Wakil Ketua DPR RI : Inggris Jangan Main Api !

Keterlibatan sejumlah anggota Parlemen Inggris dalam kemunculan kembali gerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) membuat Wakil ketua DPR RI Priyo Budi Santoso geram bukan main.

“Saya heran karena gerakan OPM di Papua ini muncul ternyata atas prakarsa salah seorang oknum anggota parlemen Inggris. Untuk itu, saya meminta pemerintah agar memanggil Dubes Inggris,” ujar Priyo Budi di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (4/8).

Menurut politisi asal Partai Golongan Karya tersebut, oknum anggota parlemen Inggris yang ia maksudkan diketahui telah memfasilitasi konferensi International Parliamentary for West Papua (IPWP) untuk OPM di Inggris.

Dalam kesempatan wawancara dengan sejumlah wartawan itu, Priyo Budi juga mengingatkan Inggris agar menjaga hubungan baik antarnegara yang sudah terjalin selama ini. “Sekarang Inggris bersahabat dengan kita. Jadi jangan main api,” tandasnya.

Untuk diketahui, IPWP terbentuk pada 15 Oktober 2008 di House of Commons, London, Inggris. Tujuan keberadaan asosiasi ini adalah adalah untuk mendukung penentuan nasib sendiri warga asli Papua.

Hon Andrew Smith MP dan Lord Harries merupakan dua anggota parlemen Inggris yang mendukung IPWP.

Dunia internasional hendaknya menghormati kedaulatan Indonesia sebagai sebuah negara merdeka. Sudah merupakan harga mati bahwa wilayah Nusantara adalah mulai dari Sabang hingga Marauke. Tak bijak rasanya jika negara lain ingin melakukan penghancuran terhadap kesatuan dan persatuan yang sudah terjalin lama di bangsa ini. Kiranya hal ini tidak terjadi lagi di kemudian harinya. Cukup sudah Timor Leste berpisah dari Indonesia, jangan ada wilayah lain yang terpisah!

Source : detik.com

Sebenarnya Timor Timur bukan “berpisah” dari Indonesia, melainkan memerdekakan diri dari aneksasi Indonesia.
Ada film yang mengungkap rahasia Indonesia, terkait dengan Timor Timur.

Film tersebut dibuat berdasarkan kisah nyata.

Mengenai hubungan Inggris dan Papua, saya masih belum tahu banyak. Saya masih memerlukan referensi supaya bisa melihatnya dari sudut pandang yang lebih objektif.

Salam

ayo bro cari info nya :smiley:
buat gw sih ga ada masalah…klo emang itu yg terbaik & memajukan masyarakatnya
selama ini kan daerah2 yg terjauh kurang di perhatikan ya
toh juga klo mereka memerdekakan diri bukan berarti ga bersaudara kan… selama tetap ada komunikasi.

indonesia kudu tobat nih…^^