Wajib Helm berSNI

Helm SNI Mulai Marak Jakarta - Semakin nyata dan jelas program pemerintah helm sni adalah untuk kepentingan pemerintah, bukan untuk keselamatan… bohong besar kalau untuk keselamatan.

Seharusnya helm tdk perlu ada sni yang penting bentuk standard pengamanan yang baik.apa helm luar negeri yang harga dan kwalitas kalah dgn mutu sni?kayanya ini akal2an saja menguntungkan pengusaha.boleh2 saja aturan tapi kalu mutu helm luar lebih baik dari sni bolehkan dipakai.tolong yg berwenang adil dalam hal ini.

Itulah dua dari sekitar ratusan tanggapan pembaca detikOto yang mengomentari aturan helm wajib berkualitas Standar Nasional Indonesia atau SNI.

Aturan wajib memakai helm ber-SNI memang sudah di depan mata. Tanggal 1 April besok seluruh pengguna jalan wajib menggunakannya bila tidak mau kena denda Rp 250 ribu.

Namun seperti yang ditanyakan pembaca tadi, benarkah ketentuan Standar Nasional Indonesia ini berniat tulus untuk menghalau ‘helm-helm’ yang kualitasnya tidak jelas, ataukah hanya sekedar proyek dari pemerintah semata?

“Oh bukan, ini bukan proyek, hampir semua negara sekarang sudah punya standar sendiri jadi kita perlu punya standar agar barang yang masuk tidak sembarangan kualitasnya,” sanggah Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Bambang Setiadi kepada detikOto, Rabu(31/3/2010).

Lebih lanjut, SNI sendiri menurut Bambang tidak perlu lagi dipertanyakan, sebab kini sudah ada lebih dari 150 negara yang sudah memakluminya dan mendukung Indonesia agar punya standar sendiri untuk helm yang beredar.

“Mereka semua mendukung, karena ini memang untuk kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.

Ketentuan untuk menggunakan helm ber-SNI sendiri sudah tertuang di UU No 22 tentang lalu lintas. Bambang pun mengakui sebelum memberlakukan hal tersebut sudah berkordinasi dengan banyak pihak mulai dari negara-negara penghasil helm hingga kepolisian untuk menayakan dampak langsung beredarnya helm-helm ‘tidak jelas’ di Indonesia.

“Dari situ jelas, helm-helm yang tidak jelas kualitasnya itu berbahaya bagi masyarakat kita. Kita harus melindungi mereka dengan menggunakan standar (SNI) sendiri. Karena itulah sekarang kita harus main keras biar masyarakat tidak jadi korban lagi,” pungkasnya.
( syu / ddn )

sumber detik.com