when Dad is amazing why would there be suffering upon His children?

Aku tahu klo Tuhan itu amazing, penyayang, bisa rubah keadaan buruk jadi baik.
Tapi didunia ini ada kan org percaya yg miskin menderita, hidupnya ga baik.
Pertanyaan boring sih tapi kenapa ini terjadi?
Aku tau bumi dikuasai musuh/:iblis tapi kan Dad is powerful

Thanks

[i]1Pe 4:1 Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa–,

Yak 5:10 Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan. [/i]

Penderitaan memang tidak enak. Sakit memang tidak enak. Miskin memang tidak enak. Sedih memang tidak enak.
Tapi apakah hidup yang isinya hal-hal yang enak saja itu benar-benar enak?

Ibrani 13:5, Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Jadi sebenarnya bukan kaya dan makmur yang dijanjikan TUHAN, tetapi bahagia. Dilindungi, dipelihara, penuh dengan sukacita dan damaisejahtera. Jika dalam Perjanjian Lama ada dibaca tentang kekayaan, kelimpahan dan harta bangsa-bangsa, jangan diartikan secara materi semuanya. Sebab kekayaan dimata TUHAN itu tidak ada artinya, bahkan bagi manusia yang hidupnya telah tersalib bersama Kristus, dunia dan segala isinya tidak lagi berharga.

Matius 6:21, “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” Jika dunia dan segala isinya kita sebut sebagai harta, maka hati kita ada didunia ini, jika kemuliaan Allah adalah harta bagi kita, maka hati kita ada selalu kepadaNya. Jika kekayaan, materi melimpah adalah harta bagi kita, maka saat membaca Perjanjian Lama, semua kata harta dan kekayaan diartikan dengan uang, tetapi jika kemuliaan Allah yang kita kejar, maka semua itu adalah perkara rohani, kelimpahan adalah tentang hal-hal rohani.

6 Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.
7 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.
Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.
9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
11 Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.

Jadi yang ingin saya sampaikan, adalah jangan membuat berat kondisi ekonomi yang menimbulkan iba, dan anda kategorikan kasihan, menderita dan bla-bla-bla lainnya yang setera dengan hidup terkutuk. Roma 15:26 disebutkan tentang orang-orang kudus yang miskin, menunjukan bahwa miskin dan kudus itu bukan berkolerasi. Paulus sendiri menyatakan dalam Filipi 4:12, “Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.” Apakah artinya Paulus itu dikutuk TUHAN, menjadi miskin, kekurangan, bahkan dirantai, ditawan, dianiaya. Sebab Alkitab menempatkan kekayaan dan orang kudus bukan satu garis lurus. Bahkan sebaliknya, kita ditegaskan untuk menjauhkan diri dari keinginan duniawi.

1 Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?
2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.
3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.
4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

Janganlah jadikan dunia ini sahabat kita, sehingga Hari TUHAN tidak menjadi jerat bagi kita. Ubalah nilai-nilia hidup kita sesuai dengan kehendak Allah, jangan lagi menilai kekayaan, kemakmuran, kemewahan, kelimpahan harta beda dan bisa liburan dan bermewah-mewah sebagai impian dan harta yang berharga. Jangan heran jika melihat orang beriman hidup berpada, sederhana dan tidak mewah, bahkan ada yang disebut kekuarangan walau sebenarnya ia tidak kekurangan, disebut miskin walau sebenarnya ia berkecukupan.

[email protected] light…

Apa yang anda sampaikan diatas…Jika tidak berlebihan , Maka kalau saya katakan bahwa konteksnya bisa masuk dalam konsep " ““RANCANGAN ALLAH dan BUKAN RANCANGAN MANUSIA””

Coba kita kutip landasan ayat Alkitabnya di :

Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Salam GBU…

Matius 5 : 3 Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Matius 5: 10 Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Michael Jackson, Elvis Presley, Kurt Cobain de el el kurang apa yaa? Sampai bunuh diri? Sampai merasa TIDAK BERBAHAGIA…

Apa yang diidam idamkan dunia ini mereka sepertinya sudah punya, Uang?Kekayan? Ketenaran? Sanjungan? Pesta Pora? kehormatan? Penghargaan?

Rupanya kata “miskin menderita” juga menimpa mereka…sehingga perlu merasa mengakhiri hidupnya akibat depressi, kehampaan, kepiluan diri…

Perlu dilihat orang Percaya yang sepertinya “miskin menderita” itu justru terpancar sukacita di wajahnya despite tampilan luar yang miskin menderita…?

Kata " Percaya " itu adalah kuncinya dan saya yakin Dia tidak akan membiarkan yang anda bilang “orang Percaya” itu menderita…Pasti akan ada proses…proses menuju kemajuan

Matius 6 : 33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

:afro: ;D

Biasanya habis ke ENAK an lalu timbul Ke CAPE an ! :coolsmiley: :happy0062:

Kl SL melihat deskripsi 7 jemaat dalam kitab Wahyu, maka SL akan temukan Jemaat Smirna.
Inilah yg Tuhan Yesus katakan mengenai Smirna:

Why 2:8-11
Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali:
Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu–namun engkau kaya–dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.
Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.
Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua."

Jemaat Smirna adalah jemaat yg miskin dan mderita kesusahan scr lahiriah.
Di sisi lain, mreka justru kaya dg fitnah dan aniaya.

Lalu apa kata Daddy kpd mreka?
Tuhan tidak janjikan utk mengeluarkan mreka dari ksusahan,
Tuhan tidak janjikan utk mengeluarkan mreka dari kmiskinan,
Tuhan justru katakan bhw derita mreka akan makin berat, yaitu dg fitnah, aniaya dan cobaan Iblis.

Apa nasehat Tuhan?
Agar mreka setia sampai mati.

Mngapa perlakukan Tuhan beda atas jemaat ini dbandingkan jemaat lain?

Yg saya tau sampai skrg, Tuhan punya tujuan, rencana dan panggilan yg khas bagi tiap-tiap orang sesuai kasih karuniaNya.
Kita mungkin tidak tau persis apa yg Tuhan rancangkan.
Tp dari nas ini, ternyata Tuhan tau dan Tuhan tetap bersama mreka meski keadaan tidak ssuai harapan jemaat ini.

Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu

Yg saya pelajari juga,
Seringkali ksusahan dan kmiskinan justru mbuat sso mrindukan masa depan bsama Dia ktimbang melekat pd hal-hal duniawi.
Ini juga adalah kasih karunia Tuhan.
Tuhan mngarahkan Jemaat Smirna bukan pd kenyamanan dan knikmatan duniawi, mlainkan suatu khidupan bsama Dia.

Sbgmn yg penulis Ibrani sampaikan:

Ibr 11:16
Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.

Dalam topik ini mungkin pertanyaan saya disini adalah:
Kita semua anak-anak Allah yang sama kesetiaannya (secara subyektif) sebagai pengikut Kristus, namun kenapa kelimpahan berkat maupun kedamaian yg dikaruniakan tidak sama?
Saudara yg lain yg pelayanan nya masih kurang saja bisa lbh baik kehidupannya dari segi materi maupun keluarga dari yg pelayanannya lebih, knp demikian?
Sebagai manusia terkadang wajar untuk merasa iri dan bertanya-tanya…

Itulah Bro,
Firman dari Tuhan Yesus yg diberikan pada ke-7 Jemaat bisa jadi gambaran bhw Tuhan memanggil, menetapkan dan mberlakukan kasih karunia yang berbeda-beda pada tiap-tiap orang.

Misalnya,
Laodikia itu kaya secara materi tetapi pelayanannya diambang kehancuran.

Jika kita mlihat pd kisah 7 Jemaat, maka yg saya bisa tarik adalah:
Untuk apa mbanding-bandingkan antara kondisi kita dengan orang lain.
Semua Tuhan panggil secara khas dan Tuhan tetapkan anugerah secara khas dan pergumulan tiap-tiap orang pun khas.
Jika kita melihat panggilan, anugerah dan pgumulan orang lain, maka kita bisa saja gagal mengenal bhw Tuhan punya rencana yg khas untuk kita sendiri yg orang lain tidak miliki.


Saya juga pernah mrenungkan ptanyaan klasik:
Mngapa dunia dciptakan sdgkn di dunia banyak ksulitan, ksusahan, pderitaan dan air mata.
Ktika saya mpertanyakan itu, maka di hati saya muncul pmikiran:
Namun di dunia juga banyak kbahagiaan, saling berbagi, ksenangan, kpahlawanan dari orang-orang yg tidak egois, tawa dan canda suami-istri-anak, khangatan dan kpedulian.

Jd tgantung dari sudut pandang mana kita mlihat dan mbandingkan.
Tapi untuk apa juga mbandingkan?

Salt,
Untuk memahami ini, coba lihat dan pandanglah SALIB KRISTUS. Hayati dan maknai, maka akan ditemukan jawabanya. SALIB KRISTUS adalah TRAGEDI MEMALUKAN tetapi MEMBAWA KESELAMATAN umat manusia. Dalam penderitaan, Tuhan memakai semuanya untuk kebaikan orang percaya. Sesuatu yang seakan-akan buruk, dibalinya tersimpan kebaikan.

Syalom.

Mgkn karena Daddy so powerfull dan tahu yg baik buat anak2Nya
wlopun anak2nya tidak memahami keinginan Daddy sampai
anak2Nya kelak dewasa dan selalu percaya Daddy.

Orang percaya wlopun keliatan miskin dan menderita (bagi anak2 yg lain)
tp Daddy tahu kebahagiaan terbaik utk buat orang percaya dimuliakan

Nah Daddy kan pernah bilang melalui Tuhan Yesus tentang seorang Janda miskin
semua nya bilang Janda Miskin tuh cuma ngasih duit sedikit amat utk persembahan
nah Daddy langsung bilang melalui Tuhan Yesus dengan tegas mksd Daddy melalui Janda tersebut
" … berbahagialah Janda tersebut karena dia memberikan segalanya dari apa yg dia yg punya."
(ini nulis sendiri - klo mau liat tulisan ayat asli nya liat Alkitabnya yah- biar Daddy makin keliatan
Amazing kekekekek)

Jadi anak2 terkadang tidak bisa memahami semua Maksud Daddy yg Amazing makanya
kita cukup berbuat baik dan bertumbuh dalam Kristus Yesus …
Nanti sisanya biar Daddy pada akhirnya/ending nya memberi tahu tujuan dan maksud
hal tersebut ada dan terjadi

Salam Daddy yang Amazing. :ashamed0002: :ashamed0002: :ashamed0002:

Daddy God is powerful. Dia juga setia pada firmanNya. Dia menciptakan manusia sesuai dengan gambaranNya, mempunyai kehendak bebas. Dia ingin manusia dengan kehendak bebasnya datang pada Tuhan untuk minta perlindungan.
Jangan sampai kita salah mengerti mengira kalau kita menderita kemiskinan itu adalah karena kehendak Tuhan. Melainkan datanglah pada Dia untuk meminta pertolongan.

Oleh karena itu Kekristenan “menantang” anda untuk keluar dari “rasa kewajaran” tersebut. Para “mistikus” di Alkitab bisa saja kaya atau miskin. Kesamaan mereka adalah bahwa mereka tidak terikat dan tidak bertanya-tanya tentang kemiskinan atau kekayaan mereka.

Ayub sepertinya mempertanyakan tentang keadilan Tuhan. Tapi pada akhirnya ia bertobat.

Ayb 42:1 Maka jawab Ayub kepada TUHAN:
Ayb 42:2 “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.
Ayb 42:3 Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui.
Ayb 42:4 Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku.
Ayb 42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
Ayb 42:6 Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.”

Mungkinkah bro Siip sudah siap jadi seorang “mistikus”?
:smiley:

Tanpa keburukan kita tidak bisa mengenal kebaikan.

Tubuh kita akan rusak kalau terus bahagia. Kenapa? Silahkan lihat contoh ketergantungan psikotropika. Secara biokimia, perasaan bahagia ketika menggunakan psikotropika dengan saat kita merasa bahagia itu sama.