YESUS SUDAH MENEBUS SAKIT PENYAKIT KITA DI KAYU SALIB

Firs of All

Thread ini saya buat bukan untuk berdiskusi atau berdebat. :slight_smile:
Artinya kalau ada yang tidak setuju dengan isi artikel disini please jangan posting di thread ini
Kalau mau mendiskusikannya silahkan berdiskusi di sini:

Tujuannya hanyalah agar halaman tidak menjadi terlalu banyak, sehingga orang yang sungguh sungguh memerlukan tidak perlu capek capek untuk mencari postingan postingan penting yang bisa menguatkan imannya.

Begitupun kalau ada yang memiliki artikel, kesaksian baik pribadi maupun orang lain, gambar, video atau apapun mengenai kesembuhan Ilahi yang membangun dan menguatkan iman silahkan positng di thread ini.

Saat ini ada banyak orang Kristen yang sedang sakit, saya juga pernah mengalami sakit di lambung beberapa tahun lalu, cukup berat hingga hampir tidak bisa bekerja, sudah ke beberapa dokter bahkan yang spesialis tapi tidak berhasil, selain rasa sakit yang cukup lama (berbulan bulan), pikiran pikiran negatif juga membuat saya hampir putus asa, untungnya akhirnya saya mengenal Firman Allah yang menyembuhkan saya total!

Firman Allah berkata,

Yohanes 17:17
Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

Yohanes 8:32
dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

Firman Allah bukan hanya sekedar informasi yang baik, tetapi didalamnya mengandung kehidupan! Dan Firman Allah adalah kebenaran. Ketika anda mendengar Firman kebenaran maka kebenaran itu dapat membebaskan anda dari setiap masalah yang sekarang sedang menimpa anda, termasuk masalah sakit penyakit yang sedang menindas anda.

Saya bersyukur saya telah menemukan kebenaran ini, dan kebenaran tentang kesembuhan dalam Firman Allah telah membebaskan saya dari sakit penyakit!
Dalam kehidupan di keluarga dan teman teman saya, saya sudah menyaksikan bagaimana dahsyatnya kebenaran dan kuasa di dalam Firman Allah tersebut.

Kebenaran berbeda dengan kenyataan. Bahkan kadang sangat berlawanan.
Kebenaran tidak bisa berubah, karena ia tetap merupakan kebenaran.
Kenyataan belum tentu merupakan kebenaran, dan ia bisa berubah ubah.

Contoh:
Kebenaran dalam Alkitab berkata bahwa oleh bilur bilur Yesus maka kamu telah sembuh! (1 Pet 2:24; Yes 53:4-5)
Alkitab mengatakan bahwa anda telah sembuh. Itulah kebenarannya!
bisa saja sekarang ini kenyataannya anda sedang sakit. Tapi hal ini tidak berarti Alkitab salah.
Kalau anda berpegang dengan iman yang teguh maka kenyataan bahwa anda sedang sakit akan berubah menjadi kebenaran yang tidak bisa berubah bahwa anda telah sembuh oleh bilur bilur Yesus!
Bila anda teguh berpegang pada Firman tersebut maka kondisi anda yang sedang sakit akan berubah menjadi sembuh.

Hanya perlu diingat, bahwa semua janji dalam Firman Allah membutuhkan iman

Roma 4:16
Karena itulah kebenaran (janji) berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, –

Sesuai ayat tersebut kita yang menerima Yesus adalah keturunan Abraham!
Namun, tentu diperlukan ketekunan dan kesabaran dalam bertanding dalam pertandingan iman yang benar!

Ibrani 10:35-56
35 Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya.
36 Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.

Carilah janji Allah untuk setiap kondisi kondisi anda, bila anda telah mendapatkan kebenaran dalam Firman Allah tentang kondisi anda, peganglah itu erat erat, bertekunlah dan jangan lepaskan sampai kebenaran dalam Firman itu bermanifestasi dalam kehidupan anda, dan merubah kenyataan yang tidak sesuai dengan kebenaran Firman Allah.

Salam

ANDA BISA DISEMBUHKAN!

Anda bisa disembuhkan!
Anda bisa menjadi seorang dari “barangsiapa atau siapa saja” yang percaya pada Firman Allah dan menerima kesembuhan dari Allah di dalam tubuh anda. Anda sama sekali bukan merupakan sebuah pengecualian. Tidak alasan khusus mengapa anda tidak bisa disembuhkan!
Allah tidak sedang mengunakan sakit penyakit anda untuk maksud maksud tertentu terhadap anda.

Allah tidak ingin anda sakit. Anda tidak memiliki duri dalam daging Paulus dan anda bukan Ayub yang lainnya. Tubuh dan roh anda telah ditebus dan dibeli oleh darah Yesus. Anda memiliki hak yang sah untuk kesembuhan karena Yesus telah memikul sakit penyakit bagi anda.
Thread ini akan menolong anda untuk melihat kebenaran kebenaran ini sehingga anda dapat menerima kesembuhan yang telah disediakan oleh Allah untuk anda sekarang ini.

Mari kita lihat bagaimana Yesus menentukan siapa saja yang harus disembuhkan dalam Perjanjian Baru. Berikut ini adalah beberapa ayat dari kejadian kejadian dimana Yesus menyembuhkan sakit penyakit selama pelayanan-Nya dimuka bumi ini.

  • Yesus menyembuhkan segala jenis penyakit diantara orang orang dan menyembuhkan semua orang sakit yang hadir (matius 4:23-24),
  • menyembuhkan semua orang yang sakit (Matius 8:16-17)
  • menyembuhkan semua sakit penyakit diantara orang orang (Matius 9:35),
  • menyembuhkan mereka semua (Matius 12:15),
  • menyembuhkan penyakit mereka (Matius 14:14).
  • Semua orang yang sakit dibawa kepada-Nya dan semua orang yang menyentuh bajunya dibuat menjadi sembuh sempurna (Matius 14:35-36, Markus 6:54-56).
  • Dia menyembuhkan orang banyak ( Matius 19:2)
  • Dia menyembuhkan sebanyak banyaknya orang yang sakit (Markus 3:10-12) - KJV
  • Dia meletakkan tangan-Nya pada setiap orang dan menyembuhkan mereka (Lukas 4:40-41)
  • Dia menyembuhkan mereka semuanya ( Lukas 6:17-19)
  • Dia menyembuhkan mereka yang membutuhkan kesembuhan (lukas 9:11)
  • Dia menyembuhkan mereka yang ditindas iblis (kisah 10:38)

Itulah semuanya tentang bagaimana cara Yesus menentukan siapa saja yang harus disembuhkan!
Yaitu: SIAPA SAJA yang datang kepada-Nya untuk menerima kesembuhan.

Bagaimana para rasul menentukan siapa saja yang harus disembuhkan?
Petrus memberikan pelayanan kesembuhan kepada semua orang sakit yang dibawa kepadanya di jalanan di kota Yerusalem (kisah 5:12-16). Paulus menyembuhkan semua orang yang sakit di pulau Malta (Kisah 28:8-9). Yesus memberikan kuasa untuk menyembuhkan segala jenis sakit penyakit (Matius 10:1)

Sekarang bagaimana anda menentukan siapa saja yang harus disembuhkan?
Yohanes telah menyatakan kehendak Allah agar anda berada dalam keadaan sehat jasmani (3 Yohanes 2), Yakobus mengatakan bahwa siapa saja yang sakit di dalam gereja seharusnya didoakan dengan doa iman untuk kesembuhannya (yakous 5:14-16).
Paulus mengatakan bahwa Kristus telah menebus anda dari kutuk hukum Taurat (Gal 3:10-14) dan bahwa tubuh anda telah dibeli dengan lunas dalam pengorbanan yang sama yang membeli roh anda (1 Korintus 6:19-20).
Petrus mengatakan bahwa anda telah disembuhkan oleh bilur bilur Yesus ketika Ia menanggung dosa anda dalam tubuh-Nya di kayu salib (1 Petrus 2:24).
Yesus mengatakan bahwa orang-orang yang percaya akan meletakkan tangan mereka atas orang sakit dan mereka akan disembuhkan (Markus 16:15-18).

Jadi, siapa saja yang bisa disembuhkan?
Siapa saja yang datang kepada-Nya dan percaya, termasuk anda!
ANDA BISA DISEMBUHKAN!

Yesus tidak membuat pengecualian apapun dan mengatakan pada orang orang tertentu bahwa mereka harus menyimpan sakit penyakit mereka karena sebuah alasan tertentu.
Petrus dan Paulus tidak membuat pengecualian apapun dan memberitahukan orang orang bahwa mereka akan memuliakan Allah melalui sakit penyakit mereka.
Pola Alkitab sangat jelas dan sederhana. Anda tidak bisa menjadi sebuah pengecualian. Berhentilah membiarkan iblis menipu anda dan memberitahukan pada anda bahwa ada beberapa alasan tertentu sehingga anda tidak bisa disembuhkan.
ANDA BISA DISEMBUHKAN!

Garansi bahwa kesembuhan adalah untuk semua orang ditemukan dalam pernyataan nabi Yesaya bahwa Yesus telah menanggung penyakit kita dan memikul kesengsaraan kita. Dia tidak memikul hanya sebagian dari sakit penyakit kita – dia memikul semuanya, termasuk penyakit yang sekarang ini ada dalam tubuh anda. Dia tidak hanya sekedar memikul penyakit beberapa orang tertentu – tetapi Dia memikul sakit penyakit semua orang, termasuk anda. Penebusan Yesus adalah untuk semua orang, termasuk anda, jadi anda dapat mengambil bagian dari keuntungannya bersama dengan orang orang lainnya.

Menerima kesembuhan tidak rumit. Anda tidak harus membaca semua isi Alkitab agar bisa disembuhkan. Anda tidak memerlukan wahyu khusus seperti yang telah diterima oleh beberapa orang lainnya, anda hanya perlu tahu apa yang telah dilakukan Yesus bagi anda, untuk melihat bahwa kesembuhan adalah milik anda dan telah menjadi milik anda sejak anda menerima Yesus.

Anda bukan merupakan pengecualian. Allah tidak mau anda sakit. Anda bisa disembuhkan. Bacalah bagian artikel lainnya terus di thread ini dan anda akan menemukan bahwa anda bisa menerima kesembuhan yang telah dibeli Yesus untuk anda di kalvari.

YESUS SANG PENYEMBUH TIDAK PERNAH BERUBAH

Ibrani 13:8
Maleakhi 3:6

Yakobus 1:17

Allah dan YESUS tidak pernah berubah. Kehendak mereka sejak dari awalnya adalah kehendak mereka pada saat sekarang ini. Kalau Allah berkehendak untuk menyembuhkan orang orang sakit ribuan tahun yang lalu, sama seperti itu, maka inipun merupakan kehendak Allah untuk menyembuhkan orang orang sakit saat sekarang ini. Jika dahulu Ia adalah dokter penyembuh maka sekarang ini Ia masih tetap merupakan doketr penyembuh anda. Jika YESUS menyembuhkan orang orang sakit selama pelayanan-Nya dimuka bumi, Dia masih menyembuhkan orang orang sakit sekarang ini. Kalau tidak, Dia tidak akan menjadi YESUS yang sama.

Tidak ada orang yang waras yang dapat membantah bahwa YESUS telah menyembuhkan orang orang sakit dalam jumlah yang sangat besar. Ayat ayat Alkitab yang menceritakan tentang kejadian ini juga terlalu banyak untuk dicantumkan disini. Anda dapat merefer ke ayat ayat Perjanjian Baru mengenai kesembuhan. Mereka akan menyelesaiakn setiap pertanyaan tentang YESUS menyembuhkan orang sakit.

Anda bisa bisa berkata, “ya, tapi YESUS sekarang tidak berada dibumi lagi seperti dahulu, kita tidak bisa pergi padanya untuk meminta kesembuhan sekarang ini.”
Tentu saja anda tidak bisa melihat YESUS dalam bentuk fisik-Nya seperti dahulu, tapi anda bisa datang pada tubuh-Nya, Gereja. YESUS mengatakan bahwa orang orang percaya adalah tubuh-Nya. Dia adalah kepala dan kita adalah tubuh-Nya. Kita adalah wakil wakil-Nya diatas bumi ini, disahkan dan diberikan otoritas dalam namanya untuk melanjutkan pekerjaan pekerjaan yang telah dilakukan-Nya di atas muka bumi ini.

YESUS dengan jelas dan tegas menyatakan bahwa para pemercaya pada-Nya akan melanjutkan pekerjaan pekerjaan yang sama yang telah Dia lakukan (dalam nama-Nya) dalam Yohanes 14:12-14. Hal ini telah menjadi ketetapan dalam rencana-Nya, meskipun jika hal ini tidak pernah dilakukan dalam sebagian besar jemaat Kristen saat ini karena ketidak percayaan dan kurangnya pengajaran akan hal ini.

YESUS masih menyembuhkan orang orang sakit melalui orang percaya, Dia masih mengajar kita sekarang. Hal ini jelas terlihat dari Kisah 1:1-2 “Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan YESUS, sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh ROH KUDUS kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya.”

Injil Lukas menceritakan pada kita tentang banyak kesembuhan dan mujijat dalam pelayanan YESUS dan juga beberapa dari pengajaran pengajaran-Nya. Bagaimanapun Lukas menulis menulis di awal Kisah Para Rasul bahwa hal ini merupakan apa yang YESUS mulai lakukan dan ajarkan sebelum Dia terangkat naik. Implikasi yang jelas adalah bahwa YESUS melanjutkan untuk melakukan pekerjaan pekerjaan dahsyat dan pengajaran sekarang ini setelah Dia diangkat naik keatas. YESUS masih tetap bekerja hingga sekarang ini.

Dalam Kisah 9:32-35, Petrus memberitahukan orang lumpuh, “ dalam Nama YESUS KRISTUS dari Nazareth bangkitlah dan berjalan.” Disini dia sedang melakukan pekerjaan pekerjaan yang telah YESUS lakukan, seperti yang dikatakan YESUS sebelumnya. Petrus dengan berani menyatakan kepada pemimpin pemimpin orang Yahudi, “Dan karena kepercayaan dalam Nama YESUS, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua” (Kisah 3:16) dan “maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama YESUS KRISTUS, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati–bahwa oleh karena YESUS itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu” (Kisah 4:10).

[b]Petrus membuatnya menjadi jelas bahwa YESUS lah yang melakukan penyembuhan itu ketika Nama-Nya digunakan.

Dalam Kisah 9:32-35, Petrus berkata pada Eneas, “ YESUS KRISTUS menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!" Petrus membuatnya menjadi jelas bahwa Yesuslah yang melakukan penyembuhan itu.
[/b]

Dalam Roma 15:18-19 Paulus membuatnya menjadi jelas bahwa KRISTUS sendirilah yang melakukan tanda tanda ajaib dan mujijat mujijat melalui dia. YESUS bukan hanya masih hidup saat ini, tapi Dia juga aktif terlibat diatas muka bumi ini melalui tubuh-Nya.

Roh yang mengurapi YESUS untuk menyembuhkan orang sakit (Kisah 10:38) adalah Roh yang sama yang tinggal dalam setiap orang percaya. Tentunya Dia tidak kekurangan kuasa karena ini karena Ia adalah Allah, dan Dialah yang menghidupkan tubuh fana (tunduk pada kematian) anda (Roma 8:11)

Jadi, walaupun anda tidak bisa menjumpai YESUS secara fisik, anda dapa perfi pada seorang anggota dari tubuhnya dalam fisik, dan anggota tersebut telah disahkan untuk berdoa untuk kesembuhan anda sama seperti seandainya YESUS yang melakukannya sendiri. Anggota tersebut berdoa dalam Nama YESUS, dan YESUS sendiri yang melakukannya. (Yohanes 14:12-14).

Anda tidak hanya bisa mendapatkan kesembuhan melalui pelayanan orang lain, anda juga bisa menerimanya sendiri langsung dari Allah dengan mempercayai apa yang telah YESUS lakukan untuk anda. Caranya sama seperti anda menerima pengampunan dari dosa. Ini merupakan cara terbaik untuk menerima kesembuhan anda, tetapi juga merupakan salah satu yang paling membutuhkan iman.
YESUS telah dijadikan sakit menggantikan tempat anda di Kalvari, dan anda dapat disembuhkan hanya dengan percaya dalam penggantian tempat yang telah dilakukan-Nya untuk anda. Sama seperti tidak perlu harus selalu ada seseorang lainnya untuk berdoa untuk keselamatan anda sekali anda tahu bagaimana untuk diselamatkan, maka tidak perlu harus selalu ada seseorang lainnya untuk berdoa bagi anda sekali anda tahu bahwa anda dapat menerimanya sendiri.

Karena YESUS tetap sama sekarang ini, Dia mau untuk menyembuhkan orang sakit dalam porsi yang sama banyaknya saat sekarang ini, Dia tidak memiliki kasih yanglebih sedikit sekarang ini dari pada kasihnya pada orang orang sakit ketika Ia melayani di bumi dahulu. Dia tidak berubah sejak dari awal pelayanan-Nya dibumi atau di Kisah Para Rasul.
Jika kita tidak meliha mujijat sekarang ini seperti yang seharusnya (seperti yang dikatakan Alkitab), itu hanya karena kita yang telah berubah.

Bukan karena Dia telah berubah!

Apa boleh membuat thread yang menolak didiskusikan?

DURI DALAM DAGING PAULUS

KEBERATAN: ALLAH TIDAK AKAN MENYEMBUHKAN DURI DALAM DAGING PAULUS

Keberatan Ini merupakan kakeknya dari semua keberatan atas kesembuhan Ilahi, hampir semua keberatan yang ada kurang lebih seperti berikut:

DURI DALAM DAGING: PENYAKIT Oleh Dr David Dunz, PhD, Dod

Para bapa gereja setuju bahwa duri dalam daging Paulus adalah merupakan sebuah penyakit, Allah memberikan sebuah penyakit dalam tubuh Paulus sehingga ia tidak akan meninggikan dirinya sendiri.
Paulus menyebutnya duri dalam daging, kita tahu bahwa ini bukanlah merupakan sebuah hal yang rohani karena Paulus dengan khusus menyebut duri ini “di dalam daging.” Ini adalah apa yang dimaksud oleh Paulus ketika ia memberitakan Injil di Galatia karena sakit pada tubuhnya, yang dikatakannya dengan jelas di Galatia 4:13. Kita bisa mengambil sebuah kesimpulan bahwa ini merupakan sebuah penyakit mata yang menyakitkan, karena Paulus berbicara tentang betapa hina,menjijikan dan sakitnya pencobaan pada dagingnya (Gal 4:14) dan bagaimana orang orang Galatia akan mencungkil matanya dan memberikannya padanya (Gal 4:15). Ini adalah sebuah penyakit yang merusakkan pandangan Paulus sehingga ia harus menulis dalam huruf huruf yang besar. (Gal 6:11). Pada kenyataannya, dia memerlukan Tertius untuk membantunya menulis surat pada jemaat di Roma (Roma 16:22). Manusia lahiriahnya tentunya hampir binasa (2 Kor 4:16). Tentunya tidak heran Paulus membawa serta seorang dokter (Lukas) bersamanya (Kis 20:6, 20:13, dll, Kol 4;14)!

Kehadiran tubuhnya lemah (KJV – 2 Kor 10:10). Paulus telah memohon hingga tiga kali kepada Allah untuk menyembuhkan penyakit ini, tetapi Allah memberitahukan kepada Paulus bahwa lebih baik baginya untuk tetap sakit, karena kuasa Allah menjadi sempurna di dalam kelemahan kita (2 Kor 12:9). Lebih lagi, kata Yunani yan digunakan untuk kelemahan dalam ayat ayat ini adalah kata yang sama yang diterjemahkan dengan penyakit di Yohanes 11:4, dan sakit di Kis 28:9, dan kelemahan atau kelemahan kelemahan berarti penyakit di Matius 8:17 ( ayat tersebut sangat sering dikutip oleh para maniak iman), Lukas 5:15, Lukas 8:2, Lukas 13:11, Lukas 13:12, Yohanes 5:5. Dan salah satu dari ayat favorit saya , 1 Tim 5:23! Jadi kita tahu bahwa maksud Paulus adalah memang penyakit.

Sakit penyakit bahkan masuk dalam daftar penderitaan Paulus di 2 Kor 11:23-27, nggak perduli apapun yang dikatakan oleh para pengajar iman. Paulus memasukkan kata kesakitan (painfulness - KJV) sebagai salah satu dari penderitaannya! Setelah belajar bahasa Yunani secara ekstensif diseminari, saya tahu bahwa salah seorang pengajar lexicon Yunani yang terkemuka mengatakan bahwa term “utusan iblis” dapat digunakan secara figuratif (kiasan) sebagai sebuah penyakit. Kemudian Paulus mengatakan bahwa dia lebih suka bermegah dalam penyakit ini supaya kuasa Kristus turun menaungi dia. (2 Kor 12:9). Lebih jauh lagi, dia bahkan mengatakan bahwa dia senang dan rela menderita penyakit (2 Kor 12:10). Anda dapat melihat dengan jelas bahwa Paulus tidak bisa melihat dengan jelas. Jika sang Rasul besar Paulus senang dan rela dalam penyakitnya, maka anda juga seharusnya seperti itu. Ketika Allah memilih untuk tidak membuang penyakit anda, anda harus bersuka dalam penyakit dan kelemahan anda, tahu bahwa anda kuat dalam Allah. Allah akan memberikan pada anda “kasih karunia yang cukup” (2 Kor 12:9) untuk berurusan dengan penyakit anda, dan anda bahkan bisa, bersama Paulus, senang dalam penyakit anda.

JAWAB:

Argumen diatas di atas akan terasa sangat meyakinkan kalau anda tidak mau lebih dalam mempelajari Firman Alah dengan sungguh-sungguh. Kedengarannya sangat Alkitabiah sehingga ada amat banyak orang-orang Kristen yang baik dan tulus menjadi terkecoh dan menelan bulat bulat dogma ini, untuk kesusahan mereka sendiri.

Selama ini keberatan ini telah menjadi salah satu penghalang utama terhadap kesembuhan Ilahi, dalam argumen diatas terdapat banyak referensi ayat Alkitabnya bukan? Namun bagaimana jikalau sama sekali tidak ada lagi satupun tempat lainnya dalam Alkitab yang mengatakan bahwa Allah tidak mau menyembuhkan seseorang yang bersama dengan Dia? mungkin ini merupakan pengecualian yang kita cari selama ini yang akan mematahkan pengajaran tentang kesembuhan Ilahi dengan telak. Mungkin kita harus percaya pada Dr Duntz, tetap sakit dan menulis surat kesaksian padanya. (Dr David –saya berada diambang batas kepercayaan pada Allah untuk sembuh ketika saya membaca buku anda yang luar biasa, sekarang saya ingin memberitahukan pada anda bahwa saya sudah menyerah untuk disembuhkan dan memutuskan untuk bermegah dalam penyakit saya sama seperti rasul Paulus. Terima kasih).

Ini merupakan keberatan dan hambatan yang sangat penting, dari pengalaman yang saya temui hampir setiap orang yang tidak setuju dengan kesembuhan Ilahi selalu mengutip sebagian ayat ayat mengenai ini sebagai dasar dari argumen mereka, sehingga perlu ditanggapi secara khusus.
Kalau anda percaya pada argumen tentang “durinya Paulus” tersebut, anda pasti akan menjadi bimbang di dalam pikiran anda walaupun setelah anda membaca ayat ayat tentang kesembuhan.
Iman anda akan terhalang sampai anda membereskannya dalam hati anda bahwa argumen tentang “duri Paulus” untuk menerima sakit penyakit adalah nonsen dan tidak Alkitabiah sama sekali.

Argumennya terdengar solid tapi penuh dengan lubang. Tetapi sekali anda melihat dengan benar apa yang dikatakan oleh Paulus, anda tidak akan pernah lagi berjuang dengan kebimbangan bahwa baik Paulus maupun anda tidak akan pernah memiliki penyakit yang Tuhan tidak mau sembuhkan.

Kita akan tetap mengacu pada bukti utama yang digunakan yaitu 2 Korintus 12:7-10.

7 Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.
8 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.
9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

1. APAKAH DURI DALAM DAGING PAULUS ITU?

Paulus menyatakan “duri dalam daging” sebagai sebuah kata kiasan lalu berikutnya mengatakan dengan tegas apa itu duri dalam dagingnya. (ayat 7)

Duri dalam dagingnya adalah utusan iblis!

Dan itu tidak mungkin mengacu kepada sakit-penyakit!
Bisakah sakit penyakit menjadi seorang utusan?
kalaupun mau percaya pada kebohongan bahwa duri dalam daging Paulus adalah penyakit, anda harus mempertimbangkan penyakit sebagai utusan tersebut!
hal itu berarti sebuah kesalahan penafsiran yang serius.

Apakah sakit-penyakit sungguh-sungguh merupakan kata yang tepat untuk digunakan disini?
Mari kita lihat!

2 Korintus 12:7
KJV
And lest I should be exalted above measure through the abundance of the revelations, there was given to me a thorn in the flesh, the messenger of Satan to buffet me, lest I should be exalted above measure.
ITB
Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.

utusan = mesenger
G32
ἄγγελος
aggelos
ang’-el-os

STRONG
From ἀγγέλλω aggellō (probably derived from G71; compare G34; to bring tidings); a messenger; especially an “angel” ; by implication a pastor: - angel, messenger.

Thayer Definition:

  1. a messenger, envoy, one who is sent, an angel, a messenger from God
    Part of Speech: noun masculine
    A Related Word by Thayer’s/Strong’s Number: from aggello [probably derived from G71, compare G34] (to bring tidings)

Kata Yunani (Angelos) yang diterjemahkan menjadi messenger (utusan) dalam 2 Kor 10:7, muncul 186 kali di Perjanjian Baru.
(hanya satu kasus dimana sebuah kata jadian digunakan: saya hanya menghitung kata utama).
Dalam 179 dari kasus tersebut, kata tersebut diterjemahkan sebagai malaikat.
Dalam 7 kasus, ia diterjemahkan sebagai utusan.
Selain itu tidak pernah diterjemahkan atas hal lainnya!
Diluar dari ke 186 kasus ini, tidak ada satu kasus pun dimana konteksnya dapat diaplikasikan kepada sesuatu yang lain selain makhluk hidup (dapat melihat dan merasakan).
Kata utusan ini tidak pernah sekalipun mempunyai arti sebuah benda atau penyakit!.

Silahkan cari sendiri dengan seksama di seluruh Alkitab pada bagian yang menggunakan kata utusan (malaikat) yang menggambarkan tentang sebuah penyakit atau sebuah benda.

Benar bahwa ada ahli bahasa Yunani yang menyatakan bahwa istilah utusan setan dapat digunakan secara simbolik sebagai sebuah penyakit, membandingkan penggunaan kata tersbut dengan literatur awal kekristenan untuk mendapatkan pandangan yang lebih jelas artinya. Tapi seperti yang telah disebutkan sebelumnya karya ini tidak bisa mendapatkan satupun refernsi kata Yunani yang menggunakan frase “utusan iblis” untuk mengacu kepada sebuah penyakit. Referensi ayat yang disebutkan dalam karya tersebut ya hanya di 2 Kor 12 tersebut, berikut adalah daftar dari beberapa kemungkinan penyakit yang mungkin diderita Paulus berdasarkan tafsiran pada buku tersebut: epilepsi (ayan), histeris, depresi sementara, sakit kepala, penyakit mata parah, malaria, kusta, gagap.
Dari sini Kita bisa melihat bahwa teori tersebut tidak didukung dengan bukti yang solid dan meyakinkan…

Lalu kita lihat bahwa Paulus meminta pada Allah agar utusan iblis itu “mundur darinya”, bukan agar dia “disembuhkan” darinya!
Orang orang yang mengatakan paulus berdoa agar disembuhkan sedang membaca sesuatu dalam bagian ini yang sama sekali tidak ada terdapat disana.
Allah berkata bahwa kekuatan-Nya menjadi sempurna dalam kelemahan bukan dalam penyakit.

Dan sekarang setelah kita mengetahui bahwa duri tersebut adalah utusan iblis, maka dari perikop ayat tersbut kita mengetahui bahwa paulus berdoa agar utusan iblis itu mundur darinya.

Kata Yunani “mundur” adalah kata Yunani yang sama yang digunakan dalam Kis 12:10 untuk menggambarkan kenyataan dari seorang malaikat (kata yang sama yang diterjemahkan dengan utusan dalah 2 Kor 12:7) mundur dari Petrus.

2 Korintus 12:8
KJV For this thing I besought the Lord thrice, that it might depart from me.
ITB 8 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku

Kisah Para rasul 12:10
KJV
When they were past the first and the second ward, they came unto the iron gate that leadeth
unto the city; which opened to them of his own accord: and they went out, and passed on
through one street; and forthwith the angel departed from him.
ITB
Setelah mereka melalui tempat kawal pertama dan tempat kawal kedua, sampailah mereka ke pintu gerbang besi yang menuju ke kota. Pintu itu terbuka dengan sendirinya bagi mereka. Sesudah tiba di luar, mereka berjalan sampai ke ujung jalan, dan tiba-tiba malaikat itu meninggalkan dia.

Mundur = depart
G868
ἀφίστημι
aphistēmi
af-is’-tay-mee

STRONG
From G575 and G2476; to remove, that is, (actively) instigate to revolt; usually (reflexively) to desist, desert, etc.: - depart, draw (fall) away, refrain, withdraw self.

Thayer Definition:
1)to make stand off, cause to withdraw, to remove
1a) to excite to revolt
2) to stand off, to stand aloof
2a)to go away, to depart from anyone
2b) to desert, withdraw from one
2c) to fall away, become faithless
2d) to shun, flee from
2e) to cease to vex one
2f) to withdraw one’s self from, to fall away
2g) to keep one’s self from, absent one’s self from
Part of Speech: verb

Nah, mengapa kata “malaikat” dan “mundur” berarti “A” di 2 Korintus 12:7 tetapi berarti “B” di Kis 12:10 ???

Mereka mengganti arti kata mesenger/malaikat/utusan di 2 Korintus 12:7 menjadi penyakit
dan mengganti arti kata depart/mundur mejadi disembuhkan

aneh bin ajaib bukan?

Paulus juga mengatakan dalam kelemahannya , kuasa Kristus akan turun menaungi dia.
Kita tahu bahwa kuasa Yesus Kristus menyembuhkan penyakit; saudara bisa menemukan sangat banyak referensi Perjanjian Baru pada “kuasa yang keluar dari Yesus dan menyembuhkan penyakit”!
Rasanya sangat sulit untuk membayangkan penyakit yang ngotot tinggal seterusnya dalam seseorang yang dinaungi kuasa Yesus!

Sampai disini saya kira sekarang kita sudah yakin dan mengetahui bahwa duri Paulus bukalah sakit penyakit. Tapi mari kita lihat lebih dalam lagi dari beberapa sisi, karena ada begitu banyak orang yang terperangkap dalam hal ini.

2. DURI DALAM DAGING DALAM ALKITAB
Ada 3 tempat di Alkitab yang terdapat “duri dalam daging” (ada juga di Amsal 26:9 yg membandingkan tentang duri sungguhan yang menusuk tangan pemabuk dibandingkan dengan Amsal pada mulut orang bebal).

Bacalah ayat ayat berikut ini dan anda akan melihat dalam hal ini bahwa “duri” disini menggambarkan tentang “makluk hidup” yang bisa merasakan bukan sakit penyakit atau benda-benda lainnya termasuk duri sungguhan.

Bilangan 33:55
Tetapi jika kamu tidak menghalau penduduk negeri itu dari depanmu, maka orang-orang yang kamu tinggalkan hidup dari mereka akan menjadi seperti selumbar di matamu dan seperti duri yang menusuk lambungmu, dan mereka akan menyesatkan kamu di negeri yang kamu diami itu.

Yosua 23:13 maka ketahuilah dengan sesungguhnya, bahwa TUHAN, Allahmu, tidak akan menghalau lagi bangsa-bangsa itu dari depanmu. Tetapi mereka akan menjadi perangkap dan jerat bagimu, menjadi cambuk pada lambungmu dan duri di matamu, sampai kamu binasa dari tanah yang baik ini, yang telah diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.

Hakim hakim 2:3
Lagi Aku telah berfirman: Aku tidak akan menghalau orang-orang itu dari depanmu, tetapi mereka akan menjadi musuhmu (KJV= duri di lambungmu) dan segala allah mereka akan menjadi jerat bagimu."
KJV
Wherefore I also said, I will not drive them out from before you; but they shall be as thorns in
your sides, and their gods shall be a snare unto you.

My Friends,
Duri dalam daging adalah merupakan sebuah kata kiasan bukan literal (hurufiah).

Kalau kita mengatakan duri Paulus secara literal, sungguh sungguh berada dalam dagingnya, maka kita harus membaca ketiga ayat diatas dengan literal pula. Masalahnya dengan hal ini adalah penduduk di sana adalah para raksasa, pasti akan susah untuk menusukkan mereka ke dalam lambung anda , apalagi ke dalam mata anda.

“Duri yang menusuk lambung” dan “selumbar dimatamu” jelas merupakan sebuah kata kiasan yang digunakan untuk menggambarkan tentang makhluk hidup! (dalam hal ini ia menggambarkan suku kanaan) bukan sakit penyakit! yang akan mengganggu dan menyusahkan orang orang israel di tempat baru mereka.

Jadi di Korintus 12 Paulus sedang mengatakan dengan kata kata kiasan bahwa utusan iblis tersebut sangat mengganggu dalam kehidupannya, bukan sungguh sungguh berada dalam dagingnya!

Kalau anda mau mengartikannya secara literal, maka anda harus menyimpulkan bahwa Paulus memiliki iblis, karena dia memiliki utusan iblis dalam dagingnya. Tentu saja hal ini tidak benar, selain itu juga karena dikatakan utusan iblis itu menggocoh dia (mnrt KBBI : memukul keras keras) yg tentunya merupakan sebuah tindakan dari luar, bukan dari dalam tubuh!

Atau karena “dalam daging” selalu ditafsir secara literal sebagai dalam tubuh Paulus, seharusnya mereka juga harus fair untuk menafsir duri sebagai duri sungguhan!

Jadi kira kira menjadi begini penjelasannya:
Duri dalam daging adalah duri sungguhan didalam daging Paulus! Ketika dia sedang duduk diatas sebuah kursi rotan/kayu atau bersandar pada sebuah pohon kaktus disuatu tempat, tanpa sengaja dia tertusuk duri, Paulus tidak bisa mengatasinya dan Allah tidak mau mengeluarkannya dari tubuhnya. Timothi tidak sanggup menolong karena tidak punya jarum dan penjepit
Apakah ini cukup masuk akal?
Tentu saja tidak!

Paulus berkata bahwa Epaproditus dan Trophimus sakit, tapi tidak pernah menglamatkan hal itu sebagai duri dalam daging, ketika Paulus memaksudkan sakit, ia mengatakan sakit; dia tidak menuliskannya dalam istilah rohani. dan dia tidak pernah menggunakan frase “duri dalam daging” atau “utusan setan” untuk mengacu pada penyakit seseorang.

3. APA YANG DILAKUKAN “DURI PAULUS” PADANYA?
Paulus mengatakan bahwa utusan (malaikat ) iblis dikirim untuk menggocoh dia.
Kata Yunani yang digunakan (Strong’s #2852, adalah kolaphizo) berarti memukul dengan tinju (memukul berulang ulang), hal ini konsisten dengan pengalaman Palus, dia sering dipukul dan disiksa dalam bermacam macam cara karena memberitakan Injil.
Idenya adalah iblis inilah yang bekerja dibelakang setiap insiden dimana orang banyak di setir untuk melempari Paulus dengan batu, ketika gerombolan orang banyak dari kota ke kota untuk menganiaya dia secara fisik.
Tentunya anda tidak akan mengatakan bahwa sebuah penyakit meninju seseorang.
Berdasarkan defenisinya, meninju harus dilakukan dan mengambil tempat dari luar, bukan dari dalam. Pernahkan anda mendengar seorang berkata,”sakit mata ini meninju aku” “atau pamanku ditinju oleh kenker” tentu saja tidak bukan.

dan ini adalah tempat lainnya dalam PB dimana kata Yunani yang sama tersebut digunakan:
Matt 26:67
“Then they did spit in his face, and buffeted him; and others smote him with the palms of their hands”
Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia,

Markus 14:65
“And some began to spit on him, and to cover his face, and to buffet him, and to say to him, Prophesy: and the servants did strike him with the palms of their hands”
Lalu mulailah beberapa orang meludahi Dia dan menutupi muka-Nya dan meninju-Nya sambil berkata kepada-Nya: “Hai nabi, cobalah terka!” Malah para pengawalpun memukul Dia.

1 Kor 4:11
“Even unto this present hour we both hunger, and thirst, and are naked, and are buffeted, and have no certain dwellingplace”
1Cor 4:11 Sampai pada saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara,

1 Pet 2:20
“For what glory is it, if, when ye be buffeted for your faults, ye shall take it patiently? but if, when ye do well, and suffer for it, ye take it patiently, this is acceptable with God.”
1Pet 2:20 Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

Buffeting atau menggocoh atau meninju keras keras dalam Perjanjian Baru dengan jelas menggambarkan penyiksaan atau disiksa karena memberitakan Injil!
Bukan sedang sakit karena penyakit!

4. KELEMAHAN PAULUS
Paulus secara explisit/jelas menyebutkan satu demi satu “kelemahannya”.
Kata ini bisa dan memang mengacu pada sakit dalam tubuh di Perjanjian Baru, tetapi ia juga digunakan untuk menggambarkan kelemahan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan penyakit. Mari kita lihat pada apa yang dikatakan Paulus dalam konteksnya jadi kita bisa mengihalangkan pransangka bahwa paulus bermegah dan bersuka cita di dalam sakit penyakitnya.

Paulus memberikan daftar percobaannya di 2 Korintus 11:23-27, didalamnya TIDAK TERMASUK sakit penyakit.
Jika duri dalam daging ini adalah sebuah penyakit yang parah sampai ia harus memohon pada Allah 3 kali untuk menjauhkannya, pastilah dia akan memasukkannya dalam daftar penderitaannya.
Dia menyebutkan tentang segala sesuatu yang dapat anda pikirkan kecuali sakit penyakit!
Mari kita lihat ayatnya:

23 Apakah mereka pelayan Kristus? --aku berkata seperti orang gila–aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut.
24 Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan,
25 tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut.
26 Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu.
27 Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian.

Sama sekali tidak ada disebutkan tentang sakit-penyakit!

Lalu ayat berikutnya:
28 dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat.
29 Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah? Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita?
30 Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku.
31 Allah, yaitu Bapa dari Yesus, Tuhan kita, yang terpuji sampai selama-lamanya, tahu, bahwa aku tidak berdusta.
32 Di Damsyik wali negeri raja Aretas menyuruh mengawal kota orang-orang Damsyik untuk menangkap aku.
33 Tetapi dalam sebuah keranjang aku diturunkan dari sebuah tingkap ke luar tembok kota dan dengan demikian aku terluput dari tangannya.

Disini Paulus bermegah atas kelemahannya, Dia memberikan contoh bagaimana dia harus diselundupkan keluar kota dalam sebuah keranjang, dia harus pergi melewati sebuah jendela, dan dia menrujuk itu sebagi ketidakmampuan dan kelemahan manusianya, bukan sakit penyakit.

Dari konteks di ayat 10 (kelemahan, celaan, kebutuhan, penganiayaan, dan bahaya) jelas dikatakan bahwa masalah-masalah Paulus datang dari luar, bukan dari dalam, dan mereka semua berhubungan dengan penderitaan karena memberitakan Injil.
Di pasal 11 Paulus menghabiskan cukup banyak tempat dengan menyebutkan penderitaannya karena Injil, dan Paulus sama sekali tidak pernah menyebutkan tentang sakit penyakit!

5. BAGAIMANA DENGAN PAULUS KETIKA DI GALATIA
Paulus dilempari batu, diseret dan ditinggalkan setelah disangka mati di Lystra, Galatia. Lalu murid-murid berkumpul mengelilingi dia, lalu dia bangkit karena kuasa Allah! Biarpun begitu, kita dapat menduga bahwa tubuhnya mungkin kurang sempurna dan penuh dengan bekas luka setelah insiden tersebut! Paulus memang mengatakan bahwa Ia memberitakan Injil di galatia “karena sakit pada tubuhnya”.

Gal 4:13-14
13 Kamu tahu, bahwa aku pertama kali telah memberitakan Injil kepadamu oleh karena aku sakit pada tubuhku.
14 Sungguhpun demikian keadaan tubuhku itu, yang merupakan pencobaan bagi kamu, namun kamu tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang hina dan yang menjijikkan, tetapi kamu telah menyambut aku, sama seperti menyambut seorang malaikat Allah, malahan sama seperti menyambut Kristus Yesus sendiri.

KJV
13 Ye know how through infirmity of the flesh I preached the gospel unto you at the first.
14 And my temptation which was in my flesh ye despised not, nor rejected; but received me as an angel of God, even as Christ Jesus.

Terjamahan ITB mengatakan sakit pada kata “infirmity” yang seharusnya berarti kelemahan, kemungkinan terbesar sakit/ kelemahan itu adalah karena akibat penganiayaan tersbut .
Dan dia tidak pernah menyebutkan memberitakan Injil “karena sakit pada tubuhnya” selain disitu, termasuk ketika dia kembali ke Galatia kemudian.
Hal ini membuktikan bahwa Allah menyembuhkan apapun masalah fisik yang dialaminya di Galatia pada kunjungan pertamanya.

Bukti lainnya di Galatia 4:14 tersebut (lebih jelas dalam bahasa Inggris): “And the temptation which was in my flesh…” kalau hal itu “was in my flesh” yang menggunakan kata ‘was” atau sudah berlalu, menyatakan bahwa hal tersebut sudah tidak ada lagi ketika dia menulis surat tersebut.
Jadi Paulus tidak mempunyai masalah mata atau masalah apapun lainnya ketika dia menulis surat pada orang Galatia.
Jadi masalah di Galatia ini bukan masalah kronis dan berkelanjutan sepanjang pelayanannya seperti duri dalam dagingnya!

Juga, hal ini akan menjadi aneh dan keluar dari jalur dengan mengatakan Paulus memberitakan Injil karena sebuah penyakit! Nggak ada hubungannya???
Kata “infirmity” ini juga digunakan untuk menunjukkan kelemahan dan atau ketidakmampuan bukan sakit penyakit, dan Paulus kemungkinan lemah setelah dilempari batu.

Jadi kalau dengan kata lain, Paulus mungkin sedang berkata,”Aku telah memberitakan Injil kepadamu dalam kelemahan”. bukan “Aku menginjili engkau karena sakit”!

6. APA MAKSUD DARI “MENINGGIKAN DIRI?”
Frase ini digunakan dua kali dalam 2 Korintus 12:7, berasal dari kata campuran Yunani yang secara literal berarti “over lifted.” Beberapa ahli menafsirkan bahwa ini berarti iblis tidak mau pelayanan Paulus ditinggikan, sementara yang lainnya telah menafsirkan kalau Allah tidak mau Paulus menjadi congkak/sombong.

Keambiguannya datang dari frase pasif yang digunakan Paulus.”maka aku diberikan suatu duri di dalam dagingku” bersama dengan alasan, “supaya aku jangan meninggikan diriku sendiri karena pernyataan pernyataan yang luar biasa itu.” Apakah iblis sedang mencoba untuk menghentikan pelayanan Paulus dari ditinggikan atau apakah Allah mengijinkan iblis untuk menggocoh Paulus untuk menghalanginya untuk menjadi sombong karena dia memiliki wahyu dan pengetahuan yang amat banyak?
Bila membandingkan dengan bagian lain yang mengatakan mengenai kerendahan hati di Alkitab, maka hal ini akan menjadi tidak konsisten di bagian ini dengan menafsir bahwa Allah ingin Paulus untuk “digocoh” agar dia tetap rendah hati.

Allah menyuruh kita untuk merendahkan diri kita sendiri, Dia tidak pernah mengatakan agar kita membiarkan Dia untuk merendahkan diri kita. Dia bahkan tidak pernah menawarkan untuk merendahkan kita! Allah jelas merupakan orang tua yang lebih baik dari anda, apakah anda mau untuk menyiksa anak anda untuk membuat mereka rendah hati?

1Pe 5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

Luk 14:11 Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."

Luk 18:14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."

Yakobus 4:10 Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.

Allah ingin agar anda ditinggikan selama anda berada dalam kehendak-Nya!
Nantikanlah TUHAN dan tetap ikutilah jalan-Nya, maka Ia akan mengangkat (meninggikan - KJV) engkau untuk mewarisi negeri, …. (Maz 37:34) oleh karena itu kita harus memutuskan bahwa Allah ingin Paulus untuk ditinggikan dalam pengertian itu. Iblislah, bukan Allah yang tidak menginginkan pelayanan Paulus untuk ditinggikan.
Tentunya kita tidak akan berpikir bahwa Allah menghendaki untuk memasukkan para penginjil ke dalam penjara bukan? Justru Allah melakukan mujijat untuk melepaskan para penginjil dari dalam penjara! Yesus mengatakan bahwa iblislah, bukan Allah yang akan melemparkan beberapa orang percaya ke dalam penjara di kitab Wahyu 2:10.

Namun kalau anda masih tetap ngotot, mengatakan bahwa Paulus membutuhkan duri dalam daging untuk tetap rendah hati Karena pewahyuan dan pengetahuan yang amat banyak, dengan metode yang sama maka anda seharusnya mempunyai pewahyuan dan pengetahuan yang amat banyak agar dapat memenuhi kualifikasi dari duri dalam daging. Apakah anda memiliki pewahyuan dan pengetahuan yang amat? Saya meragukannya. Jika anda sungguh-sungguh memeiliki pewahyuan seperti yang dimiliki Paulus, anda pasti sudah pergi keluar melakukan apa yang telah dilakukan Paulus, dan seperti Paulus anda akan disembuhkan dan pergi memberitakan Injil dan membuat banyak orang menjadi sembuh dari sakit penyakit!.

7. SIAPA YANG MEMBERIKAN PADA PAULUS DURI DALAM DAGING?
Itu adalah idenya setan, bukan Allah!
Iblislah yang mengirimkan “duri dalam daging” kepada Paulus, dan itu jelas tertera dalam kalimat paulus.
Tentunya iblis tidak akan membuat agar Paulus tetap rendah hati! Untuk apa iblis menjaga agar Paulus tetap rendah hati? Sebaliknya dia tentunya mau agar Paulus menjadi sombong.

Paulus tidak akan memohon hingga 3 kali pada Allah untuk membuang sesuatu yang dia tahu berasal dari Allah untuknya! Paulus memohon pada Allah agar hal itu mundur daripadanya. Tentunya terdapat perbedaan disini. Benar bahwa Allah mengijinkannya. Allah juga mengijinkan penganiayaan di bumi.
Kalau Paulus yakin bahwa duri dalam daging ini dari Allah, pastilah dia tidak akan minta pada Allah untuk membuang itu darinya.

Hal ini akan menuntun kita pada pertanyaan berikutnya.

Jika setan memberikan duri pada Paulus, dan Paulus yang mengajarkan bahwa kita memerintah dalam hidup, duduk bersama dengan Yesus di Surga jauh diatas iblis, mengapa paulus tidak menggunakan otoritas atas iblis dan membuat iblis untuk menghentikan penghambatan dan penganiayaan? Kembali lagi, seorang murid tidak lebih tinggi daripada gurunya.
Yesus sendiri dianiaya. Yesus tidak memerintahkan penganiayaanya untuk pergi. Allah melindungi Dia dari mereka yang mau membunuh Dia, tapi Yesus tidak membuat iblis berhenti untuk mengirim orang untuk mengkritik dan menghina bahkan untuk membunuh Dia.
Iblis mempunyai tempat di bumi, dan Allah juga mengijinkan orang –orang untuk mengatakan pikiran mereka bahkan walaupun pikiran mereka penuh dengan sampah.

Garis akhirnya adalah bahwa kasih anugerah Allah cukup untuk Paulus. Karunia Allah memampukan Paulus untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan sukacita. Kasih Anugerah Allah memampukan Paulus untuk memenuhi panggilan dan pelayanannya meskipun iblis berusaha menghalangi dia sekuatnya melalui utusannya.

Anda seharusnya juga percaya bahwa kasih anugerah Allah juga cukup untuk anda!

Kalau penyakit memotong dan melumpuhkan anda dalam pertengahan kehidupan anda, anda tidak akan dapat menyelesaikan jalan/panggilan/pelayanan anda. Dan anda tidak ikut ambil bagian dalam karunia yang cukup untuk memberikan kepada anda kemenangan dalam setiap pencobaan.

Paulus mendapat cobaan lebih dari cobaan kita bahkan bila digabung bersama, karena kasih anugerah Allah cukup untuknya. Dia bisa menulis dan melaporkan dalam Kitab yang sama ( 2 Kor 2:14 ) bahwa Allah selalu menjadikannya berkemenangan dalam Kristus Yesus!
Kasih anugerah Allah selalu lebih besar dari serangan iblis, jadi Paulus hidup dalam kemenangan.
Dia tidak berjalan dalam kehidupan dikalahkan oleh satu “duri dalam daging” dan demikian juga anda!

8. PAULUS MEMBERITAKAN KESEMBUHAN
Kita tahu bahwa Paulus memberitakan bahwa kesembuhan tersedia karena kejadian di Kisah 14:7-10.
Paulus tidak menyembuhkan orang tersebut. Orang itu menerima iman untuk disembuhkan dengan mendengarkan paulus memberitakan Injil, dan Paulus menyuruhnya untuk bertindak sesuai dengan imannya.
Karena Iman timbul dari pendengaran akan Firman Yesus, pasti Paulus sedang mengkotbahkan tentang kesembuhan pada orang tersebut! Bukan yang lainnya.
Doktrin “sakit penyakit adalah sebuah duri dalam daging dan harus ditanggung dengan sabar” bukan doktrin Paulus di Lystra, jadi itu juga bukan merupakan ajarannya seterusnya.

Kisah Para rasul 9:12
bahkan orang membawa saputangan atau kain yang pernah dipakai oleh Paulus dan meletakkannya atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka dan keluarlah roh-roh jahat.

Paulus tidak memberitahukan kepada orang banyak yang disembuhkan ketika saputangan yang bekas dipakai paulus diletakkan pada tubuh mereka bahwa sakit penyakit adalah sebuah duri dalam daging yang harus ditanggung mreka dengan sabar.

Kisah Para Rasul 28:7-9
7 Tidak jauh dari tempat itu ada tanah milik gubernur pulau itu. Gubernur itu namanya Publius. Ia menyambut kami dan menjamu kami dengan ramahnya selama tiga hari.
8 Ketika itu ayah Publius terbaring karena sakit demam dan disentri. Paulus masuk ke kamarnya; [b]ia berdoa serta menumpangkan tangan ke atasnya dan menyembuhkan dia.
9 Sesudah peristiwa itu [b]datanglah juga orang-orang sakit lain dari pulau itu dan merekapun disembuhkan juga

Dia juga tidak mengatakan pada semua orang sakit di pulau di Kisah 28 bahwa mereka harus memikul/ menanggung sakit penyakit sebagai sebuah duri dalam daging – mereka semua disembuhkan!
Anda bisa pasti bahwa doktrin Paulus tidak termasuk sakit agar tetap rendah hati.
Bagaimana orang orang ini bisa sembuh kalau paulus mengatakan pada mereka bahwa ia sendiri juga sakit untuk tujuan yang sama? Itu tidak membangun iman sama sekali.

Dimenit yang sama kalau anda mengatakan pada sseorang bahwa Allah membuat pengecualian bagi orang orang tertentu untuk tidak menyembuhan (ini tentunya salah), maka orang tersebut akan langsung mengira bahwa ia ada dalam daftar kategori pengecualian itu!
Daging akan menerima ketidak percayaan lebih cepat dari pada kebenaran.

Mungkinkah Paulus yang sama yang mengajarkan bahwa kesembuhan ada dalam penebusan dosa, bahwa Yesus telah menebus kita dari kutuk hukum taurat, bahwa harga yang telah dibayar lunas di kalvari untuk roh, jiwa dan tubuh kita, bahwa tubuh kita adalah milik Allah ( 1 Kor 8:19-20) percaya bahwa tubuhnya sendiri merupakan pengecualian dari ini?
Mungkinkah Paulus yang mengatakan bahwa Tuhan untuk tubuh ( 1 Kor 6:13) menyimpulkan bahwa Tuhan menentang tubuhnya sendiri?

9. PAULUS MEMBERITAKAN BAHWA PENYAKIT DAPAT DISEBABKAN OLEH DOSA
Paulus berbicara mengenai perilaku homoseksual yang mengerima balasan yang setimpal dalam tubuh mereka karena dosa mereka dalam Roma 1, Penyakit jelas tersirat disini walaupun tidak tersurat. Jadi teologia Paulus adalah bahwa penyakit itu adalah merupakan sebuah kutuk, bukan merupakan bagian yang normal dari kehidupan kekristenan.
Paulus mengatakan bahwa ada banyak orang di Korintus yang lemah dan sakit dan tidak sedikit yang meninggal karena cara yang tidak layak dalam menerima perjamuan kudus ( 1 Kor 11:30). Kita harus menyimpulkan bahwa paulus mengajarkan, bahwa penyakit adalah merupakan sebuah kutuk dan merupakan sebuah konsekuensi dari dosa, bukan bagian normal dari kehidupan Kristen.

Paulus mengatakan bahwa orang orang di Korintus sakit dan lemah karena sebuahpenyebab – karena dosa mereka.
Paulus tidak bersalah dalam pelayannya atau menganggap remeh peraturan peraturan Allah, dia tidak mempunyai sebuah “penyebab” untuk menjadi lemah, sakit ataupun meninggal. Jika Paulus sendiri lemah dan sakit, bagaimana orang orang di Korintus (yang kepada mereka ia menuliskan 1 dan 2 Korintus) menanggapinya dengan serius ketika ia mengatakan bahwa mereka sakit karena akibat sebuah alasan? Tentunya mereka sendiri akan heran dan bertanya tanya apa yang telah dilakukan oleh Paulus sehingga dia sendiri sakit?

10. BAGAIMANA DENGAN AYAT AYAT LAINNYA YANG MEMBUKTIKAN BAHWA PAULUS MEMILIKI PENYAKIT MATA?

Ayat yang mana? Tidak ada satupun ayat di Alkitab yang membuktikan bahwa Paulus menderita penyakit mata, tentunya ada banyak alasan selain yang telah dibuktikan diatas untuk percaya bahwa Paulus tidak memiliki penyakit mata. tafsiran ngaco ini merupakan sebuah isapan jempol yang dibuat buat yang muncul dari kesimpulan yang hanya berdasarkan dugaan yang tidak berdasar terhadap beberapa ayat Alkitab.

Gal 6:11
Lihatlah, bagaimana besarnya huruf-huruf yang kutulis kepadamu dengan tanganku sendiri.

Dari kata Yunani untuk besar dan huruf, hal ini bisa berarti, “ lihatlah betapa besarnya huruf-huruf yang kugunakan” atau “ lihatlah betapa panjangnya surat yang kutulis padamu.” Yang kedua nampaknya lebih cocok kepada konteksnya. (Salah seorang komentator menyatakan bahwa. Semua tulisan Yunani pada masa itu secara normal cukup besar, dan jika Paulus harus menulis dalam ukuran yang lebih besar dari itu maka mungkin matanya buta, saya tidak bisa menjamin kebenaran ini, tapi hal ini merupakan sebuah point yang cukup menarik.)

Dari kedua tafsiran diatas terlihat bahwa tafsiran “lihatlah betapa panjangnya surat yang kutulis padamu.” Lebih cocok karena dapat sejalan dengan ayat berikutnya sedangkan tafsiran “lihatlah betapa besarnya huruf-huruf yang kugunakan” tidak bisa.
Dalam ayat ayat berikutnya Paulus membandingkan dirinya dengan para rasul palsu yang hanya ingin menonjolkan diri. Tafsiran dalam konteksnya berarti, “lihatlah betapa perdulinya aku terhadap kamu, seperti yang ditunjukkan oleh usahaku untuk menulis surat yang pangang ini melalui tanganku sendiri. Beberapa penginjil tidak perduli mengenai keadaanmu sama sekali, tetapi hanya ingin bermegah dalam keadaanmu yang lahiriah.” Paling tidak tafsiran tersebut masih mengalir sejalan dengan ayat berikutnya, dibandingkan dengan tafsiran “lihatlah betapa besarnya huruf-huruf yang kugunakan.”

Kalaupun paulus misalnya menggunakan huruf-huruf yang besar, hal itu masih tidak membuktikan bahwa ia memiliki masalah dengan mata!

Bagaimana mengenai Paulus mendiktekan surat (surat Roma didiktekan pada tertius)? Ini juga tidak bisa membuktikan bahwa dia tidak bisa melihat dengan jelas. Sama seperti jika seorang direktur mendiktekan surat pada sekretarisnya, apakah itu membuktikan bahwa ia bermasalah dengan mata? Ada kemungkinan bahwa hampir semua surat paulus didiktekan, seperti yang kita ketahui bersama bahwa paulus menghabiskan banyak waktu di penjara, ada kemungkinan bahwa sipir penjara tidk mengijinkan pulpen dan kertas diberikan untuk menjaga agar Paulus tidak menuliskan rencana pelarian atau menggunakan pulpen tersebut sebagai alat untuk melarikan diri, atau mungkin karena alasan lainnya juga.

Bagaimana dengan orang Galatia yang akan mencungkil mata mereka dan memberikannya kepada Paulus? Saya yakin ini hanyalah sekedar merupakan sebuah pernyataan kasih!
Kalaupun paulus untuk sementara mengalami masalah mata awalnya setelah ia dilempari batu (sangat mungkin terjadi), jelas hal itu sembuh. Karena seperti yang tertulis di Galatia hal itu telah berlalu dan tidak berlanjut. Jadi kita tahu bahwa ini bukan masalah mata yang terus menerus yang merupakan “duri dalam daging” bagi Paulus.

Kenapa Paulus membawa dokter Lukas bersama dengannya?
Tentu saja untuk membantunya memberitakan Injil, Lukas memang seorang tabib (dokter) tapi tulisannya dalam Lukas dan Kisah para Rasul membuktikan bahwa ia bukan sekedar dipekerjakan sebagai seorang perawat untuk mengurusi masalah kesehatan paulus!

Bagaimana dengan manusia lahiriah Paulus yang menuju binasa? Paulus memaksudkan bahwa tubuh fisik kita adalah fana (bisa binasa) dan akan mati suatu ketika kecuali Yesus datang segera. Paulus tidak mungkin sedang menyatakan bahwa sebuah penyakit membunuhnya sebelum ia dapat menyelesaikan tugas pelayanannya bagi Allah, karena Palus erbukti memang menyelesaikan tugasnya sempurna. Alktiab tidak menyatakannya tetapi dari tradisi sejaarh menyatakan bahwa Paulus mati sebagai seorang martir, bukan meninggal karena sakit penyakit.

Akhirnya, kalau Paulus memiliki masalah dengan mata, bagaimana dia menatap pada penyihir di Kisah 13:9? Bagaimana dia bisa menatap dan melihat orang yang lumpuh di Listra (Kis 14:9)dan menguatkannya? Bagaimana orang lumpuh tersebut memiliki iman untuk disembuhkan dengan melihat pada seorang yang yang sedang menderita penyakit mata yang serius? Selain itu bagaimana pula orang orang lainnya dalam pelayanan Paulus menerima iman untuk disembuhkan ketika sedang mendengarkan seorang yang menderita penyakit mata kronis?

Jika mata Paulus sangat sakit, mengapa pada akhir hidupnya, ia meminta Timotius untuk membawakan kitab kitab dan perkamennya? Saya kira pada jaman itu belum ada edisi printing dalam huruf besar secara khusus, Paulus tidak akan memintanya kalau dia tidak bisa membacanya.

Kalau mata mata Paulus begitu parah, bukankah ironis sekali baagimana dia digunakan Allah secara luarbiasa untuk menyembuhkan banyak orang sakit di pulau Malta, tapi dia sendiri tetap sakit seterusnya? Mengapa pula orang orang tersebut mendatangi Paulus
Yang jelas jelas sedang sakit dan sedang mengharapkan kesembuhan sendiri? Kalau mereka melihat Pubius embuh dan Paulus sakit, atau mungkin mereka mengira ada kesempatan 50 / 50 bagi mereka untuk sembuh? Juga perhatikan bahwa Paulus tidak memberitahukan pada satu orang saja pun untuk tetap menerima penyakit mereka karena itu adalah sebuah duri dalam daging.
Mereka semua disembuhkan.

Urapan Paulus begitu kuatnya, sehingga saputangan dan kain yang menyentuh dia dapat menyebabkan penyakit utnuk pergi dari tubuh mereka yang menyentuhnya (Kis 19: 11-12). Jadi amat meragukan kalau ada satu penyakit yang ngotot untuk bertahan di tubuh Paulus. Lagi pula seandainya Paulus memiliki infeksi mata yang serius atau penyakit lainnya, saya kira orang orang akan enggan bahkan menolak untuk menyentuh apa saja yang pernah menyentuh paulus, apalagi menyentuh saputangan atau baju yang telah dipakai oleh tubuh Paulus. Malah sebaliknya mereka seharusnya membawa pakaian yang telah diurapi padanya jika ia memiliki sebuah penyakit.

Jika Paulus sakit, mengapa ia berkata kepada jemaat di Roma, “Dan aku tahu, bahwa jika aku datang mengunjungi kamu, aku akan melakukannya dengan penuh berkat Kristus.” (Roma 15:29). Merupakan pengetahuan yang umum bahwa Paulus membawa kesembuhan ketika ia memberitakan Injil dan bahwa kesembuhan merupakan sebagian dari Injil Kristus, bahkan ketika Yesus sendiri datang dan memberitakan Injil, kesembuhan merupakan bagian khusus yang tidak terpisahkan darinya. kenyataannya, pola Alkitab jelas menyatakan bahwa bagian kesembuhan dari penginjilan seharusnya menarik perhatian orang-orang yang belum diselamatkan. Jika Paulus sakit dia tidak akan bisa datang dalam kepenuhan berkat dari penginjilan seperti yang disebutkan diatas.
Sungguh menyedihkan ada orang orang sekarang ini yang dapat berpikir bahwa “kepenuhan berkat Kristus dari berita Injil” tidak termasuk kesembuhan fisik seperti dahulu.

Alkitab bahkan tidak tidak pernah menyinggung bahwa Paulus menderita penyakit mata yang tidak bisa disembuhkan. Ataupun penyakit kronis lainnya.

11. BANDINGKAN KESEHATAN ANDA DENGAN PAULUS
Kalau anda pikir Paulus sakit, bacalah 2 Korintus dan bandingkan apa yang telah ditanggung tubuhnya pada apa yang anda pikir dapat anda tanggung.
Dia berjalan mengelilingi peta untuk memberitakan Injil. Sering tanpa pakaian, sering lapar dahaga, dan kedinginan sepanjang perjalanannya, dia sering berpuasa tidak tidur. Dicambuk 39 kali dalam 5 kejadian bebeda, dipukul rotan (didera) 3 kali, dilempari batu dan ditinggalakan mati sekali, kapal karan 3 kali.
Luarbiasa!

Paulus memberitahukan Timotius bahwa ia telah menyelesaikan pertandingannya (2 Tim 4:7), jadi “duri” nya tidak memperpendek umurnya. Bagaimana Paulus bisa bekerja lebih dari rasul-rasul palsu di Korintus (2 Kor11:23) kalau dia lemah dan sakit? Paulus bekerja siang dan malam dalam dunia sekular untuk memenuhi biayanya sendiri ( 2 Tes 3:8).
Tentunya hal ini tidak jelek untuk seorang yang dilempari batu sampai mati dan dihidupkan kembali di Lystra. Dia berkata bahwa dia berjuang melawan binatang buas di Efesus (1 Kor 15:32).

kalau sedang sakit dan harus menanggung “duri dalam daging” bisakah ia menahan semua yang disebutkan diatas itu?

Sekarang dapatkah anda melihat kebodohan dari pemikiran bahwa kanker atau penyakit apapun yang mengurung anda ditempat tidur dalam kesakitan adalah merupakan “duri dalam daging” anda?

12. KEKUATAN DALAM KELEMAHAN
Apakah Allah membuat anda kuat ketika Ia membuat anda lemah dengan sakit penyakit?
Apaklah Allah “mengidap sakit” yang membuat anda lemah sehingga kekuatannya dapat membuat engkau kuat dalam kelemahanmu?
membingungkan bukan?

Ketika seseorang menghadapi suatu masalah, apalagi yang cukup berat, biasanya ia akan melakukan apa saja dengan seluruh kemampuannya untuk mengatasi masalah itu, misalnya taruhlah kalo ia sakit, yang pertama kali dipikirkannya biasanya ke dokter, itulah artinya kita merasa kuat, kita melakukan sesuatu dengan kekuatan kita dan sering kali hasilnya so bad
setelah itu kalo segala usahanya nggak berhasil baru teringat yang Maha Kuasa dan baru berdoa

sementara yang dimaksud dgn kelemahan:
ketika kita dilanda suatu masalah, kita tidak langsung malakukan sesuatu dgn cara kita sendiri tapi menundukkan diri pada-Nya mencari kehendak-Nya di Firman-Nya, berdoa dan bersujud di hadirat-Nya
setelah itu baru bertindak inilah yang disebut kelemahan

Jadi kelemahan adalah percaya dan percaya dan berdoa
ketika anda percaya padaNya dan berdoa padanya saat inilah kuasa-Nya sempurna dalam kelemahan kita karena kita tidak mengandalkan kemampuan kita sendiri tapi kepada-Nya

KESIMPULAN
Allah tidak menyembuhkan duri dalam daging Paulus karena itu bukan penyakit!
Sakit penyakit sama sekali bukan duri dalam daging!
Duri dalam daging adalah utusan/malaikat iblis yang dikirim untuk menghalangi dan menganiaya Paulus kemanapun dia pergi. Walaupun kita telah ditebus dari sakit penyakit tapi kita tidak ditebus dari hambatan dan penaganiayaan untuk kepentingan Injil. Kalau anda disiksa karena iman anda, maka anda dapat mengatakan bahwa sebuah duri dalam daging sedang menggocoh anda. Kalau anda sakit, kondisi anda tidak ada hubungan sama sekali dengan apa yang sedang didiskusikan paulus.

Ooo, iman bisa kumat-kumatan juga, ternyata.

Keberatan yang diajukan: Ayub adalah seorang manusia yang sangat saleh, tetapi Tuhan masih membiarkan dia sakit

Pertama kita harus menyadari bahwa bukan Tuhan yang membuat Ayub sakit. Beberapa orang berpikir seperti itu, tetapi itu hanya karena mereka belum membaca pernyataan tegas bahwa iblislah, bukan Tuhan, yang membuat Ayub sakit (Ayub 2: 4-7). Allahlah yang menyembuhkan Ayub (Ayub 42:10), oleh karena itu Ia menggagalkan pekerjaan iblis dalam kehidupan Ayub.

Dari ini, kita seharusnya belajar bahwa iblislah yang membuat orang orang sakit dan Allah yang menyembuhkan mereka, bukan sebaliknya.

Anda tidak harus menghindari kitab Ayub karena kuatir bahwa mendengar bagian Firman Allah yang ini akan mebuat iman anda runtuh. Iman timbul karena pendengaran akan Firman Allah, dan Firman Allah menghasilkan iman, termasuk kitab Ayub! Anda tidak perlu kuatir bahwa dengan membaca Ayub akan membuat anda menjadi tdak percaya.

Mari kita mengecek tipikal argumen yang mengatakan bahwa anda dapat menjadi Ayub yang lain.

AYUB: CONTOH ANDA DALAM SABAR MENDERITA
Oleh Prof. Kranken Heitlieber

Ayub adalah seorang hamba Allah yang sempurna dan tulus yang menjauhkan dirinya dari kejahatan (Ayub 1:1). Rencana Allah adalah membuat Ayub menjadi sakit untuk membuktikan karakternya dan mengajarkannya sebuah pelajaran. Jadi Ayub yang sempurna jatuh sakit seperti seekor anjing. Separah apapun yang dapat anda sebutkan ia telah melaluinya . Dengan kerendahan hati dan penuh kasih tunduk pada kehendak Allah, dan berkata, “dengan telanjang aku keluar dari rahim ibuku, dan dengan telanjang pula aku akan kembali kedalamnya; Tuhan yang memberi; Tuhan yang mengambil; terpujilah nama Tuhan.” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut (Ayub 1:21-22). Setelah semua itu, Firman Allah memberitahukan pada kita bahwa saudara kandung Ayub dan kenalannya “menghibur dia atas semua malapetaka yang telah ditimpakan Allah atasnya” (Ayub 42:11), dan kita tahu bahwa Ayub berbicara yang benar mengenai Allah (Ayub 42:8)

Daripada terus-menerus mengganggu Allah agar menyembuhkan kita seperti yang dilakukan oleh beberpa orang yang menamakan dirinya orang Kristen beriman. Ayub dengan kerendahan hati menerima bahwa Allah telah mengambil segala sesuatu darinya, meskipun ia berjalan dengan benar bersama Allah. Jika pernyataan Ayub salah, dia akan berdosa, jadi Ayub pastilah berkata benar.

Walaupun kedagingan kita memberontak atas pendapat ini, ini adalah kehendak Allah yang sempurna untuk kehidupannya sehingga setiap binatang peliharaan dan pelayannya diculik dan dibunuh, semua anak anaknya dibunuh, dan bahkan tubuhnya disiksa dengan sakit penyakit busuk. Kadang kadang Kehendak Allah merupakan sebuah misteri bagi kita, tetapi pastilah Dia memiliki sebuah tujuan untuk hal hal yang jelek yang terjadi, dan Dia melakukan semua ini untuk kebaikan kita (Roma 8:28).

Kita harus menerima bahwa Allah membawa bencana kedalam hidup kita untuk tujuan yang lebih tinggi. Ayub berkata, “apa? Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya. (Ayub 2:10). Ayub mengerti pelajaran yang sangat berharga yang diberikan Allah pada kita, apakah itu hal yang baik atau hal yang buruk. Dan sama seperti Ayub, anda harus belajar untuk dengan penuh kepuasan menerima yang buruk dari tangan Allah. Karena Ayub tidak bersalah ketika ia mengatakan ini, kita tahu bahwa ini merupakan pernyataan yang benar yang mengandung kekuatan yang sama seperti ayat ayat doktrin lainnya dalam Alkitab. Kita bisa menerima yang buruk dari Allah.

Ayub tidak berusaha untuk melepaskan/menolak kehendak Allah dalam hidupnya, tetapi dia menjalaninya dan menderita dengan tabah, ia menyadari kebenaran yang amat besar yang terdapat pada bagian lain di Alkitab yaitu “ada waktunya untuk menangis …… waktu utuk meratap…waktu untuk kehilangan” (Pengkotbah 3:4,6).

Ayub membuktikan bahwa ia bukan hanya melayani Allah karena uang, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang Kristen dangkal saat ini. Iblis mengira ia seperti itu, tapi Ayub membuktikan kebenarannya dengan kesabarannya dalam menanggung penderitaannya, dia mau untuk melayani dan menyembah Allah tanpa perduli apapun yang diberikan Allah padanya.

Disini kita menemukan beberapa pengajaran yang paling menyentuh, kata kata yang indah dari seluruh Alkitab, dan merupakan ayat favorit saya, “Though he slay me, yet will I trust in him = walaupun Dia membunuh aku, tetapi aku tetap akan percaya pada-Nya…” (Ayub 13:15).

Jadi nanti bila anda sakit, ingatlah bahwa anda bisa menjadi seperti Ayub yang lain, pikullah ujian anda dengan sabar, serahkan dirimu dalam kepuasan pada kehendak Allah yang sempurna, seperti yang dilakukan oleh Ayub, daripada dengan congkak dan lancang memerintah Dia, dan menyuruh-Nya untuk menyembuhkan anda. Ayub bisa menahan pencobaan, anda juga harus seperti itu. Terimalah semua yang buruk dari Allah dengan gembira ketika Allah yang memberi dan mengambil, mengambil semuanya daripadamu.


JAWABAN:

[b]

  1. AYUB BERSALAH. [b]
    Kita tahu bahwa iblislah, bukan Allah yang bertanggung jawab atas semua malapetaka yang menimpa Ayub. “Kemudian Iblis pergi dari hadapan TUHAN, lalu ditimpanya Ayub dengan barah yang busuk dari telapak kakinya sampai ke batu kepalanya. (Ayub 2:7)
    Ayub jelas jelas salah dalam hal ini karena ia mengatakan bahwa kita menerima yang buruk dari Allah bukan dari iblis. bagaimana dia bisa dikatakan tidak bersalah atau tidak membuat perkara yang bodoh terhadap Allah?

Ayub 2:10
Tetapi jawab Ayub kepadanya: “Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.

karena dia tidak mengetahui lebih baik lagi! Dia tidak mempunyai cara apapun untuk bisa mengetahui bahwa iblislah yang membuat dia menjadi sakit. Orang orang pada jaman itu kurang menyadari akan keberadaan dari si musuh (iblis), dan mereka cenderung untuk mengalamatkan semuanya kepada Allah. Ayub tidak mempunyai cara untuk mengetahui karakter Allah yang sesungguhnya. dan dosa tidak diperhitungkan bila tidak ada hukum (Roma 5:13), jadi Allah tidak marah. Ayub tidak mengetahui apa yang sesungguhnya sedang terjadi, jadi Allah tidak memperhitungkan bahwa Ia telah melakukan kebodohan.

Kenyataannya Ayub mengucapkan kata-kata bahwa Allah yang telah mengambil semuanya dan dia telah menerima yang jahat dari Allah. Tetapi kata kata ini bukan merupakan kebenaran. Sesaat sebelum dia mengatakan bahwa Allah yang mengambil semuanya, dia mengatakan bahwa dia akan kembali ke rahim ibunya dengan telanjang,

Ayub 1:21
katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!”

tentunya Ayub tidak akan mungkin bisa kembali dengan telanjang ke dalam rahim ibunya! Ayub memang mengatakannya, tetapi itu tidak menjadikan hal itu sebuah kebenaran. Jadi apa yang kita katakan mengenai Ayub 42:11, dimana dikatakan bahwa “Allah menimpakan yang buruk kepada Ayub, padahal sebelumnya sudah dinyatakan dengan jelas bahwa itu adalah pekerjaan iblis? Dari hal ini kita dapat menangkap sebuah pelajaran yang amat berharga dalam menafsirkan semua bagian dalam Perjanjian Lama tentang “Allah” menimpakan yang jahat kepada orang-orang. Kita dapat melihat bahwa Allah mengijinkan iblis untu melakukan hal tertentu, tetapi bukan Dia yang melakukannya, dan kita harus mengingat hal ini dalam pikiran kita ketika kita melihat ungkapan seperti ini digunakan ditempat lainnya.

Sejauh itu, Ayub belum membuat tuduhan yang tidak fair terhadap Allah. Ayub salah, tetapi dia tidak menuduh Allah melakukan kesalahan. Tapi, jika anda melanjutkan membaca kitab Ayub, akhirnya ayub membuat lebih banyak kebodohan dan tuduhan-tuduhan yang tidak benar terhadap Allah. Dan karena hal ini maka Allah menghardik dia (Ayub 38:1 - 41;34), dan Ayub harus bertobat (ayub 42:1-6). Pada dasarnya Ayub berkata sombong dan kasar terhadap Allah, atas semua hal yang menurut dugaannya dilakukan oleh Allah, dan akhirnya Allah “capek” atas ungkapan sombong dan kasar dan memerintahkan Ayub untuk diam!

Allah berkata, dan Ayub harus mengakui, bahwa Ayub telah “menggelapkan nasehat tanpa pengetahuan” (Ayub 38:2, 42:3). Ayub mengatakan bahwa ia telah “mengucapkan kata kata yang tidak aku mengerti”hal hal yang terlalu ajaib bagiku, yang tidak kuketahui ………… oleh sebab itu aku mencabut perkataanku, dan bertobat dalam debu dan abu” (Ayub 42:3,6).
Setelah Ayub bertobat dari kesalahannya atas tuduhan tuduhan salahnya terhadap Allah, Allah menyembuhkan dia!

Satu hal yang amat lucu dan aneh adalah bahwa Ayub sendiri telah mengakui bahwa hal-hal yang diucapkannya adalah salah, Allah dengan tegas juga telah mengatakan bahwa hal-hal yang diucapkan Ayub adalah salah, tetapi herannya ada banyak orang Kristen yang mau agar anda percaya bahwa bahwa pernyataaan-pernyataan Ayub adalah BENAR: TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil ( 1:21) ………… Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk? (2:10) …………… Dia meremukkan aku dalam angin topan, dan menambah deritaku tanpa alasan ( 9:17) ……. Yang Mahakuasa, yang memedihkan hatiku (27:2), Aneh bukan?

Para pengaju keberatan biasanya menekankan pernyataan pada awal kitab Ayub yang mengatakan bahwa ia adalah seorang yang saleh dan jujur, bahwa ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Namun kita lihat bahwa Ayub akhirnya harus bertobat pada akhir kitab tersebut karena telah mengatakan hal-hal tentang Allah yang tidak benar. Kenyataan bahwa Ayub menjalani kehidupan moral yang kudus tidak berarti bahwa teologinya benar. Jika Ayub benar akan segala sesuatu maka dia tidak perlu bertobat atas celotehan dungunya. Sementra itu, Ayub 1 seharusnya telah membuktikan pada anda bahwa kehancuran dari api yang menyambar dari langit (kilat) dan angin badai bukanlah tindakan Allah!


2. HAK HAK SETAN YANG BERKURANG.

Tentu saja. Kita harus bertemu dengan keberatan berikutnya, yang kurang lebih adalah, “ya. Tapi Tuhan mengijinkannya! Mungkin bukan Dia yang melakukannya, tetapi Ia dengan jelas membiarkan setan untuk membuat Ayub sakit.”

Jelas Allah memang melakukannya. Berdasarkan Ayub 1:10, kelihatannya sampai satu titik tertentu Allah meletakkan sebuah pagar disekeliling Ayub, dan tersirat bahwa iblis tidak bisa masuk melewatinya untuk mendapatkan Ayub karena pagar itu. Mengapa Allah memilih untuk mengangkat pagar perlindungan itu? Apakah ini tidak sama dengan Dia yang melakukan tindakan itu sendiri? Seperti argumen Prof Heitlieb bahwa Allahlah yang melakukannya? selain itu bukankah kelihatannya Allah memberikan permisi kepada iblis untuk melakukan yang jahat pada Ayub.

Harus diketahui bahwa setan tidak bisa disebut sebagai sumber yang sah atas segala informasi. Kenyataan bahwa ia mengatakan ada sebuah pagar masih tidak membuktikan bahwa pagar itu memang ada. Selain itu Allah mengatakan bahwa Ayub sudah berada didalam tangan iblis. Hal inilah yang biasanya diterjemahkan untuk mengatakan bahwa Allah yang menyerahkan Ayub kepada iblis, tetapi hal ini juga bisa berarti bahwa Ayub sudah meletakkan dirinya sendiri kedalam tangan iblis dan mengoyakkan pagar perlindungannya melalui ketakutan, sementara setan tidak menyadarinya, karena pengetahuannya terbatas. kita akan berurusan dengan topik mengenai ketakutan pada bagian selanjutnya.

Ayub tidak berada dibawah sebuah Perjanjian dengan Allah yang melarang iblis dari menindas Ayub. Janji perlindungan masih belum diberikan pada umat manusia. Sejauh itu, iblis masih mempunyai hak yang sah untuk menindas Ayub. Bahkan saat ini iblis masih mempunyai hak yang sah untuk mencoba menindas anda. Tetapi tidak seperti Ayub, anda telah memiliki sebuah Perjanjian dimana anda dapat berdiri kokoh untuk mengusir iblis agar lari daripadamu. Sedangkan Ayub tidak mempunyai janji yang dapat dia claim untuk mengusir iblis. Dia tidak mempunyai Perjanjian kesembuhan seperti yang anda miliki sekarang ini.

Kalau anda berpikir bahwa ini merupakan sebuah argumen yang lemah, coba pertimbangkan bahwa Allah membiarkan orang orang Mesir untuk menindas Israel dengan kerjapaksa yang kejam selama beberapa generasi. Hukum Musa (di Ulangan 28) secara spesifik mengatakan bahwa mereka tidak harus menjadi budak bangsa lain jika mereka beribadah kepada Tuhan. Tetapi, Hukum tersebut belum diberikan, jadi umat umat Israel di Mesir tidak dapat meng claim janji apapun. Satu satunya janji yang dapat mereka claim adalah bahwa pada satu titik tertentu Allah akan mengunjungi mereka dan membawa mereka kembali ke tanah leluhur mereka.

Juga pertimbangkan bahwa anda tidak bisa dilahirkan kembali dibawah Perjanjian Lama, tidak perduli ada iman sebanyak apapun yang anda miliki, janji ini tidak tersedia untuk anda. Anda tidak bisa hidup dengan hak-hak istimewa Perjanjian Baru dibawah Perjanjian Lama. Demikian juga sebaliknya anda tidak bisa berjalan didalam berkat-berkat dari hukum Musa dibawah Perjanjian Lama sebelum hukum Musa diberikan. Ayub tidak memiliki kedua hukum tersebut baik Perjanjian Lama ataupun Perjanjian Baru untuk menjadi penopangnya.

Setan diijinkan untuk menimpakan penderitaan kepada Israel di Mesir. dia memiliki hak untuk melakukan itu, tetapi begitu Allah memberikan Hukum-Nya melalui Musa, hak hak iblis pun menjadi terbatas. dia bisa membawa Israel kedalam penindasan hanya jika umat Israel mengabaikan Allah. Jika umat Israel berjalah dengan Allah, Janji Allah adalah mereka tidak akan dibawa kembali kedalam penindasan seperti itu lagi.

Dengan bertambahnya waktu, sejalan dengan bertambahnya janji janji yang diberikan Allah, hak hak setanpun semakin berkurang. Sekarang dibawah Perjanjian Baru, dia tidak mempunyai hak yang sah apapun untuk mendominasi anda di setiap area.


3. KETAKUTAN AYUB

Ada sebuah prinsip rohani disini, Ayub berkata. “Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku” (Ayub 3:25).
Kita dapat melihat bahwa Ayub berjalan dalam ketakutan yang terus menerus melalui persembahan korban bakarannya tentang “Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa” yang terus menerus dilakukannya untuk anak anaknya seperti yang tertulis di Ayub 1:5.

Ini bukan merupakan tingkah laku yang normal bagi orang orang lainnya di Perjanjian Lama. Ayub diberkati dan kaya raya tetapi dia memiliki sebuah masalah dengan ketakutan. Bahkan dia bukan hanya mengatakan bahwa hal hal yang dia takutkan telah datang menimpa dia, tetapi dia mengatakan hal hal yang dia TERAMAT ia takutkanlah yang telah datang menimpa dia.

Oleh karena itu, jelas sekali tertera dari ayat ini bahwa Ayub berada dalam ketakutan yang besar. Kenyataannya adalah sama seperti iman mengesahkan Allah untuk bertindak, ketakutan (yang merupakan total kebalikan dari iman) mengesahkan iblis untuk bertindak. Bahkan saat ini jika anda berjalan dalam ketakutan, Allah akan mengijinkan iblis untuk melakukan hal hal tertentu pada anda. Iblis memiliki hak yang sah untuk melakukan sesuatu ketika anda memberinya hak yang sah dengan iman anda padanya (ketakutan).

Ayub tidak mengerti prinsip ini, dan seperti banyak orang orang saat sekarang ini yang tidak mengetahui akan hal ini, dia menyalahkan Allah atas apa yang telah terjadi.

Bagaimana anda bisa menggambarkan sikap Ayub selain dari ketakutan yang amat besar? Dia mempersembahkan korban bakaran kalau kalau keluarganya telah melakukan hal hal yang salah, bahkan tanpa mengetahui dengan pasti kebenarannya. Dalam bahasa sekarang ini, Ayub adalah seorang pesimis yang ketakutan berlebihan.

Saya yakin ini merupakan sebuah alasan lainnya mengapa Allah mengijinkan setan untuk melakukan hal hal tertentu terhadap Ayub. Ada perbedaan dari Allah mengijinkan sesuatu dengann Allah menggerakkan sesuatu. Bahkan dalam Perjanjian Barupun, ketakutan dapat membuat anda keluar dari Berkat Allah. Kita bisa merlihat sebuah kejadian dimana Petrus berjalan diatas air sampai ia mengijinkan dirinya dikuasai oleh ketakutan. Apakah Allah mengijinkan Petrus tenggelam? Sampai pada satu titik tertentu Dia mengijinkannya, dan kemudian Yesus mengeluarkannya dari masalah. Apakah ini adalah kehendak Allah agar Petrus bimbang? Tidak. Ketakutan Petrus yang menghilangkan berkat dari bisa berjalah diatas air.

Dapatkan anda melihat paralelnya sekarang? Jika Petrus bisa diberkati oleh Allah secara rohani dan kehilangan berkat tersebut karena takut, mengapa ini tidak beralasan untuk menyimpulkan bahwa Ayub dapat kehilangan berkat yang diberikan oleh Allah melalui ketakutan? Badai jelas dikirim oleh iblis untuk menyapu mereka semua. Petrus tidak bisa dipengaruhi oleh badai tersebut sampai ketika akhirnya ia keluar dari iman dan masuk kedalam ketakutan.

Para pengkritik mengatakan bahwa faktor ketakutan ayub terlalu dibesar besarkan, ini mungkin saja.
Masalah Ayub lebih berhubungan dengan kenyataan bahwa Ayub tidak memiliki Perjanjian kesembuhan daripada kenyataan bahwa Ayub ketakutan. Begitupun, Allah memberitahukan kita bahwa Ayub takut, dan ketakutan memberikan iblis keleluasaan/ ruang gerak tertentu.


4. AYUB DIPUJI KARENA KESABARANNYA BUKAN KARENA IMANNYA.

Ayub tidak terdaftar dalam Ibrani 11 dengan orang orang lainnya yang mempunyai iman besar, kesabaran Ayub bukan sekedar main main, dia tidak menyerah ketika dia telah kehilangan semuanya, tubuhnya compang camping, istrinya memberitahu ia untuk mengutuki Allah dan mati, dan teman teman baiknya menuduh dia atas semua hal buruk dan salah yang tidak pernah dia lakukan. Kesabarannya sungguh sungguh amat luar biasa. Dia tidak memiliki dasar iman berdasarkan Hukum Musa, apalagi Perjanjian baru. Mungkin dia tidak mengetahui apa yang sedang terjadi, tetapi dia masih tetap selalu menghargai Allah.

Kita seharusnya tidak boleh menganggap enteng kesabaran dari mereka yang tidak diterangi tentang hak penebusan mereka untuk disembuhkan. Saya yakin ada banyak orang baik yang sedang menderita sakit parah, namun jauh lebih sabar daripada kebanyakan orang Kristen yang mengetahui bahwa kesembuhan ada dalam penebusan Kristus.

Biarlah Ayub menjadi sebuah pelajaran bahwa Allah akan menghargai kesabaran dari orang yang tidak diterangi. Tentunya Allah akan mendapatkan lebih banyak kemuliaan jika mereka sembuh dan bangkit dari tempat tidur. bagaimanapun, kita harus mengakui bahwa Allah mendapatkan kemuliaan dalam tingkatan tertentu dari orang orang kudus yang menderita sakit tetapi yang menunjukkan buah buah roh. Tentu saja, buah-buah Rohnya yang memuliakan Allah, bukan penyakitnya! Tetapi itu jauh lebih baik daripada mereka terus menerus komplain dan mengeluh sepanjang harinya, seperti yang dilakukan oleh kebanyakan orang sakit lainnya.
Itu bukan merupakan yang terbaik dari Allah, tetapi disisi lain itu juga bukan merupakan yang terburuk dari iblis. Bahkan jika iblis kelihatannya menang dengan merampas kehidupan mereka, mereka disembuhkan sempurna ketika mereka mati dan pergi menuju Surga! Tentu hal itu jauh leibh baik daripada hidup dengan kesehatan sempurna namun menghabiskan selama lamanya didanau api bukan?


5. PENYAKIT AYUB HANYA SEMENTARA, DAN ALLAH MENYEMBUHKAN DIA

Alkitab tidak menyebutkan dengan pasti berapa lama Ayub mengalami sakit, tapi menurut beberapa tafsiran diperkirakan kurang dari setahun. Ayub berbicara mengenai bulan bulan kesia siaan, bukan tahun (Ayub 7:3). Mungkin kelihatannya seperti seumur hidup ketika anda berjalan tertatih tatih melalui pasal pasal pengembaraan puitis yang bodoh dari para penghibur Ayub. (tetapi bukankah ini merupakan ayat ayat Alkitab juga? Ya, ini merupakan kenyataannya bahwa pernyataan ini memang tertulis di Alkitab. Tetapi Allah sendiri telah mengatakan mereka yang disebut penghibur Ayub telah melakukan kebodohan dan berbicara yang tidak benar mengenai Dia (Ayub 42:8), jadi walaupun kata kata tersebut dikatakan, mereka bukan merupakan sumber yang tepat untuk membangun doktrin)

Dapat diperkirakan bahwa Ayub sakit kurang dari 1% dari total kehidupannya (keterangan dibawah) dan kita tahu bahwa Allah menyembuhkan Ayub. Jadi anda tidak punya alasan untuk mengatakan bahwa seseorang yang mati karena kanker merupakan Ayub lainnya. Ayub yang sebenarnya disembuhkan dan tidak pernah sakit lagi sampai akhir hidupnya. Jika anda tetap sakit atau meninggal, anda bukan Ayub lainnya.


6. MENGAPA ALLAH MENGATAKAN BAHWA AYUB BERKATA YANG BENAR?

Allah mengatakan bahwa Ayub berkata apa yang benardalam Ayub 42:8. Lalu mengapa Allah menghardik dia dan dan mengapa Ayub bertobat jika ia benar? Pointnya adalah bahwa Ayub benar dibandingkan dengan teman teman bodohnya. Tidak semua yang dikatakannya adalah benar. Allah mengatakan bahwa Ayub meragukan hikmat-Nya dengan kata kata yang bodoh dan kosong (Ayub 38:2 - IBIS) jadi Allah tidak setuju dengan semua yang telah dikatakan oleh Ayub. Tetapi Ayub tidak ikut serta dalam fitnahan pribadi teman temannya tehadap Allah.
Dalam pengertian itulah ucapan-ucapan Ayub adalah benar dan ucapan mereka salah. para penghibur Ayub jauh lebih salah dibandingkan dengan Ayub.
Bacalah seluruh kitab Ayub dan anda akan menemukan bahwa Ayub tidak pernah meminta Allah untuk menyembuhkan dia! Dia mengira bahwa Allah bertanggung jawab atas penyakitnya. Dia banyak mengeluh mengenai itu, tapi sesungguhnya dia tidak pernah berdoa untuk kesembuhannya. Hal itu mungkin dapat dimaklumi pada masa ayub, tapi tentunya tidak pada masa sekarang ini.

Disini kita memiliki pernyataan paling awal dari prinsip Alkitab: iblis menyebabkan saki. Allah menyembuhkan


7. MENGAPA ANDA TIDAK BISA MENJADI AYUB II DIBAWAH PERJANJIAN BARU.

Ayub tidak memiliki Perjanjain Baru, yang merupakan Perjanjian pertama dan satu satunya yang memberikan pengikutnya kuasa langsung atas iblis. Para raksasa iman di dalam Perjanjian Lama tidak bisa memerintahkan iblis untuk berhenti melakukan sesuatu. Ayub sendiri juga tidak bisa berkata kepada iblis dengan otoritas. Tetapi anda bisa!
Karena kita tahu bahwa iblis adalah pembuat penyakit, dan kita tahu bahwa kita memiliki otoritas atasnya, kita bisa memerintahkan dia untuk melepaskan tangannya dari tubuh kita. Ayub tidak bisa melakukan itu, jadi dia tidak berharap untuk melakukannya. Teatpi sebagai pemercaya Perjanjian baru, anda tidak harus duduk diam saja dan membiarkan iblis mengalahkan anda. iblis harus membungkuk diatas lututnya ketika anda memerintahkan dia untuk pergi dalam Nama Yesus.
Yesus memberikan pengikutnya kuasa atas semua iblis dan semua sakit penyakit. Ayub tidak mempunyai kuasa ini.
Ayub tidak mengetahui sang pengantara. Kita tahu bahwa ada seorang pengantara antara Allah dan manusia, manusia Kristus Yesus (1 Tim 2:5). Jika seandainya Ayub tahu bahwa Ia memiliki seorang pengantara, pastilah dia tidak akan menderita sakit sekian lama.

Ayub 16:21 supaya Ia memutuskan perkara antara manusia dengan Allah, dan antara manusia dengan sesamanya.

KJV: O that one might plead for a man with God, as a man pleadeth for his neighbour!
AMP: Oh, that there might be one who would plead for a man with God and that he would maintain his right with Him, as a son of man pleads with or for his neighbor!

Terjemahan bebas: O, kiranya ada seorang yang akan membela manusia terhadap Allah, sepeti seorang manusia membela dirinya terhadap sesamanya.

Ayub 9:32-35
32 bersama-sama menghadap pengadilan.
33 Tidak ada wasit di antara kami, yang dapat memegang kami berdua!
34 Biarlah Ia menyingkirkan pentung-Nya dari padaku, jangan aku ditimpa kegentaran terhadap Dia,
35 maka aku akan berbicara tanpa rasa takut terhadap Dia, karena aku tidak menyadari kesalahanku."

Ayub 19:25
Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.
KJV: For I know that my redeemer liveth, and that he shall stand at the latter day upon the earth:

Ayub 31:35
Ah, sekiranya ada yang mendengarkan aku! --Inilah tanda tanganku! Hendaklah Yang Mahakuasa menjawab aku! --Sekiranya ada surat tuduhan yang ditulis lawanku!

Bahkan beberapa argumen dankata kata dari Elihu teman Ayub menunjukkan sebuah indikasi bahwa ia mengerti konsep penebusan yang dapat menenyahkan penyakit. Sebuah pandangan yang cukup menakjubkan bagi orang yang hidup pada masa itu! (Ayub 33:19-25).
Dibawah Perjanjian Baru, kita memiliki tebusan yang dibicarakan oleh Elihu didalam Yesus Kristus!, jadi kita seharusnya berharap untuk dilepaskan dari turun ke dalam liang kubur, karena kita telah mendapatkan uang tebusan. Tubuh kita seharusnya kembali segar seperti pada masa muda kembali. Dengan kata lain kita seharusnya disembuhkan.


8. BAGAIMANA CARA ANDA MEMBACA KITAB AYUB?

Jika anda mendapatkan ide dari Ayub bahwa Allah itu kikir dan akan menjungkirbalikkan kehidupan anda untuk mengetes anda, maka anda sedang membaca Kitab Ayub dengan cara yang salah. Demikianlah yang dikatakan Allah. Itu bukan hanya sekedar pendapat saya – tetapi itu adalah pendapat Allah. Berikut ini adalah apa yang dikatakan Allah dalam Yakobus 5:11, “Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.” Anda seharusnya melihat kasih sayang Allah dan belas kasih-Nya ketika anda membaca Ayub. Kalau tidak maka anda sedang membaca dalam cara yang tidak dikehendaki oleh Roh Kudus! Konteksnya disini adalah bahwa Ayub (bersama nabi yang barusan disebutkan oleh Yakobus) adalah merupakan contoh kesabaran dalam menderita penindasan. Dan dia merupakan contoh dari kesabaran. Dan Allah, dalam belas kasih dan kasih sayang-Nya, mengampuni Ayub karena pernyataan pahit yang telah dikatakannya mengenai Allah ketika ia menderita dalam kesakitan.
Iman timbul karena pendengaran dan pendengaran akan Firman Yesus, Jika anda mengira bahwa dengan membaca Kitab Ayub akan membuat iman anda kandas, maka anda sedang membaca kitab Ayub dengan cara salah. Ingatlah bahwa pencobaan Ayub hanyalah masalah bulanan bukan tahunan.


9. MASA UNTUK MENANGIS

Ada waktu untuk menangis, berdukacita dan kehilangan. Setiap orang yang anda kenal pasti akan mati kecuali Yesus kembali segera, anda pasti tidak akan ragu ragu untuk untuk menangis dan berdukacita ketika anda kehilangan teman teman baik dan keluarga. Tapi anda tidak perlu dirampok oleh iblis. Anda tidak harus kehilangan satupun dari semua yang telah disediakan oleh Allah untuk anda di dalam Kristus. Tidak akan pernah ada waktu kehilangan dalam pengertian tidak memiliki kemenangan, karena Allah selalu memberikan anda kemenangan dan anda akan memerintah dalam kehidupan anda.


10. KEGUNAAN YANG BAIK DARI KITAB AYUB

Dengan mengetahui bahwa iblislah yang menindas Ayub, anda dapat membuat daftar dari penyakit Ayub dan tahu bahwa itu adalah pekerjaan iblis, yang mana jemaat Perjanjian Baru memiliki kuasa/otoritas atasnya. Setan tidak punya hak untuk menindas anda dengan hal hal ini: barah busuk dari ujung kepala sampai ujung kaki (2:7), gelisah tidak bisa tidur hingga sepanjang malam (7:4), kulit luka dan mengeluarkan nanah (7:5, 30:18), malam malam penuh kesusahan (7:3), mimpi buruk (7:14), remuk (9:17), luka yang banyak (7:14), susah bernapas (9:18), kurus kering seperti tinggal kulit membalut tulang (16:8, 19:20), mengigit diri sendiri (13:14), lemah lunglai (16:7), penuh keriput yang tidak normal (KJV 16:8), mata kabur karena pedih hati (17:7), nafas bau dari penyakit anda (17:1, 19:17), ulat ulat dikulit (19:26 KJV), gemetar (21:6), putus asa (23:16), nyeri tulang diwaktu malam (30:17), rasa nyeri menusuk yang tak kunjung berhenti (30:17), isi perut mendidih (munkin karena peradangan atau diare) (30:27 KJV),kulit menghitam (30:30), kulit mengelupas (30:30), dan demam (30:30). Kalau anda mengalami satu dari hal ini, anda tahu penyebab mereka, dan anda dapa mengambil otoritas atasnya!.

11. GUNAKANLAH KITAB AYUB SEBAGAI PENGUAT HATI DARIPADA SEBUAH KEBERATAN
Mengapa orang orang yang membuat uraian yang besar bahwa Ayub menderita sakit penyakit tidak memberikan uraian yang lebih besar lagi bahwa Allah menyembuhkan Ayub dengan sempurna, dan bahkan tidak ada catatan sama sekali kalau Ayub pernah jatuh sakit lagi sepanjang hidupnya. (Ayub 42:10-17)? Nah, sekarang siapa saja yang mengira bahwa ia adalah Ayub yang lainnya sudah seharusnyalah bersiap siap untuk disembuhkan secara sempurna dan diberkati dua kali lipat dari apa saja yang pernah dia miliki sebelumny, sama seperti yang dialami oleh Ayub (Ayub 42:10). Juga harus bersiap siap untuk hidup 140 tahun lagi setelah anda disembuhkan, sama seperti yang dialami oleh Ayub (Ayub 42:16-17).
Kalau anda tidak sembuh dan tidak mendapat dua kali lipat dari apa saja yang telah hilang maka anda bukanlah Ayub lainnya. Jika anda sakit lebih dari satu tahun maka anda juga bukan Ayub lainnya. Jika anda mengalami penderitaan ini lebih dari 1% dari kehidupan anda, anda bukan Ayub lainnya.
Ayub yang sesungguhnya disembuhkan. Berharap untuk memikul dengan sabar sakit penyakit anda selama hidup berlawanan dengan Kitab Ayub!
Allah menyembuhkan Ayub!

Kalau setuju-setuju aja, boleh posting kan bro … :tongue:

Ho ho ho, nampaknya anda udah nggak sabaran ya bro ….

Baik pertama tama kita bahas yang ini dahulu!

Anda dengan “gagah berani” menyatakan “duri dalam daging” bukan idiom dan bahwa Paulus yang pertama kali menyatakannya bukan?
:wink:

Lihat baik baik yang ini om derik:

Bilangan 33:55
Tetapi jika kamu tidak menghalau penduduk negeri itu dari depanmu, maka orang-orang yang kamu tinggalkan hidup dari mereka akan menjadi seperti selumbar di matamu dan seperti duri yang menusuk lambungmu, dan mereka akan menyesatkan kamu di negeri yang kamu diami itu.

Yosua 23:13 maka ketahuilah dengan sesungguhnya, bahwa TUHAN, Allahmu, tidak akan menghalau lagi bangsa-bangsa itu dari depanmu. Tetapi mereka akan menjadi perangkap dan jerat bagimu, menjadi cambuk pada lambungmu dan duri di matamu, sampai kamu binasa dari tanah yang baik ini, yang telah diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.

Hakim hakim 2:3
Lagi Aku telah berfirman: Aku tidak akan menghalau orang-orang itu dari depanmu, tetapi mereka akan menjadi musuhmu (KJV= duri di lambungmu) dan segala allah mereka akan menjadi jerat bagimu."
KJV
Wherefore I also said, I will not drive them out from before you; but they shall be as thorns in
your sides,
and their gods shall be a snare unto you.

Anda dengan “gagah berani” berani ngaku dulu salah atau salah? :wink:

hush usah nangis gitu bro, ;D ;D ;D (sorry bercanda aja bro)
thumbs up for you :afro:

ok bro, akan segera dilansir jawabannya :slight_smile:

ya saya maklumlah sudah jelas ketahuan kalah terpaksa nyari nyari alasan lain biar at least agak nggak terlalu malu,

nggak apa, sya maklum kok bro, go ahead lah :wink:

kalo saya diskusi dengan orang yang kalah sampe nangis nangis nggak enak juga lah :slight_smile:

2Timotius 4:20

Erastus tinggal di Korintus dan Trofimus kutinggalkan dalam keadaan sakit di Miletus.

Saya heran ada saja orang yang mengabaikan begitu banyak orang yang sembuh dalam Perjanjian Baru dan membangun sebuah doktrin dari sekelumit ayat ini, yang sama sekali tidak mengandung sebuah pengajaran, tetapi hanya pemaparan atas sebuah pengalaman sederhana saja.

Orang-orang telah menggunakan hal ini sebagai bukti bahwa orang benar harus menanggung sakit penyakit, kita bahkan tidak diberikahukan mengapa Trofimus bisa sakit, juga tidak disebutkan apakah Allah menyembuhkannya atau tidak kemudian.
Nah, Sebagai rekan sekerja dalam mengabarkan Injil dengan Paulus (Kis 20:4, 21:29 ), ia bisa saja mendapatkan masalah seperti yang dialami oleh Efaproditus di Filipi 2:25-30 dan menderita dari bekerja terlalu keras dalam pelayanan (ada banyak hanba Allah yang jatuh pada jebakan ini). juga sangat mungkin sekali bahwa Trofimus sedang dalam proses penyembuhan dari pukulan atau siksaan lainnya yang didapatkan karena penginjilah. Kita tidak tahu mengapa Trofimus sakit tetapi Paulus jelas tidak mengatakan bahwa sakit itu adalah kehendak Allah bagi Trofimus.

Kalau kita melihat bagaimana para Rasul melayani, bagaimana mereka mendapatkan penganiayaan, siksaan dan pukulan, sangat mengherankan bahwa lebih banyak dari mereka yang tidak ditinggalkan sakit. Kenyataan bahwa Trofimus adalah merupakan pengecualian. Allah terus menyembuhkan para pekerja-Nya ketika mereka membutuhkan itu.

Bbeberapa orang menyimpulkan bahwa jika Trofimus sakit , pasti itu adalah kehendak Allah. Dan kalau mengikuti alur logika ini, tentu ini merupakan kehendak Tuhan juga untuk orang-orang di Korintus untuk hidup dalam kedagingan (1 Kor 10,11), atau bagi jemaat di Kolose untuk menaklukan diri pada rupa-rupa peraturan (Kol 2:20), untuk Alexander situkang tembaga untuk banyak melakukan kejahatan terhadap Paulus, dan Demas untuk mencintai dunia ini dan meninggalkan Paulus. Juga itu adalah kehendak Allah agar Yudas menghianati Yesus dan menggantung dirinya sendiri, bagi Daud untuk berjinah, dan lain sebagainya, Alkitab mencatat semua kejadian ini juga.

Kenyataan bahwa jika kejadian dicatat dalam Alkitab tidak berarti bahwa itu adalah kehendak Allah yang sedang terjadi. Paulus tidak ada membuat sebuah pernyataan doktrinal mengenai Trofimus. Ini bukan merupakan sebuah pengajaran hanya sebuah pernyataan akan kondisi yang sedang terjadi. Anda tidak bisa menggunakan sebuah pernyataan belaka sebagai sebuah pengajaran. Kalau anda mengataka bahwa ayat mengenai Trofimus membuktikan bahwa Allah tidak maumenyembuhkan semuanya, saya dapat mengatakan bahwa ayat mengenai Demas membuktikan bahwa Allah tidak mau semua orang untuk terus taat kepada-Nya, melayani Dia dan harus mencintai dunia ini.

Kalau anda mau tahu doktrin Paulus, anda seharusnya melihat ke ayat seperti 1 Kor 6:19-20, dimana Paulus dengan jelas dan tegas menyatakan bahwa tubuh anda dan roh anda semuanya telah dibeli dengan harga yang sama. Dia dengan jelas menghidupkan doktrin ini ketika mujijat khusus dilakukan melalui tangannya di Asia dan ketika dia menyembuhkan orang-orang sakit di pulau Melta.

Sebagian Keberatan lainnya adalah bahwa paulus seharusnya menyembuhkan Trofimus seperti dia menyembuhkan orang lainnya. Ada alasan pasti untuk mengira bahwa Paulus telah berdoa untuk Trofimus. Lalu mengapa Trofimus gagal menerima kesembuhan? Kita tidak tahu. Ada banyak alasan mengapa orang-orang gagal untuk menerima kesembuhan mereka; (hal ini akan saya postingkan nantinya).

Ada beberapa teman seperjuangan Paulus yang kehilangan semangat terhadap Allah dan meninggalkan Paulus atau gagal untuk tetap menyertainya ketika dia mendapatkan siksaan besar dari Alexander si tukang tembaga itu. ( 2 Tim 4:15-16), dan kejadian ini hanya beberapa ayat jauhnya dari ayat mengenai Trofimus, ada kemungkinan bahwa Trofimus karena beberapa alasan sedang tidak berjalan dalam terang, dan tentu saja anda tidak bisa sembarangan menumpangkan tangan keatas seorang yang gagal untuk melakukan kehendak Allah yang diketahuinya, bahkan jika anda percaya bahwa ini merupakan kehendak Allah agar orang tersebut sembuh.

Kalau seandainya ini fair untuk menyalahkan Paulus karena Trofimus tidak berjalan dalam terang kesembuhannya, kita juga harus menyalahkan Paulus atas kegagalan Demas dan Johanes Markus dalam melanjutkan pelayanan mereka bersamanya. Tentu saja keduanya tidak fair bagi Paulus. Kita tidak memiliki otoritas atas kehendak manusia, Paulus juga sama. Sama tidak masuk akalnya untu mengatakan bahwa Allah menghendaki Trofimus sakit karena alasan tertentu dengan mengatakan bahwa Allah menghendaki Demas untuk menghianati Paulus karena alasan tertentu. Dan juga tidak ada orang yang bisa membuktikan bahwa Trofimus tetap sakit untuk waktu yang lama.
Ini sungguh-sungguh sebuah ayat yang amat sedikit untuk membangun sebuah doktrin anti kesembuhan.

Tetapi tetap saja ada orang orang yang mencoba menbangun istana dari ayat ini. “paulus memiliki pelayanan kesembuhan tetapi tidak bisa menyembuhkan Trofimus!”
Hati hati! Allahnya Paulus juga tidak bisa menyembuhkan orang orang sakit di Nazareth. Hal ini tidak membuktikan apapun kecuali ketidak percayaan orang orang, yang dinyatakan sebagai alasah dari kegagalan mereka untuk menerima kesembuhan. Kenyataan bahwa Yesus meninggalkan banyak orang sakit di Nazareth tidak membuktikan bahwa Allah menginginkan mereka sakit dan tidak mau untuk menyembuhkan mereka secara ilahi. Oleh karena itu kenyataan bahwa Paulus meninggalkan Trofimus sakit di Miletum tidak membuktikan bahw Allah ingin agar Trofimus sakit dan tidak mau menyembuhkan nya.

Juga mungkin bahwa Paulus berdoa untuk Trofimus dan Trofimus mengikuti instruksi Paulus untuk “percaya dan menerima” ketika dia berdoa, tetapi kesembuhan belum bermanifestasi dalam tubuhnya, sama seperti pohon yang dikutuk oleh Yesus tidak kelihatan mati dari liuarnya seketika itujuga. Kita tidak bisa membuktikan apakah itu benar atau salah. Ke delapan buah kata mengenai Trofimus tidak cukup untuk membuktikan apapun.

Mengapa membangun doktrin dari sebuah kasus pengecualian ini? Dimana kita bahkan tidak diberitahukan mengapa lelaki ini sakit, atau apakah dia tetap tinggal sakit seperti itu terus? Bukan lebih masuk akan untuk membangun sebuah doktrin dari aturan dari pada sebuah pengecualian? Daripada mencari cari alasan yang tidak masuk akal untuk tetap sakit, bangunlah doktrin dari orang-orang banyak di Perjanjian baru yang disembuhkan dan pernyataan yang dibuat oleh Tuhan Yesus dan para murid-Nya dibawah inspirasi Roh Kudus! Tidak ada satupun ayat yang mengatakan bahwa anda tidak bisa disembuhkan, tetapi teramat banyak yang mengatakan bahwa anda bis disembuhkan. Jadikan itu doktrin adan dan percayalah padanya.

Keberatan: lazarus sakit untuk kemuliaan Allah (Yohanes 11:4)

Yoh 11:4
Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: “Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.”

Seharusnya anda bisa berhenti membaca tepat disini dan menemukan apa yang sesungguhnya dimaksud oleh Yesus ketika Ia mengatakan perkataan ini. Adakah orang-orang di Bethani yang melihat kondisi sakit Lazarus dan mulai memuliakan Tuhan sebelum Yesus muncul? TIDAK!
Lalu apakah Allah dimuliakan ketika lazarus sedang sakit? TIDAK!

Sesungguhnya kalau anda membaca hal ini dengan hati-hati, anda akan menemukan bahwa lazarus sudah mati selama dua hari ketika Yesus mengeluarkan perkataan ini.
Yesus tinggal ditempat dia berada sebelumnya selama dua hari sebelum Dia pergi ke Bethani, dimana Lazarus sudah mati selama empat hari ketika Dia sampai disana, jadi ketika Yesus membuat pernyataan mengenai penyakit Lazarus, dia sudah tidak sakit lagi  dia sudah mati! Yesus tidak pernah berkata bahwa penyakit yang sedang diidap seseorang adalah “untuk kemuliaan Allah.”

Haruskah kita menyimpulkan bahwa Allah membuat lazarus sakit sehingga Yesus bisa membuat sebuah pertunjukan sirkus sampingan dan membangkitkan Lazarus untuk membuktikan sesuatu? Tentu saja kita tidak bisa mengambil kesimpulan tersebut karena Alkitab mengatakan bahwa Yesus menyatakan diri-Nya untuk menghancurkan pekerjaan-pekerjaan iblis (1 Yohanes 3:8). Dan bukan pekerjaan-pekerjaan Allah!
Jika Allah membuat anda sakit sehingga dia bisa mempertontonkan kesembuhan anda, maka dia adalah Allah yang nol besar, karena dia hanya meninggalkan anda tepat dimana dia menemukan anda. anda sama sekali tidak lebih baik daripada saat anda memulainya. Ini merupakan gambaran yang menakutkan dan tidak alkitabiah akan Allah surgawi anda!

Kapankah saatnya ketika kemuliaan Allah dinyatakan? Ketika Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian!
Yesus mengatakan kepada Marta jika dia percaya, maka ia akan melihat kemuliaan Allah. Jadi ketika sedang melihat kondisi lazarus sakit dan mati, Martha tidak sedang melihat kemuliaan Allah, karena dia belum melihat kemuliaanya.
Oleh karena itu, kondisi sakit Lazarus dan kematiannya tidak membawa kemuliaan sama sekalri. Kemudian Yesus membangkitakan Lazarus dan Allah dimuliakan.

Satu-satunya penyakit yang “untuk kemuliaan Allah” telah disembuhkan dengan sempurna, dan Lazarus hidup cukup lama setelah dibangkitkan dari kematian.
Anda tidak sakit untuk kemuliaan Allah, dan juga orang-orang lainnya.
Allah tidak membuat anda sakit untuk mempertontonkan kesembuhan anda nantinya. Allah dimuliakan dari penyakit anda; dia dimuliakan dari kesembuhan anda. mengapa anda tidak bekerja sama dengan-Nya untuk kesembuhan anda dan membawa pujian dan kemuliaan bagi-Nya sekarang?

saya sudah menanggapi pertanyaan anda, sekarang gantian saya dong bro he hehe

biar fair.

pertama anda sudah mengakui kesalahan anda mengenai “duri dalam daging Paulus”.
bahwa itu adalah idiom

kedua bahwa itu sudah diungkapkan bahkan hingga tiga kali oleh penulis berbeda di Alkitab yang menggambarkan kondisi yang bukan sakit penyakit!

sekarng apakah anda masih ngotot mengatakan duri dalam daging Paulus adalah sakit penyakit?

nb: biar sampeyan nggak malu lagi, silahkan baca ulasan saya dulu mengenai ini diatas :wink:

Bro T Rex, bagaimana dong saya yang tidak sembuh2 sampai sekarang ???

Anda memberi yang begitu muluk, saya jadi minder nih, sudah doa puasa, berlutut sampai lutut kapalan, menangis sampai capek, ke dokter di mana2, sampai jatuh kedalam kuasa gelap, tidak sembuh2 juga karena itu hanya kesembuhan semu, malah sinus jadi makin parah.malah terjadi PERTOBATAN SUNGGUH.

Sekarang maagnya jadi ada ulcus, lubang dalam, sampai berdarah terus, dalam waktu 6 bln harus tranfusi darah, karena kehabisan darah, HB nya tinggal 2.

Saya baca tulisan kamu, malah jadi minder nih.

Saya percaya kesembuhan Ilahi, sudah di kejar2 2 thn, terus tetap saja penyakitnya, sampai achirnya baru dapat kepastian dari Klinik Mayo dari USA, rupanya autoimmune disorder, tidak ada obatnya,

Anti body yang menyerang tanpa sebab, ini kisah nyata ada orang Kristen yang tidak di sembuhkan oleh Tuhan.

jadi teori kamu menjadi tanda tanya, iman ada, kekuatan menjalani sakit , ADA. semangat , TETAP ADA, buktinya nongkrong disini dan sabda Space.

jadi teori kamu tidak dapat di pukul rata ya.

Atau kamu ada penelasan lain, saya setuju dengan Roderick, saya tidak percaya dengan HARUS SEMBUH.

Bagaimana penjelasan kamu. bro yang baik . :cheesy:

Ketika seorang menderita sakit fisik yang parah, namun berada dalam kondisi rohani yang sehat dan baik, segeralah ia mendapatkan ejekan bahwa imannya tidak kuat, bahwa ia tidak mempercayai janji-janji Allah, bahwa is tidak mempercayai kesembuhan Illahi dst.

Ini saya alami juga, sudah kenyang segalanya,
Dicitak2 juga sudah.

HARUSKAH KITA SEMBUH DARI SAKIT?

Banyak orang yang beranggapan bahwa orang Kristen tidak boleh sakit atau bahwa orang Kristen harus sembuh dari semua penyakit!

Alasan-alasan dan Sanggahannya:

  1. Dalam Kitab Suci, baik Yesus maupun rasul-rasul menyembuhkan semua orang sakit (Mat 4:23,24 Kis 5:15-16, dsb).

Sanggahan:

Dalam Kitab Suci, baik Yesus maupun rasul-rasul tidak selalu menyembuhkan semua orang sakit. Ada orang-orang yang tidak disembuhkan.

Yoh 5:1-18 ada banyak orang sakit, tetapi hanya satu yang disem-buhkan oleh Yesus, yaitu orang yang lumpuh selama 38 tahun.

1Tim 5:23 dan 2Tim 4:20, Timotius dan Trofimus sakit, tetapi Paulus tidak menyembuhkan mereka.

2Kor 12:7-10, Paulus sendiri mengalami ‘duri dalam daging’.

Sekalipun tidak jelas dengan apa yang dimaksud dengan ‘duri dalam daging’ itu, tetapi rasa-rasanya tidak bisa tidak istilah ini menunjuk pada suatu penyakit jasmani yang menyakitkan.

Untuk ini Paulus berdoa sebanyak tiga kali, tetapi Tuhan tidak menyembuhkan dia!
Luk 5:15-16 banyak orang datang kepada Yesus untuk disembuh-kan, tetapi Yesus tidak menyembuhkan mereka, sebaliknya Yesus meninggalkan mereka.
Luk 4:27 Yesus berkata bahwa pada jaman nabi Elisa ada banyak orang sakit kusta di Israel, tetapi mereka tidak ditahirkan seperti Naaman.

  1. Penyakit itu dari setan, dan orang Kristen harus menang atas setan.

Sanggahan:

a) Penyakit pertama kali masuk ke dalam dunia sebagai hukuman dari Tuhan atas dosa manusia.

b) Setan bisa memberi penyakit, tetapi hanya kalau Tuhan mengijinkan (Ayub 1-2 2Kor 12:7-10).

c) Tidak semua penyakit datang dari setan.

Misalnya: Kej 48:1. Juga kalau dalam Mat 4:24 terlihat bahwa ‘orang yang menderita pelbagai penyakit’ dibedakan dari ‘orang yang kerasukan’.
Demikian juga dalam Mat 10:1,8.

  1. Penyakit itu disebabkan oleh dosa. Karena itu kalau seseorang bertobat ia pasti sembuh dari penyakit!

Sanggahan:

a) Penyakit pertama masuk ke dalam dunia memang karena dosa Adam dan Hawa.

b) Memang ada orang-orang yang sakit sebagai akibat langsung dari dosa mereka (bdk. Maz 107:10-12,17-18 2Raja-raja 5:27).

c) Tetapi tidak semua orang sakit sebagai akibat langsung dari dosanya (Kej 48:1 Ayub 1-2 2Kor 12:7-10 Fil 2:25-27 1Raja-raja 14;1,12,13 Yoh 9:1-3).

d) Orang percaya baru bisa bebas dari penyakit sebagai akibat dosa, pada saat ia masuk ke surga.

HARUSKAH KITA SEMBUH DARI SAKIT?

Allah itu Mahakuasa dan karena itu Ia pasti bisa menyembuhkan anakNya yang sakit!

Sanggahan:

Allah memang mahakuasa sehingga pasti dapat menyembuhkan, tetapi Allah belum tentu hendak menyembuhkan.

Banyak orang beranggapan bahwa Allah pasti hendak menyembuhkan kita karena adalah sesuatu yang baik kalau kita itu sehat.

Orang-orang ini perlu mengingat bahwa pikiran Allah dan pikiran kita berbeda sepertui langit dengan bumi (Yes 55:8-9)!

Dalam 2Kor 12:7-10, Paulus sendiri berdoa supaya duri dalam dagingnya diangkat, tetapi ia tidak disembuhkan!

Allah tidak mau menyembuhkan Paulus, karena penyakit Paulus justru akan menyebabkan Paulus bersandar kepada Tuhan sehingga kuasa Allah bisa mengalir melalui Paulus.

Dari sudaut pandangan Allah, penyakit Paulus ini membawa kebaikan baginya dan bagi pelayanannya.

Bagi kita hal seperti ini dapat terjadi.
Kadang-kadang Allah membiarkan kita karena Ia mempunyai maksud tertentu, yang tentunya berguna untuk kemuliaanNya dan juga untuk kebaikan kita sendiri (bdk. Ro 8:28).

Allah tidak menghendaki orang sakit.

Dalam buku ‘Jangan Batasi Allah Bila Ingin Bahagia-Sejahtera’, hal 33-34, Morris Cerullo berkata sebagai berikut:

“Baiklah saya nyatakan kepada anda sekarang juga, bahwa bukanlah kehendak Allah agar anda menderita sakit. Allah tidak menghendaki manusia itu menderita.
Bukanlah kehendak Allah anda harus menderita lapar atau dilanda kemiskinan. Kehendak Tuhan ialah mencurahkan berkatNya atas diri anda dan memenuhi segala kebutuhan anda.
Tuhan menghendaki agar anda dapat hidup sehat, berbahagia dan serba berkecukupan”.

Ia lalu mengutip 3Yoh 2 dan Mat 8:7 untuk mendukung pandangannya ini.

Sanggahan:

a) Kata-kata Yesus dalam ayat-ayat seperti Mat 8:3,7 dsb tidak berlaku umum!

  1. Mat 14:29
    waktu Ia menyuruh Petrus berjalan di atas air .

  2. Yoh 11:23,40,43 kata-katanya berhubungan dengan ke-bangkitan Lazarus
    juga tidak berlaku umum!.

Jadi, untuk orang-orang tertentu Ia memang bersedia menyembuhkan, tetapi untuk orang-orang lain dapat saja Tuhan Yesus membiarkan sakitnya, karena [b Tuhan Yesus mempunyai tujuanNya sendiri![/b]

b) 3 Yoh 2 adalah suatu salam yang jelas tidak dapat diartikan bahwa
Allah tidak menghendaki seorangpun sakit!

c) Orang-orang sering menyalahartikan kata ‘baik’, ‘berkat’, dsb,
karena mereka menafsirkan ‘baik’ dan ‘berkat’ itu sebagai ‘baik’ dan ‘berkat’ menurut pandangan manusia.

Tuhan memang pasti memberi berkat / hal-hal yang baik kepada anak-anakNya (Mat7:11 Yak 1:17),

Tetapi yang dimaksud dengan ‘baik’ dan ‘berkat’ adalah ‘baik’ dan ‘berkat’ dalam pandangan Allah!

Cara pikiran / rencana Allah berbeda seperti langit dengan bumi dibanding pikiran / rencana kita (Yes 55:8-9).

Allah dapat memberi berkat / hal yang baik melalui hal-hal yang bagi kita kelihatannya tidak baik, seperti penyakit dan penderitaan (2Kor 12:7-10 2Kor 1:8- 9 Fil 1:12 bdk. Ro 8:28).

Illustrasi:
Kalau kita membawa anak saudara ke dokter, dan anak itu harus disuntik, maka kita merelakan anak itu menderita sakit, karena semua itu adalah untuk kebaikannya sendiri.
mengapa Tuhan tidak boleh membiarkan kita sakit / menderita, kalau semua itu adalah untuk kebaikan kita?

HARUSKAH KITA SEMBUH DARI SAKIT?

[b]Mat 8:16-17 bdk. Yes 53:4-5.[/b]

Kesembuhan jasmani yang Yesus lakukan, oleh Matius dihubungkan dengan nubuat nabi Yesaya yang berbunyi: “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita” (bdk. Yes 53:4-5).

Sanggahan:

a) ‘Penyakit’ / ‘kesembuhan’ dalam Yes 53:4-5 itu bersifat jasmani atau rohani?
Ada 2 pandangan:

  1. Jasmani dan rohani.
    Kalau ya, bagaimana dengan penyempurnaan jasmani terjadi pada akhir jaman
    (2Kor 4:16 1Kor 15:43-44). ?
    Seandainya jasmani telah sempurna ? bertentangan dengan apa yang di katakan Paulus bahwa tubuh adalah lemah.
    Roma 6
    6:19 Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu.

  2. Hanya rohani. Jadi, ‘penyakit’ menunjuk pada dosa.
    Baca kontex Yes 53!
    Ay 5: ‘pemberontakan’, ‘kejahatan’.
    Ay 6: ‘sesat seperti domba’, ‘mengambil jalannya sendiri’, ‘kejahatan’.
    Ay 8: ‘pemberontakan’.
    Ay 10: ‘korban penebus salah’.
    Ay 11: ‘kejahatan’.
    Ay 12: ‘dosa’.

Jadi jelas bahwa kontex Yes 53 adalah rohani!

Untuk lebih jelas tentang kontex, baca juga Yes 1:4-6!

Bandingkan juga dengan 1Pet 2:22-25, dimana Petrus mengutip Yes 53 ini!
Ia jelas menerapkan pada dosa / penyakit rohani!

b) Kalau Yes 53 itu memang tentang penyakit rohani (dosa), lalu mengapa Matius mengutip Yes 53:5 dan menerapkannya pada kesembuhan jas-mani dalam Mat 8:17?

Jawabnya: karena Tuhan Yesus sering melakukan sesuatu yang bersifat jasmani untuk mengajar suatu kebenaran rohani.
Ini bukan suatu pengallegorian!

Contoh:
Ia mencelikkan mata orang buta dalam Yoh 9. Ini mengilustrasikan diriNya sebagai Terang dunia (Yoh 9:5).

Ia membangkitkan orang mati / Lazarus (Yoh 11). Lalu Ia mengajar bahwa Ia adalah Kebangkitan dan Hidup (Yoh 11:25-26).

Ia melipat gandakan roti (Yoh 6), lalu Ia mengajar bahwa Ia adalah Roti Hidup (Yoh 6:35).

Ia menyembuhkan secara jasmani (Mat 8:15-16) untuk menunjukkan diriNya sebagai penyembuh rohani / dosa (Mat 8:17 bdk. Yes 53:4-5).

Jadi, sebetulnya sekalipun Mat 8:15-16 berbicara tentang kesembuhan / penyakit jasmani, tetapi Mat 8:17 berbicara tentang kesembuhan / penyakit secara rohani, yaitu dosa.

Karena itu Matius lalu menganggap ini sebagai penggenapan dari Yes 53:4-5!

Kesimpulan:

Kesembuhan illahi itu ada!

Tetapi ajaran yang mengatakan bahwa orang Kristen harus sembuh:
a) Bertentangan dengan Alkitab.
b) Bertentangan dengan fakta / realita.

Jelas sekali bahwa banyak orang Kristen yang sakit!

Bahkan para penyembuhnya sering memakai kaca mata.
Apakah itu bukan pe-nyakit?

Apa bedanya penyakit yang disebabkan oleh bakteri / kuman dan penyakit yang disebabkan oleh usia tua?

Bukankah semua itu sama-sama masuk ke dalam dunia karena dosa Adam?