Walikota Bogor Bantah Tuduhan GKI Yasmin

Walikota Bogor Diani Budiarto mengaku telah menjalankan putusan Mahkamah Agung (MA) terkait pembatalan pembekuan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) terhadap Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, Bogor, Jawa Barat. “Kata siapa belum? Sudah sejak bulan Maret kita jalankan,” kata Diani saat berbincang dengan wartawan di gedung DPR, Jakarta, Kamis (15/9).

Yang jadi pertanyaan, jika memang sudah dijalankan, bahkan sejak bulan Maret, mengapa jemaat GKI Yasmin masih beribadah di jalanan? Mengapa pintu gereja masih tidak bisa dibuka? Lantas, mengapa masih dipanggil DPR? Menjawab pertanyaan terakhir, Diani menanggapi, “Tanya sama yang panggil,” jawabnya.

Diani malah menyuruh agar membaca surat keputusan (SK) yang telah dia keluarkan terkait pencabutan pembekuan IMB GKI Yasmin. Pihak GKI Yasmin juga, kata dia, sudah bertemu dengan dirinya untuk membicarakan soal relokasi pembangunan gedung gereja. Namun, GKI Yasmin menolak relokasi tersebut. Bukankah itu berarti Diani masih mempertahankan pendapatnya untuk relokasi gereja padahal jelas-jelas MA memutuskan jemaat GKI Yasmin berhak bergereja di sana, di tempat yang sudah didirikan. Namun, menurut Diani di situlah letak masalahnya. Masih katanya, putusan MA menyatakan kalau pemerintah Kotamadya Bogor bersalah, karena tidak ada prosedur soal IMB itu.

Setelah menjalankan putusan MA yang menyuruh mencabut SK IMB berdasarkan kepala dinas, sebagai kepala daerah Diani lantas menerbitkan SK baru atas nama walikota. “Alasannya ada tiga hal yaitu penolakan masyarakat, stabilitas, dan pemalsuan tanda tangan. Hak saya sebagai kepala daerah,” kata Diani. Ditambahkannya pula, berdasarkan fatwa MA, SK baru itu bisa dibatalkan bila ada gugatan baru dari GKI Yasmin.

Hal ini menyebabkan pertaruhan stabilitas dan kerukunan antar umat beragama. Bagaimanakah pemerintah pusat mengatasi masalah ini? Jangan sampai berlarut-larut sehingga dapat menyebabkan rusaknya Keresahan di masyarakat.

Source : liputan6/lh3

Stabilitas dari Venezuela? Justru kalau masalah dibiarkan berkepanjangan, tidak akan tercapai stabilitas. Jawaban yang klise, padahal jawaban jujurnya adalah alasan politik.

Salam

ya kasihan ibadah jadi terganggu…

bersabar saja…sambil berdoa…

terus dibaca Alkitab nya…supaya jangan jadi pindah ke kitab lain…

yang penting hati kita…

Sepertinya si walikota itu memeiliki standard ganda…dan tidak bersikap gentelment dalam masalah ini. Karena disinyalir posisi tanah tsb malah akan digunakan pihak lain untuk kepentingan lain pula dng adanya ( mungkin ) diperuntukan bagi pendapatan faktor ekonomi bagian sebagian pihak.
Faktor kelemahan, terdapat pada pimpinan tertinggi di atas Walikota NYA SAJA YANG MENUTUP MATA DALAM PERSOALLAN SEPERTI INI., dimana si walikota membuat inisiativ untuk memindahkan tempat ibadah dari Taman Yasmin KE tempat lain ( konteks nya tukar guling ). PADAHAL PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN GEDUNG GEREJA tsb SUDAH DILAKSANAKANKAN DAN DIHADIRI PULA OLEH SI WALIKOTA itu sendiri…!!! Hehehehhe…kan ANEH JADINYA BUKAN…??

Hemmm… mungkin mereka belum tau ya…kapan TYK akan datang untuk campur-tangan langsung dalam masalah ini…?? jika hal yang sudah benar di pihak gereja…malah di rekayasa untuk dijadikan salah…oleh para jajaran Walikota Bogor.