Yahwe bukan Tuhan tapi Dewa

Ini adalah sharing persepsi tentang Yahwe & tidak bermaksud untuk menjauhkan/mendiskreditkan pengikut Yahwe. Saya hanya sharing persepsi ttg Yahwe dalam pandangan pengikut Yesus dgn berdasarkan ayat2 Alkitab ibrani.
Bisa kita diskusikan bersama sekiranya ada yg mengganjal. Karena saya terbuka terhadap pemikiran dari aliran apapun

KERANCUAN TERJEMAHAN
Dalam Alkitab terjemahan indonesia terjadi kerancuan karena kata Lord, God, Elohim semuanya dihajar jadi satu kata “Tuhan” inilah permasalahannya yg menyebabkan semua mengira Yahwe adalah Tuhan, padahal levelnya hanyalah setara dewa.

DEFINISI NAMA YAHWE
Untuk mengetahui siapakah Yahwe berdasar alkitab bisa dilihat dari kitab Mazmur bahasa ibrani yg asli (jangan terjemahan indonesia yg hantam kromo semua diganti jadi kata Tuhan):
(Mazmur 24:10)
“miy hu zeh melekh’ hakavod?
Yehwah Tzevaot hu melekh’ haka”
“Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?
Yahwe Tsevaot, Dialah Raja Kemuliaan!”

Arti dari kata Tsevaot (bentuk jamak dari tseva) adalah pasukan-pasukan. Maka arti dari Yahwe Tsevaot adalah Yahwe yg merupakan bagian dari pasukan-pasukan.
Pasukan milik siapakah itu? tentu saja pasukan Elohim yg esa, oleh karena itu disebut juga Yahwe Elohim

ADA BANYAK DEWA / ELOHIM
Alkitab mengajarkan bahwa banyak elohim-elohim (allah-allah) lain selain Yahwe.
(Mazmur 82:1) “Allah {Elohim} berdiri dalam perhimpunan dewata, di tengah dewa-dewa {elohim-elohim} Iapun memutuskan hukum”

Bentuk jamak Elohim inilah yg diartikan sebagai dewa-dewa. Dalam alkitab bahasa inggris dewa-dewa diterjemahkan sebagai Gods.

Jadi dari Mazmur 82:1 ada pengertian Elohim (Allah yg esa) yg lebih superior & membawahi elohim-elohim (dewa-dewa).

YAHWE HANYALAH SATU DIANTARA BANYAK DEWA
Yahwe adalah bagian dari Elohim. Karena itu disebut Yahwe Elohim, yg artinya bagian dari Elohim. Tapi Yahwe itu sendiri bukanlah satu-satunya Elohim karena Alkitab (1 Raja-Raja 11:33) menyebutkan bahwa terdapat banyak elohim-elohim lain selain Yahwe Elohim, yg jika disebutkan sbb:
-Ashtoreth Elohim (allah/dewa bangsa Sidon)
-Chemosh Elohim (allah/dewa bangsa Moab)
-Milcom Elohim (allah/dewa bangsa Ammon)
-Yahwe Elohim (allah/dewa bangsa Israel)
Pada ayat 1 Raja-Raja 11:33 di atas kita mendapati nama allah-allah (dewa-dewa) berbagai bangsa. Dan dewa Yahwe meminta bangsa israel menyembah dia, seperti yg dilakukan Daud, dan bukan menyembah dewa bangsa lain.
Dalam 1 Raja-Raja 11:31, Yahwe sebagai dewa israel mengatakan dia akan membagi kerajaan Salomo menjadi 10 suku. Sebagai dewa bangsa israel tentu dia bisa melakukan ini, tapi belum tentu dengan bangsa lain dimana Yahwe bukan dewa-nya.

Di alkitab Yahwe sering mengatakan kepada bangsa israel untuk tidak menyembah elohim bangsa lain. Misalnya disini:
(Ulangan 6:14)
“lo telkhun akharey Elohiym
akherym meelohey haamym asher sviyvoteykhem”
“Jangan menyembah {Elohim} lain yang disembah bangsa-bangsa yang tinggal di sekitarmu”
“Janganlah kamu menyembah dewa-dewa {elohim plural} dari pada segala dewata {elohim plural} bangsa lain yang tinggal di sekitarmu”

(Ulangan 29:18)
“Pen-yesh bakhem iysh o-ishah o mish’pachah
o-sheve† asher l’vavo foneh hayom
meim Yehwah Eloheym lalekhet
laavod et-Eloheym haGoyim hahem
pen-yesh bakhem shoresh poreh rosh w’laanah”
“Sebab itu janganlah di antaramu (bangsa israel) ada laki-laki atau perempuan, kaum keluarga atau suku yang hatinya pada hari ini berpaling dari {Yahwe Elohim}, untuk pergi berbakti kepada Elohim bangsa-bangsa itu”.

Pada ayat Ulangan 29:18 diatas terlihat bahwa alkitab versi ibrani tidak menyebut bahwa yg berkata adalah Tuhan (Elohim) saja, tapi Yahwe Elohim, yg menandakan perintah tersebut hanya berlaku untuk bangsa israel dimana Yahwe Elohim adalah dewa-nya, bukan Ashtoreth Elohim dsb, yg merupakan dewa bangsa lain.

Ayat-ayat diatas sudah menunjukkan adanya banyak Elohim lain selain Yahwe
Namun Yahwe mengatakan bahwa dialah Elohim yg harus disembah bangsa Israel (bukan bangsa lain)
Jadi ini menunjukkan bahwa yahwe bukanlah Elohim/Allah Esa yg universal itu, melainkan hanyalah dewa teritorial, yg kastanyanya dibawah “Elohim yg esa” namun lebih superior diatas manusia.
Oleh karena itu, sebagai salah satu dari sekian banyak dewa/elohim ciptaan “Elohim yg esa”, maka sudah wajar jika dewa Yahwe punya temperamen yg cemburu dengan dewa-dewa lain (Keluaran 34:14), terutama karena dewa Yahwe merasa sudah berjasa membebaskan bangsa israel dari mesir (keluaran 6:7), pasti hati dewa Yahwe tersakiti & cemburu seperti halnya seperti manusia (yg juga sama2 makhluk ciptaan Allah/Elohim yg esa) tentu juga akan marah kalau dikhianati.

YAHWE BERSAING DENGAN DEWA-DEWA LAIN
Dalam alkitab juga dijelaskan bahwa bangsa israel pernah disuruh untuk memilih antara Yahwe Elohim (dewa israel) atau Ammuru Elohim (dewa amorit):
(Yosua 24:15)
“Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada Yahwe Elohim, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan melayani; Elohim bangsa israel {Yahwe Elohim} yang kepadanya nenek moyangmu melayani, atau Elohim bangsa Amorit {Amurru Elohim} yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan melayani Yahwe Elohim”
(Hakim 6:10)
“Akulah Yahwe, Elohim bangsamu, maka jangan takut dengan Elohim bangsa Amorit, yang negerinya kamu diami ini”

Ini menandakan adanya persaingan antar dewa-dewa teritorial, sama halnya dengan persaingan antar bangsa. Masing-masing dewa juga rebutan pengikut. Ini menunjukkan sifat yg sangat “duniawi” khas sifat dewa teritorial

YAHWE & BATAS TERITORIAL
Juga bisa diperhatikan dari sisi sejarah, bahwa ketika bangsa israel berada di tanah Mesir, Yahwe Elohim (dewa Yahwe) tidak ikut berada disana, melainkan mengirim Musa sebagai utusannya. Ini menandakan dewa Yahwe saat itu tidak mampu melewati batas teritorial kekuasaan Elohim bangsa lain, sehingga harus menggunakan Musa. Saat itu Elohim bangsa mesir adalah Neteru Elohim (dewa Anunnaki).

SIAPAKAH YAHWE MENURUT YESUS
Dalam kitab Gospel Yudas, Yesus sendiri menyatakan bahwa allah-allah yg disebut di Perjanjian Lama bukanlah Allah/Eloha yg sebenarnya, melainkan adalah dewa (“lesser god”)
Dewa disini definisinya adalah entiti spiritual yg lebih superior drpd manusia tapi otoritasnya masih dibawah Tuhan
Dalam Gospel Yudas disebutkan pula bahwa Yesus dikirim sebagai Anak Allah yg sebenarnya, bukan sebagai salah satu dari dewa-dewa seperti Yahwe. Misi dari Yesus adalah menunjukkan bahwa penebusannya bertujuan untuk menghubungkan manusia langsung dengan Tuhan Allah.
Oleh karena itu di Perjanjian Baru sudah tidak ada lagi tertulis kata Yahwe, karena dengan adanya Yesus, manusia sudah bisa mengenal Tuhan tanpa harus melalui dewa-dewa seperti Yahwe.

YAHWE HILANG DI PERJANJIAN BARU
Salah satu bukti bahwa Yahwe bukanlah Tuhan yg esa, adalah tidak disebutkannya nama Yahwe sama sekali di Perjanjian Baru, padahal nama Elohim/Aloha/Eloha tetap ada.
(Wahyu 20:11)
“Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia {Eloha}, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya”
Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa yang duduk di Tahta putih jelas bukan Yahwe. Namun Eloha yg esa. Kalau memang Yahwe pasti sudah dituliskan demikian.

Lalu dimanakah Yahwe di Perjanjian Baru? Kemungkinan dia kini hanyalah wujud satu dari tujuh roh bangsa2 yg disebut di ayat berikut ini.
(Wahyu 5:6)
“Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah {Eloha} yang diutus ke seluruh bumi.”
Namun karena itu tidak tertulis, maka hanya asumsi saja. Yg jelas nama Yahwe jelas tidak ada tertulis.
Mungkin Yesus & para rasul tahu bahwa tidak relevan membawa dewa teritorial di dalam Perjanjian Baru yg merupakan kitab penginjilan universal. Yesus adalah Anak Allah dari Allah yg universal, bukan dewa teritorial seperti Yahwe.

MASIH BOLEHKAH MELAYANI YAHWE? BOLEH!
Inti dari pembahasan ini bukan berarti kita tidak boleh lagi “melayani” Yahwe yg ternyata cuma dewa.
Justru bila Yahwe itu ternyata cuma dewa (bukan Elohim/Tuhan yg esa) maka kita dapat memanfaatkan kekuatan mistikal-nya tanpa harus khawatir tindakan tersebut “menduakan” Tuhan yg esa. Karena dewa, seperti halnya manusia adalah sama2 mahkluk ciptaan, hanya saja lebih superior dan dapat dimintai bantuan dengan ritual & tradisi mistikal berbasis Taurat tentunya, mengingat Yahwe adalah dewa teritorial bangsa israel.
Anggap saja Yahwe itu ibaratnya sebagai pejabat tinggi yg bisa membantu bisnis anda, yg tentunya harus ada balas jasanya, karena dewa (dan pejabat) tidaklah gratisan pertolongannya. Harus ada upeti, persembahan, dsb
Dan sebenarnya tidak ada sama sekali kewajiban utk melayani dewa. Karena dewa bukanlah Tuhan/Allah/Elohim Allah yg esa itu. Dan setelah kedatangan Yesus, sang Anak Allah, tentunya prioritas kewajiban orang kristen adalah melayani Yesus, bukan Yahwe
Sekalipun demikian, hubungan orang kristen dengan dewa-dewa seperti Yahwe, boleh-boleh saja asal dalam konteks hubungan simbiosis mutualisme horizontal saja, sama seperti hubungan horizontal dengan manusia yg memiliki otoritas lebih superior saja, jadi boleh dilakukan bila memang ada benefitnya, tapi tidak wajib.

PROBLEM DALAM PL TERJEMAHAN INDONESIA
Mungkin agar tidak bingung mengenai definisi Tuhan/Yahwe/Elohim/dewa, janganlah membaca alkitab terjemahan indonesia tapi bacalah versi ibraninya, karena translator indonesia menterjemahkan semuanya dalam satu kata yaitu Tuhan, yg akan rancu & memukul sama rata semua definisi berbagai entiti yg aslinya berbeda, kalau aslinya bahasa ibrani bacalah dalam bahasa ibrani juga. Alkitab indonesia sebagai pelengkap saja jangan dijadikan acuan dalam mencari kebenaran.

:rolleye0014: Saya lama merenung tentang sebuah kalimat begini “Ketika YESUS menolak Yahweh (YHWH)” :mad0261:

Setelah sekian lama sepertinya memang benar kalau Malaikat yang hadir dikisahkan Perjanjian Lama yang disebut Malaikat YHWH adalah Malaikat Terkuat yang juga menyandang Nama YHWH (Yahweh). Sedang kan Elohim jika dibahasakan secara sederhana = “Sembahan” dan Elohim YHWH = “Se-Sembahan YHWH”
:azn: Dan semua masih perlu dikaji dan diuji kebenarannya :coolsmiley:
Salam

Itu kesimpulan sepihak. YHWH ts’ba’oth berarti Yahweh yang berbala tentara. Jadi tidak memaksudkan Yahweh bagian dari bala tentara itu, melainkan Yahweh memiliki bala tentara. Ayat-ayat lain juga mendukung hal ini, bahwa Yahweh memang memiliki banyak pasukan malaikat.

Ya, dan ELOHIM yang lebih superior yang dimaksud Asaf itu adalah YHWH. Lihat ayat sebelumnya, yaitu Mzm 81:10.

YHWH bukan bagian dari Elohim. YHWH adalah Elohim yang sejati. Sedangkan yang lain adalah Elohim palsu, yang tidak bisa menyelamatkan (Mzm 115:1-8).

YHWH bukan hanya untuk orang Israel saja, melainkan untuk semua manusia.

Isa 54:5 Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN (YHWH) semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.

Rom 3:29 Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain!

Sedangkan perintah untuk tidak menyembah ELOHIM bangsa lain, itu karena ELOHIM bangsa lain adalah palsu. Lihat saja kasus Elia dan nabi-nabi Baal (1 Raja 18:26-29).

Jangan menyimpulkan terburu-buru. Periksa dulu semua faktanya. Jangan sampai kita seperti cerita tentang seorang petani yang menembak mati anjing yang telah menyelamatkan nyawa anak si petani dari ular, hanya karena menyangka darah yang tercecer di tubuh anjing itu adalah darah anaknya! Kalau sudah begini, menyesal tidak ada gunanya.

Lebih baik mengajukan pertanyaan dari pada membuat pernyataan.

“Lurah berpembantu banyak,” apakah itu berarti semuanya Lurah?

Berdasarkan reply 7, pendapat ini dengan sendirinya gugur.

Mengapa ‘injil’ Yudas dijadikan dasar? ‘Injil’ Yudas mengatakan Yudas adalah pahlawan, dan ‘injil’ ini tergolong kitab Gnostik yang percaya materi adalah jahat, yang berarti menolak Yesus datang dalam daging, padahal pendapat ini sudah dikecam oleh Yohanes (2 Yoh 7). Ini jelas bertentangan dengan injil Kanonik.

  1. Apakah karena Perjanjian Baru salinan yang terpelihara tidak memuat nama YHWH, itu berarti Perjanjian Baru asli / yang semula juga tidak memuatnya?

Papias, Eusebius, Origen dan Yerome ( tokoh-tokoh Kristen awal yang dihormati) mengatakan bahwa Matius (sebagai satu contoh) awalnya menulis injil dalam bahasa Ibrani.

“External evidence to the effect that Matthew originally wrote this Gospel in Hebrew reaches as far back as Papias of Hierapolis, of the second century a.C. Eusebius quoted Papias as stating: “Matthew collected the oracles in the Hebrew language”. - The Ecclesiastical History, III, XXXIX, 16. Early in the third century, Origen made reference to Matthew’s account and, in discussing the four Gospels, is quoted by Eusebius as saying that the “first was written . . . according to Matthew, who was once a tax-collector but afterwards an apostle of Jesus Christ, . . . in the Hebrew language”. - The Ecclesiastical History, VI, XXV, 3-6.”

Dan Matius mengutip 11 ayat dari Perjanjian Lama yang memuat nama YHWH. Maka dapat disimpulkan, naskah asli Perjanjian Baru (paling tidak, naskah asli injil Matius) memuat nama YHWH.

  1. Adanya kata “Haleluya”, yang berarti “Pujilah Yah” --Yah adalah singkatan YHWH-- dalam Perjanjian Baru (Why 19:1, yang juga digunakan dalam PL (Mzm 105:45)) menunjukkan bahwa penulis PB dan orang Kristen masa awal masih menyebut nama YHWH.

Jadi pendapat bahwa “YAHWE HILANG DI PERJANJIAN BARU” tidak benar.

Pernyataan yang tidak konsisten. Di kalimat merah menyatakan kepastian, namun kalimat biru menyatakan kemungkinan.

Pernyataan yang gegabah, dan seperti sudah dibuktikan, sama sekali tidak berdasar. Merendahkan kedudukan YHWH benar-benar tindakan yang sangat menakutkan. Jangan-jangan kita sudah termasuk menghujat Allah (Mrk 3:29).

Benar bahwa LAI mengandung banyak kesalahan, namun bro – menyangka sudah keluar dari kesalahan-- malah terjebak ke dalam kesalahan lain.

Jadi teringat pepatah “Keluar dari sarang singa malah masuk sarang beruang”.

wah, pembicaraan teologi very sophisticated and deep, tentang identitas TUHAN lagi.

mantau aja niy :slight_smile:

Broww, kalu dewa-dewa yg dibold diatas ini dan dewa-dewa lainya dijaman dulu, ntuh sekarang nasipnya gimane broww, secara kan secara teritorial, para keturunan penyembahnya dulu sekarang udah gak nyembah mereka lagi,

tetep aja, bro, nungging lima kali sehari…cuman ganti nama doang.

Tanggapan:

Note: Saya bukan termasuk kalangan yang “memuja nama YAHWEH” tetapi tuduhan dari ‘sdr Tetra’ banyak ngawurnya.
Dalam menyikapi sesuatu lebih baik yang arif-arif saja, tidak usah “ekstrim kiri” maupun “ekstrim kanan”.

Tuduhan 1:

Tanggapan 1:

Alkitab bahasa Indonesia dari LAI, untuk Perjanjian Lama tidak diterjemahkan dari bahasa Inggris, melainkan menerjemahkannya dari naskah bahasa asli bahasa Ibrani.
Tuduhan diatas menulis kata “Lord, God, ELOHIM semuanya dihajar jadi satu kata ‘Tuhan’”, sedangkan kita tahu “Lord, God” adalah bahasa Inggris, bukan bahasa Ibrani.

Alkitab bahasa Indonesia dari LAI juga tidak menerjemahkan kata Ibrani ELOHIM dan menghajarnya jadi satu kata “Tuhan”, buktinya sbb:

* Kejadian 1:1
LAI TB, Pada mulanya Allah (ELOHIM) menciptakan langit dan bumi.
KJV, In the beginning God (ELOHIM) created the heaven and the earth.
Hebrew,
בְּרֵאשִׁית בָּרָא אֱלֹהִים אֵת הַשָּׁמַיִם וְאֵת הָאָרֶץ׃
Translit, BERESYIT BARA 'ELOHIM ‘ET HASYAMAYIM VE’ET HA’ARETS
Translit., interlinear, BERE’SYIT {pada mulanya} BARA’ {Dia menciptakan} 'ELOHIM {Allah} 'ET HASYAMAYIM {langit itu} VE’ET {dan} HA’ARETS {bumi itu}

satu contoh lagi:

* Mazmur 47:8
LAI TB, Sebab Allah (ELOHIM) adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran!
KJV 47:7, For God (ELOHIM) is the King of all the earth: sing ye praises with understanding.
Hebrew,
כִּי מֶלֶךְ כָּל־הָאָרֶץ אֱלֹהִים זַמְּרוּ מַשְׂכִּיל׃
Translit, KI MELEKH KOL-HA’ARETS 'ELOHIM ZAMERU MASKIL