[WTA] Pacar Mau Nikah Muda

Umhh, ceritanya begini… Sekarang saya berumur 20 (hampir 21) begitu juga dengan pasangan saya… Selama ini dia selalu planning ke depan mau married umur 24-25 yang bearti cuma 4-5 tahun lagi untuk married, sedangkan status saya aja masih MAHASISWA semester 5… Tamat mungkin sekitaran umur 22-23… Dan bearti juga cuma 1-2 tahun kerja itu uda married… Jujur aja saya sendiri masih ragu dan belum siap kalau harus married dengan umur segitu…
Pernah saya coba utarakan keberatan saya, tapi dia sedikit marah dan bilang kalau soal materi, gw disuruh kerja sama bokapnya [secara emang dia orangnya lebih dari gw]… Gw sebagai cowok ini rasanya malu kalau mau nikahin anaknya tapi kerja digaji sama bokapnya… Istilahnya sama aja duit itu dari bokapnya terus perantara lewat gw ke anaknya lagi…

Gw sendiri kuliah jurusan IT, dan gw pengen banget bisa terjun ke dunia IT seperti teman2 yang lain…

Sampai sekarang usia pacaran dah 1 tahun 8 bulan, LDR [Jakarta - Malaysia]… Gw bener2 pusing mikirin hal ini, karena secara mental dan materi saya merasa belum sanggup untuk married di umur segitu… Tapi gw takut dia marah kalau gw ungkapin keberatan gw ini…

Mohon Masukan dong dari siapa aja yang bisa membantu gw…

God Bless You All~

ALPHA

Mending lanjutin kuliah dulu… kerja target apa yang ada dicita citakan… :afro:
Sayang banget nikah umur segitu ,
Nikmati masa muda sodara dengan hal2 yang positif ,
krn stlh menikah sodara akan “terjebak” dlm situasi yang tidak bebas lagi spt ketika sodara masih lajang :slight_smile:

Menikah harus siap lahir batin …
kalo masih ada perasaan spt ini: Jujur aja saya sendiri masih ragu dan belum siap kalau harus married dengan umur segitu…

Sebaiknya tunda…menunggu waktu yang siap .
Menikah tidak hanya perlu kesiapan materi tetapi juga mental ,hati, siap korban .
Memutuskan untuk menikah artinya : harus maju terus , tidak bisa berhenti (bercerai) .

Terlebih lagi sodara sbg pria, sebaiknya bukan calon isteri yang mengatur sodara, ttp sodara harus ambil peran memutuskan dlm hal ini… krn dlm RT bangaimanapun : Suami (laki laki) adl. Kepala Keluarga bukan isteri .

Kalo sodara kaga mau kerja si calmer itupun hak sodara (calon isteri ) ngga bisa maksa :slight_smile:

Kalo dlm hal2 yang prinsip sodara mau diatur oleh calon sodara … he…he… hal2 yang lainpun “kemungkinan” bisa isteri yang pegang kendalinya RTnya

pertanyaan yang paling penting, apakah kamu benar2 cinta dia? kalo emang cinta, saya rasa semua masih bisa diusahakan.

faktanya: sekarang kamu masih kuliah dan kamu masih punya waktu 1-2 tahun untuk kerja dulu sebelum married.

yang jadi pertanyaan, kenapa dia mau cepet2 married?

  1. dia mau kamu “terikat” dengan dia. ini menjadikan masalah menjadi lebih mudah. setelah kalian menikah, kalian bisa menjalankan program KB sehingga tidak punya anak. saya rasa, gaji seorang fresh graduate sudah bisa mencukupi untuk hidup standard (banget) untuk kehidupan dua orang, apalagi jika dia juga ingin tetap kerja setelah menikah. FYI, gaji untuk pekerja di bidang IT lebih besar daripada gaji untuk pekerja bidang admin.

  2. ingin punya anak, sehingga bisa cepat2 pensiun di usia muda. ini yang lebih repot, karena kamu mungkin blom bisa menanggung biaya anak. tapi, blom bisa bukan berarti tidak mungkin. semua perlu kerja keras dan bimbingan Tuhan.

anda bilang jika anda kerja di perusahaan ayahnya, maka anda tidak bisa kerja di bidang IT. anda sudah berpikir negatif dulu. jika perusahaan calon mertua anda besar (yang anda bilang camer anda kaya), maka seharusnya ada bagian yang menangani bidang komputer. jika tidak ada, sudah waktunya anda memberi pengertian kepada beliau bahwa IT menjadi faktor penting di zaman ini, setidaknya bisa dimulai dari komputerisasi proses2 yang memungkinkan sehingga terjadi efisiensi.

selanjutnya, ANDA TIDAK BISA MEMBEDAKAN POSISI PROFESIONALITAS DAN KELUARGA. jika memang kerjaan anda dihargai terlalu besar sehingga tidak sebanding, maka anda baru boleh malu kepada calon mertua anda. jika dengan pekerjaan anda, anda digaji sesuai dengan itu saya tidak melihat alasan anda untuk malu.
contoh kasus:
jika dari hasil kerja anda, anda bisa menaikkan laba perusahaan 3 juta, dan anda digaji 5 juta, maka anda mesti malu.
jika dari hasil kerja anda, anda bisa menaikkan laba perusahaan 7 juta, dan anda digaji 5 juta atau 6 juta, kenapa anda mesti malu?

oleh karena itu, anda yang sekarang sedang kuliah, kuliah yang rajin dan benar sehingga anda bisa menjadi pekerja IT yang berdampak dan berkualitas.

btw, dia khan tidak suruh anda kerja di perusahaan bokapnya, tetapi cuma menyarankan. jika anda bisa menemukan perusahaan yang layak, anda bisa tetap memilih untuk kerja di bidang IT di perusahaan yang bukan merupakan milik si camer

Untuk semua yang udah respons, makasih banget ya… Tapi beban pikiran ini terlalu berat untuk ditanggung…

Hmm… Mohon doanya supaya gw bisa lewatin malam ini… Lagi down bener malam ini…

Thanks for all

God Bless You All~

@ ALPHA :

as a fellow man, saya cuma bisa memberi pandangan : kita akan jadi kepala keluarga. kalau dari awalnya kita sudah tidak merasa siap, kita cuma akan membawa keluarga kita ke kekacauan.

dan ada maknanya kenapa pria menjadi kepala keluarga. kita menggunakan logika dan pertimbangan lebih dari perasaan, sementara wanita menggunakan perasaan lebih dari logika. tugas istri adalah menjaga suaminya tidak melewati batas iman dan kebenaran, sementara tugas suami adalah memimpin dan mencari jalan untuk keluarganya agar tetap hidup benar dan kebutuhan tercukupi. jadi kalau anda sudah merasa minder terhadap calon istri, sudah bisa ditebak kemana arah rumah tangga anda nantinya. superioritas itu salah, demikian juga inferioritas. suami dan istri harus seimbang, supaya bisa saling membangun.

selebihnya saya tidak bisa membantu banyak, berhubung saya sendiri belum menikah dan berasal dari keluarga yg tidak harmonis.

saran saya coba bertanya pada kepala keluarga, seperti Budiman777 misalnya.

hemm…
klo Easter se, think twice…
pikirkan ulang ttg hubunganmu dan ttg apa kah dia yg terbaik untukmu??

klo dia memang sayang kmu,
pasti dia mengerti dan mendukung kmu…
bukan malah memaksakan kehendak…
betul??

jadi ibu rumah tangga jg ga gampang…
klo jadi ibu rumah tangga tapi tetep nebeng ma ortu ya buat apa jd ibu rumah tangga,
enak jadi anak aj…
hehhehhee…

he…he… b’tul …enak jadi anak …pengin apa tinggal bilang :afro:
udah ada yang nyedia’in

Umh, pertimbangan dia untuk nikah karena bagi dia umur 25an cewek emang lagi siap untuk punya baby… Sedangkan untuk pria saya rasa baru mulai kelihatan usahanya [JIKA MULAI DARI 0]…

Sya sendiri ragu untuk menikah dengan umur segitu, karena saya sendiri blm pasti apakah saya uda mapan dan bisa menghidupi dia… Dan dia pernah bilang kalau lebih dari 25-26 dia ga mau…

@ALPHA: haiizzz…
apa salahnya se nunggu 2-3 thn lagii…
lagian apa iya dia mw liat kmu dijelek2in terus ma ortunya karna blm bisa kasih makan anaknya dg uang sendirii??
hemm
pikirkan ualng aja deehh…
klo semua sudah siap baik mental dan materi kan lbh enak memulai bahtera rumah tangganya, jgn cuman pikirkan kesenangan dia aja…

lagian klo nikah umur2 24-25 kan masi muda2 nya…
ntar klo temen2nya pada jalan2, dia mau ikut, padahal uda ada suami yg harus diurus…
klo temen2nya masih bisa ketawa ketiwi karna blm pnya masalah RT ntar dia yg jutek… karna ga bisa ketawa ketiwi bareng,
dan menggerutu knapa aQ hrs pnya masalh ma suami…
wew…

klo uda merried tp kelakuan msh kyk ABG, pngin hangout breng temen,
shopping2, jalan2, dsb ma temen2…
ya buat apa merried muda…?? hehhehee…
ato cuman ngejar status??
hehhehe…

tanyakan lagi alasan kenapa dia mw merried muda…
klo alasannya hanya utk kepuasan dirinya sendiri, lbh baik dipikir ulang…
selain itu apa ortu jg setuju klo si prianya blm mapan??
pertimbangkan juga ituu…
pernikahan bukan cuman bicara 2 manusia aja, tapi 2 keluarga BESAR…
ingat keluarga BESAR
so jgn main2…
hehhehehe…

alpha jg hrs brani ngomong loo…
kmu kan cow hrs bisa tegass…
hrs pnya integritas…

Yup!!
Pakai rasa “malu” tsb sbg batu loncatan /motivasi
Emang ada benarnya…kerja di tempat kerabat (Paman apa lagi Calmer) rada keder …
bukan apa2 se… hanya kalo ada masalah … (kesalahan dlm kerja misal) urusannya cukup repot .
dilema …disatu sisi … sbg karyawan dan di sisi lain masih ada hub family. :wink:

Terkadang malah mjd crah /putus hubungan krn masalahh di kerjaan.

Setuju ama Easter,
Kalo uda nikah tapi ternyata kelakuannya masih ABG kan juga repot.
Dia kan pengennya umur 24-25, tapi dia masih mau kan kalo sekitaran umur 26. Asal ga 26+ gitu.

N buatku, cewek nikah di umur segitu itu hal yg wajar.
Tapi yg diliat bukan segi umur, tapi coba liat dari kedewasaannya. Siap apa nggaknya dia untuk nikah.

Jadi, pikirin ulang aja dulu. Diskusiin sama pacar lagi.

Menikah itu kan seumur hidup, jadi harus dipikir mateng-mateng, mpe gosong pun gpp.
Jangan kaya artis yang kawin cerai.
Semangat! :afro:

sounds like a pushy girl…

ini mungkin ga fair n ga bener ya… just my opinion…

dia kayanya jenis cewek yg ga berusaha ngertiin posisi lo… jenis yg manja n egois, yg artinya ga ada dewasa2nya…

just for an input, kedewasaan itu ada tingkatnya. misal, orang yg bs menghargai perbedaan itu dewasa, tp belum cukup dewasa buat membangun sesuatu. orang yg bisa menghargai perbedaan tapi ga mau kompromi sama sesuatu yang salah, sudah cukup dewasa buat membangun sesuatu tapi ga cukup dewasa buat jadi pemimpin sejati. dst. nah, coba timbang sendiri, secara kedewasaan lo sampe mana, n dia sampe mana. apa kalian sudah siap nikah secara kematangan diri?

kinda confusing, isn’t it…?

bung alpha… menikah jangan dianggap sepeleh… saya setuju dengan keberatanmu… satu hal yg saya lihat dari calom kamu… sepertinya dia masih kekanak2an… apakah dia tidak tahu bahwa bagi sebagian cowok… dia akan merasa harga dirinya jatuh kalau menggantungkan hidup dari mertua… ( bekerja dg mertua lebih banyak tidak enaknya…) belum lagi kalau kita tidak menguasai jenis pekerjaan yg di tawarkan itu… kita akan terlihat sangat bodoh dalam menangani pekerjaan itu… kalau ini sampai terjadi… percayalah… hidupmu akan sangat2 tidak nyaman… dan bisa saja di bodoh2i oleh keluarga dari pihak isteri kamu…

berusahalah mandiri dulu… jadilah kepala keluarga dan jangan sampai malah dikendalikan… dari jawaban calon kamu yang menyarankan u bekerja pada ortunya… terlihat kalau dia tidak sanggup hidup dibawa standarnya bila nanti kalian menikah…

semoga bung alpha dapat mempertimbangkan untung ruginya u saat ini… ingat… pernikahan kristen… 1 x untuk selamanya…

jadi berhati2lah sebelum memutuskannya…

salam :slight_smile: