Yesus di dalam seluruh Alkitab (Inti Kekristenan yang sesungguhnya)

Waktu itu, saya sedang buru-buru jalan mencari kelas saya yang berikutnya, dimana tiba-tiba ada yang berseru, “Oi! Sombong banget lu!” Saya pun menoleh, dan menemukan bahwa yang berseru tersebut adalah sahabat saya.

Dia mengatakan, “Sombong banget lewat ga nyapa!”

Saya membalas, “Hah emang iya lu lewat di depan gua?”

“Iya woi, masa ga liat?”

“Sorry sorry gw lagi buru-buru mau ke kelas, beneran ga sadar.”

Pernahkah kalian mengalami hal yang mirip-mirip seperti ini? Saya belajar bahwa ketika kita sedang mencari sesuatu yang lain, kita dapat melewatkan sesuatu yang sesungguhnya special. Di dalam kasus saya ini, saya begitu fokus mencari kelas saya, hingga saya melewatkan sahabat saya yang lewat di depan mata saya. Begitupula dengan membaca Alkitab, jika kita fokus mencari hal-hal lain yang bukan seharusnya, kita mungkin saja melewati apa yang Alkitab sesungguhnya ingin sampaikan.

Jadi sebenarnya apa inti dari Alkitab? Apa yang Alkitab ingin coba sampaikan?

“Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.” (Lukas 24:44)

Alkitab sesungguhnya adalah tentang Tuhan Yesus. Dari lima kitab pertama di Alkitab yang ditulis oleh Musa bahkan hingga kitab Mazmur pun semuanya tertuju kepada sebuah pribadi, yaitu Yesus Kristus. Seluruh Alkitab berteriak tentang Yesus, “Yesus Kristus” bukanlah sebuah topik pada sebuah kotbah, Yesus Kristus seharusnya merupakan inti dari setiap kotbah. Tetapi jika kita tidak mencari Yesus di dalam pembacaan Alkitab kita, kita mungkin saja dapat melewatinya.

“Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.” (Yohanes 5:39-40)

Tuhan Yesus mengatakan bahwa tidak ada gunanya jika kita hafal seluruh isi Alkitab tetapi tidak mengenal Tuhan Yesus melaluinya. Keselamatan tidak ditemukan di dalam penghafalan nilai moral dari Alkitab, melainkan hanya ditemukan di dalam Yesus Kristus.

John Calvin mengatakan: “We ought to read the scriptures with the express design of finding Christ in them. Whoever shall turn aside from this object, through he may weary himself throughout his whole life in learning, will never attain the knowledge of the truth; for what wisdom can we have without the wisdom of God?”

Charles Spurgeon, yang sering disebut sebagai The Prince of Preachers, mengatakan: “For every text in scripture, there is a road to the metropolis of the scriptures, that is Christ. And my dear brother, your business is, when you get to a text, to say, ‘Now what is the road to Christ? … I have never yet found a text that had not got a road to Christ in it.”

Semua pendeta yang sugguh-sungguh mengerti inti dari Alkitab pasti akan jauh membesarkan nama Kristus di dalam setiap kotbahnya dibandingkan “berkat berkat berkat.” Dan hari ini kita akan melihat kisah kitab Yunus, yang merupakan salah satu kitab di perjanjian lama yang paling menggambarkan tentang Yesus Kristus.

Keseluruhan kitab Yunus menceritakan tentang “a man on a mission”—Yunus yang memiliki misi untuk memberitakan pesan Tuhan kepada orang-orang di Niniwe. Yunus memiliki tugas untuk pergi melayani orang-orang jahat dan membahayakan nyawanya sendiri di dalam perjalanan ini. Sama seperti Yesus yang memiliki tugas untuk pergi melayani orang-orang berdosa dengan siap mengorbankan nyawaNya sendiri untuk misi ini.

Pada Matius, ada kejadian seperti ini:

Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: “Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu.”

Tetapi jawab-Nya kepada mereka: “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.

Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!”

(Matius 12:39-41)

Baca lengkapnya di:

Add line atau instagram kami untuk mendapatkan notifikasi update renungan terbaru dari website kami.
Official Line: @pkx3578b (pakai @)
Instagram: @gracedepth
Instagram penulis: @revyhalim

Semoga renungan-renungan kami bisa menjadi berkat.God Bless! :smiley:

Seluruh ajaran Bible memang berpusat hanya kepada Yesus.
PL menubuatkan kedatangan Yesus.
Kitab Kejadian menubuatkan pertama kali akan Yesus
PB menjadi saksi kedatangan Yesus yang menyelamatkan umatnya
Kitab Wahyu menubuatkan berakhirnya dunia kelak oleh Yesus
Jadi meninggikan manusia yang bukan Yesus sama saja dengan memberhalakan manusia itu sendiri.

Itu @debat tahu bahwa Tuhan Yesus Kristus yang menyelamatkan umat-Nya.
Kenapa @debat tidak percaya bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah roti hidup?
Kenapa @debat tidak percaya bahwa daging Tuhan Yesus Kristus benar-benar makanan?
Kenapa @debat tidak percaya bahwa darah Tuhan Yesusw Kristus benar-benar minuman?
Ketiga hal itu dikatakan langsung oleh Tuhan Yesus Kristus, tapi tidak @debat percaya.
Mungkin karena @debat pembohong mengaku pengikut Kristus namun nggak percaya pada Tuhan Yesus Kistus, atau tidak mengerti apa yang @debat poskan, ya?

Salam damai.

Orang percaya dipenuhi Roh Kudus dan Bible mengatakan Roh Kudus itu memuliakan Kristus.
Jadi Kristus merupakan inti pemuliaan Roh Kudus.
Tetapi kerja anda setiap hari malah memuliakan arwah arwah orang mati berarti yg memimpin anda barangkali malah roh kudis.
Gawat deh.

Bwahhaahhaaahhaaaa…
Betul, orang percaya dipenuhi Roh Kudus.
Itu pastinya bukan @debat, karena @debat tidak percaya pada perkataan Tuhan Yesus Kristus yang dicatat dalam Alkitab. ;D ;D ;D

Salam damai.

Perkataan Yesus mana yg saya tidak percaya kok tuduhannya tidak disertai bukti ?
Bible mengatakan Roh Kudus itu memuliakan Kristus tetapi anda kerjanya hanya memuliakan roh roh orang yang sudah mati ?
Gawat bener deh !

BUKTI NYATA:

Padahal jelas-jelas TUHAN BERFIRMAN: “…ajaran baik yang TERTULIS maupun TIDAK TERTULIS”

tapi si debat jelas-jelas MENENTANG TUHAN dan MEMPERKOSA SCRIPTURA dengan kurangajarnya mengatakan bahwa “SEMUA AJARAN CUMA ADANYA yg TERTULIS DOANG… itupun jumlah kitabnya DISKONAN”

gawat bener deh…

Perkataan Tuhan Yesus Kristus yang tidak @debat percayai, sejauh ini, yang kutangkap, bahwa @debat tidak percaya yang ditunjukkan Tuhan Yesus Kristus ke rasul-rasul pada perjamuan kudus adalah tubuh-Nya, dan darah-Nya. Bahwa @debat tidak percaya perkataan Tuhan Yesus Kristus yang menyatakan daging-Nya benar-benar makanan, darah-Nya benar-benar minuman. Selain itu, sampai saat ini, ketika kusampaikan kepadamu, jika pertanyaan Tuhan Yesus Kristus kepada Marta, setelah Tuhan Yesus menjelaskan bahwa orang percaya akan hidup walaupun sudah mati, apakah @debat percaya itu? Belum @debat jawab. Pertanyaan itu jelas meminta jawaban, “Percaya”, atau “Tidak percaya”. Bukan jawaban yang muter-muter.

Nalar jeblokmu masih dominan. Tudinganmu bahwa @Sotardugur Parreva kerjanya hanya memuliakan roh roh orang yang sudah mati tidak berdasar. Berulang kali kusampaikan, @Sotardugur Parreva itu berdoa bersama orang-orang kudus, dan juga meminta agar didoakan orang-orang kudus, namun @debat selalu menuding dan menuding setelah menuding dan menudiang. Benar-benar jeblok.

@debat sendiri yang gawat, pembohong, mengaku selalu berdasar Bible tapi tidak percaya pada ayat Perjanjian Baru yang disodorkan padamu.

Kalau berdoa bersama kenapa bukan berdoa langsung kepada Tuhan bukannya kepada arwah orang mati,apalagi berlutut dibawah patung ?

Pertanyaan itu @jamu kemukakan berdasar ketidaktahuanmu, kan?

Jika @jamu mau tahu kehidupan menggereja dari Katolik (Roma), ikuti selama 3 tahun Liturgi Gereja berturut-turut. Tahun Liturgi Gereja yang dilaksanakan Katolik (Roma) itu terdiri dari 3 tahun. Tahun A (…2014, 2017, 2020,…) disebut juga Tahun Liturgi Matiius mengambil bacaan acuan renungan dari Injil Matius, Tahun B (…2015, 2018, 2021, …) disebut juga Tahun Liturgi Markus mengambil bacaan acuan renungan dari Injil Markus, Tahun C (2016, 2019, 2022, …) disebut juga Tahun Liturgi Lukas mengambil bacaan acuan renungan dari Injil Lukas, yang masing-masing tahun punya warna tersendiri, meski perbedaannya tidak begitu jelas. Ketiga Injil itu disebut Injil Sinoptik. Tidak ada Tahun Liturgi Yohanes, dan bacaan acuan renungan dari Injil Yohanes tersisip di sana-sini selama Tahun A, B, dan C dalam perayaan-perayaan khusus.

Nah, pertanyaan jeblok @jamu itu terdorong oleh ketidaktahuan, hanya melihat dan membaca penjelasan cara berdoa bersama orang-orang kudus tanpa melihat awal dan akhir doa termaksud. @jamu tidak mencermati awal dan akhir doa Katolik (Roma), yang selalu dengan nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus.

Tegar tengkukmu saja yang kau andalkan. Sudah dijelaskan berulang kali dalam berbagai diskusi, bahwa Katolik (Roma) berdoa kepada Allah Tritunggal, namun khotbah pengajarmu saja yang terpatri di nalar jeblokmu. Dengan bangganya pula @jamu mengatakan diri berdiskusi di forum ini, namun tidak mendengar dan tidak menerima penjelasan partisipan lain. Malah memamerkan kebebalan.

Jadi buat apa berdoa kepada Maria (salam Maria) yg bertele tele kalau Yesus sudah mengajarkan berdoa itu langsung kepada Allah Bapa didalam nama-Nya serta jangan bertele tele seperti orang kafir ?

Dan dimana pula ajaran Yesus dan para Rasul harus berdoa dibawah patung,sujud menyembahnya serta menciuminya dan mengarak araknya keliling kota ?

Patung itu kan benda mati dan bisu tidak bisa mendengar doa ?

Kalau kamu mengaku bahwa cara berdoa dan menyembah modelmu itu memang tradisi bikinan manusia bukan ajaran Kitab Suci saya terima pernyataanmu 100%.

Jika ini diteruskan, akan melenceng dari judul trit.

@jamu menuliskan bahwa Doa Salam Maria bertele-tele?
Mengertikah @jamu bagaimana bunyi Doa Salam Maria, dan mengertikah @jamu makna dari bertele-tele?
Kalau mengerti, coba kemukakan.
Lalu aplikasikan kepada pertanyaan @jamu itu, logiskah?

Dan dimana pula ajaran Yesus dan para Rasul harus berdoa dibawah patung,sujud menyembahnya serta menciuminya dan mengarak araknya keliling kota ?
@jamu bersekutu di kelompok yang memisahkan diri dari kelompok penerus rasul, sih. Maka, @jamu nggak mendapat pelajaran dari penerus rasul. Cari tahu saja. Tidak ada yang mengharuskan berdoa di depan sesuatu. Mau berdoa, silahkan, mau nggak berdoa, silahkan. Merdeka. Ganjarannya, ya terima. Berdoa di hadapan suatu patung (bukan hanya di hadapan patung Maria), menunduk di hadapan suatu patung (bukan hanya di hadapan patung Maria), mencium suatu patung (bukan hanya terhadap patung Maria), mengarak sesuatu (bukan hanya mengarak patung Maria) keliling kota, dilakukan dengan pandangan atau anggapan atau pemahaman bahwa patung tersebut mewakili tokoh atau sosok yang digambarkannya. Jika sosok yang digambarkan adalah Yesus Kristus, maka ketika mencium, si pencium memandang, menganggap, dan memahami bahwa si pencium sedang mencium Yesus Kristus. Sama dengan seseorang yang mencium gambar orang yang sangat dikasihinya, ketika orang itu mencium gambar orang dikasihi itu, dia menganggap, memandang, dan memahaminya [b]seperti mencium orang yang dikasihi, bukan mencium gambar[/b]. Kenapa demikian?

Karena Yoh. 4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. dan Yoh. 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. Berdasar kedua ayat Injil tersebut, diimani bahwa [u]meski di sekitar penyembah ada patung, ada kembang, ada benda fisik apa saja, itu tidak berarti. Yang menjadi pusat perhatian iman ialah sosok yang digambarkan.

Patung itu kan benda mati dan bisu tidak bisa mendengar doa ?
Betul. Doa yang dipanjatkan, bukan kepada patung, namun kepada sosok yang digambarkan oleh patung. Jika sosok yang digambarkan adalah orang kudus, maka doa diminta untuk disampaikan. Jika sosok yang digambarkan adalah Tuhan Yesus Kristus, doa disampaikan langsung kepada Tuhan Yesus Kristus.
Kalau kamu mengaku bahwa cara berdoa dan menyembah modelmu itu memang tradisi bikinan manusia bukan ajaran Kitab Suci saya terima pernyataanmu 100%.
Mau @jamu terima atau tolak, itu urusan @jamu. @jamu merdeka menentukan sikap, dan setiap sikap ada ganjarannya.

Dimana ada ajaran Yesus dan Rasul berdoa Rosario Salam Maria pakai tasbih mirip agama kafir dengan doa kepada Maria dengan mendaraskan 150 kali Salam Maria sambil merenungkan peristiwa-peristiwa inti hidup Yesus dan Maria sambil menghitung biji rosario .

Itulah doa salah alamat dan bertele tele lagi,sudah melanggar ajaran Yesus sendiri.

Quote Dan dimana pula ajaran Yesus dan para Rasul harus berdoa dibawah patung,sujud menyembahnya serta menciuminya dan mengarak araknya keliling kota ? @jamu bersekutu di kelompok yang memisahkan diri dari kelompok penerus rasul, sih. Maka, @jamu nggak mendapat pelajaran dari penerus rasul. Cari tahu saja. Tidak ada yang mengharuskan berdoa di depan sesuatu. Mau berdoa, silahkan, mau nggak berdoa, silahkan. Merdeka. Ganjarannya, ya terima. Berdoa di hadapan suatu patung (bukan hanya di hadapan patung Maria), menunduk di hadapan suatu patung (bukan hanya di hadapan patung Maria), mencium suatu patung (bukan hanya terhadap patung Maria), mengarak sesuatu (bukan hanya mengarak patung Maria) keliling kota, dilakukan dengan pandangan atau anggapan atau pemahaman bahwa patung tersebut mewakili tokoh atau sosok yang digambarkannya. Jika sosok yang digambarkan adalah Yesus Kristus, maka ketika mencium, si pencium memandang, menganggap, dan memahami bahwa si pencium sedang mencium Yesus Kristus. Sama dengan seseorang yang mencium gambar orang yang sangat dikasihinya, ketika orang itu mencium gambar orang dikasihi itu, dia menganggap, memandang, dan memahaminya seperti mencium orang yang dikasihi, bukan mencium gambar. Kenapa demikian?

Karena Yoh. 4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.dan Yoh. 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.Berdasar kedua ayat Injil tersebut, diimani bahwa meski di sekitar penyembah ada patung, ada kembang, ada benda fisik apa saja, itu tidak berarti. Yang menjadi pusat perhatian iman ialah sosok yang digambarkan.

Kalau kamu percaya berdoa harus didalam Roh kebenaran maka atas dasar apa kebenaran berdoa kepada arwah maria ciptaan anda yang sudah mati itu dan berlutut dibawah patung ?

Ingat ajaran resmimu mengatakan berdoa kepada maria.

Dimana Roh Kebenaran yaitu Roh Kudus berdosa seperti ritualmu itu ?

Dimana kebenarannya berdoa kepada arwah orang orang yang sudah mati ?

Quote Patung itu kan benda mati dan bisu tidak bisa mendengar doa ? Betul. Doa yang dipanjatkan, bukan kepada patung, namun kepada sosok yang digambarkan oleh patung. Jika sosok yang digambarkan adalah orang kudus, maka doa diminta untuk disampaikan. Jika sosok yang digambarkan adalah Tuhan Yesus Kristus, doa disampaikan langsung kepada Tuhan Yesus Kristus.

Makanya kalau patung maupun sosok yg dipatungi tidak bisa mendengar dan menjawab doamu mengapa berdoa kepadanya ?

Bagaimana benda mati maupun arwah manusia bisa mendengar jutaan manusia berdoa setiap hari kepadanya ?

Kenapa tidak berdoa hanya kepada Allah yang hidup saja saja sesuai ajaran Yesus ?

Quote Kalau kamu mengaku bahwa cara berdoa dan menyembah modelmu itu memang tradisi bikinan manusia bukan ajaran Kitab Suci saya terima pernyataanmu 100%. Mau @jamu terima atau tolak, itu urusan @jamu. @jamu merdeka menentukan sikap, dan setiap sikap ada ganjarannya.

Saya hanya mengeritik berdasarkan Alkitab bung !

Kalau kamu mengaku itu bukan ajaran Alkitab ya memang kamu jujur namanya bukan munafik.

lha kamu itu yang munafik…

kok kamu tidak mengeritik ajaran palsu / pedoman sesat “solascriptura modelmu” yang tidak ada dasar alkitab diskonan-nya?
malah ngeles itu bukan ajaran tapi pedoman… ahahaha…

memangnya kalo ajaran harus ada ayatnya, tapi kalo pedoman boleh enggak ada ayatnya?
itu pedoman dari mana? ahahaha…

kalau kamu mengaku itu bukan ajaran alkitab ya memang kamu jujur namanya bukan munafik.

  1. Doa Salam Maria tidak bertele-tele.
  2. Tuhan Yesus Kristus mengajarkan Doa Rosario melalui penerus rasul.
  3. Doa ditujukan kepada Allah Tritunggal melalui Bunda Maria tidak melanggar ajaran Tuhan.
@jamu bersekutu di kelompok yang memisahkan diri dari kelompok penerus rasul, sih. Maka, @jamu nggak mendapat pelajaran dari penerus rasul. Cari tahu saja. Tidak ada yang mengharuskan berdoa di depan sesuatu. Mau berdoa, silahkan, mau nggak berdoa, silahkan. Merdeka. Ganjarannya, ya terima. Berdoa di hadapan suatu patung (bukan hanya di hadapan patung Maria), menunduk di hadapan suatu patung (bukan hanya di hadapan patung Maria), mencium suatu patung (bukan hanya terhadap patung Maria), mengarak sesuatu (bukan hanya mengarak patung Maria) keliling kota, dilakukan dengan pandangan atau anggapan atau pemahaman bahwa patung tersebut mewakili tokoh atau sosok yang digambarkannya. Ketika mencium, si pencium memandang, menganggap, dan memahami bahwa si pencium sedang mencium sosok yang digambarkan. Seperti seseorang yang mencium potret orang yang dikasihinya, ketika orang itu mencium gambar orang dikasihi itu, dia menganggap, memandang, dan memahaminya seperti mencium orang yang dikasihi, bukan mencium gambar. Kenapa demikian? Karena Yoh. 4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.dan Yoh. 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.Berdasar kedua ayat Injil tersebut, diimani bahwa meski di sekitar penyembah ada patung, ada kembang, ada benda fisik apa saja, itu tidak berarti. Yang menjadi pusat perhatian iman ialah sosok yang digambarkan.
Kalau kamu percaya berdoa harus didalam Roh kebenaran maka atas dasar apa kebenaran berdoa kepada arwah maria ciptaan anda yang sudah mati itu dan berlutut dibawah patung ? Ingat ajaran resmimu mengatakan berdoa kepada maria. Dimana Roh Kebenaran yaitu ROH KUDUS berdosa seperti ritualmu itu ? Dimana kebenarannya berdoa kepada arwah orang orang yang sudah mati ?
Jebloook, jeblok. Pihak yang berdoa tidak menjadikan patungnya perhatian, kenapa pula @jamu yang memperhatikannya, ya? Kurang kerjaan. Apa saja benda-benda fisik di sekitar pendoa, bukan itu tujuan doa. Allah Tritunggallah tujuan doa. Orang-orang kudus diminta untuk membantu mendoakan. Ajaran resmi yang @jamu maksud itu, agar tidak menjadi fitnah, [i]quote[/i]-kan secara lengkap. Jangan dipenggal atau dipelintir. Benarankah kalimat merahmu itu? Apa maksud yang biru. Coba formulasikan dengan format lain, apa yang ingin @jamu tanyakan?
Betul. Doa yang dipanjatkan, bukan kepada patung, namun kepada sosok yang digambarkan oleh patung. Jika sosok yang digambarkan adalah orang kudus, maka doa diminta untuk disampaikan. Jika sosok yang digambarkan adalah Tuhan Yesus Kristus, doa disampaikan langsung kepada Tuhan Yesus Kristus.
Makanya kalau patung maupun sosok yg dipatungi tidak bisa mendengar dan menjawab doamu mengapa berdoa kepadanya ? Bagaimana benda mati maupun arwah manusia bisa mendengar jutaan manusia berdoa setiap hari kepadanya ? Kenapa tidak berdoa hanya kepada Allah yang hidup saja saja sesuai ajaran Yesus ?
Tegar tengkuk. Katolik tidak berdoa kepada patung, tetapi kepada Allah Tritunggal. Suasana kerohanian pendoa bukan seperti yang @jamu mengerti.
Mau @jamu terima atau tolak, itu urusan @jamu. @jamu merdeka menentukan sikap, dan setiap sikap ada ganjarannya.
Saya hanya mengeritik berdasarkan Alkitab bung ! Kalau kamu mengaku itu bukan ajaran Alkitab ya memang kamu jujur namanya bukan munafik.
Tuhan Yesus kristus tidak meninggalkan Alkitab, melainkan memberikan kewenangan mengajarkan segala sesuatu yang diperintahkan kepada rasul yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman. Kalo @jamu hendak menggunakan Alkitab edisi abad XVI itu, silahkan.

hahahha…

ternyata si jamu selain LEMAH SYAHWAT juga LEMAH IMAN…
ternyata dia ketakutan terbirit-birit thd patung…

mas jamu kalo berdoa, dan dekatnya ada patung…
maka iman-nya mas jamu goyah ya… takut tergoda jadi menyembah patung-nya ya?
kasihan banget

ahahahhaha…
iman apaan tuh kayak gitu?
imin kali?

wkwkwkwkwk