Waspada tehadap FILM-FILM yang buruk!

Bagaimana pendapat para FK-ers tentang dampak Film terhadap Moral Dunia?

:’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’(

kok sedih, sumbangan film untuk peradaban manusia sangat besar lo :slight_smile:

contoh teleconference, hebat kan? :slight_smile:

Pendapat saya sangat berdampak sekali. Moral dunia dibentuk secara langsung oleh suguhan moral yang dikonsumsi setiap orang. Sama seperti kita didik moral dalam gereja dengan cerita-cerita yang dilontarkan oleh para Penditanya, perfileman juga mendidik moral pemirsanya dengan cerita-cerita yang jauh lebih menarik sebab disampaikan dalam adegan visual yang memukau dan nyata.

Ada film yang positif membawa pesan moral dan nilai-nilai yang baik, ada juga yang buruk membawa pesan moral dan nilai-nilai yang tidak sama dengan yang Tuhan ajarkan lewat para nabinya diseluruh dunia.

Sayang rating perfileman tidak dibuat lebih tegas, dan hanya cenderung sebagai lembaga sensor (memotong isi adegan) bukan lembaga rating moral.

Film memang punya dampak luar biasa. Persepsi seseorang dapat berubah hanya gara gara film. Tetapi, karena film adalah materi hiburan dan bisnis, maka meman hanya diperlakukan sebagai materi hiburan dan bisnis. Tetapi disadari atau tidak, sebenarnya banyak film yang berisi ‘indoktrinasi’ terselubung, dan ini wajib diberi kewaspadaan.

Dismping itu, film juga adalah gambaran atau imajinasi pengarangnya, dan mau tidak mau, apa yang menjadi pemikiran pengarangnya juga terpantul dalam film, dan celakanya dapat ditelan mentah mentah oleh penontonnya. Contoh yang menarik adalah sequel Harry Potter. Sebuah film menarik dan dinantikan oleh berjuta-juta pemirsa terutama anak anak sedunia. Padahal, pengarangnya J.K Rowling, jelas jelas adalah seorang agnostik. Sehingga tidak ada adegan dimana anak anak berdoa misalnya, atau bahkan ke gereja saat Natal, padahal adegan Natal selalu ada di film itu, tetapi hanya sebatas hiasan, kumpul dan makan makan, tanpa ada kegiatan ibadah sama sekali.

Nah, …

Film adalah hiburan, nikmati saja…

Betul bro, cuma susah juga dapat film yg mengajarkan moral dan punya unsur pendidikan.
Adanya yg selalu mengusung kekerasan, sex, ketidak-berdayaan Tuhan dan sejenisnya.

Ya film mempunyai dampak yang amat besar bagi penontonnya. Sudah banyak berita tentang kejadian yang “nggak masuk akal” akibat seseorang nonton film.

Jadi pilahlah film yang akan anda tonton, khususnya untuk anak anak anda.

Kebanyakan film buruk :

  1. Mengandung filosofi atheisme (start trek, inception dll)
  2. mengandung unsur sex
  3. mengandung unsur kekerasan

Contoh film yang bagus ditonton :

  1. Si Unyil
  2. the muppet show
  3. Siti nurbaya
  4. Law and order
    IMHO

Yang paling membuat saya merinding adalh,

ketika film tersebut tampak memberi kesan positif,

tetapi disisipi budaya yg buruk,

Cthnya beberapa film barat yg pny cerita menarik, tetapi sebenarnya jelas2 menentang aturan2 yang dibuat Tuhan

jujur pada saat menyadarinya saya menjadi merinding,

bagaimana manusia dirusak oleh media ini, terutama anak-anak,

mungkin hny sedikit sekali jaman skrg film yg pure bertujuan mendidik, tanpa menyisipkan hal2 yg negatif

RAJIN SEKALI SI IBLIS BEKERJA!!!

KITA TIDAK BOLEH KALAH!

MARI MEMBUAT GERAKKAN,

KURANGI NONTON TV ATW MEDIA SEJENISNYA JIKA TIDAK DIBUTUHKAN

Jangan bro, dengan tidak menonton TV, kita tidak tahu perkembangan dunia.
Yang benar adalah menyaring apa yang layak ditonton dan apa yang tidak.

:happy0062:

Bro sya bilang kurangi untuk hal yang tidak dibutuhkan,

bukan artinya tidak menonton TV,

:afro:

sewaktu film :The Da Vinci Code" diluncurkan, banyak orang berkata “akhirnya kebenaran terungkap melalui film itu”.

maka ada senyuman : “hmmm belajar kebenaran kok dari film” … hehehehehe :smiley:

sebuah novel yang difilm-kan, membandingkannya, maka seolah-olah film tersebut hanya MEWAKILI 20% dari isi novelnya, 80% adalah sumbangan yang dihasilkan oleh imajinasi manusia, sehingga setelah menonton film adaptasi novel itu akan lumrah terdengar komentar “kok nggak sama kayak bukunya ya” … :slight_smile:

film titik beratnya kepada “seni otak kanan”

sedangkan buku kepada “intelektual rasional otak kiri”

dua buah prosesor yang berbeda :slight_smile:

hipotesa sementara :

film cocok dipakai untuk propaganda jahat, karena diproses oleh “perasaan” bukan “rasional”
film digemari oleh si seteru sebagai alatnya, karena membangkitkan hayalan dosa pada diri manusia [sex & kekerasan]
film cocok dipakai untuk menyita waktu berharga ibu-ibu dengan sinetron sampah
film cocok merecoki bawah sadar manusia agar membeli makanan junkfood, permen beracun, dan susu tak bergizi, dll produk buruk
film cocok dipakai buat game anak-anak, menyita waktu mereka dan merusak mata dan membolongi saku jajan mereka

film dipakai untuk kampanye lingkungan, kampanye kesehatan dll. karena diproses oleh “perasaan” menyentuh hati
film cocok dipakai mendidik anak-anak, karena visual menarik dan aktual
film cocok dipakai untuk hiburan, karena membangkitkan fantasi yang sehat

jadi meski film terbatas dalam isinya tetapi memiliki pengaruh sangat besar karena masuk di otak “tidak rasional” manusia, otak visual yang dan emosional yang sering lebih banyak dipakai manusia mengambil keputusan.

@petra

film titik beratnya kepada "seni otak kanan"

sedangkan buku kepada “intelektual rasional otak kiri”

Sepertinya ngga tepat juga bro, karena buku juga sepenuhnya tergantung pada penulisnya, buku fiksi seperti cotoh di atas, hanya mengambil sedikit fakta dan mengembangkannya menjadi kisah seru dan menarik. Gambar dan ketegangan memang tidak disaksikan oleh mata, tetapi bermain dalam otak manusia.

Tentu berbeda jika yang ditulis atau dibac adalah buku yang bukanlah fiksi, tetapi tentang ilmu, maka bagian otak yang lain yan bekerja.

Syalom

oh begitu ya bro bruce.
buku Harry Potter atau Agatha Chrictie memainkan sisi otak yg beda ya bro. apalagi buku matematika dan filsafat. Ok deh kalo gitu. :slight_smile:

salam

Lho, jangan langsung percaya bro, saya bukan psikolog lho, nanti kalo salah kita kejeblos bersama gimana? He he he he.

Tapi kira kira seperti itulah, mudah mudahan benar, he he he.

jangan bro, gua nggak mau dijeblos gara2 njualin pilem bajakan … hehehehe

lagi nyantai nih bru, baru abis makan siang … ngaso bentar sebelum ngegas pol lagi :slight_smile:

@bruce & Petra
topiknya tentang film ya koq jadi ke buku segala :slight_smile:

ampun sorry sista momod, mungkin karena keduanya lebih “kutu buku” ketimbang “kutu film” … hehehehe oke sis

film yang paling buruk menurut saya adalah sbb. :

  1. game PSP/PS teken 5 - kekerasan
  2. game PSP/PS grand theft auto - sangat sadis, menembak orang seenaknya, menggilas org dengan mobil/tank, darah berceceran
  3. game online Point Blank - wanitanya pake baju seksi, menggunakan senjata pisau gambar sadisnya hampir riil, memberondong musuh darah berceceran dimana-mana

notes:

saya menganggap game PSP sebagai film, bahkan lebih seru dari film, karena selain mengandung alur cerita, tetapi ia interaktif dan live" dengan anak-anak sehingga efeknya ke jiwa cukup kuat.

  1. film pendek di Youtube, yang tanpa sensor, anak-anak bisa melihat film apapun juga.

saya usulkan agar orang tua berdoa agar anak-anaknya diberi hikmat mulia dari Tuhan, dan dibendung dari keinginan mengetahui racun dari keinginan manusia2 yang sangat merusak itu.

hmm mnrt gw sih yah doa dl lah sblm kita ntn film, minta hikmat dari Tuhan dan biar Tuhan luputkan hal2 negatif dan ambil hal2 yg positif…

dan terpenting adalah terlebih lg pilah2 filmnya…jgn ntn film biru tp sblm ntn, kita doa utk luputkan itu mah sama aja NEKAT…haha