Yesus dan Bapa

Mau tanya kepada teman teman FK, pada saat Yesus lahir dari rahim Maria, apakah Bapa ada di kerajaan sorga atau Bapa menyatu dengan Yesus di dunia. Atau dimana posisi Bapa dan juga RK pada saat Yesus lahir ke dunia?

Salam

menurut pendapat saya, kita tidak akan dapat menjawab pertanyaan diatas, jika kita tidak memahami dengan “benar”, makna “Sebutan Allah” sebagai : Bapak, Anak dan Roh Kudus.

Untuk memahami “Sebutan Allah” Sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus, maka silahkan saudara “Renungkan dalam-dalam”, Yohanes 1 ayat 14 … Karena Firman itu telah menjadi manusia, maka Firman itu diberikan sebutan Kemuliaan “Sebagai Anak Tunggal Bapa”, dimana sebutan ini, kita kenal dengan istilah “Anak Allah”.

Siapakah Firman itu ? Anda dapat membacanya dalam Yeremia 51 ayat 57 … Firman Sang Raja yang TUHAN semesta alam nama-Nya.

Siapakah TUHAN itu ? Anda dapat membacanya pada Keluaran 3 : 14 … Aku adalah Aku …

Jadi berdasarkan apa yang tertulis pada Firman Tuhan diatas, maka : Anak = Firman = Aku adalah Aku = YEHOVA = BAPA, nah … berdasarkan penjelasan diatas, maka tepatlah apa yang dikatakan oleh Yesus pada Yohanes 10 : 30, yaitu : Aku dan Bapa adalah SATU.

Jadi berdasarkan Fakta Alkitab diatas, maka jawaban untuk pertanyaan saudara adalah : Roh Yesus adalah Sang Firman itu sendiri, karena Sang Firman adalah Bapa itu sendiri, maka Bapa itu telah menjadi Roh Yesus.

Salam …

Tinggal dipahami saja ayat berikut ini :

Matius 3 : “16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, 17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

Saudara ku … Kejadian ini sering sekali dijadikan dasar oleh Kalangan Kristen, untuk menyatakan Bahwa Bapa, Anak dan Roh adala Berbeda, tetapi yang menjadi pertanyaan adalah : Apakah Kejadian ini merupakan hal yang benar-benar terjadi ataukah Kejadian ini hanya merupakan “PENGLIHATAN atau VISI” yang diterima oleh Yohanes, nah … untuk menjawab argumen saudara, silahkan Saudara bandingkan Matius 3 : 16 dengan Yohanes 1 : 19 - 34, sebab Matius 3 : 16 tersebut, ditulis berdasarkan Kesaksian Yohanes pada Yohanes 1 : 19 - 34 tersebut diatas.

Kemudian Bandingkan hal tersebut diatas dengan Matius 11 : 2 - 3, Nah … dari Fakta Alkitab ini, maka sekarang dapat dipahami, bahwa Argumen yang sering dipakai ( Matius 3 : 16 ), untuk menyatakan bahwa Bapa, Anak dan Roh adalah berbeda, ternyata merupakan Argumen yang keliru, sebab Matius 3:16 yang ditulis berdasarkan Yoh 1 : 19 - 34 adalah " Suatu Penglihatan ataupun Visi" yang dialami oleh Yohanes sendiri, dimana “Visi” ini, telah membuat Yohanes “Bingung”, sehingga pada akhirnya sewaktu dipenjara Yohanes kembali mengutus murid2 nya kepada Yesus untuk bertanya, Siapakah Yesus ? ( Matius 11 : 2 - 3 ).

Jadi Matius 3 : 16, Tidak membuktikan bahwa Bapa, Anak dan Roh adalah Berbeda, sebab Matius 3 : 16 adalah “Visi” dan “TIDAK REAL”., sebab Bapa dan Anak adalah Satu ( Yohanes 10 : 30 ).

Salam …

di mana mana artinya Di SUrga ada … di dunia pun ada sbb dia Allah Immanuel :smiley:

Sedikit keluar dari topik,

Apk maksud anda matius 3 : 16 ditulis setelah Yohanes 1 :19-34 ?

Jika itu suatu “Visi” dan “TIDAK REAL” maka berarti Yesus tidak benar2 dibaptis dalam air ya ?

Tergantung agama anda apa dulu bro… kalo ssy tidak real. Tq

Bapa, Yesus, Roh Kudus adalah satu, Allah itu Roh, Dan Dia Imanuel

Anak dari Bapa…tanpa KRISTUS YESUS tidak ada satupun manusia yang bisa menyandang status anak (a nya kecil) Bapa, jadi jelas KRISTUS YESUS bukan “sekedar” ciptaan seperti imajinasi dari SSY atau sekedar nabi seperti imajinasi satu kepercayaan

disinilah esensi dari TRINITAS TERJELASKAN secara KONTEKSTUAL

:slight_smile:

Ajaran darimana lagi ini?

Jadi berdasarkan Fakta Alkitab diatas, maka jawaban untuk pertanyaan saudara adalah : Roh YESUS adalah Sang Firman itu sendiri, karena Sang Firman adalah Bapa itu sendiri, maka Bapa itu telah menjadi Roh YESUS.

Salam

ONENESS?
anti TRITUNGGAL?

sekedar bertanya saja

:slight_smile:

Jawabannya mirip seperti ketika Anda berdiskusi di forum ini. Seorang babybenz berada di depan komputer dan di dalam ForumKristen dalam waktu bersamaan.

:slight_smile:

kalo meminjam istilah2 bro odading: ‘yang [i]finite[\i] mencoba memahami yang [i]infinite[\i]’. :slight_smile:

salam

Saudara ku, Matius 3 : 16 adalah “Kutipan dari Kesaksian Yohanes yang ada dalam Kitab Yohanes”, perlu saudara ketahui, Kitab Injil yang pertama sekali ditulis adalah : Kitab Injil Yohanes, baru kemudian Kitab Injil Matius, dan selanjutnya adalah Kitab Injil Markus, serta terakhir adalah Kitab Injil Lukas.

Dan permasalahan Yesus dibabtis, adalah benar-benar sesuatu yang sudah terjadi, artinya : Yesus itu benar2 dibabtis dalam air oleh Yohanes Pembabtis, tetapi permasalahan yang ada dalam Kitab Matius 3 : 16 adalah suatu visi yang dialami oleh Yohanes, dimana "Visi: tersebut diceritrakan oleh Yohanes dalam Kitab Yohanes tersebut, dengan bahasa sederhana kira-kira demikian :

Jauh sebelum Yohanes membabtis Yesus di Sungai Yordan, maka Yohanes telah menerima “Visi” dari Allah, yaitu : Allah berfirman kepada Yohanes, jika “SUATU SAAT” Yohanes melakukan pembabtisan, dan pada saat itu jika Yohanes kembali melihat “Visi” yang telah ditentukan oleh Allah sebelumnya, maka artinya : Orang yang dibabtis oleh Yohanes tersebut adalah : Anak Allah.

Visi yang ditekankan pada Yohanes ini, bukan memberikan pengertian bahwa Allah itu adalah 3, tetapi visi yang ditekankan kepada Yohanes disini adalah : Menekankan tentang Sebutan terhadap seseorang yang akan disebut sebagai “Anak Allah”.

Saudara ku, Jika Allah yang kita sembah adalah 3, maka Kristen tidak dapat disebut sebagai penganut Ajaran Monotheisme, tetapi lebih tepat disebutkan sebagai penganut Ajaran Polytheisme, dan jika Allah yang kita sembah adalah 3, maka Yohanes 10 : 30 “Harus dihapus” dari Kitab Suci, sebab Yohanes 10 : 30, adalah satu-satunya ayat dalam Kitab Suci, yang “MENEGASKAN”, bahwa Allah yang kita sembah adalah SATU.

Sebab, jika Allah yang kita sembah adalah 3, maka sudah pasti Yesus tidak akan pernah dan tidak akan berani mengatakan, bahwa Ia dan Bapa adalah SATU ( Yohanes 10 : 30 )

Salam …

Saudara ku, Kejadian matius 3 : 16 yang merupakan Visi yang diterima oleh Yohanes, tidak “MEMBUKTIKAN” ke-Tritunggalan Allah, “JIKA” kita memahami bahwa : Allah itu Roh adanya, tetapi sebaliknya, jika Kita tidak memahami bahwa Allah itu adalah Roh adanya, maka dalam kejadian Matius 3 : 16 yang merupakan Visi yang diterima oleh Yohanes, maka kita akan melihat, bahwa Allah itu “Seakan - akan adalah 3”, dengan Penjelasan : Bapa yang berbicara di Sorga, Roh Kudus yang dilambangkan oleh Burung merpati, dan Yesus yang sedang berada di Air.

Tetapi benarkah demikian ?

Coba kita lihat dengan pemahaman bahwa " Allah itu adalah Roh", maka kita tidak akan melihat adanya Tritunggal disana, sebab dengan pemahaman bahwa “Allah adalah Roh”, maka Roh Allah itu tidak dapat terbagi dan tidak dapat dibagikan, sehingga pada saat yang bersamaan, pada saat Allah berfirman, pada saat yang sama, Ia dapat melakukan dalam wujut apapun ataupun dalam berbagai wujut, sebab Roh itu tidak dapat dibatasi oleh Ruang dan Waktu.

Contoh : Pada saat yang sama, Allah datang kepada A di Indonesia dan pada saat yang sama, Allah datang kepada B di India, serta pada saat yang sama, Allah datang kepada c di Malaysia. Nah …yang menjadi pertanyaan adalah, apakah pada saat yang bersamaan itu, maka dapat kita katakan, kalau Allah itu adalah 3 atau banyak ? Pasti TIDAK, sebab Allah itu adalah Roh, sehingga Ia dapat berbicara dengan berbagai kesempatan dan berbagai keadaan dalam Waktu yang bersamaan. Mengapa ? Sebab Allah itu Roh adanya dan Ia tidak dapat dibatasi oleh Ruang dan Waktu.

Demikianlah halnya terhadap Matius 3 : 16 yang merupakan Visi yang diterima oleh Yohanes, dan yang lebih menarik adalah : bagaimana jika pada kejadian Matius 3 : 16 tersebut, yang berbicara adalah : “Roh Yesus sendiri”. Apakah itu berarti bahwa Allah itu juga adalah 3 atau Tritunggal ?

Sebaliknya, jika kita tidak dapat menerima, bahwa yang berbicara pada Matius 3 : 16 adalah Roh Yesus sendiri, maka artinya adalah : Kita tidak mengakui bahwa Roh Yesus adalah Roh Allah ataupun Roh Kudus, dengan pemahaman ini, maka Ajaran Tritunggal mengajarkan bahwa : Yesus adalah manusia semata - mata dan tidak memiliki Roh Allah.

Salam …

Informasinya berbeda dgn bbrp pendapat yg lain seperti link di bawah ini :
Utk tanggal penulisan kitab yohanes : http://www.sarapanpagi.org/kitab-kitab-yang-ditulis-rasul-yohanes-vt2281.html

Utk tanggal penulisan kitab matius : http://www.sarapanpagi.org/keempat-injil-vt121.html

Secara singkat saya salin dari kedua address diatas bahwa kitab Matius ditulis +/- 60 M, sedangkan kitab Yohanes +/- 80 -95 M, kitab Markus bahkan lebih awal dari Matius.

Jadi mana yg benar ? kitab matius ditulis lebih dahulu dair kitab Yohanes atau sebaliknya ?

Kesamaan pemahaman utk melihat mana kitab yg lebih dulu ditulis, nanti akan menjadi dasar argumen anda sehubungan dgn visi dari Yohanes mengenai Yesus.

Saya kira kalau ini tidak disepahami, pembahasan selanjutnya akan menjadi tanpa fondasi yg jelas.

Saya rasa tidak akan ke mana-mana kalau kita berputar-putar soal sejarah alkitab.

Sebaiknya didasarkan pada alkitabnya aja. Jadi yang tertulis dipahamin seperti yang tertulis. Aneh rasanya kalau hanya berdasarkan urutan penulisan kitab maka disimpulkan bahwa kitab yang belakangan ditulis adalah jiplakan/mengutip dari kitab sebelumnya.

Kita kan lagi ngebahas alkitab alias FirTu, hehehehe

Mungkin ini modus yang baru lagi.

Mari kita saksikan dgn hati2.

waspadalah.

@jz10: modus baru? maksudnya apa ya?

@emankabil.

itu bukan ttg anda. Relax aja.

Bg yang mengikuti FK selama 1 bulan ini, tentu akan mengerti maksudnya.

Bila yg lain mngerti maksudnya, berarti ya memang benar benar ada motif itu.