What should I do... when people talk behind my back ?

Sesuai dengan judulnya, saya sedang mengalami itu dimana rekan sepelayanan yang sudah bertahun-tahun sama-sama melayani ternyata sudah 1 tahun berbicara yang tidak baik tentang saya ke rekan-rekan yang lainnya?

Singkat cerita, saya serasa diadudomba dan dijelek-jelekan dengan fitnah ini dan itu, hal yang tidak pernah saya lakukan. Kejadian ini terjadi sejak setahun yang lalu.

Saya sudah melakukan cross check dengan rekan-rekan yang lainnya dan memang saya dijelek-jelekan dan mendapat fitnahan. Ironis nya ini terjadi di gereja… so sad, isn’t it?

3 bulan lalu saya dan rekan yang memfitnah itu sudah bertemu dan berdamai, namun ternyata masih belum berubah. Saya masih dijelek jelekan di teman yang lain dan reputasi saya yang sudah dijaga bertahun-tahun menjadi jelek.

Komunitas yang pernah saya ikuti menjadi menjauhi saya akibat fitnahan tersebut dan ini mempengaruhi pelayanan saya.

So, apakah ada rekan-rekan yang pernah mengalami? Dan mungkin saran-saran nya… Makasih…

Kalo anda memang sudah benar2 merasa nama baik anda tercemar, bawa saja ke jalur hukum.

Saya pernah, sampai2 dilarang pelayanan selama 1 bulan full.

Tapi singkat cerita, akhirnya semua gereja tahu kalau saya difitnah, dan orang yang memfitnah saya mengundurkan diri dari gereja saking malunya, padahal saya ga berbuat apa2 waktu itu, saya menjalankan Firman jangan menghakimi, bila kamu ditampar pipi kanan berikan pipi kiri,

Kamu takut kalau reputasimu jatuh? Takut pelayananmu dipengaruhi? Takut dijauhi teman2mu? Saya lebih takut tidak dikenal Tuhan daripada mengalami hal tersebut

Bertahanlah dalam kebenaran Firman Tuhan, maka kamu akan lihat ujungnya kamu adalah lebih dari pada pemenang

Kayaknya belum perlu, ga baek juga kalau di Gereja pelayanan bawa-bawa ke jalur hukum…

Thank you saran nya… saya pun berpikir demikian, bahwa yang penting pelayanan ya tulus saja. Dan tidak perlu hiraukan pendapat orang lain, toh everyday, every moment, people judge us…

Yang saya takutkan tentunya mengenai pelayanan, orang akan memiliki pandangan yang jelek karena fitnah tersebut. Apalagi pelayanan saya cukup luas dan melibatkan banyak orang.

Pendapatnya masbro/mbaksist memang bener, “Saya lebih takut tidak dikenal Tuhan daripada mengalami hal tersebut”, tapi ya itu… toh hubungan dengan sesama manusia pun tetap penting kan?

Saya berencana “curhat” dengan Pendeta/Gembala di tempat saya melayani, minta dukungan doa dan tentunya saran… :smiley:

kamu langsung face to face sama orangnya dan tegur serta beritahu dia.

sepertinya memang rekan kamu memang gila reputasi,tetapi di satu sisi saat saya bertemu orang seperti itu.

saya sangat mengucap syukur.

kenapa ? karena itu mendidik karaktermu dan secara tidak langsung orang tersebut juga membuat mu bertumbuh.

Ingatlah bahwa karaktermu pasti bertumbuh mau kamu di omongin orang atau tidak.

Engkau bersama Kristus.

reputasi itu pasti hanya mengikuti.

Keep it cool bro.

Reputasi itu penting dan berguna asal memang sesuai dg watak asli, jika hanya semata kedok useless karna cepat atau lambat pasti terungkap jg. Sesuai yg nature bakal awet tapi yg buatan hanya bagaikan angin semusim yang berlalu begitu saja. Lagipula pembelaan Tuhan nyata bagi setiap anakNya yang sungguh mengasihinya.

ga usah curhat, curhat ke Tuhan saja, kalo Dia berkenan, maka musuhmu akan damai sendiri dengan bro & masalah clear sendiri

Thank you saran nya… Sebetulnya tiga bulan lalu kami sudah duduk bersama dan membicarakan semuanya, sudah juga saling berdamai, hanya belakangan saya jadi tahu kalau ternyata dia masih mencemarkan nama baik saya.

Saya jadi bingung juga, apakah harus konfrontasi kali ini lagi atau tidak…

Saya baca beberapa artikel mengenai “mengapa orang ngomongin orang lain di belakang?” Salah satunya adalah karena orang tersebut insecure atau bisa juga cemburu.

Iya, dulu pernah mendapat masalah seperti ini dan dulu ya “keep it cool” saja dan tetap lakukan hal yang benar. Hehehe…

Saya yakin bahwa Tuhan memberi masalah ini agar supaya karakter saya bertumbuh…

Thank you, God bless…

Thank you sista… :smiley:

Saya sudah curhat ke Tuhan kok, dan saya curhat di sini karena saya percaya bahwa rekan seiman (salah satunya di Forum ini) bisa memberi nasihat dan berbagi pengalaman. Hehehe…

masuk ruang maha kudus selalu,berjalan dengan hati yang tulus
bersama Yesus godaan dunia akan di kalahkan…jaga bait suci anda dengan ketat
Tantangan akan surut dari hari ke hari karena Tuhan akan bekerja dengan caraNya sendiri yang melampaui akal budi manusia.

semoga bermanfaat

salam dan doa

Yang mesti dilakukan berdasarkan Matius 18:15-17 > Tentang Menasihati Sesama Saudara

(15) "Kalau saudaramu berdosa terhadapmu, pergilah kepadanya dan tunjukkanlah kesalahannya. Lakukanlah itu dengan diam-diam antara kalian berdua saja. Kalau ia menurut kata-katamu, maka berhasillah engkau mendapat saudaramu itu kembali. (yang ini kayaknya sudah dilakukan yach)

(16) Tetapi kalau tidak, bawalah satu atau dua orang lagi. Sebab dalam Alkitab tertulis, ‘Sekurang-kurangnya dua atau tiga saksi diperlukan untuk menyatakan seorang tertuduh bersalah.’

(17) Kalau ia tidak menerima nasihat orang-orang itu, beritahukanlah hal itu kepada jemaat. Dan akhirnya, kalau ia tidak mau menerima nasihat jemaat, anggaplah ia sebagai penagih pajak dan seorang yang tidak mengenal Allah."