yahweh atau allah?

Dalam dunia Kristen saat ini terlihat ada gelombang pemikiran baru menyangkut tentang nama diri dari Tuhan. Sumber permasalahannya ternyata bukan datang dari ajaran diluar Kristen, namun merupakan reaksi dari kebingungan penganut Kristen sendiri tentang catatan nama Tuhan yang ada dalam Alkitab, baik berupa bahasa aslinya, maupun terjemahannya dalam Bahasa Indonesia. Salah satunya tulisan yang saya baca pada website ini :

http://gkmin.net/?p=49

Intinya, tulisan tersebut berusaha untuk mengembalikan nama diri Tuhan yang dianggap telah keliru arti kembali menjadi Yahweh (YHWH). Saya sendiri tidak berminat ‘ikut campur’ memperdebatkan kata ataupun istilah ‘Allah, Tuhan, Yahweh’ sesuai fokus dalam tulisan pada website tersebut. Saya mencoba lebih memfokuskan diri kepada pertanyaan besar :

  1. KAPAN NAMA ‘YHWH/YAHWEH’ SEBAGAI NAMA DIRI TUHAN PERTAMA KALI DIPERKENALKAN…??

Dalam Perjanjian Lama tercantum keterangan :

Kel 6:2 (6-1) Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Akulah TUHAN.
Kel 6:3 (6-2) Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri.

Kata ‘TUHAN’ berasal dari Bahasa aslinya ‘Yahweh’ atau ‘YHWH’ yang tertulis dalam sumber Perjanjian Lama berbahasa Ibrani. Untuk penjelasan lebih lengkap, anda bisa membacanya pada website ini :

http://injil.ws/yesus/tuhan-allah.html

Maka ayat tersebut bisa dijelaskan bahwa Tuhan telah berbicara/berfirman kepada Musa, sebagai pihak yang dipercaya umat Kristen menulis 5 Kitab pertama dalam Perjanjian Lama, memberitahukan bahwa nama-Nya adalah ‘YHWH/Yahweh’ sebagai nama diri, sekaligus dinyatakan orang-orang sebelum itu belum mengenal nama diri tersebut. Namun si penulis yang sama mengaku hal yang berbeda :

Kej 4:26 Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN.

Set adalah anak dari Adam dan Hawa, dan nama diri Tuhan, yaitu ‘YHWH/Yahweh’ mulai dikenal orang pada jaman anak dari Set, bernama Enos lahir. Bunyi ayat tersebut jelas menerangkan kapan nama ‘YHWH/Yahweh’ pertama kali diperkenalkan (yang digaris-bawahi). Disini muncul pertanyaan : Mana dari kedua penjelasan tersebut yang benar…?? mengingat keduanya bicara soal WAKTU pertama kali nama ‘YHWH/Yahweh’ diperkenalkan. Apakah keduanya bisa disinkronkan dan diartikan bahwa yang tidak mengenal nama YHWH/Yahweh sesuai Kel 6:3 itu hanyalah Abraham, Ishak dan Yakub saja…?? sedangkan orang lain sudah kenal dengan nama Tuhan tersebut, bahkan jauh sebelum ketiga orang tersebut hidup. Katakanlah kita membenarkan saja hal tersebut, sekalipun kedengarannya aneh mengingat Abraham, Ishak dan Yakub merupakan orang-orang pilihan yang ajaran dan perkataannya banyak dikutip dalam Alkitab dan tercatat sering ‘berdialog’ dengan Tuhan. Keterangan tersebut kembali ‘dimentahkan’ oleh tulisan dari orang yang sama, yaitu Musa (menurut anggapan Kristen) dalam ayat ini :

Kej 4:1 Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN."

Terdapat apologi dari pemeluk Kristen menyatakan bahwa wajar saja dalam Kitab Kejadian yang menceritakan peristiwa sebelum jaman Musa sudah tertulis nama ‘YHWH/Yahweh’ karena kitab tersebut memang ditulis oleh Musa yang sudah mengenal nama diri Tuhan tersebut. Pendapat ini terlihat logis, misalnya untuk menjelaskan ayat ini :

Kej 2:4 Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit,

Kata ‘TUHAN’ merupakan terjemahan dari ‘YHWH/Yahweh’ dan kata ‘Allah’ diterjemahkan dari asal kata ‘Elohim’. Disitu bisa kita jelaskan bahwa Musa menceritakan tentang Tuhan yang sudah diketahui namanya menciptakan alam semesta, kejadian penciptaan memang dimasa silam, namun keterangannya dibuat pada jaman Musa. Ini adalah penjelasan yang masuk akal. Namun bagaimana menjelaskan Kej 4:1 yang menceritakan tentang UCAPAN dari Hawa yang adalah nenek dari Enos, kata yang keluar dari mulutnya menyebut ‘YHWH/Yahweh’. Alasan bahwa tulisan tersebut dibuat pada jaman Musa tidak bisa menolong, karena sekalipun ditulis kapanpun setelahnya, ucapan atau perkataan orang yang dikutip tentu harus sesuai dengan apa yang diucapkan orang tersebut pada waktu itu. Beda halnya kalau si pengarangnya sendiri memberikan informasi atau penjelasan tentang sesuatu dimana lampau.

Maka untuk kasus ‘perkataan Hawa’ ini terdapat 2 kemungkinan :

a. Faktanya Hawa sama sekali tidak menyebut ‘YHWH/Yahweh’ ketika menyambut kelahiran Kain, itu hanyalah merupakan kata TAMBAHAN dari si pengarang kitab tersebut.
b. Atau Hawa memang menyebut nama diri Tuhan, namun yang pasti bukan ‘YHWH/Yahweh’, ada nama diri dari Tuhan lain yang sudah dikenal oleh Hawa pada waktu itu.

  1. APAKAH ADA NAMA DIRI TUHAN SEBELUM DIPERKENALKAN PADA MUSA…??

Kita mencoba menelusuri jawaban pertanyaan tersebut, dari ‘rimba-raya’ 5 Kitab Musa, terutama yang mencantumkan kisah-kisah manusia sebelum nama ‘YHWH/Yahweh’ diperkenalkan kepada Musa. Saya sendiri tidak akan mempermasalahkan ayat yang berbentuk ucapan/tulisan si penulisnya, namun fokus kepada perkataan/ucapan orang yang dikutip dalam kitab tersebut :

Kej. 15:2 Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu."
.
Kej. 15:8 Kata Abram: "Ya Tuhan ALLAH, dari manakah aku tahu, bahwa aku akan memilikinya?"
.

Abraham memanggil Tuhannya dengan panggilan ‘Tuhan ALLAH’, berasal dari kata ‘Elohim Yahweh’. Dalam kitab Kel 6:3 jelas dan terang dikatakan bahwa Ibrahim belum diperkenalkan dengan nama diri Tuhan “YHWH/Yahweh’, maka muncul pertanyaan : apa nama Tuhan yang sebenarnya keluar dari mulut Abraham tersebut…?? Apakah Abraham hanya menyebut kata ‘Tuhan’ atau ‘Elohim’ saja sebagai nama jabatan/sebutan/gelar, atau memang menyebut dua-duanya, yang satu merupakan nama jabatan, yang lainnya adalah nama diri Tuhan yang memang sudah dikenal Abraham, namun nama tersebut yang pasti bukan ‘YHWH/Yahweh’…

Dalam banyak ayat, kita juga menemukan istilah ‘El/Elohim/Eloah’ yang diakui oleh pihak Kristen sendiri merupakan nama yang paling ‘dini’ ditemukan dalam Alkitab. Nama ‘El/Elohim/Eloah’ juga diakui punya dua makna, yaitu sebagai ‘nama diri’ dan sebagai ‘nama jabatan’ (lihat TUHAN atau Allah? ). Lalu darimana kita tahu ketika manusia sebelum Musa menyebut ‘El/Elohim/Eloah’ itu harus diartikan dengan nama jabatan dan bukan nama diri. Itu hanyalah merupakan ‘pengarahan’ dari 5 kitab Musa yang sudah menyatakan nama diri Tuhan adalah ‘YHWH/Yahweh’, karena adanya pernyataan tersebut maka nama ‘El/Elohim/Eloah’ diposisikan sebagai nama jabatan dan bukan nama diri.

Dari tulisan diatas, bisa disimpulkan :

a. Satu-satunya sumber penjelasan tentang nama diri Tuhan ‘YHWH/Yahweh’ hanyalah 5 kitab Musa, yang ditulis/kesaksian oleh Musa seorang diri (sesuai pemahaman Kristen).
b. Penjelasan tentang kapan pertama kali nama diri Tuhan ‘YHWH/Yahweh’ diperkenalkan ternyata simpang siur.
c. Penjelasan tentang nama diri Tuhan ‘YHWH/Yahweh’ dalam kitab tersebut ternyata mempunyai kesalahan dan tidak berdasarkan fakta yang sebenarnya.
d. Ada indikasi dalam kitab tersebut bahwa orang-orang sebelum jaman Musa telah menyebut nama diri Tuhan yang lain.
e. Ada indikasi bahwa nama diri Tuhan tesebut adalah ‘El/Elohim/Eloah’ yang mirip dengan nama diri Tuhan dalam ajaran Islam yaitu ‘Allah’

Dalam dunia Kristen saat ini terlihat ada gelombang pemikiran baru menyangkut tentang nama diri dari Tuhan. Sumber permasalahannya ternyata bukan datang dari ajaran diluar Kristen, namun merupakan reaksi dari kebingungan penganut Kristen sendiri tentang catatan nama Tuhan yang ada dalam Alkitab, baik berupa bahasa aslinya, maupun terjemahannya dalam Bahasa Indonesia. Salah satunya tulisan yang saya baca pada website ini :

http://gkmin.net/?p=49

Intinya, tulisan tersebut berusaha untuk mengembalikan nama diri Tuhan yang dianggap telah keliru arti kembali menjadi Yahweh (YHWH). Saya sendiri tidak berminat ‘ikut campur’ memperdebatkan kata ataupun istilah ‘Allah, Tuhan, Yahweh’ sesuai fokus dalam tulisan pada website tersebut. Saya mencoba lebih memfokuskan diri kepada pertanyaan besar :

  1. KAPAN NAMA ‘YHWH/YAHWEH’ SEBAGAI NAMA DIRI TUHAN PERTAMA KALI DIPERKENALKAN…??

Dalam Perjanjian Lama tercantum keterangan :

Kel 6:2 (6-1) Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Akulah TUHAN.
Kel 6:3 (6-2) Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri.

Kata ‘TUHAN’ berasal dari Bahasa aslinya ‘Yahweh’ atau ‘YHWH’ yang tertulis dalam sumber Perjanjian Lama berbahasa Ibrani. Untuk penjelasan lebih lengkap, anda bisa membacanya pada website ini :

http://injil.ws/yesus/tuhan-allah.html

Maka ayat tersebut bisa dijelaskan bahwa Tuhan telah berbicara/berfirman kepada Musa, sebagai pihak yang dipercaya umat Kristen menulis 5 Kitab pertama dalam Perjanjian Lama, memberitahukan bahwa nama-Nya adalah ‘YHWH/Yahweh’ sebagai nama diri, sekaligus dinyatakan orang-orang sebelum itu belum mengenal nama diri tersebut. Namun si penulis yang sama mengaku hal yang berbeda :

Kej 4:26 Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN.

Set adalah anak dari Adam dan Hawa, dan nama diri Tuhan, yaitu ‘YHWH/Yahweh’ mulai dikenal orang pada jaman anak dari Set, bernama Enos lahir. Bunyi ayat tersebut jelas menerangkan kapan nama ‘YHWH/Yahweh’ pertama kali diperkenalkan (yang digaris-bawahi). Disini muncul pertanyaan : Mana dari kedua penjelasan tersebut yang benar…?? mengingat keduanya bicara soal WAKTU pertama kali nama ‘YHWH/Yahweh’ diperkenalkan. Apakah keduanya bisa disinkronkan dan diartikan bahwa yang tidak mengenal nama YHWH/Yahweh sesuai Kel 6:3 itu hanyalah Abraham, Ishak dan Yakub saja…?? sedangkan orang lain sudah kenal dengan nama Tuhan tersebut, bahkan jauh sebelum ketiga orang tersebut hidup. Katakanlah kita membenarkan saja hal tersebut, sekalipun kedengarannya aneh mengingat Abraham, Ishak dan Yakub merupakan orang-orang pilihan yang ajaran dan perkataannya banyak dikutip dalam Alkitab dan tercatat sering ‘berdialog’ dengan Tuhan. Keterangan tersebut kembali ‘dimentahkan’ oleh tulisan dari orang yang sama, yaitu Musa (menurut anggapan Kristen) dalam ayat ini :

Kej 4:1 Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN."

Terdapat apologi dari pemeluk Kristen menyatakan bahwa wajar saja dalam Kitab Kejadian yang menceritakan peristiwa sebelum jaman Musa sudah tertulis nama ‘YHWH/Yahweh’ karena kitab tersebut memang ditulis oleh Musa yang sudah mengenal nama diri Tuhan tersebut. Pendapat ini terlihat logis, misalnya untuk menjelaskan ayat ini :

Kej 2:4 Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit,

Kata ‘TUHAN’ merupakan terjemahan dari ‘YHWH/Yahweh’ dan kata ‘Allah’ diterjemahkan dari asal kata ‘Elohim’. Disitu bisa kita jelaskan bahwa Musa menceritakan tentang Tuhan yang sudah diketahui namanya menciptakan alam semesta, kejadian penciptaan memang dimasa silam, namun keterangannya dibuat pada jaman Musa. Ini adalah penjelasan yang masuk akal. Namun bagaimana menjelaskan Kej 4:1 yang menceritakan tentang UCAPAN dari Hawa yang adalah nenek dari Enos, kata yang keluar dari mulutnya menyebut ‘YHWH/Yahweh’. Alasan bahwa tulisan tersebut dibuat pada jaman Musa tidak bisa menolong, karena sekalipun ditulis kapanpun setelahnya, ucapan atau perkataan orang yang dikutip tentu harus sesuai dengan apa yang diucapkan orang tersebut pada waktu itu. Beda halnya kalau si pengarangnya sendiri memberikan informasi atau penjelasan tentang sesuatu dimana lampau.

Maka untuk kasus ‘perkataan Hawa’ ini terdapat 2 kemungkinan :

a. Faktanya Hawa sama sekali tidak menyebut ‘YHWH/Yahweh’ ketika menyambut kelahiran Kain, itu hanyalah merupakan kata TAMBAHAN dari si pengarang kitab tersebut.
b. Atau Hawa memang menyebut nama diri Tuhan, namun yang pasti bukan ‘YHWH/Yahweh’, ada nama diri dari Tuhan lain yang sudah dikenal oleh Hawa pada waktu itu.

  1. APAKAH ADA NAMA DIRI TUHAN SEBELUM DIPERKENALKAN PADA MUSA…??

Kita mencoba menelusuri jawaban pertanyaan tersebut, dari ‘rimba-raya’ 5 Kitab Musa, terutama yang mencantumkan kisah-kisah manusia sebelum nama ‘YHWH/Yahweh’ diperkenalkan kepada Musa. Saya sendiri tidak akan mempermasalahkan ayat yang berbentuk ucapan/tulisan si penulisnya, namun fokus kepada perkataan/ucapan orang yang dikutip dalam kitab tersebut :

Kej. 15:2 Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu."
.
Kej. 15:8 Kata Abram: "Ya Tuhan ALLAH, dari manakah aku tahu, bahwa aku akan memilikinya?"
.

Abraham memanggil Tuhannya dengan panggilan ‘Tuhan ALLAH’, berasal dari kata ‘Elohim Yahweh’. Dalam kitab Kel 6:3 jelas dan terang dikatakan bahwa Ibrahim belum diperkenalkan dengan nama diri Tuhan “YHWH/Yahweh’, maka muncul pertanyaan : apa nama Tuhan yang sebenarnya keluar dari mulut Abraham tersebut…?? Apakah Abraham hanya menyebut kata ‘Tuhan’ atau ‘Elohim’ saja sebagai nama jabatan/sebutan/gelar, atau memang menyebut dua-duanya, yang satu merupakan nama jabatan, yang lainnya adalah nama diri Tuhan yang memang sudah dikenal Abraham, namun nama tersebut yang pasti bukan ‘YHWH/Yahweh’…

Dalam banyak ayat, kita juga menemukan istilah ‘El/Elohim/Eloah’ yang diakui oleh pihak Kristen sendiri merupakan nama yang paling ‘dini’ ditemukan dalam Alkitab. Nama ‘El/Elohim/Eloah’ juga diakui punya dua makna, yaitu sebagai ‘nama diri’ dan sebagai ‘nama jabatan’ (lihat TUHAN atau Allah? ). Lalu darimana kita tahu ketika manusia sebelum Musa menyebut ‘El/Elohim/Eloah’ itu harus diartikan dengan nama jabatan dan bukan nama diri. Itu hanyalah merupakan ‘pengarahan’ dari 5 kitab Musa yang sudah menyatakan nama diri Tuhan adalah ‘YHWH/Yahweh’, karena adanya pernyataan tersebut maka nama ‘El/Elohim/Eloah’ diposisikan sebagai nama jabatan dan bukan nama diri.

Dari tulisan diatas, bisa disimpulkan :

a. Satu-satunya sumber penjelasan tentang nama diri Tuhan ‘YHWH/Yahweh’ hanyalah 5 kitab Musa, yang ditulis/kesaksian oleh Musa seorang diri (sesuai pemahaman Kristen).
b. Penjelasan tentang kapan pertama kali nama diri Tuhan ‘YHWH/Yahweh’ diperkenalkan ternyata simpang siur.
c. Penjelasan tentang nama diri Tuhan ‘YHWH/Yahweh’ dalam kitab tersebut ternyata mempunyai kesalahan dan tidak berdasarkan fakta yang sebenarnya.
d. Ada indikasi dalam kitab tersebut bahwa orang-orang sebelum jaman Musa telah menyebut nama diri Tuhan yang lain.
e. Ada indikasi bahwa nama diri Tuhan tesebut adalah ‘El/Elohim/Eloah’ yang mirip dengan nama diri Tuhan dalam ajaran Islam yaitu ‘Allah’

Dalam dunia Kristen saat ini terlihat ada gelombang pemikiran baru menyangkut tentang nama diri dari Tuhan. Sumber permasalahannya ternyata bukan datang dari ajaran diluar Kristen, namun merupakan reaksi dari kebingungan penganut Kristen sendiri tentang catatan nama Tuhan yang ada dalam Alkitab, baik berupa bahasa aslinya, maupun terjemahannya dalam Bahasa Indonesia. Salah satunya tulisan yang saya baca pada website ini :

http://gkmin.net/?p=49

Intinya, tulisan tersebut berusaha untuk mengembalikan nama diri Tuhan yang dianggap telah keliru arti kembali menjadi Yahweh (YHWH). Saya sendiri tidak berminat ‘ikut campur’ memperdebatkan kata ataupun istilah ‘Allah, Tuhan, Yahweh’ sesuai fokus dalam tulisan pada website tersebut. Saya mencoba lebih memfokuskan diri kepada pertanyaan besar :

  1. KAPAN NAMA ‘YHWH/YAHWEH’ SEBAGAI NAMA DIRI TUHAN PERTAMA KALI DIPERKENALKAN…??

Dalam Perjanjian Lama tercantum keterangan :

Kel 6:2 (6-1) Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Akulah TUHAN.
Kel 6:3 (6-2) Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri.

Kata ‘TUHAN’ berasal dari Bahasa aslinya ‘Yahweh’ atau ‘YHWH’ yang tertulis dalam sumber Perjanjian Lama berbahasa Ibrani. Untuk penjelasan lebih lengkap, anda bisa membacanya pada website ini :

http://injil.ws/yesus/tuhan-allah.html

Maka ayat tersebut bisa dijelaskan bahwa Tuhan telah berbicara/berfirman kepada Musa, sebagai pihak yang dipercaya umat Kristen menulis 5 Kitab pertama dalam Perjanjian Lama, memberitahukan bahwa nama-Nya adalah ‘YHWH/Yahweh’ sebagai nama diri, sekaligus dinyatakan orang-orang sebelum itu belum mengenal nama diri tersebut. Namun si penulis yang sama mengaku hal yang berbeda :

Kej 4:26 Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN.

Set adalah anak dari Adam dan Hawa, dan nama diri Tuhan, yaitu ‘YHWH/Yahweh’ mulai dikenal orang pada jaman anak dari Set, bernama Enos lahir. Bunyi ayat tersebut jelas menerangkan kapan nama ‘YHWH/Yahweh’ pertama kali diperkenalkan (yang digaris-bawahi). Disini muncul pertanyaan : Mana dari kedua penjelasan tersebut yang benar…?? mengingat keduanya bicara soal WAKTU pertama kali nama ‘YHWH/Yahweh’ diperkenalkan. Apakah keduanya bisa disinkronkan dan diartikan bahwa yang tidak mengenal nama YHWH/Yahweh sesuai Kel 6:3 itu hanyalah Abraham, Ishak dan Yakub saja…?? sedangkan orang lain sudah kenal dengan nama Tuhan tersebut, bahkan jauh sebelum ketiga orang tersebut hidup. Katakanlah kita membenarkan saja hal tersebut, sekalipun kedengarannya aneh mengingat Abraham, Ishak dan Yakub merupakan orang-orang pilihan yang ajaran dan perkataannya banyak dikutip dalam Alkitab dan tercatat sering ‘berdialog’ dengan Tuhan. Keterangan tersebut kembali ‘dimentahkan’ oleh tulisan dari orang yang sama, yaitu Musa (menurut anggapan Kristen) dalam ayat ini :

Kej 4:1 Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN."

Terdapat apologi dari pemeluk Kristen menyatakan bahwa wajar saja dalam Kitab Kejadian yang menceritakan peristiwa sebelum jaman Musa sudah tertulis nama ‘YHWH/Yahweh’ karena kitab tersebut memang ditulis oleh Musa yang sudah mengenal nama diri Tuhan tersebut. Pendapat ini terlihat logis, misalnya untuk menjelaskan ayat ini :

Kej 2:4 Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit,

Kata ‘TUHAN’ merupakan terjemahan dari ‘YHWH/Yahweh’ dan kata ‘Allah’ diterjemahkan dari asal kata ‘Elohim’. Disitu bisa kita jelaskan bahwa Musa menceritakan tentang Tuhan yang sudah diketahui namanya menciptakan alam semesta, kejadian penciptaan memang dimasa silam, namun keterangannya dibuat pada jaman Musa. Ini adalah penjelasan yang masuk akal. Namun bagaimana menjelaskan Kej 4:1 yang menceritakan tentang UCAPAN dari Hawa yang adalah nenek dari Enos, kata yang keluar dari mulutnya menyebut ‘YHWH/Yahweh’. Alasan bahwa tulisan tersebut dibuat pada jaman Musa tidak bisa menolong, karena sekalipun ditulis kapanpun setelahnya, ucapan atau perkataan orang yang dikutip tentu harus sesuai dengan apa yang diucapkan orang tersebut pada waktu itu. Beda halnya kalau si pengarangnya sendiri memberikan informasi atau penjelasan tentang sesuatu dimana lampau.

Maka untuk kasus ‘perkataan Hawa’ ini terdapat 2 kemungkinan :

a. Faktanya Hawa sama sekali tidak menyebut ‘YHWH/Yahweh’ ketika menyambut kelahiran Kain, itu hanyalah merupakan kata TAMBAHAN dari si pengarang kitab tersebut.
b. Atau Hawa memang menyebut nama diri Tuhan, namun yang pasti bukan ‘YHWH/Yahweh’, ada nama diri dari Tuhan lain yang sudah dikenal oleh Hawa pada waktu itu.

  1. APAKAH ADA NAMA DIRI TUHAN SEBELUM DIPERKENALKAN PADA MUSA…??

Kita mencoba menelusuri jawaban pertanyaan tersebut, dari ‘rimba-raya’ 5 Kitab Musa, terutama yang mencantumkan kisah-kisah manusia sebelum nama ‘YHWH/Yahweh’ diperkenalkan kepada Musa. Saya sendiri tidak akan mempermasalahkan ayat yang berbentuk ucapan/tulisan si penulisnya, namun fokus kepada perkataan/ucapan orang yang dikutip dalam kitab tersebut :

Kej. 15:2 Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu."
.
Kej. 15:8 Kata Abram: "Ya Tuhan ALLAH, dari manakah aku tahu, bahwa aku akan memilikinya?"
.

Abraham memanggil Tuhannya dengan panggilan ‘Tuhan ALLAH’, berasal dari kata ‘Elohim Yahweh’. Dalam kitab Kel 6:3 jelas dan terang dikatakan bahwa Ibrahim belum diperkenalkan dengan nama diri Tuhan “YHWH/Yahweh’, maka muncul pertanyaan : apa nama Tuhan yang sebenarnya keluar dari mulut Abraham tersebut…?? Apakah Abraham hanya menyebut kata ‘Tuhan’ atau ‘Elohim’ saja sebagai nama jabatan/sebutan/gelar, atau memang menyebut dua-duanya, yang satu merupakan nama jabatan, yang lainnya adalah nama diri Tuhan yang memang sudah dikenal Abraham, namun nama tersebut yang pasti bukan ‘YHWH/Yahweh’…

Dalam banyak ayat, kita juga menemukan istilah ‘El/Elohim/Eloah’ yang diakui oleh pihak Kristen sendiri merupakan nama yang paling ‘dini’ ditemukan dalam Alkitab. Nama ‘El/Elohim/Eloah’ juga diakui punya dua makna, yaitu sebagai ‘nama diri’ dan sebagai ‘nama jabatan’ (lihat TUHAN atau Allah? ). Lalu darimana kita tahu ketika manusia sebelum Musa menyebut ‘El/Elohim/Eloah’ itu harus diartikan dengan nama jabatan dan bukan nama diri. Itu hanyalah merupakan ‘pengarahan’ dari 5 kitab Musa yang sudah menyatakan nama diri Tuhan adalah ‘YHWH/Yahweh’, karena adanya pernyataan tersebut maka nama ‘El/Elohim/Eloah’ diposisikan sebagai nama jabatan dan bukan nama diri.

Dari tulisan diatas, bisa disimpulkan :

a. Satu-satunya sumber penjelasan tentang nama diri Tuhan ‘YHWH/Yahweh’ hanyalah 5 kitab Musa, yang ditulis/kesaksian oleh Musa seorang diri (sesuai pemahaman Kristen).
b. Penjelasan tentang kapan pertama kali nama diri Tuhan ‘YHWH/Yahweh’ diperkenalkan ternyata simpang siur.
c. Penjelasan tentang nama diri Tuhan ‘YHWH/Yahweh’ dalam kitab tersebut ternyata mempunyai kesalahan dan tidak berdasarkan fakta yang sebenarnya.
d. Ada indikasi dalam kitab tersebut bahwa orang-orang sebelum jaman Musa telah menyebut nama diri Tuhan yang lain.
e. Ada indikasi bahwa nama diri Tuhan tesebut adalah ‘El/Elohim/Eloah’ yang mirip dengan nama diri Tuhan dalam ajaran Islam yaitu ‘Allah’

Kalo nama YHWH/Yahwe/Allah/Tuhan Alice nama’ne cuman satu…
Dia menyatakan dirinya dengan NAMA
YESUS KRISTUS

agama yang sesat itu dalam agama kristen apa aja sih?

saksi yehova,children of god,mamon,trus apa lagi ya…?

kok berani2nya yach…membulak balikan isi Alkitab?

Dear Adrilin…

agama # ajaran

membolak balikan isi Alkitab adalah hal yang sangat wajar bagi orang yang masih belum dapat memahami isi Alkitab

TRUS YG BENAR TUHAN ITU SP NAMANYA?

Aliran sesat itu berusaha memutar balikan kebenaran Alkitab.

Oleh karena itu harus diwaspadai…agar tidak tertipu si penyesat!

Ingat di Firman Tuhan sudah dibilang,yang memutar balikan Firman Tuhan/Alkitab itu terkutuk!

http://www.sarapanpagi.org/apa-nama-pribadi-tuhan-yang-asli-sahih-vt1700.html

Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?

1 Yohanes 5:5

nama YHWH dinyatakan kepada manusia melalui malaikat yang memberikan hukum taurat, nama Yesus dinyatakan oleh firman yang menjadi manusia yakni anak Allah sendiri melalui injil. Kis 7:30,35,38,53, Kel 3:2, Kel 23: 20-21,Yoh 1:17, I Yoh 5:20. So YESUS adalah BAPA, ANAK, ROH KUDUS SENDIRI. JESUS jagoan HidupKu…!!!

Tidak ada seorangpun mengetahui TUHAN secara 100%, tapi TUHAN mengetahui manusia 100%, karena DIA maha tahu dan maha Hadir, dan maha segalanya. LUCIEL ingin menyamai Tuhan akhirnya dibuang kebumi dan namanya bukan LUCIEL lagi tapi LUCIFER. So…Tuhan melihat hati kita, untuk menyembah DIA dengan hati yang merendahkan diri dihadapan BAPA kita. Yesus Memberkati!!!

Abraham memperkenalkan Tuhan dengan EL. nama YHWH diperkenalkan musa kepada Bangsa Israel Kel 3:14. melalui malaikat Tuhan. Yang memberikan hukum taurat, dan semua digenapi dalam YESUS. karena YESUS dinyatakan MELALUI FIRMAN.

Sebenar nya issue ini sangat sederhana, kalo melihat rentang waktu antara musa dan abraham dan antara abraham dengan adam kita bisa melihat dengan jelas, bahwa masalah nama Tuhan bukan lah suatu yg membingungkan. Klo di lihat denga teliti, nama itu merupakan defenisi terhadap suatu hal sesuai dengan bahasa yg di mengerti pada golongan pada saat itu. Mgkn anda harus lebih membaca Alkitab dengan cermat agar supaya tdk bingung. Bahasa pada awal nya cuma satu, kemudian karena kasus babel maka ALLAH menjadikan manusia tidak lagi pada pemahaman pada satu bahasa, tetapi manusia menggunakan bahasa yg berbeda-beda. Sebenarnya jelas anda menulis bahwa YHWH merupakan bahasa ibrani yg merupakan bahasa asli. Berarti ALLAH memperkenalkan diri nya dalam perspektif bahasa ibrani. YHWH berarti Tuhan, Elohim juga merupakan padanan yg sama dari YHWH, kedua sebutan ini lebih menjelaskan identitas TUHAN, inilah Tuhan, jadi kedua nya tidak saling meniadakan,

Dan dalam penulisan nya musa menggunakan bahasa dan pemahaman nya pada saat itu, tujuan nya jelas apa yg di tulis nya khusus di berikan kepada orang yahudi yg menggunakan bahasa ibrani. Nama memiliki arti dan arti dalam beberapa bahasa berbeda-beda, seperti batu yg klo di inggris kan akan menjadi stone, ini adalah nama, tapi ini juga arti. Sebenar nya bagi Tuhan itu bukanlah suatu yg salah, karena memang ALLAH lah yg membuat manusia terbagi dalam beberapa pemahaman (bahasa),
Jadi tidak ada yg aneh dengan kasus ini.

Double topic nih.

Saya close yang ini.

Kalau di Jawa namanya Gusti, di India namanya Jahe. Saya tidak tahu nama lengkapnya.

Kalo Di Sorga namaNya hanya YESUS KRISTUS. :afro:

Siapa yang memberi nama Yesus Kristus, manusia atau Bapa?

26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”
29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
30 Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”

YHWH adalah nama Tuhan.

Allah, bukanlah nama Tuhan dlm alkitab