Wujud Toleransi, Pemuda Muslim Kawal Sidang Pemimpin Gereja

Dikala pemerintah dan aparat keamanan disibukan dengan kampanye anti terorisme dan penyelidikan terhadap setiap kelompok pelaku tindak teror, justru di wilayah lain semangat toleransi antar umat beragama terus dijalankan. Hal ini terjadi pada Pertemuan Global Christian Forum (GCF), yang berlangsung di Manado, Sulawesi Utara.

Pemuda Muslim yang tergabung dalam Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Manado dengan pakaian khas kemeja koko dan peci puti, tampil bahu membahu bersama aparat kepolisian berdiri di halaman Gereja GMIM Kinamang, tempat dimana sekitar 300 pimpinan gereja di dunia yang lagi berkumpul dalam wacana situasi dan kondisi gereja diseluruh dunia.

Ketua BKPRMI Manado Agus Weno mengaku, kehadiran BKPRMI sebagai contoh kerukunan beragama di Sulut. "Sekaligus ingin kami sampaikan ke pada dunia, kalau Muslim di Sulut cinta damai, anti teroris dan menghargai perbedaan umat beragama,’’ kata Agus.

Acara empat tahunan ini sendiri berlangsung dari 4-7 Oktober yang dihadiri oleh 275 perwakilan peserta dari 81 negara. Selama pertemuan itu peserta melakukan sharing tentang situasi Gereja, tantangan yang dihadapi di negaranya masing-masing, termasuk kemiskinan, politik, ekonomi, peperangan, bahkan sampai masalah diskriminasi dan terorisme.

Wujud toleransi seperti ini harus diikuti dan diteruskan oleh masyarakat lainnya untuk mencegak doktrinasi radikalisme memecah belah persatuan umat beragama. Pemerintah pun wajib memberi apresiasi atas langkah ini dengan membantu dan menempatkan aparat keamanan untuk turun membaur dengan masyarakat.

Source : perisai.net - cath.news - niel