih mencintainya, dan bisa menerima kalau kesalahan yang sama terjadi lagi, dan memaafkannya lagi, maka lanjutkan.

Syalom

jujur guys nambah bingung…

Bingungnya sebelah mana bro? :slight_smile:

Hemat saya sudah benar pendapat teman-teman diatas kecuali kalau “pacaran” dimaksud adalah kumpul kebo, atau anda sudah pernah berhubungan badan dengannya itu dianggap kalian sudah “suami-istri” dan tentunya solusinya berbeda dengan kasus pacaran yang wajar…

Salam

ow pacaran tohhh…
kl pacaran ya anda lihat calon suami anda itu gimana kriterianya masuk ga ke anda itu secara natural ya…
artinya kl kekurangannya dia itu berkali2 terjadi hingga suatu saat anda jadi istrinya sanggup ga ? kl ga sanggup ya jangan diteruskan, itu bukan masalah mengampuni atau tidak lagi…tapi apakah anda bisa ambil keputusan, bisa hidup dengan dia atau tidak nantinya.

bingung sebab anda masih memiliki ego yang besar… ^^
hidup adalah proses pembelajaran ke arah yang lebih baik… lebih dekat dengan TUHAN… sehingga ketika tujuan hidup itu selesai dan manusia berhasil menjaga kekudusan itu maka dia mencapai TUHAN…
sebagai salah satu ujian hidup adalah masalah kepercayaan dan penghianatan…
Ketika kita ingin lebih dekat dengan TUHAN… maka dunia akan semakin membeci kita…
jadi ketika kita harus menghilangkan ego kita dan digantikan dengan kasih maka godaan dunia akan semakin besar… seperti yang anda alami sekarang… memaafkan itu sebenarnya tidak ada syaratnya… memaafkan adalah memaafkan… untuk hal lain tentang pembelajaran hidup kekasih anda untuk tidak berbuat dosa lagi… itu dibutuhkan pendekatan dengan kasih bukan dengan pemaksaan seperti sumpah atau kejadian pada umumnya dengan kekerasan… sebab manusia memiliki kehendak bebas untuk memutuskan tanpa tekanan atau jiwanya akan memberontak… namun kita bisa mengarahkan dan memberi pengertian kearah yang lebih baik… bila kekasih anda memiliki kesungguhan untuk bertobat … maka itu dibutuhkan proses… dan bimbingan yang cukup menyita waktu… apakah anda mau melayani TUHAN dengan bentuk membawa dia kembali pada TUHAN…??? sehingga dia menjadi seorang yang lebih baik dan layak dihadapanNYA…??

yang menjadi masalah adalah bagaimana dengan diri anda…??? apakah anda sudah siap untuk itu…???
sebab dibutuhkan kesabaran yang sangat besar…
bila tidak… anda boleh melepaskannya… dan kehilangan momen ini dalam hidup anda…
ingat selalu lakukan dengan penuh sukacita dan janganlah merasa terpaksa dan memaksakan diri…
apapun pilihan anda… itu adalah proses perjalanan hidup…

Semoga bermanfaat …
TUHAN YESUS memberkati…

Shalom, gini kl mslh memaafkan itu tanpa batas, kl mslh kesempatan kembali lagi ap km merasa sggp dg karakternya yg balik maning stlh sdh janji atau sbgnya (dari sini kita bs lihat psgnmu bs dipercaya/tdk dg perkataan dan janjinya) dlm artian tidak konsisten dan ini Fatal jika sdh bicara mslh janji yg failed ~> buah Roh ~> Self control. Jika km merasa sggp dan msh mmberikan ksmpatan silahkan dilanjutkan tp kl mrsa sdh diluar bts kemampuan km utk menjalaninya lepaskan dan perbaiki diri msg2. setiap org punya kriteria dan berhak memilih yg menurutnya plg sepadan utk jlan bersama, take care with u’re heart. Gbu full

Bro pernar tersesat, tapi belum menikah…

Kalo case nya pacaran sih… ga apa2… karena esensinya adalah sudah tidak bs mempercayai lagi. Ga apa2 kalo lagi pacaran ada konflik, jadi tau sifat masing2 dan apakah dia pasangan hidup atau bukan… makanya sambil doa bro.

Mengampuni berbeda dengan mempercayai / memberi kesempatan kembali. Yg penting hati kita jgn dendam terus bro.

Case “memaafkan tapi tak berarti memberi kesempatan lagi” pun umum terjadi dalam dunia kerja. Bisa aja karyawan melakukan penggelapan uang nasabah, kan pasti dipecat. Diampuni… tapi ya pasti dipecat toh.

memaafkan itu sampai hati anda juga memaafkan. Kalau masalah biasa kaya pertemanan sih kasih kesempatan lagi

tapi kalau masalah pacaran sih :char12: ga tau deh soalnya kan anda kalau nikah ga boleh cerai, walaupun anda cerai anda ga boleh kawin sama orang lain

jadi sarannya tanyakanlah dan bwalah masalah anda ke Roh Kudus, Ia yang paling bijaksana

Sebenarnya ketika Anda (sudah) memaafkan, anda juga sudah memberi kesempatan kedua, ketiga, keempat dan seterusnya. Dari sisi anda, memberikan kesempatan untuk memperbesar kapasitas hati (memaafkan bukan perkara gampang kan?) sedangkan dari sisi dia, memberi kesempatan untuk memperbaiki diri atas kesalahan yg dilakukannya. Sekalipun dalam kasus anda (pacaran), anda memilih untuk memberi atau tidak memberi kesempatan.

Hal lain yg anda dapatkan dari memaafkan adalah kesadaran anda saat mengambil keputusan dan siap untuk segala konsekuensi yg mungkin timbul di masa depan. Misalnya anda memaafkan dan menerima dia kembali maka anda sadar bahwa anda sudah memaafkan kesalahannya sekaligus bersiap diri apabila kesalahan tersebut terjadi lagi.