Ways to live forever

Buku ini cukup bagus untuk memotivasi kita agar tetap semangat dalam menjalani kehidupan.
Ceritanya tentang seorang anak berumur 10 tahun yang menderita leukimia.
Dia mempunyai semangat hidup yang besar

semoga kalian menyukai buku ini :afro:

ada resensinya ndak buu ^^

Mengidap Leukimia tentu adalah berita paling buruk jika kita mengalaminya. Apalagi jika harus membayangkan hidup yang tinggal menghitung hari dan menjalani hari-hari yang menyesakkan. Namun Sam McQueen yang menuliskan kisah di bukunya yang berjudul Ways to Live forever (Setelah aku pergi), berusaha untuk menghadapi segala kemungkinan dalam hidupnya dengan tabah dan menuangkannya pada sebuah buku. Terasa sedih dan pahit, namun juga terasa ketabahan yang patut di acungi jempol untuk anak sekecil Sam yang baru berumur sebelas tahun.

Ways to Live Forever

Kisah dibuka dengan Sam memperkenalkan diri, Sam yang baru sebelas tahun, Sam yang suka mengumpulkan cerita dan fakta-fakta yang fantastis, Sam yang tengah mengidap Leukimia Lymphoblastic akut,* hingga akhirnya dia menulis kalimat menyentuh; Saat kalian membaca buku ini, kemungkinan aku sudah pergi, sulit di bayangkan bagaimana menderitanya anak sekecil Sam menderita Leukimia, yakni sejenis kanker yang menyerang sel-sel darah manusia.

http://www.jendelailmu.com/images/products/45-08-24710.jpg

Di sela-sela kesakitanya, Sam menuliskan hal-hal yang ingin dilakukannya:

1.Menjadi ilmuwan terkenal. Menemukan ini-itu dan menulis buku-buku tentang semuanya

2.Memecahkan rekor dunia. Yang jelas, bukan rekor atletik. Rekor untuk sesuatu yang konyol.

3.menonton semua film horor yang tidak boleh kutonton. Film-film berlabel 15 tahun keatas. Atau 18 tahun keatas.

4.Naik eskalator untuk turun dan turun eskalator untuk naik.

5.Melihat hantu.

6.Menjadi Remaja. Melakukan kegiatan-kegiatan remaja, misalnya minum-minum, merokok dan punya pacar.

7.Naik balon Zeppelin

8.Naik pesawat luar angkasa dan melihat Bumi dari luar angkasa.
Dan masih banyak lagi, keinginan bocah yang masih polos dan penuh fantasi. Barangkali yang sudah kesampaian sekarang adalah melihat bumi dari luar angkasa.

Di akhir tulisannya masih saja dia bisa bercanda dengan menuliskan pendapatnya bahwa upacara pemakaman seharusnya dibuat asik. Para pelayat jangan memakai pakaian hitam. Kalian semua mesti menceritakan kisah-kisah lucu tentang aku, jangan yang sedih-sedih.

Terlihat jelas bahwa dalam menghadapi hidupnya, Sam tidak pernah mengeluhkan sakitnya. Hingga akhir hayatnya. Catatan kisahnya ini ditulis ulang oleh Sally Nicholls yang menuliskannya saat kuliah di jurusan Filsafat dan Sastra dan saat ini bermukim di London.

Jika yang sakit parah seperti Sam saja sanggup menghadapi dan mensyukuri hidup, kenapa ya banyak orang yang sehat kurang bisa bersyukur? Buku Sam ini seoalah mengajak kita belajar dari ketabahan Sam dalam menghadapi kematianya.

————————-

  • Leukimia lymphoblastic akut, tubuh menghasilkan terlalu banyak lymphoblast, yakni sel-sel darah putih kecil. Sel-sel darah putih ini ibaratnya pasukan pertahanan pribadi. Mereka memerangi infeksi dan sebagainya. Tapi pada pengidap leukemia sel-sel darah putih ini mengambil alih, sel-sel darah lainnya jadi terdesak dan tidak melakukan fungsi-fungsi mereka yang semestinya. Maka, si penderita jadi sakit, misalnya, jadi sangat pucat, atau sering biru-biru lebam, atau mimisan terus-menerus atau merasa lelah sepanjang waktu.