YESUS MENURUT PARA AHLI (Pdt. Ir. V. Mangapul Sagala, D.Th.)

Yesus Menurut Para Ahli

oleh: Pdt. Ir. Victor Mangapul Sagala, D.Th.

Sekalipun Alkitab, khususnya keempat Injil telah menulis dengan jelas siapa Yesus, bahwa Dia adalah Allah yang patut dipuji dan dipuja, namun cukup banyak ahli (scholars) memiliki pandangan yang sangat berbeda dengan apa yang diajarkan oleh Alkitab. Sebagai contoh, izinkan saya mengutip pandangan beberapa theolog tertentu, yang disebut sebagai theolog liberal, khususnya theolog abad lalu yang banyak memiliki pandangan yang sangat negatif terhadap Yesus. Jika kita membaca dan mengamati tulisan-tulisan mereka, maka kita dapat menyimpulkan bahwa mereka telah meninggalkan pengajaran Alkitab dan membangun pandangan sendiri yang seringkali bersifat spekulatif.

Mengapa theolog-theolog tersebut menolak pengajaran Alkitab? Alasan mereka adalah karena penulis-penulis Alkitab tidak menulis Yesus yang sesungguhnya (the real Jesus), tapi mereka telah memoles Yesus sesuai dengan kehendak mereka yang cenderung terlalu meninggikan Yesus. Tuduhan seperti itu khususnya ditujukan kepada Injil Yohanes yang menegaskan bahwa Yesus, yang disebut dengan Firman itu, bukan saja sejak kekekalan telah bersama-sama dengan Allah, tetapi Dia sendiri adalah Allah. (Yoh.1:1) Itulah sebabnya mereka memberi istilah “Yesus sejarah” (the historical Jesus) dan “Kristus yang diimani” (Christ of faith). Mereka menolak Kristus yang diimani oleh para rasul, tapi menerima Yesus sejarah. Namun demikian, bicara soal Yesus sejarah, juga masih menjadi masalah bagi mereka. Yesus sejarah yang mana?

Marilah kita melihat beberapa dari pandangan theolog tersebut. Kita mulai dengan Adolf Harnack yang menegaskan bahwa kita tidak dapat membangun doktrin Kristologi dari Injil. Mengapa? Menurut Harnack, Injil tidak bicara mengenai Yesus, tetapi mengenai Bapa. Harnack menulis, “The Gospel, as Jesus proclaimed it, has to do with the Father only and not with the Son.” Di pihak lain, H. J. Holtzmann berbeda dengan Harnack, karena dia mengakui adanya pengajaran Yesus dalam Injil. Namun demikian, Holtzmann tidak mengakui keAllahan Yesus. Karena baginya Injil tidak mengajarkan Yesus sebagai Allah, tetapi hanya sebagai manusia saja. Holtzmann menulis, “This Gospel describes a purely human Jesus for whom no claims to divinity are made.” Pandangan negatif lainnya diberikan oleh David F. Strauss yang mengatakan, “Jesus was a legendary figure whose historicity was debatable.”

Setelah melihat beberapa pandangan tersebut di atas, kelihatannya, kurang lengkap jika kita tidak menyebut pandangan theolog yang satu ini, yaitu Rudolph Bultmann. Diakui atau tidak, disadari atau tidak, Bultmann telah banyak mempengaruhi theolog-theolog sejagad, termasuk theolog Indonesia. Bultmann juga menolak Yesus yang disaksikan Alkitab. Bagi Bultmann, Yesus yang disaksikan Alkitab adalah Kristus yang diimani para Rasul, bukan Yesus yang sesungguhnya. Karena itu, perlu diragukan. Bultmann menegaskan: “It is impossible to recapture Jesus as He moved in Galilee and Jerusalem and to know precisely what took place in the years AD 30-33.”

Dengan mengatakan demikian, itu tidak berarti bahwa Bultmann secara mutlak menolak pengakuan tentang Yesus. Dia tetap mengakui Yesus, tetapi bukan Yesus dalam Alkitab yang menurutnya telah dipoles oleh para Rasul. Bultmann menegaskan: “The mere thatness is sufficient.” Barangkali pandangan yang paling negatif dari semuanya adalah pandangan G. A. Wells, di mana bagi Wells, Yesus tidak pernah ada. “Did Jesus ever exist?”, demikian dia memberi judul kepada bukunya. Menurut Wells, “Jesus was a mythical figure arising out of Paul’s mystical experience, for whom an earthly ‘history’ had later to be invented.”

Apa gunanya kita mengutip pandangan-pandangan tersebut di atas? Tentu saja bukan untuk diikuti, karena secara jelas pandangan tersebut tidak berdasarkan kepada kesetiaan kepada pandangan kitab Suci, Alkitab. Kiranya pandangan seperti itu juga jangan dibiarkan untuk menggoncangkan iman kita. Alasan kita yang pertama adalah karena kita ingin secara jujur dan terbuka menunjukkan kenyataan adanya pandangan seperti itu. Untuk apa? Supaya kita tidak bertheologi seperti orang yang sedang memakai kaca mata kuda. Maksud saya, ada orang memahami theologi tertentu, karena memang hanya pandangan seperti itulah yang diketahuinya. Hanya itu pilihan yang ada di depannya. Dengan perkataan lain, orang tersebut digiring dan dipaksa hanya melihat ke satu arah dan tidak diberi kesempatan untuk melihat adanya kemungkinan arah lain. Dengan demikian, pandangan seperti itu belum tahan uji. Selanjutnya, penting sekali kita mengamati kenyataan ini: bila pengajaran Alkitab tidak lagi berotoritas, maka semua orang dapat membangun teorinya sendiri. Jika demikian halnya, apa lagi dasar menilai pandangan tersebut? Rasio? Subjektivitas pribadi?

Apakah semua ahli memiliki pandangan demikian? Jika demikian halnya, maka sebaiknya tidak perlu belajar theologi sampai tingkat sedemikian. Belajar theologi, cukuplah seadanya, tidak perlu tinggi-tinggi; karena buat apa belajar theologi kalau akhirnya merusak iman sendiri serta umat Allah lainnya? Bukankah Tuhan Yesus pernah menegaskan agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain? Memang ada yang beranggapan demikian. Karena itu, mereka akan menolak dan ‘alergi’ terhadap orang-orang yang belajar sampai ke tingkat tertentu, yang menurut mereka sudah terlalu ilmiah dan tidak memiliki iman lagi.

Tapi dalam kenyataannya, tidaklah demikian. Sesungguhnya, saya ingin menegaskan bahwa meski cukup banyak pandangan yang sedemikian radikal yg meragukan serta menolak pengajaran Alkitab, kita bersyukur karena banyak ahli theologi lainnya yang percaya dan menerima kesaksian Alkitab. Kita dapat menyebut sederetan nama besar yang sangat ahli dan sedemikian berpengaruh namun tetap setia kepada pengajaran Alkitab. Sebagai contoh: J. B. Lightfoot, H. P. Liddon, A. E. J. Rawlinson, Vincent Taylor, Oscar Cullmann, C.K. Barrett, Rudolph Schnackenburg, Raymond Brown, Graham Stanton, Peter Stuhlmacher, I. H. Marshall, F. F. Bruce, N. T. Wright, Ralph Martin, R. T. France, G. E. Ladd, D. A. Carson, John Stott, Luke Timothy Johnson, Donald Bloesch, Millard J. Erickson, dan banyak lainnya lagi. Orang-orang tersebut di atas menerima pengajaran Alkitab bahwa Yesus adalah pribadi yang sangat mulia, di mana kemuliaan-Nya sama dengan kemuliaan yang dimiliki oleh Allah Bapa di dalam Perjanjian Lama. Karena itu, mereka dengan segenap hati menyembah pribadi Yesus serta mengajarkan hal yang sama melalui buku atau berbagai artikel yang mereka tulis.

Saya sengaja menyebut cukup banyak nama yang sangat ahli dan telah dikenal di seluruh dunia. Hal itu saya lakukan untuk menyangkali pandangan yang mengatakan bahwa seolah-olah hanya orang-orang bodoh dan kaum fundamentalis lah yang mempercayai Alkitab, apa adanya. Dalam kenyataannya, tidaklah demikian. Sikap meragukan serta menolak atau percaya dan menerima Alkitab ternyata adalah masalah sikap hati dan iman, BUKAN MASALAH BODOH ATAU PINTAR. Artinya, jika hati dan pikirannya sudah ditetapkan untuk menganut satu pemahaman tertentu, apa pun kata Alkitab serta para ahli lainnya, hal itu tidak terlalu berarti baginya. Sebaliknya, jika dengan iman, orang belajar dan membuka diri kepada pernyataan-pernyataan Alkitab, maka orang tersebut –tidak bisa tidak– akan dibawa kepada pengenalan dan penyembahan kepada Yesus.

Saya bersyukur, dalam rangka melengkapi bahan disertasi, pada waktu yang lalu, saya mendapat kesempatan mengadakan penelitian selama 6 (enam bulan) di Tyndale House, Cambridge, Inggis. Dalam masa itu saya menikmati persekutuan yang sangat indah dengan para scholar yang datang dari berbagai penjuru dunia. Sungguh, saya tidak melewatkan kesempatan yang sangat berharga itu. Dalam setiap kesempatan yang ada, saya berusaha keras untuk berdiskusi secara pribadi dengan mereka, termasuk dengan beberapa orang yang namanya telah saya sebutkan di atas. Selain mengalami persekutuan informal setiap harinya, yaitu ketika acara tea/coffee time di pagi dan sore hari, para ahli tersebut juga mengadakan ibadah persekutuan sekali seminggu. Dalam salah satu ibadah yang dipimpin oleh David I. Brewer (salah seorang tim peneliti tetap di Tyndale House), dia memulainya dengan sebuah kalimat yang sangat berkesan bagi saya: “It is good to be a scholar but it is better to be a believer.”

Kiranya kita semua juga secara bersama-sama mencintai kebenaran sebagaimana diajarkan oleh Alkitab; karena itu, kita semakin ahli. Tetapi lebih dari situ, kiranya semua itu membawa kita semakin beriman kepada-Nya dan memiliki ambisi suci untuk terus menerus memuliakan nama-Nya. Hidup di dalam Dia dan hidup hanya bagi Dia.

Soli Deo Gloria.

Sumber: Tabloid Reformata Juli 2005.

Disarikan dari: www.mangapulsagala.com

Profil Pdt. Dr. V. Mangapul Sagala:
Pdt. Ir. Victor Mangapul Sagala, D.Th. adalah pendeta yang melayani di Persekutuan Antar Universitas (PERKANTAS) dan dosen Perjanjian Baru di Sekolah Tinggi Theologi Reformed Injili Indonesia (STTRII) Jakarta dan STT lain. Beliau lahir di Bonandolok, Samosir, 19 Mei 1956. Beliau menyelesaikan studi Master of Divinity (M.Div.), Master of Theology (M.Th.), dan Doctor of Theology (D.Th.) di Trinity Theological College, Singapore. Beliau menjalani studi riset selama 6 (enam bulan) di Cambridge, Inggris. Beliau menikah dengan Dra. Junicke br. Siahaan dan dikaruniai lima orang anak: Billy (1988), Abdiel (1991), si kembar Stefan & Filip (1993), Ekharisti (1995).

Pengalaman Internasional:

  • Asian Evangelists Coference. Singapura, 7-12 Juli 1985
  • International Conference for Itenerant Evangelists (ICIE), Amsterdam 12-21 Juli 1986
  • IFES Conference, Amsterdam 4-11 Juli 03
  • SBL: Seminar of Biblical Literature, International Meeting: Cambridge, Inggris: 21-25 Juli 2003.

Karya Tulis yang telah diterbitkan:

  1. Pemimpin Pujian yang Kreatif
  2. Superioritas dan Keistimewaan Alkitab
  3. Petunjuk Praktis Menggali Alkitab
  4. Kristus Pasti Datang Kembali
  5. Roh Kudus dan Karunia Roh
  6. Bagaimana Kristen Berpacaran
  7. Pekabaran Injil Secara Pribadi

Allah itu Esa (ulangan 6:4 ; markus 12:29) , dan Roh adanya.

Allah pada zaman Adam hingga zaman raja-raja tidak menyebutkan namaNya. akan tetapi manusia memanggil Allah dengan sebutan El Lohim / Yahweh.

Akibat dari dosa manusia. Manusia patut dihukum sebab Allah itu Adil, namun Allah tidak mau manusia dihukum oleh karena kasihNya.

adapun cara mendamaikan dosa manusia dengan Allah adalah darah korban bakaran.

Agar dapat mendamaikan Manusia dengan Allah dari Dosa-dosa manusia. maka Allah itu berada ditengah manusia dengan cara mewujudkan diri menjadi sosok manusia (sebab mempunyai darah dan daging) yang disebut Yesus atau Sang JuruSelamat.

Namun Iblis tidak senang dengan kehadiran Yesus ditengah umat manusia. maka iblis memakai salah seorang muridNya untuk menghianati Yesus agar Ia mati. Namun Iblis tidak mengetahui bahwa ia terlibat dalam misi pendamaian dosa manusia terhadap Allah hingga akhirnya Yesus disalibkan dan mati diatas kayu salib, melalui darahNya yang terkucur diatas kayu salib, ia mendamaikan dosa seluruh umat manusia dengan Allah.

Setelah bangkit dari kematian Yesus memberitahukan bahwa Ia adalah Allah yang hidup. dan Naik kesorga untuk memberikan Roh Penghibur / Roh Kudus bagi orang-orang yang percaya kepadaNya sebelum ia akan kembali seperti Ia terangkat ke Sorga untuk menghakimi umat manusia, apakah pantas masuk kedalam sorga atau neraka.

Jadi Allah itu dahulu tidak menyebutkan namaNya dan akhirnya Ia menyatakan namaNya adalah Yesus Kristus.

Allah itu adalah Yesus Kristus,
Yesus adalah Korban untuk mendamaikan dosa manusia dengan Allah,
Roh Kudus adalah Roh Yesus yang diberikan agar manusia mendapatkan pengiburan semasa didalam penantian kedatanganNya yang kedua kalinya.

Mengapa banyak orang pintar dan jenius tidak percaya kepada Yesus?
jawabannya ada di

Matius 11:25-26
11:25 Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu (itu = Kebenaran Firman Tuhan) Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.
11:26 Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.

Lukas 10:21
10:21 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu (itu = Kebenaran Firman Tuhan) Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.

Judulnya “Yesus menurut parah ahli” tapi setelah dibaca-baca, kagak bicara tentang Yesus :huh:

GBU

Jangankan sebagian saja ahli-ahli yang menolak Yesus, biar semua menolak juga tidak masalah, bro. Kan YHWH sudah mengatakan kalau semuanya memang dibukakan bagi orang-orang yang miskin dan bodoh di mata dunia?

emang ada ya bukti ilmiah yang menunjukkan “ketidak-adaan seorang Yesus”??? secara historis pun sangat nyata…Yesus adalah Tuhan…
God Bless

ini menurut para ahli yg mana nih…??
Yesus menurut ahli sejarah tentu akan berbeda dgn Yesus menurut ahli theologi… karena sejarah itu harus bisa dibuktikan secara ilmiah/dgn ilmu pengetahuan yg ada sedangkan theologi tidak selalu secara ilmiah… :smiley:

Pandai, ahli, jenius itu boleh tapi tanpa KERENDAHAN HATI jangan harap mengenal Yesus secara pribadi. KERENDAHAN HATI sering ditemukan pada orang yang miskin, bodoh, orang yang merasa berdosa dsb. :afro:

Jadi nama siapa yang dimuliakan ??

Gbu

Yesus secara historis dan Yesus secara biblikal JELAS banyak BEDANYA…

sebab:

  1. Alkitab memang BUKAN DOKUMEN HISTORIS
  2. Kalimat di dalamnya memang didesain sebagai Guideline, tentu dengan Metafora, Ameliorasi, Peyorasi, Hiperbolis, Eufemisme, dan aneka gaya bahasa lainnya agar lebih berkarakter Guideline
  3. Yang dimaknai dari Figur Yesus dalam Bible tentu BUKAN SISI HISTORIS / KRONOLOGIS / ARKEOLOGIS nya, tetapi lebih pada SIMBOLISME dan TELADAN hidup kita.

Jadi…

  1. Suatu tindakan yang IRRELEVAN untuk berusaha memaksakan Versi Mana yang lebih BENAR tentang YESUS, karena Kevalidan Arkeologis Yesus MINIM RELEVANSI-nya dengan SIMBOL TELADAN Yesus (Core Belief Kekristenan)

  2. Kecuali, memang diskursus ini dipelihara untuk memperluas bidang studi agar ada yang dibahas… hehe…
    Lumayan lho coba… Bisa jadi Berapa Ribu Topik Desertasi atau Thesis atau bahkan PostDoc tuh… dan menghasilkan berapa gelar bertumpuk tuh hehe…

  3. Bila MASIH ada yg MERASA RELEVAN bahwa Ke-AKURATAN HISTORIS Alkitab itu MEMPENGARUHI kedalaman iman, ya berarti itu waktunya untuk PENDALAMAN IMAN yang SESUNGGUHNYA… hehe…

Salam,

wahhh, kalau diorang miskin,bodoh mah itu bukan KERENDAHAN HATI bro, yang ada minder :slight_smile:

hati-hati terhadap pandangan Kristen Radikal yang melemahkan dasar-dasar Kekristenan dari dalam. Di forum ini aja dapat dilihat berseliweran pandangan mereka

Yang menjebak dan menyalibkan Yesus khan Para Ahli Kitab suci dan Taurat…

suatu pemahaman cadangan: “kalau ahli itu belum tentu yang benar sebagai kebenaran”

syaloom…

Mrk 12:10
Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru

Mzm 118:22
Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.

Luk 20:17
Tetapi Yesus memandang mereka dan berkata: "Jika demikian apakah arti nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru?

Mat 21:42

Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.

apalah artinya batu yang tak berguna bagi designer atau kuli dan tukang dari sebuah bangunan (yang pikirnya bangunan itu maha dasyat) dan membuang batu2 yang tak berguna itu bagi rancangan bangunannya…

Kis 4:1-21
[i]
4:1 Ketika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak, mereka tiba-tiba didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki.

4:2 Orang-orang itu sangat marah karena mereka mengajar orang banyak dan memberitakan, bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati.

4:3 Mereka ditangkap dan diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan harinya, karena hari telah malam.

4:4 Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki.

4:5 Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem

4:6 dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar.

4:7 Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: “Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?”

4:8 Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus : "Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua,

4:9 jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan,

4:10 maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati --bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu.

4:11 Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan–yaitu kamu sendiri–,namun ia telah menjadi batu penjuru.

4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

4:13 Keika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.

4:14 Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya.

4:15 Dan setelah mereka menyuruh rasul-rasul itu meninggalkan ruang sidang, berundinglah mereka,

4:16 dan berkata: "Tindakan apakah yang harus kita ambil terhadap orang-orang ini? Sebab telah nyata kepada semua penduduk Yerusalem, bahwa mereka telah mengadakan suatu mujizat yang menyolok dan kita tidak dapat menyangkalnya.

4:17 Tetapi supaya hal itu jangan makin luas tersiar di antara orang banyak, baiklah kita mengancam dan melarang mereka, supaya mereka jangan berbicara lagi dengan siapapun dalam nama itu."

4:18 Dan setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus.

4:19 Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah.

4:20 Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar."

4:21 Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena takut akan orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi.

[/i]

Luk 5:31
Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit;

jarang2 ada orang sehat mau berobat ke rumah sakit dengan berkata: “pak dokter, tolong obati saya, karena saya begitu SEHAT SEKALI…”

Mrk 2:17
Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.

orang yang benar bukan untuk dipanggil Yesus… (namun… siapakah yang benar??)

namun Yesus datang untuk mereka yang berdosa…

memanggil mereka, agar segera menggunakan HAK KEHENDAK BEBASNYA (DENGAN MEMILIH) apakah mau mendengar panggilan itu atau tidak…

jadi 100 % kebebasan ada ditangan tiap2 pribadi…

monggo mau pilih mana…!!

karena orang2 Yahudi juga TELAH MEMILIH UNTUK MEMAKINYA, DAN MENGHUJATNYA… DAN MENYALIBKANNYA…

DIAlah batu penjuru yang dibuang tukang…

BATU (bahan bangunan) YANG TAK BERGUNA BAGI DESAIN BANGUNAN MENURUT SUDUT PANDANG YAHUDI, AHLI TAURAT DAN KITAB…

dibuang… dibuang… dibuang…

karena tak berguna… tak berguna… tak berguna…

bagi sudut pandang ahli hukum taurat dan kitab para nabi…

mungkin senada dengan itu:

Mrk 3:28
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan.

ketangguhan yang sangat: "walaupun batu (yang dibuang oleh tukang itu) telah dibuang.… namun smua hujat mereka juga dimaafkan…

mungkin bisa menambahkan sedikit sesuai judul tret (walau saya tidak termasuk ahli yang diakui di dunia ini…)

syaloom…

Tubuh Jiwa dan Roh.
Pikiran atau kepintaran adanya di Jiwa.
Berbicara tentang Kristus adalah ranah Roh.
Tidak bisa nyambung kalau kita menggunakan kepintaran kita.
Perlu pengalaman subjektif dengan Kristus baru bisa berkata bersama-sama AMEN…

Siiip… stujuuu bro…
memang kita harus membedakan antara masalah iman dgn masalah sejarah/historis… :afro:
karena masalah cara pembuktian kebenarannya pun sangat berbeda… pembuktian kebenaran sejarah kan harus dibuktikan secara ilmiah/scientific sedangkan pembuktian kebenaran iman cukup lewat keyakinan n perbuatan aja bro… :smiley:

Salam,