Yesus mengoreksi konsep para Paus,Pendeta,Imam, Gembala dll yang salah

Yesus mengoreksi konsep pandangan manusia yang salah.

Sejak ribuan tahun yang lalu manusia merindukan kehidupan yang baik berbagai usia,maupun berbagai profesi, dan berbagai aliran agama, Tetapi hidupbaik yang sesungguhnya hanya ditemukan dalam Yesus.
Yesus mengoreksi konsep pandangan manusia yang salah.

Jika Yesus dapat mengoreksi konsep manusia yang salah tentang hidup yang benar, maka tentu/pasti ada konsep pandangan hidup kita yang salah tentang hal ini. Apa itu?
Contoh konsep yang salah tentang orang berpikir bahwa hidup yang benar itu adalah kalau mereka mempunyai:

  1. Kalaumereka menjadi orang yang populer/terkenal.
  2. Mereka mempunyai kekayaan materai yang melimpah dan kalau mereka mepunyai sejumlah kesenangan-kesenangan.
  3. Kalau mereka mempunyai ilmu dan kepintaran.
  4. Melakukan segala sesuatu tanpa iman kepada Tuhan Yesus. Dll.

Apa sebenarnya penyebab dari semua ketidakdamaian? Kerusakan dalam hidup manusia?
Apakah ini disebabkan oleh suatu tindakan IMMORALITAS seperti mencuri,membunuh, korupsi dll?
Apakah ini semua disebabkan oleh sikap IRI HATI /AKAR PAHIT, kemarahan, kecemburuan, dan kesombongan?

Ataukah ada sesuatu yang lain?

Saya tidak melihat hubungannya dengan Paus,Pendeta,Imam, Gembala dll.

Bro benar, bahwa untuk melihat konsep yang salah pada diri sendiri anda dan saya dan siapapun tidak akan bisa dan mampu melihat dirinya adalah orang berdosa/mempunyai konsep yang salah di hadapan Tuhan.

Saya memberikan contoh:

Orang Farisi adalah orang taat dalam Agamanya dan percaya kepada Allah, ia berdoa kepada Allah dan kita perhatikan doanya:

“Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku”. (Luk. 18:11-12) .

Kalau kita perhatikan doa orang Farisi ini, dia sama sekali tidak akan sadar dan tidak mampu mengetahui dirinya sendiri bahwa dia adalah sebenarnya orang berdosa dan mempunyai konsep pandangan hidup yang salah dihadapan Tuhan.

Ingat bahwa seluruh dunia adalah orang berdosa dihadapan Tuhan, sehingga seringkali bahwa suatu konsep yang salah dianggap benar.

Contoh lagi:

Dalam gereja Paus memutuskan para Jemaatnya yang dikasihi untuk tidak boleh membaca Alkitab, kalau kedapatan ada yang membaca Alkitab mendapat hukuman dan dianggap membangkang perintah Paus.

Perhatikan bahwa untuk mengajarkan kedisplinan para jemaat untuk taat kepada Paus diajarkan hal-hal yang paling vital.

Disini kesan Paus tidak nampak sedikitpun berdosa kepada jemaat/ mempunyai konsep yang salah kepada Tuhan.

Seperti orang Farisi dan Paus mereka tidak tahu dan mereka tidak merasakan bahwa mereka adalah orang berdosa.

Justru itu, hal-hal seperti ini yang menganggap dirinya tidak pernah berdosa dalam setiap konsep yang salah. yeah… yang seharusnya menjadi standarnya dalam pandangan yang benar, adalah Firman Tuhan yang harus menjadi standarnya.

2 Tim.3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Ya, memang semua orang berdosa. Tapi kenapa konsep “Paus,Pendeta,Imam, Gembala dll yang salah” yang lebih anda tekankan?
Kalau anda merujuk kesalahan konsep hanya ada pada mereka, apa itu namanya ga berlebihan?

Kalau anda yang jadi Paus,Pendeta,Imam, Gembala dll, memang konsep seperti apa yang akan anda berikan?

Saya meluruskan pernyataan anda yang salah.

Yesus datang bukan untuk mengkoreksi pandangan orang, sebab Yesus datang memberikan solusi, bukan mengkoreksi pandangan.

Nomer 1 s/d 4 yang anda sebutkan itu memang dicari bangsa-bangsa didunia dan oleh karena itulah maka dunia ini semakin maju. Pengetahuan berkembang, bisa ada komputer dan internet, bisa pake hape, bisa naik mobil, nonton teve, tidur pake ac dan kirim orang ke mars (rencananya).

Tapi semuanya itu sementara, fana dan sesaat saja. Sedangkan apa yang disediakan TUHAN, yang kekal dan sempurna sering kali dilewatkan (karena sukarnya) dan Yesus datang untuk memungkinkan kita mendapatkannya hanya dengan iman dan ketaatan.

Pertanyaannya, Anda sudah menjawab pertanyaan anda sendiri, …ya, memang semua orang berdosa…

Kalau anda merujuk kesalahan konsep [b]hanya ada[/b] pada mereka, apa itu namanya ga berlebihan?

Saya kira tidak berlebihan… karena saya sendiri mengatakan bahwa kita, anda dan saya dan siapapun tidak akan bisa dan mampu untuk melihat konsep yang salah pada dirinya sendiri di hadapan Tuhan.

Kalau anda yang jadi Paus,Pendeta,Imam, Gembala dll, memang konsep seperti apa yang akan anda berikan?

Kalau hal ini, saya sendiri tidak dapat menjawab apalagi untuk melihat konsep seperti apa yang dapat saya berikan, karena saya sendiri juga adalah orang yang berdosa dihadapan Tuhan.

Kalau saran saya alangkah lebih baiknya kembali kepada Firman Tuhan sebagai standarnya untuk mengoreksi diri sendiri dan bermanfaat untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Kesalahan tentang konsep yang salah tentang dosa ini membahayakan dan merugikan kita semua.

Contoh:

untuk mengatasi dosa-dosa jemaat. Paus mengajarkan kepada jemaatnya bahwa cara untuk mengatasi dosa-dosa adalah dengan berbuat baik terhadap orang lain dan dengan sendirinya dosa-dosa sudah diampuni dari segala perbuatan dimasa lalu dan mereka hanya merubah perilaku mereka saja.Dll.

Pelanggaran hukum Allah secara langsung (dosa perbuatan).

Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah 1Yoh.3:4.

Jadi melakukan segala sesuatu tanpa IMAN adalah dosa.

"Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa. (Roma. 14:23)

Dengan jelas ayat ini mengatakan semua orang yang tidak beriman kepada Kristus entah beragama apa saja termasuk Kristen pasti berdosa.

Jikalau seseorang berbuat baik tetapi tanpa iman maka ia tetap berdosa.