Yesus mengatakan : Sorga tidak kekal !!

ya tetangga yg pake istilah mirip kondisi di sorga dibarui terus menerus :smiley:

“Saya Yesus ?” ;D
lha sama rumahNya saja anda bisa bosan ;D

yah kalo anda tafsirkan begitu karena soal “langit(sorga)” yah itu iman anda silahkan saja ;D

bahasanya bahasa mereka, bahasa Ibrani,

dgn sendirinya patokan dari mereka, mereka sendiri yang patok tulisannya sama artinya bisa beda.

@New Spirit :

Sob, AFAIK, ente ini adalah member yang acapkali mendengung-dengungkan anti cucoklogi tapi realitanya kok terbalik. Coba baca dengan teliti ayat-ayat suci yang ente sodorkan, tidak ada di situ satu kalimat pun yang secara hurufiah bisa dibaca bahwa “Yesus Kristus berkata, sorga tidak kekal”.

Semua komen ente sebelumnya adalah hasil intepretasi atau tafsir ente atas ayat-ayat suci, jadi STOP mendompleng/mencatut nama Yesus Kristus. Gunakan istilah “IMO…” atau “menurut saya…” Jadi JIKA kelak pernyataan ente (hasil intepretasi/tafsir) bisa dibuktikan salah/keliru, entelah yang mesti mempertanggungjawabkannya. Gimana? Setuju kan?

Sependapat, bro.
Memang TS sepertinya perlu pemahaman berbagai macam gaya bahasa dalam Alkitab untuk memahami secara benar.

:afro:

Hehe… itulah kita perlu memahami konteks suatu kata, kapan kata SYAMAYIM/ URANOS itu digunakan dan dalam konteks apa?

Misalnya kata SYAMAYIM/ URANOS dalam konteks2 sbb:

  1. Burung-burung di “langit (udara)”, Kejadian 1:30 (SYAMAYIM, yang bermakna, sorga/ langit, diterjemahkan dalam LAI-TB “udara”)

  2. Matahari dll terletak di “langit”, Yosua 10:13 (SYAMAYIM, yang bermakna, sorga/ langit, diterjemahkan dalam LAI-TB “langit”)

  3. Malaikat di “sorga”, Matius 18:10 (OURANOS, yang bermakna, sorga/ langit, diterjemahkan dalam LAI-TB “sorga”)

  4. Bapa di “Sorga”, Matius 6:9-13 (OURANOS, yang bermakna, sorga/ langit, diterjemahkan dalam LAI-TB “sorga”)

Secara umum Kata “SYAMAYIN/ URANOS” mengindikasikan suatu tempat yang “diatas” kita.

Maka dalam pemahaman Yahudi, mereka membedakannya, bahwa “SYAMAYIM” memiliki 3 tingkatan:

Pertama:
SYAMAYIM dalam makna Cakrawala (lihat: Kejadian 1:6, רָקִיעַ - RAQIYA), seperti terdapat frasa “fowls of the heaven (SYAMAYIM)” dan “the eagles of heaven (” שמים - SYÂMAYIM" dalam Kejadian 2:19)" dll.

Kedua:
SYAMAYIM dalam makna Langit & benda-benda angkasa. Langit berbintang; di mana matahari, bulan, planet, dan bintang; dan dalam Kejadian 1:17, keduanya nampak digambarkan dengan רְקִיעַ הַשָּׁמָיִם - REQIYA HASYAMAYIM, cakrawala surga.

Ketiga:
SYAMAYIM dalam makna Surga, yaitu tempat yang diberkati, atau tahta kemuliaan Surga, (sebagai tempat kediaman Allah), disebut “Langit ketiga” atau yang disebut juga "The heaven of heavens, שְׁמֵי הַשָּׁמָיִם - SYEMEY HASYAMAYIM atau הַשָּׁמַיִם שָׁמַיִם - HASYAMAYIM SYAMAYIM, surganya surga.
Menarik juga bahwa dalam poin ini dikonfirmasi juga dalam tulisan Rasul Paulus, dimana sang Rasul merujuk bahwa “Firdaus” itu adalah “SYAMAYIM/URANOS KETIGA” (2 Korintus 12:2-4)

Blessings,
BP

Sorga ciptaan Elohim memang tidak kekal bro… “Pada mulanya Elohim menciptakan langit dan bumi”
Tetapi, Sorga dimana Bapa ber-Takhta, adalah kekal adanya.

Pertanyaannya:

Dimanakah itu? :slight_smile:

Salam,

Saudaraku Shadow, Judul yang saya berikan itu benar secara explisit, dan saya tulis begitu agar menarik.
Namun untuk mengerti POV-ku dengan benar, member harus membaca seluruh postingku secara keseluruhan.

Hanya Yesus sendiri yang sungguh2 mengerti apa yang Dia maksudkan,
Sedangkan semua hasil interpretasi perkataan Yesus tidak ada yang bisa sungguh2 buktikan kebenarannya.
Ada yang menginterpretasikan dengan cucoklogi, ada yang tidak.
Sedangkan aku memilih yang tidak.

Saudaraku sizxbn,
Semua sorga baik tempat Bapa ber-Takhta maupun Sorga2 yang lain pasti berawal, diciptakan Allah Bapa.
Karena kalau tidak berawal, maka berarti bukan Allah yang menciptakan Sorga.

yang menjadi perdebatan disini apakah Sorga itu akan dihancurkan dan dibuat baru,
atau sekali diciptakan tidak akan diper-baru-kan lagi.

ciyus neh ???

Lalu, untuk memaknai-nya kita bebas bercucoklogi sesuai dengan keinginan kita, begitu maksudmu?

Gara2 punya istilah “cucoklogi” lantas Anda menuduh orang lain “cucoklogi” seperti Anda juga?
Stigma tsb cocok untu Anda sendiri.

Supaya tidak “cucoklogi” saya harap Anda mau belajar study kata, Dalam pembelajaran itu bukan “cucoklogi” tetapi menelaah, memahami vocab, tata bahasa, kaidah bahasa, dan memahami konteks.
Justru jika seorang tidak memahami konteks, dialah yg sedang “cucoklogi”

Supaya Anda “tidak cucoklogi” Anda saya harap belajar dengan benar, dan mulai secara sederhana membaca bahasan di

http://www.sarapanpagi.org/syamayim-studi-kata-bahasa-ibrani-vt162.html#p339

http://www.sarapanpagi.org/surga-heaven-vt161.html#p338

Tingkat2 Surga dalam Pandangan Yahudi:

http://www.sarapanpagi.org/surga-heaven-vt161.html#p338 dan http://www.sarapanpagi.org/surga-heaven-vt161.html#p26658

Memahami kata “SYAMAYIM” ini mirip dengan memahami kata “ADONAY” atau kata “KURIOS”. Sebab dalam memahaminya seorang pembaca Alkitab harus paham konteks kata tsb. Misal:

  1. Apabila ditulis KURIOS PANTOKRATOR, maka kata KURIOS itu pasti bermakna “TUHAN Semesta Alam” Sang Pencipta Langit dan bumi.

  2. Apabila kata “KURIOS” itu dipakai oleh Sarah untuk menyebut Abraham, maka “KURIOS” di sini dalam makna “tuan”

  3. Jika “KURIOS” itu dikenakan sebagai gelar kepada Yesus Kristus, nah ini terserah Anda… Anda boleh mengartikannya sebatas “Tuan” atau dengan Iman menyebut-Nya “TUHAN”
    Saya ga’ peduli, Gelar bagi Yesus ini mau diartikan “Tuan” atau “TUHAN”, sebab bagi saya keduanya benar. Iman saya berkata: Dia adalah Tuan dari segala tuan-tuan :slight_smile:

Demikianlah juga dengan kata “SYAMAYIM”, dia bisa bermakna “langit” bisa bermakna “tempat yang di atas dimana Allah kita bertkahta”, tergantung konteks yang dibicarakan.

Btw, kata “Sorga” itu bukan bahasa Kristen, sebab ini adalah serapan kata Sanskerta. Yang dalam perkembangannya dalam kaidah bahasa Indonesia digunakan untuk menyebut tempat “takhta Allah” atau “tempat setelah mati bagi orang benar” untuk membedakannya dengan “langit” yang biasa.

Kata Inggris “Heaven” sendiri origin-nya artinya “Sky” (Reff: http://www.wordorigins.org/index.php/site/comments/heaven/ ) tapi kemudian dalam perkembangan bahasa, kata “Heaven” secara khusus lebih digunakan dalam artian “takhta Allah”; sedangkan “Sky” adalah dalam makna angkasa (langit).

Jadi langit yang mana yang akan dihancurkan dan diganti dengan langit yang baru sebab istilah langit ini tidak boleh diartikan secara tunggal.

Surga ada memiliki 3 arti dari kata surga itu!

Langit ( secara hurufiah) dalam Kej. 1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit (shamayim) dan bumi".

Jadi surga = langit.

Mungkin saja yang akan dihancurkan adalah langit yang mempunyai arti hurufiah, namun bukan surga atau tempat kediaman Allah atau tempatnya Yesus setelah Dia naik kesurga.

Jadi jangan anda artikan langit itu secara tunggal.

Sebab surga juga adalah sinonim bagi Allah atau pribadi Allah itu sendiri (lihat Luk. 15:18; Yoh. 3:27 dan Mat. 21:25, klo surga (langit) itu dihancurkan dengan pengertian secara hurufiah itu sama saja Allah / pribadi Allah yang dihancurkan.

Atau sama artinya bahwa kediaman Allah itu sendiri, Allah hancurkan, boro-boro tidak ada kerjaan…main ganti baru terus sorga itu…

klo anda artikan langit itu secara hurufiah mungkin itu yang akan dihancurkan dan digantikan dengan yang langit yang baru…

Maaf bro NS…

“Tempat” dimana Bapa ber-“ADA” dapat juga disebut dengan istilah sorga; tetapi bukan sorga dalam pengertian langit yang diciptakan oleh Elohim.

Sorga sebagai “tempat” dimana Bapa ber-ADA" itu merupakan keniscayaan Hakekat-Nya… bukan ciptaan Elohim.

Salam,

Coba anda pelajari Tentang Langit yang Baru dan Bumi yang Baru dari kitab Wahyu 21.
Disitu ditulis bagaimana Yerusalem yang Baru terbuat.

Wahyu 21:

5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "[b]Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru![/b]" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar." ..... 15 Dan ia, yang berkata-kata dengan aku, mempunyai suatu tongkat pengukur dari emas untuk mengukur kota itu serta pintu-pintu gerbangnya dan temboknya. 16 Kota itu bentuknya empat persegi, panjangnya sama dengan lebarnya. Dan ia mengukur kota itu dengan tongkat itu: dua belas ribu stadia; panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama. 17 Lalu ia mengukur temboknya: seratus empat puluh empat hasta, menurut ukuran manusia, yang adalah juga ukuran malaikat. 18 Tembok itu terbuat dari permata yaspis; dan kota itu sendiri dari emas tulen, bagaikan kaca murni. 19 Dan dasar-dasar tembok kota itu dihiasi dengan segala jenis permata. Dasar yang pertama batu yaspis, dasar yang kedua batu nilam, dasar yang ketiga batu mirah, dasar yang keempat batu zamrud, 20 dasar yang kelima batu unam, dasar yang keenam batu sardis, dasar yang ketujuh batu ratna cempaka, yang kedelapan batu beril, yang kesembilan batu krisolit, yang kesepuluh batu krisopras, yang kesebelas batu lazuardi dan yang kedua belas batu kecubung. 21 Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu mutiara dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening. 22 Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu. 23 Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya. 24 Dan bangsa-bangsa akan berjalan di dalam cahayanya dan raja-raja di bumi membawa kekayaan mereka kepadanya;

Jelas sekali maksud kitab Wahyu itu adalah Surga yang baru itu dalam arti Surga tempat kediaman Tuhan, bukan yang lain. Jadi Tuhan tidak sia2 / kurang kerjaan dalam menciptakan Sorga yang baru. Tapi memang Tuhan selalu menjadikan segala sesuatunya Baru

Lantas menurut anda, sorga yang lama mengapa, bro? Rusak atau kena bencana alam, atau kena efek armageddon ?

Itu masih menjadi misteri Tuhan. Namun dari apa yang saja pelajari ada beberapa pendapat :

  1. Sorga Lama sudah dikuasai Iblis dan malaikat2 nya, sudah menjadi najis, maka Tuhan membuat Sorga yang baru.
  2. Tuhan menciptakan Sorga yang baru, lalu Yesus yang membuka pertama kali pintu gerbangnya, dan umat Allah dari PL dipindahkan ke yang Baru, sedangkan umat PB langsung menenpati Sorga yang baru.

Namun itu bukan pendapatku, dan aku tidak menyetujui poin 1 itu, karena keyakinanku iblis bukan malaikat yang jatuh.

Ya sudah, thanks for the reply…

Syalom

Ya saya sudah mempelajari tentang langit yang baru namun yang lebih penting anda harus mempelajari langit dan bumi yang mana yang akan dihancurkan oleh Tuhan Allah!

Bahwa penghancuran yang dimaksud itu adalah penghancuran langit dan bumi yang harfiah , dalam arti penghancuran langit dan bumi itu semua yang berunsur dunia saja (bukan yang berunsur surga) semuanya akan hangus pada hari Tuhan itu, inilah yang saya katakan langit dan bumi yang bersifat dunia (Kej. 1:1) akan hancur pada hari Tuhan.

2 Pet. 3:12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.

2 Pet. 3:10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. 3:11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup 3:12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.

Jelaskan bahwa yang hancur adalah langit dan bumi yang berunsur dunia saja dan yang berunsur sorgawi tidak dihancurkan.

Karena disini orang Ibrani melihat sorga itu terbagi menjadi 3 tingkatan.

Sorga yang tingkat 1 ini adalah unsur dunia cakrawala (tempat udara, atmosfir) unsur dunia inilah yang akan dihancurkan.

Sorga Tingkat 2 ini adalah tempatnya bintang-bintang. Ini juga masih termasuk unsur dunia yang akan dihancukan pada hari Tuhan.

Sorga Tingkat 3 ini tidak dihancurkan karena tempat ini adalah tempat tinggalnya Allah/kediamannya Allah ini adalah yang bukan unsur dunia tetapi kediaman Allah ini adalah yang berunsur sorgawi/kudus/kekal dan penuh dengan kemuliaan Tuhan.

Jadi jelas dalam 2 Pet. 3:10-12 mengatakan semua yang berunsur-unsur dunia akan hangsus/lenyap dan akan hancur karena nyala api Tuhan.

2 Kor. 12:2 Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau – entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya – orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga.

Kalau memang maunya begitu, saya berani bilang: Yesus TIDAK PERNAH mengatakan “Sorga tidak kekal”

Sewaktu hidup di bumi, Dia tidak pernah berbahasa Indonesia, apa lagi mengatakan “sorga”

Yang Yesus katakan ialah begini:
ὁ οὐρανὸς καὶ ἡ γῆ παρελεύσονται, οἱ δὲ λόγοι μου οὐ παρελεύσονται.
“ho ouranos kai he ge pareleusontai, hoi de logoi mou ou pareleusontai.”

Sementara, kata “sorga” sendiri berasal dari bahasa Sanskerta svarga, स्वर्ग, yang berarti “kayangan” http://id.wikipedia.org/wiki/Surga

Salam

In the beginning God created the heaven and the earth

Pada mulanya Allah menciptakan langit Surga dan bumi.

Q : Berada dimanakah Allah saat itu - sementara Sorga baru diciptakan ?
A : kosakata “sorga/heaven” di ayat atas pengertiannya mengacu ke dimensi. Allah tidak membutuhkan dimensi, tapi bisa masuk ke dimensi. Manusianya aja yang kesulitan dalam meng"gambar"kan Allah sehingga kalimat “Bapa kami yang ada di Surga” menuntun ke pengertian posisi Allah saat itu lagi duduk di korsi didalam sebuah kerajaan mewah yang berada di surga (dimensi) :char11:

Sorga [b]tidak kekal[/b] !!
Betul, tapi itu yang pengertiannya mengacu ke yang dicipta, dan ada BANYAK surga. Setidaknya yang pembaca Alkitab bisa ketahui, ada penulis ayat yang menyatakan [i]surga ketiga[/i].

Sedangkan "sorga"Nya Allah (ungu) impossible tidak kekal.

Paparan diatas adalah hasil “analisa” mendadak oleh nonK dan untuk sementara ini saja :char11:

tekateki :
Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis

Q : Berada dimanakah TUHAN diketika anak-anak Allah dan iblis datang menghadap ?
nonKristen : Di surga (dimensi) yang masih possible eksis itu yang disebut iblis didalamnya.
Kristen : ??? (apa jawabnya?)

Lagipula bagaimana anda tau kalau maksud Yesus di kata yang satu adalah Langit, sedangkan di kata lainnya artinya Sorga.
Lalu dari mana NS tau kalo maksud Yesus di kata yg satu adalah Surga, sedangkan di kata lainnya artinya Langit ?
Ingat, pada pengertian umat masa itu (yang ilmu pengetahua-nya terbatas), [b]mereka tidak dapat membedakan antara Langit dan Sorga[/b]
Kalo NS bilang bold, jadi maksudnya NS para rasul sedang mempunyai pengertian bhw tempat burung2 terbang = tempat Allah mondar-mandir pada kosakata "heaven" ?

Lalu bagaimana dengan yang third heaven ?
Apakah si penulis yg menuliskan kalimat tsb menurut NS sedang berpengertian bhw third heaven = tempat burung2 terbang = tempat orang yg diceritakan si penulis caught_up ke third heaven tsb = tempat Allah berada KARENA bold ?

:slight_smile:
salam.